Merajut Benang-Benang Cinta

Merajut Benang-Benang Cinta
#06 Rasa Resah Yang Menghampiri


__ADS_3

Dr Keenan kemudian mengambil ponselnya dan menjauh dari mereka terlihat dia menghubungi seseorang, Dikoridor rumah sakit tersebut dr Keenan berbicara dengan seseoran diseberang sana.


" Ada apa Ken?" tanya suara disebarang sana.


" Bisa kita bertemu?"


" Boleh, kapan?"


" Kapan kamu tidak sibuk?"


" Sekarang juga aku tidak sibuk kok, gimana kalau sekarang saja kita bertemunya, tapi apakah kamu tidak sibuk hari ini."


" Tidak,Aku tidak sibuk hari ini, karena tidak ada pasien yang parah banget, sudah aku selesaikan semuanya." ucapnya.


" Oke! dimana kita bertemu, ditempat biasa atau ditempat yang lain."


" Ditempat biasa aja, baiklah aku segera kesana sekarang, karena ada yang ingin aku bicarakan padamu."


" Baiklah, aku tunggu ditepat biasa." ucapnya sembari memutus pembicaraan mereka berdua, kemudian dr Keenan berbalik arah menuju kearah ruangannya untuk megambil kontak mobilnya dan menanggalkan jas dokternya tersebut.


Setelah mendapatkan semuanya, diapun melihat asistennya itu masih betah berada dimeja penjagaan, diapun langsung memanggilnya.


" Agus!..."


Agus pun langsung menoleh kearah suara dan langsung mendekati dokternya tersebut.


" Ya dok..."


" Saya akan keluar sebentar, kalau ada apa-apa segera hubungi saya secepatnya, jangan lupa dicek pasien-pasien yang dibawah tanggung jawab kita." ucapnya berpesan pada sang Asisten, Agus pun menganggukkan kepalanya dr Keenan juga tersenyum dan menepuk pundak Agus dengan pelan seraya melangkah meninggalkan Agus yang kemudian kembali lagi kemeja penjagaan dan mengambil catatan pasien-pasien yang ada dibawah tanggung jawab dokternya tersebut dan kembali keruangan khusus bagi perawat-peawat yang lain.


Dr Keenan melajukan mobil pribadinya kearah tempat yang dituju, saat dia melewati sebuah Bank Swasta yang ada dikotanya itu, tiba-tiba saja dia berhenti dan menatap kearah Bank tersebut.

__ADS_1


Dia tersenyum dan menatap lekat kearah Bank itu, saat dia hendak melajukan mobilnya kembali, dia melihat Kania yang berjalan beriringan dengan seorang lelaki dari arah parkiran kendaraan khusus karyawan Bank tersebut, ada rasa yang tidak menentu dihatinya setelah melihat Kania yang terlihat tersenyum dan sesekali menatap lelaki yang berada disampingnya dan mereka berduapun memasuki ruang utama Bank tersebut, cukup lama dr Keenan menatap kearah Kania dan lelaki itu yang sudah tidak terlihat lagi dari pandangannya.


Rasa yang tidak enak didadanya itupun langsung ditepiskannya dengan menyandarkan tubuhnya disandaran jok mobilnya sembari mengusap wajahnya dengn kasar dan meremas rambutnya secara perlahan dan kemudian dia melajukan mobilnya kearah tujuannya.


" Astaga! ada apa denganku, aku tidak kenal dekat dengan Dia, tapi kenapa ada rasa resah sekali dia bersama dengan lelaki itu, ada apa gerangan dengan ku?ya Tuhan perjelaslah perasaan ini, ada apa sebenarnya." Gumamnya sembari terus melajukan mobil pribadinya itu.


Beberapa menit kemudian, mobil itupun memasuki tempat tongkrongan mereka, sebuah warung lesehan yang sudah sangat digemari dr Keenan dan para teman-temannya.


Dia memarkirkan mobilnya tersebut dan langsung melangkah menuju kearah dalam dimana seseorang tersebut menunggunya.


Dr Keenan pun tersenyum dan menyalami orang itu yang tak lain adalah Joddy sahabat sekaligus sepupu dr Keenan yang sama-sama berprofesi sebagai seorang dokter tapi beda tempat tugas.


" Bagaimana kabar mu sekarang?akhir-akhir ini kamu jarang bertemu dengan ku, jangankan bertemu, bertandang kerumahpun kamu jarang sekarang, ada apa sih?" Tanya dr Joddy sembari tersenyum.


Dr Keenan hanya tesenyum...


"Akhir-akhir ini aku sibuk banget."


