Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
# 52 Pernikahan Dokter Joddy


__ADS_3

#52 Pernikahan Dokter Joddy.🌹


Setelah kejadian itu pun membuat Kania terdiam dia tidak bisa berbicara apapun, saat mereka berada di dalam mobil dokter Keenan menoleh ke arah sang istri, dia menggenggam tangan istrinya itu.


" Sayang, kamu tidak bersalah dalam hal ini semua, apa yang dikatakan oleh Melati kala itu hanya dia sendiri yang merasakan seperti itu, Aku sudah mengatakan padamu berkali-kali, aku dan dokter Melati hanyalah sebagai teman biasa, Aku menyayangi dia, mencintai dia hanya sebatas sebagai Aku menyayangi dan mencintai adikku sendiri, aku tidak bisa mencintai dan menyayangi dia dalam artian sebagai seorang kekasih."


Kania menoleh sesaat ke arah sang istri, dia pun mengusap lembut tangan suaminya yang sudah memegang tangannya tersebut.


' Aku mengerti kok Mas, cuma aku memikirkan kenapa sampai dokter Melati seperti itu, keegoisannya membuat dia sampai mengalami depresi berat, aku kasihan dengan dia." ucapnya.


Dokter Keenan hanya menganggukkan kepalanya, Kemudian mereka pun hanya terdiam sampai akhirnya mereka sampai kembali di rumah sang Nenek, setelah pernikahan mereka selesai, dokter Keenan memohon pamit dengan pak Hamid dan Bu Dewi untuk membawa Kania sebagai tanggung jawabnya dan membawanya ke rumah Nenek Maria, di mana rumah Nenek Maria adalah rumah pribadinya dokter Keenan, mobil yang ditumpangi itu pun terparkir rapi di halaman rumahnya tersebut, mereka berdua keluar dari mobil dan melangkah menuju ke dalam rumahnya di mana sang Nenek sudah menunggu mereka berdua di ruang tengah, melihat sang Nenek berada di ruang tengah itu pun mereka kemudian mendekati sang Nenek Maria, mereka berdua meraih tangan Nenek Maria dan mencium punggung tangan Nenek Maria tersebut.


Mereka kemudian duduk di depan Nenek Maria,Dokter Keenan pun menceritakan perihal dokter Melati, sampai akhirnya dokter Melati dibawa ke rumah sakit terkenal yang ada di kotanya itu yang merawat orang-orang yang kena depresi berat, Nenek Maria hanya menghela nafasnya dengan pelan, saat asiknya mereka berbicara mereka tidak menyadari kalau jam dinding di rumahnya itu sudah menunjukkan pukul 08.30 malam Nenek Maria pun merasa lelah dan mengantuk, dia minta izin pada kedua cucunya itu untuk beristirahat, kemudian dokter Keenan tersenyum dan menganggukkan kepalanya, dia menatap sesaat ke arah sang istri, Kania merasa heran dengan tatapan sang suami, tanpa pikir panjang lagi Dokter Keenan pun langsung menggendong istrinya itu membawanya ke dalam kamar pribadinya, dia membuka kamar tersebut dan menutupnya dengan menggunakan kakinya serta menguncinya dari dalam, Kania yang merangkul kan tangannya di leher sang suami itu pun merasa paham, dia harus menjadi istri seutuhnya dan dr Keenan membopong sang istri membawanya ke tempat tidur king size-nya, tanpa dikomando dokter Keenan pun kemudian melancarkan aksinya tersebut, Kania hanya meresapi setiap gerakan demi gerakan yang diberikan oleh dokter Keenan sang suami padanya, sampai akhirnya mereka pun sama-sama mendaki kebahagiaan yang diciptakan oleh mereka berdua, di malam itu sudah beberapa kali mereka melakukan pendakian tersebut, sampai akhirnya mereka berdua terkulai lemas, dokter Keenan kemudian menarik selimut dan mereka pun tertidur larut dalam mimpi mereka berdua.


____________________


Seminggu sudah berlalu semenjak kejadian dokter Melati masuk ke dalam rumah sakit yang khusus itu, dokter Keenan yang sudah melakukan aktivitas bekerjanya kembali seperti biasanya, saat dia melangkah menuju ke arah ruangan pasiennya tersebut, ponsel yang ada di saku jas dokternya itu pun berdering, dia mengambil ponselnya dan melihat siapa pemanggilnya, dia langsung menjawab panggilan telepon itu, karena yang memanggil adalah dokter Joddy sang sahabatnya, sekaligus sepupunya.


" Halo...?"


" Hallo Keenan, kamu dimana?"


