Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#39 Keegoisan


__ADS_3

#39 Keegoisan 😏


Dokter Melati tidak sama sekali menjawab panggilan dari Pak Fadil, dia hanya menatap layar ponselnya karena Pak Fadil beberapa kali memanggilnya namun tidak ada jawaban dari dokter Melati.


" Kenapa dokter Melati tidak menjawab panggilanku? padahal dia masuk hari ini." ucap pak Fadil sembari menatap layar ponselnya. kemudian Pak Fadil pun memanggil salah satu dari Asistennya yang berada di lantai bawah agar menemui dokter Melati dan menyuruhnya menemuinya di ruangannya.


Setelah menghubungi Asistennya yang memang sedang berada di lantai bawah Pak Fadil menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya itu.


" Aku harus bertindak tegas dengan dokter Melati ini, Aku harus memindahkannya ke rumah sakit pusat, dan Aku akan mempertahankan dokter Keenan tetap di rumah sakit ini, karena prestasi dan cara kerjanya dokter Keenan melebihi dari dokter Melati, dan dr Keenan dia pantas untuk dipertahankan, sedangkan dokter Melati selalu menomorduakan pekerjaan dan menomorsatukan masalah pribadinya." ujarnya berbicara sendiri.


Di ruangan dokter Melati, terdengar ketukan beberapa kali dipintu ruangannya itu, namun tidak ada suara dari dalam, dokter Melati tidak menyuruh si pengetuk untuk masuk, kemudian Asisten Pak Fadil membuka pelan pintu ruangan tersebut, terlihat dokter Melati yang melamun sembari menyandarkan tubuhnya di sofa ruangannya itu dan menatap langit-langit ruangannya itu pun dikejutkan dengan kehadiran Asisten Pak Fadil yang bernama Saskia


" Maaf bu dokter.." sapanya.


" Iya ada apa? kenapa kamu masuk tidak mengetuk pintu ruangan terlebih dahulu? jangan dibiasakan masuk tanpa permisi!" ucapnya sembari mensedekapkan tangannya di dada dan menatap ke arah Asisten dokter Fadil itu.


" Maaf bu dokter dari tadi saya sudah mengetuk pintu ruangan bu dokter, tapi tidak ada sahutan sama sekali, lalu Saya memberanikan diri untuk membuka pintu tersebut dan mendekati bu dokter, ternyata bu dokter sedang melamun." ucap Saskia.


" Heh!! Kamu jangan asal bicara ya! saya tidak ada melamun, saya sudah dari tadi ada di sini dan menyadari kalau kamu datang, tapi sayangnya kamu tidak sopan masuk ke ruangan saya, sebenarnya ada apa kamu masuk ke ruangan saya ini,apa keperluan kamu sama saya!" ucapnya dengan ucapan sinis terhadap Saskia.


Saskia merasa bingung dengan kemarahan dokter Melati padanya itu, namun dia tidak mau membela dirinya dihadapan dr Melati,dia membiarkan dokter melati menyalahkannya, karena dia tidak ingin memperpanjang masalah dengan dokter Melati,Saskia tahu sikap dokter Melati seperti apa, dia tidak mau jadi korban seperti para perawat yang lainnya yang pernah bermasalah dengan dokter Melati, ia pasti akan mempermalukan perawat tersebut di hadapan orang lain.


" Maafkan saya bu dokter, Saya memang salah."


" Terus kamu datang ke sini untuk apa?!"


" Bu dokter dipanggil Pak Fadil ke ruangannya."


Dokter Melati mendengus dengan kesal.

__ADS_1


" Iya nanti, saya akan ke sana! silakan kamu keluar dari ruangan saya, saya tidak ingin ada orang di ruangan saya ini!" ucapnya sembari menatap Saskia dengan tatapan tajamnya.


Saskia menganggukkan kepalanya dan berputar 90 derajat meninggalkan dokter melati sembari ngedumel di dalam hati.


" Huh!! Dasar! Kunti! jelas-jelas aku mengetuk pintu ruangannya kok, tapi dia tidak mendengarnya, aku buka pintunya, Eh! dia sedang melamun malah dia nggak ngaku dasar stress itu dokter." ucapnya dalam hatinya sembari menutup kembali ruangan dokter Melati, Agus yang melihat Saskia keluar dari ruangan dokter Melati itu pun dengan wajah yang sedikit kesal dia pun mendekati Saskia.


" Hey.. Ayang Saskia, Kamu kenapa, kenapa wajahmu sepertinya kesal sekali keluar dari ruangan dokter Mpir itu?" tanya Agus pada Saskia.


" Iya nih, aku sudah kesal dengannya, aku disuruh Pak Fadil untuk memanggilnya, Eh .." Kemudian Saskia pun menceritakan kronologi Kenapa dia sampai terlihat marah dengan dokter Melati, Agus menghela nafasnya dengan pelan.


" Begitulah sikapnya, karena keinginannya tidak tercapai, makanya dia merasa kesal." ucap Agus.


" Memangnya kenapa?"


" Kamu tidak dengar gosipnya Ayang Saskia?"


" Makanya Ayang Saskia, selalu dekat dengan Ayang Agus, pasti tahu semua gosip." ucap Agus terkekeh.


