
Sesampainya di rumah sakit mobil dokter Keenan pun berparkir dengan rapi membuat Kania merasa heran, dia pun kemudian bertanya dengan dokter Keenan yang sudah menjadi kekasihnya itu.
" Kenapa diparkirkan mobilnya?" tanya Kania sembari menatap ke arah dokter Keenan, dokter Keenan pun kemudian merubah posisinya menghadap ke arah Kania, dia tersenyum sembari meraih tangan Kania.
" Aku ingin mengantarkan kamu menuju ke ruangan orang tuamu, karena ini sudah malam, aku tidak ingin kamu masuk ke dalam rumah sakit itu sendirian." ucapnya sembari menyentuh pipi Kania.
" Tidak usah, ini kan rumah sakit, jadi tidak terlalu dikhawatirkan, karena tidak ada orang jahat di dalam rumah sakit ini, aku bisa melangkah sendiri menuju ke ruangan ayah, karena di ruangan itu ada ibu, mungkin juga Caca masih berada bersama Om Yoga dan juga aku tidak ingin menjadi pusat perhatian, karena malam-malam masih bersama denganmu." Ucap Kania sembari menatap ke arah kekasihnya itu, dokter Keenan pun lagi-lagi mengukir senyum di wajahnya.
" Sayang, Kamu tidak usah takut, besok aku akan mengundurkan diri dari rumah sakit ini dan pindah ke rumah sakit pusat, karena aku ingin menghindari dokter Melati."
" Kenapa pindah?"
" Aku tidak ingin kamu disakiti lagi oleh dokter Melati, kalau masih dalam pengobatan ayahmu bisa kita pindahkan ke rumah sakit pusat, agar aku bisa menjaga kalian di sana." ucapnya seraya menepuk pelan lembut tangan Kania itu.
" Kamu ingin keluar dari rumah sakit ini."
" Iya sayang..."
" Kalau kamu keluar dari rumah sakit ini, nanti apa kata mereka? hanya karena gara-gara aku kamu rela keluar dari rumah sakit yang sudah lama menjadi tempat kamu bekerja, Aku tidak ingin dikatakan seperti itu, Aku mengira pasti gosip yang sudah menyebar itu tentang aku yang dikatakan merusak hubungan kalian berdua."
__ADS_1
" Aku tidak peduli dengan gosip, lebih baik kita sekarang keluar dari mobil dan aku akan mengantarkan kamu ke ruangan ayahmu, aku juga tidak peduli apa kata mereka semua, karena ini adalah hidupku, bukan hidup mereka, keputusanku untuk keluar dari rumah sakit ini sudah ku pikirkan sejak dulu jauh sebelum aku bertemu denganmu, kalau seandainya aku terus berada di rumah sakit ini dokter Melati tidak akan pernah konsisten mengurus semua pasiennya yang di bawah tanggung jawabnya, aku tahu sikap Melati seperti apa, dia harus mendapatkan apa yang dia inginkan, lebih baik aku menghindarinya, daripada dia berbuat lebih nekat lagi pada kamu ataupun padaku, aku sudah menegaskan padanya sebelum, kamu bersedia menjadi kekasihku, aku sudah mengatakan dengan dia kalau aku dan kamu sudah ada hubungan khusus." terang dokter Keenan sembari menatap lekat Kania, Kania hanya menghela nafasnya dengan pelan dan menatap ke arah depan kaca Mobil, mereka masih berada di dalam mobil yang terparkir di tempat parkir tersebut.
" Tapi apa nanti kata mereka kalau kita berdua terlihat bersama-sama.."
" Kamu takut dengan mereka dan takut menjadi gosip antara hubungan kita ini, walaupun kamu menyembunyikan hubungan ini CCTV sudah tahu sayang, kita sudah bertemu dan berjalan bersama sudah terekam disiti." ucap dokter Keenan sembari tersenyum dan menunjuk ke arah CCTV yang ada di dekat parkiran rumah sakit itu, Rania menoleh ke arah yang ditunjuk oleh dokter Keenan dia pun tersenyum sembari menatap ke arah dr Keenan.
Mereka kemudian sama-sama tertawa pelan saat dokter Keenan ingin keluar dari mobilnya, Kania langsung meraih tangan dokter Keenan, diapun terkejut lalu menatap kembali ke arah Kania.
" Ada apa? aku kan sudah bilang padamu, aku tidak peduli dengan omongan mereka yang ada di dalam sana tentang hubungan kita."