" Dirumah sakit, bagaimana sekarang keadaanmu? Kenapa semenjak seminggu ini kamu tidak menghubungi ku.?" tanya dokter Kenan.


Dokter Jodi yang ada di seberang sana pun tertawa lepas.


" Aku sibuk, semenjak mertua aku keluar dari rumah sakit, terus aku mengurus acara pernikahanku dengan Imelda."


" Oh ya ...yang benar? Apakah kamu mau menikah? kapan rencananya?"


" Besok!"

__ADS_1


" Syukurlah kalau begitu, kenapa kamu nggak bilang?"


" Rencananya aku mau bilang langsung denganmu,tapi sayangnya tidak ada waktunya, hehehe..." ucapnya sembari terkekeh.


" Oke! aku akan mendampingimu seperti kamu mendampingiku kala itu." ucap dr Keenan tersenyum.


" Oke siap! sampai besok ya, digedung biasa.." ucap dr Joddy sembari memutus sambungan bicaranya.


Setelah pembicaraan itu selesai dr Keenan memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya dan dia kembali melaksanakan pekerjaannya seperti sedia kala, dia merasa bahagia karena dokter Joddy memang benar-benar akan bersatu dengan Imelda pilihan hatinya.


*****


Tepat jam 08.00 pagi mereka sudah bersiap-siap menuju ke arah gedung di mana pernikahan dokter Joddy akan dilaksanakan, beberapa saat mereka berada di dalam mobil, kemudian mereka pun sampai di depan gedung tersebut mobilnya dokter Keenan terparkir dengan rapi di tempat parkir yang sudah disediakan oleh pihak gedung untuk acara pernikahan dokter Joddy


mereka melangkah menuju ke dalam gedung di mana mereka sudah melihat kehadiran dokter Joddy yang duduk di tengah ruangan tersebut, bersama dengan anggota keluarga lainnya, orang tua dokter Joddy pun hadir dalam acara sakral tersebut.


Beberapa saat kemudian acara pun dimulai dokter Joddy dengan lantang mengucapkan ijab Kabul itu tanpa ada kesalahan sedikit pun, keluarga mengucap dengan lantang kalau pernikahan itu sah dan dr Joddy pun merasa bahagia, karena dia sekarang sudah memiliki Imelda wanita yang memang benar-benar menyayangi dan mencintai dia, tanpa latar belakang dokter Joddy seperti apa Imelda menerimanya apa adanya, mereka pun kemudian disandingkan dan acara demi acara pun berlanjut, terlihat sekali kebahagiaan di wajah mereka, karena pernikahan dokter Joddy sangat lancar sekali, Nenek Maria sangat bahagia sekali.


Nenek Maria berbicara seperti itu karena mereka setelah acara selesai semua keluarga langsung duduk di kursi sembari berbicara dengan anggota keluarga yang lainnya.


Kania pun merasa bahagia dia menatap kedua orang tuanya serta nenek Maria dan keluarga yang lainnya.


" Ya Tuhan, engkau telah memberikan kebahagiaan untukku tiada batasnya, terima kasih atas kebahagiaan yang telah engkau berikan untuk aku dan keluargaku dan untuk orang-orang terdekat yang sangat aku sayangi dan aku kasihi, terima kasih Ya Tuhan." ucapnya pelan nyaris tak terdengar tapi dokter Keenan sangat paham dengan istrinya itu, dia pun kemudian meraih tangan sang istri dan mencium punggung tangannya sembari tersenyum menatap ke arah keluarga mereka, kebahagiaan yang tidak bisa mereka ungkapkan dengan kata-kata namun dapat mereka rasakan saat ini.


*****


Tiga hari setelah pernikahan dokter Joddy Nenek Maria memanggil dokter Joddy dan dokter Keenan, dokter Joddy yang berada di rumah pribadinya pun melajukan mobilnya menuju ke arah rumah Nenek Maria Bersama sang istri, setelah sampai di rumah neneknya tersebut, dokter Joddy memarkirkan mobilnya dan mereka berdua turun dari mobil menuju ke arah dalam di mana dokter Keenan, Kania dan Nenek Maria menunggu mereka berdua, setelah mengucapkan salam pasangan pengantin baru itupun melangkah mendekati mereka yang sedang duduk di ruang tengah tersebut dengan senyuman mereka dipersilahkan duduk di hadapan Nenek Maria.


" Ada apa Nenek memanggil Joddy ke sini?"


" Iya nih Nek, ada apa? mengumpulkan kami berdua." sambung dr Keenan.