" Yah! kamu kan emang rajanya gosip hehehe." ucap Saskia tertawa pelan.


" Tapi sebenarnya ada gosip apa?" tanya Saskia.


Saskia memang tidak mengetahui tentang perihal permasalahan dokter Melati dan dokter Keenan, yang Saskia ketahui dokter Keenan dan dokter Melati memang sudah sejak dulu bersahabat, karena Saskia tidak terlalu mengurusi urusan yang tidak perlu ia ketahui, seperti masalah gosip yang tersebar di rumah sakit itu, Saskia hanya menyelesaikan tugasnya saja, kalau sudah tugasnya selesai dia pun langsung pulang, Agus kemudian menceritakan pada Saskia permasalahannya, Saskia mendengarkan dengan seksama sampai akhirnya selesai, Saskia menghela nafasnya dengan pelan.


" Begitulah, karena dia ditolak oleh dokter Keenan." ucap Agus.


" Iisshhh!!! lagian aku juga tidak mendukung kok dr Keenan bersama dengan dia, karena dia itu tidak terlalu bisa menghormati orang lain, gimana cintanya mau bertepuk kedua tangannya, kalau dianya aja tidak bisa menghargai orang lain, makanya cintanya bertepuk sebelah tangan aja, semoga aja dia tidak akan mendapatkan jodoh sama sekali!" ucap Saskia kesal.


" Huss! nggak boleh seperti itu bicaranya." ucap Agus tersenyum sembari mengacungkan jempolnya kearah Saskia,seakan setuju dengan ucapan Saskia, membuat Saskia terkekeh.

__ADS_1


" Huh! habisnya aku kesal dengan dia, dia seakan-akan pemilik Rumah Sakit ini, sampai pimpinan rumah sakit aja tidak dihiraukannya untuk memanggilnya, kayak orang penting aja dirinya itu, apa yang dia ukir di rumah sakit ini, prestasi enggak, hanya masalah,masalah dan masalah yang di ukirnya sana sini, tidak ada prestasi pun dibuatnya, kalau seandainya dia pernah mendapatkan prestasi itu pun karena dia bersama dengan dokter Keenan,istilahnya itu numpang tenar! kesel aku padanya!" ucap Saskia.


" Yah begitulah... Ya udah Ayang Saskia, silakan lanjutkan pekerjaanmu." ucap Agus sembari tersenyum, Mereka pun kemudian berpisah, Agus kembali melanjutkan pekerjaannya dan Saskia pun kembali ke ruangan Pak Fadil untuk menyampaikan pesan dari dokter Melati tersebut.


Di ruangan Pak Hamid dokter Keenan dan Nenek Maria berpamitan untuk pulang, dokter Keenan pun kemudian mengantarkan Nenek Maria untuk pulang ke rumahnya, saat mereka berdua berjalan di koridor Rumah Sakit tersebut, mereka bertemu dengan dokter Melati yang hendak melangkah menuju ke arah lift untuk bertemu dengan Pak Fadil, dokter Melati langsung mendekati Nenek Maria, dia pun langsung meraih tangan Nenek Maria dan mencium punggung tangan Nenek Maria itu, Nenek Maria pun hanya tersenyum tapi dokter Keenan terlihat tidak ada rasa suka yang dipancarkannya diwajahnya, Nenek Maria menyenggol dokter Keenan, memberi isyarat agar dia bersikap biasa saja pada dr Melati.


" Apa kabar Nek?"


" Baik, bagaimana kabarmu?"


" Aku sedikit kurang baik Nek." ucapnya sembari melirik dokter Keenan, tapi dr Keenan menoleh ke arah lain, dia tidak ingin bertatapan mata dengan dokter Melati.


" Oh ya ngapain Nenek datang ke rumah sakit? Apakah ada teman Nenek yang sakit jadi Nenek menjenguknya?"


" Oh iya ada teman Nenek yang sakit dan Nenek harus menjenguknya."


" Di ruangan mana? Apakah itu di bawah tanggung jawab Melati?"


" Di ruangan Anggrek." ucap Nenek Maria, dr Melati terdiam, membuat dokter Keenan tersenyum.


" Oh di ruangan Anggrek." ucapnya sedikit tidak senang karna disebut ruangan Anggrek.


" Memang kenapa?" tanya Nenek Maria seakan-akan dia mengetahui kejengkelan di wajah dokter Melati yang diperlihatkannya saat dia mendengar kalau mereka baru saja dari ruangan Anggrek."


" Oh, tidak apa-apa Nek, Saya males berhubungan dengan ruangan Anggrek!" ucapnya sembari melirik kembali dengan dokter Keenan.


Dokter Keenan hanya tersenyum melihat ekspresi dokter Melati yang memperlihatkan wajahnya tidak bersahabat setelah menyinggung ruangan Anggrek di mana ayahnya Kania dirawat.


" Baiklah Melati, Nenek mau pulang, karena ada keperluan hari ini." ucap Nenek Maria berbohong karena dia juga tidak mau berlama-lama berbicara dengan dokter Melati, dokter Melati hanya mengangguk, mereka berdua pun meninggalkan dokter Melati yang hanya berdiri di depan pintu lift tersebut dan menatap kepergian kedua orang itu.

__ADS_1


__ADS_2