" Bukan itu maksudku, aku mohon, lebih baik kamu pulang saja, besok aja kamu bertemu kembali denganku, Aku tidak mau mengganggu kedua orang tuaku yang mungkin sudah terlelap di dalam sana, kalaupun ada Om Yoga dan Caca itu mungkin mereka masih menunggu aku karena belum pulang." ucap Kania sembari menangkupkan kedua tangannya ke arah dokter Keenan.
" Ya sudah kalau mau kamu seperti itu, sekarang kamu masuklah ke dalam, aku akan melihat kamu dari sini,setelah kamu berada di dalam koridor rumah sakit, Aku akan pulang ke rumah." ucapnya, Kania tersenyum dan menganggukkan kepalanya, kemudian dia pun turun dari mobil dokter Keenan dan melangkah menuju ke dalam koridor rumah sakit dan menuju ke arah ruangan ayahnya tersebut.
Dr Keenan yang berada di dalam mobil pribadinya itu hanya bisa menatap sang kekasih melangkah meninggalkannya yang berada di parkiran, beberapa saat kemudian setelah Kania tidak terlihat lagi oleh pandangan matanya, dia pun kemudian menjalankan mobilnya meninggalkan halaman parkir Rumah Sakit menuju ke arah rumah pribadinya itu.
Kania yang berada di depan ruangan ayahnya itu pun perlahan-lahan membuka pintu ruangan tersebut, terlihat Yoga dan Caca masih duduk bersandar di dinding sembari berbicara, mereka berdua pun kemudian melihat ke arah pintu di mana Kania masuk ke dalam ruangan tersebut, terlihat juga sang Ibu sudah merebahkan tubuhnya di kasur lantai dengan menggunakan selimut untuk menutupi tubuh tuanya itu.
Mereka berdua tersenyum dengan Kania dan melambaikan tangannya agar segera duduk di samping mereka, Kania pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya sembari duduk di samping Caca.
__ADS_1
" Gimana kencan mu tadi?" tanya Caca sembari merangkul sang sahabat, Kania langsung menoleh ke arah Caca dia merasa heran dengan ucapan Caca, padahal dia tidak mengatakan sama sekali tentang perjumpaannya dengan dokter Keenan itu.
Kemudian dia menatap ke arah Yoga dan Yoga pun hanya mengekspresikan wajahnya dengan mengangkat kedua bahunya sembari tersenyum ke arah keponakannya itu.
" Apakah dia mengatakan cinta padamu?" tanya Caca lagi.
" Apa yang kamu omongkan ini Ca, aku jadi tidak mengerti, aku tadi baru bertemu dengan teman lama dan karena keasikan kami berbicara, tidak tahunya sudah larut malam dan aku dijemput serta diantarnya sampai depan rumah sakit aja, dia tidak sempat untuk menengok Ayah, mungkin lain waktu." ucap Kania sembari memainkan ponselnya yang ada di tangannya itu.
" Heheh..." Caca terkekeh pelan karena dia tidak berani untuk tertawa lepas dikarenakan dia berada di ruangan Pak Hamid yang sedang sakit.
" Kenapa kamu tertawa? aku beneran kok mengatakan ini semua, kalau yang aku temuin itu adalah teman lama."
" Udah, kamu nggak usah bohong denganku, kami tadi lihat kok kamu dengan dokter Keenan."
Kania terkejut dengan ucapan Caca dia pun menutupi rasa terkejutnya itu dengan senyuman.
" Kamu tadi dijemput sama dokter Keenan kan di luar, aku lihat kok ya kan Mas Yoga." ucapnya sembari menyenggol kekasihnya itu.
" Idih..! baru ditinggal beberapa jam aja sudah sebutannya Mas." ucap kania sembari menutup mulutnya, karena dia ingin tertawa tapi tidak memungkinkan untuk tertawa lepas.
__ADS_1
" Udah! kamu nggak usah mengalihkan pembicaraan, benarkan kamu bertemu dengan dokter Keenan dan berjalan bersama dengannya?" tanya Caca kembali, Kania pun hanya pasrah dan menganggukkan kepalanya, Caca dan Yoga tertawa pelan melihat Kania menganggukkan kepalanya, menyatakan pernyataan itu benar kalau dia berjalan dengan dokter Keenan dan sudah terlihat oleh Caca dan yoga.