__ADS_1


" Keenan, Joddy, kalian berdua adalah cucu Nenek satu-satunya, Nenek bertahan ada di dunia ini hanya ingin melihat kalian berdua bahagia, Tuhan menjawab semua doa Nenek selama ini, Nenek merasa bahagia kalian berdua sudah memiliki istri yang cantik dan pengertian serta mencintai kalian apa adanya, Nenek berharap kalian berdua juga menyayangi istri kalian jangan sampai kalian membuat mereka menangis dan menyakiti perasaannya, di sini Nenek mau memberikan sesuatu untuk kalian berdua."


Kemudian Nenek Maria pun memberikan dua buah amplop berwarna putih, masing-masing satu pada dokter Joddy dan dokter Keenan, mereka berdua pun mengambil amplop tersebut dan menatap ke arah lekat Nenek Maria dan kemudian saling pandang.


" Apa ini Nek?" tanya dr Keenan.


" Buka saja." ucap Nenek Maria tersenyum.


Mereka berdua pun saling bertatapan dan tangan mereka membuka amplop tersebut dan membacanya, ternyata di dalam amplop itu ada dua buah tiket menuju ke suatu tempat yang memang pernah mereka katakan di saat masih kecil.


" Korea?!" ucapnya berbarengan kemudian dia pun menatap ke arah Nenek Maria, dan Nenek Maria pun menganggukkan kepalanya.


" Negara itu kan yang ingin kalian kunjungi?jika kalian suatu saat menikah? sebenarnya kalian bisa saja di saat kalian berangkat ke sana dengan biaya kalian sendiri, tapi Nenek yakin kalian sudah lupa dengan keinginan kalian di saat kalian ingin berkunjung bulan madu ke Korea saat kalian menikah, jadi Nenek mengingatkan kembali ucapak kalian dari kecil." ucapnya.


" Ya Tuhan, Nenek masih ingat ucapan itu." ucap dokter Joddy dianggukan dokter Keenan, Nenek Maria hanya tersenyum dan dr Joddy dan dokter Keenan pun kemudian berdiri dan langsung duduk di samping sang Nenek, mereka berdua merangkul Neneknya dengan penuh kasih dan sayang.


" Pergilah! kalian bulan madu ke sana dan jangan lupa pulangnya memberi kabar baik untuk Nenek!" ucapnya sembari terkekeh dianggukan dokter Joddy dan dokter Keenan.


" Terima kasih ya Nek, karena Nenek sudah mengingatkan Korea saat Kenan dan Joddy sudah menikah.


" Nenek Maria menganggukkan kepalanya sembari tersenyum, betapa bahagianya dia melihat kedua cucunya mewujudkan impiannya untuk berbulan madu ke luar Negeri.


" Lebih baik sekarang kalian berkemas, karena tiket itu besok pagi sudah berangkat."


Mereka pun menganggukkan kepalanya dan langsung saja berdiri untuk menghadap pimpinan mereka di rumah sakit untuk mengajukan cuti bulan madu.


Kebahagiaan terpancar di wajah mereka, karena mereka tidak bisa melukiskan kebahagiaan itu dengan kanvas di papan lukis, Karena kebahagiaan yang mereka rasakan saat ini sangat berkesan mereka rasakan, seakan-akan mereka tidak bisa lagi mengungkapkannya dengan kata-kata. Kania dan Imelda tidak henti-hentinya bersyukur karena sudah mendapatkan suami yang terbaik bagi mereka berdua, Begitu juga dengan dokter Keenan dan dokter Joddy yang sangat beruntung mendapatkan istri yang sangat pengertian dengan pekerjaan mereka sebagai tenaga medis.


🌹____ Tamat ____🌹


Terima kasih sudah mampir ke cerita sischa cintara yang kesekian kalinya, cerita ini berdasarkan kisah nyata dan diberi sedikit bumbu keromantisan, cerita ini tamatnya dipercepat dikarenakan Narasumbernya telah pulang kampung,😊 semoga cerita ini bisa menghibur pembaca semuanya, salam sehat dari sischa cintara, semoga kita selalu dalam keadaan sehat walafiat dan dimurahkan rezeki dari arah manapun, Aamiin,Aamiin ya robbal Alamin, terima kasih sekali lagi karena menyempatkan waktunya untuk mampir di cerita ini nanti kan cerita yang lain selanjutnya terima kasih😊🌹

__ADS_1


Spesial buat Mbak Dhea Kania Putri Terimakasih karena cerita kehidupan Mbak dengan senang hati Mbak ceritakan pada saya dan menjadi sebuah cerita untuk menginspirasi wanita yang ada diluar sana, kalau cinta itu tidak mudah untuk dipaksakan, semoga sampai ditempat yang dituju ya Mbak....Salam bahagia..😊🙏🌹


__ADS_2