Dr Keenan hanya tersenyum saja, dr Joddy paham dan mengerti kesibukan yang dilalui sepupunya itu, walaupun mereka berdua sama-sama seprofesi, tapi beda dalam tempat tugas, dr Keenan dirumah sakit terbesar yang berkwalitas yang ada dikota tersebut, sedangkan dr Joddy dirumah sakit Swasta yang ada dikota itu juga. Dia tidak ingin mengikuti jejak dr Keenan yang mengabdi dirumah sakit terbesar itu, Tingkat kesibukannya sangatlah berbeda.


" Apa yang ingin kamu bicarakan denganku?" tanya dr Joddy sembari menatap dr Keenan yang terlihat memendam sesuatu, terlihat dari wajahnya.


" Aku sangat kecewa sekali dengan sikap Melati."


" Melati? memangnya dia ada dikota ini? katanya dia nggak mau balik kekota ini setelah kita sama-sama lulus, saat itu aku ada menghubungi dia, oh! pantesan aja dia balik kesini, karena dia sempat bertanya kamu tugas dimana." ucap dr Joddy sembari melihat kewajah dr Keenan.


Dr Keenan hanya menghela nafasnya dengan pelan.


" Ada apa denganmu Keen?ada hubungan apa kamu dengan Melati?" tanya dr Joddy sembari menatap kearah dr Keenan.


" Dan apa kabarnya Dira?" lanjutnya, terdengar lagi dr Keenan menghela nafas dan melepasnya dengan berat.

__ADS_1


" Aku dan Dira baru aja putus, Dira yang memutuskan aku, dengan alasan orang tuanya sudah menjodohkan dia dengan lelaki terbaik dariku, aku terima saat Dira memutuskanku."


" Kamu putus dengan Dira?"


Dr Keenan mengangguk.


" Trus apa masalahnya dengan Melati? dan kenapa kamu sampai kecewa dengan sikap dan perkataan Melati?" tanya dr Joddy merasa heran dengan sikap dr Keenan tersebut.


" Minum dulu, biar kamu lancar ceritanya." ucap dr Joddy sembari menyuguhkan minuman yang disukai dr Keenan apabila berada ditempat itu yaitu teh susu. Dr Keenan mengangguk dan meminum minuman kesukaannya itu, kemudian dia menatap dr Joddy lalu tersenyum.


" Udah agak lega sekarang, sekarang ceritakan yang sebenarnya."


" Aku kecewa dengan Melati karena dia sudah mengatakan pada Asisten ku untuk memberitahukan bila ada perempuan yang menyukai ku terang-terangan, baik itu suster ataupun Dokter perempuan dan pasien-pasien yang lain agar Asistenku itu mengatakan pada mereka untuk tidak mengganggu ku karena aku dan dia memiliki hubungan khusus."


" Ya nggak apa-apa dong itu, biar kamu bisa terjaga dan fokus dengan pekerjaan kamu."


" Tapi aku yang risih dan nggak enak Jod...Aku tidak ingin gosip itu menyebar kemana-mana, aku ingin tenang tanpa ada gosip yang nggak berfaedah itu." ucapnya teerlihat kurang senang.


" Ken...kamukan tahu, kalau Melati sudah lama naksir kamu, makanya dia kembali kekota ini karena ingin berdekatan denganmu, kamu juga tahukan kalau aku naksir berat padanya, tapi sayangnya dia mendekatiku hanya ingin tahu keberadaan kamu aja." ucap dr Joddy tersenyum.


" Lagipula juga kamu terlihat sudah nggak punya pasangan jadi dia dengan mudah berbicara seperti itu." ucapnya lagi.


" Iya aku tahu semua itu, ditambah lagi dia juga mengetahui kalau aku sudah putus hubungan dengan Dira, dia mendengar langsung saat itu Dira menemui aku dirumah sakit tempat aku bekerja." ucapnya.


" Saranku lebih baik kamu bicara dengan Melati dan jelaskan padanya semuanya."


" Aku belum sanggup mengatakan itu semua Jod... aku ingin minta bantuan kamu, bisakan kamu bantu aku."


" Apa yang bisa aku bantu Ken.."


" Bantu aku bicara dengan Melati,kamu bisakan, kamu tahukan bagaimana Melati bila aku bicara dengannya, kita satu kampus satu jurusan bahkan satu kelas, kamu pasti sudah tahu sikap dia bagaimana denganku, aku tidak bisa melihat wanita menangis didepanku, luluh perasaanku Jod, bila lihat wanita menangis dihadapanku, apalagi kalau wanita itu menangis karena gara-gara aku." ucap dr Keenan sembari meminum minumannya, dr Joddy meganggukkan kepalanya. Dia pun paham akan keadaan sepupunya itu, tapi walaupun sepupunya itu lebih tampan dari dirinya, dan sangat disukai banyak wanita, bahkan salah satu wanita yang disukainya juga sangat berat meyukai dan menginginkan cinta dr Keenan, tapi sedikitpun dr Joddy tidak ada rasa keiriannya pada sepupunya itu, dia pasang badan untuk membantu sepupunya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2