Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 1 & 2 Tragedi


__ADS_3

Sebuah mobil melaju di jalan Tol menuju ke Bandara Soekarno-Hatta. didalam mobil ter dapat Tuan George Hansderson dan Nyonya Clarisa Van smith.


Tuan George mengantar Istri nya ke bandara karena Nyonya Clarisa akan berangkat ke Singapore, mengikuti Seminar untuk Istri pengusaha Se Asia tenggara. dan kebetulan dalam kesempatan ini Nyonya Clarisa juga hadir sebagai seorang Pembicara dalam Seminar tersebut.


Mobil memasuki Terminal 3 di Bandara dan merapat di terminal keberangkatan, Sopir pun turun dan membuka bagasi lalu mengeluarkan koper nya Nyonya Clarisa.


Tuan George dan Nyonya Clarisa pun keluar dari mobil dan segera menarik koper nya dan berjalan menuju pintu masuk keberangkatan.


Tuan George menyuruh Sopir nya untuk parkir dulu mobil nya di tempat parkir yang ada di Bandara karena seperti biasa nya, dia akan menunggu sampai Pesawat yang di tumpangi Istrinya tinggal landas baru lah dia akan meninggal kan Bandara.


" Sayang.. bila tiba di Changi air port segera kabarin aku ya.. " kata Tuan George.


" iya Sayang.., kamu hati-hati di rumah ya. jaga Vanders dan jangan lupa minum obat mu " kata Nyonya Clarisa.


Lalu Tuan George memeluk istrinya dan mencium keningnya.


" aku pergi sayang.. ! " ucap Clarisa.


" hati-hati di jalan." ucap Tuan George


" bye bye " ucap Clarisa


" bye.. see you again. " ucap Tuan George.


Lalu Nyonya Clarisa pun berjalan masuk ke dalam Ruang keberangkatan dan di bagian dalam pintu ada tempat pemeriksaan lalu Nyonya Clarisa pun memasuk kan koper nya ke dalam X-ray lalu dia pun masuk mengambil koper nya lalu berjalan ke tempat Cek In.


Tuan George melihat nya hingga Istri nya menghilang dari penglihatan nya baru lah dia mencari tempat duduk .


dia menunggu sampai mendengar bahwa pesawat istri nya telah tinggal landas, baru lah dia menelpon sopir nya untuk datang menjemput nya.


Mobil nya telah datang, Tuan George pun segera masuk ke dalam mobil.


" kita langsung ke kantor saja ya pak Erick !" kata Tuan George


" baik lah Tuan. " kata pa Erick sopir nya.


Lalu Pa Erick pun melaju kan mobil nya ke arah kantor Hansderson Group.


Sampai di kantor nya para karyawan nya semua sudah pada masuk kerja.


melihat Tuan George berjalan masuk


Resepsionis yang sedang bertugaspun langsung memberi salam.


" Selamat Pagi Tuan .. ! " Ucap Prita dan Sonia Resepsionis yang sedang bertugas pagi itu.


" Selamat pagi semua. " ucap Tuan George.


Tuan George langsung menuju lift dan naik ke lantai 5 di ruang kerja nya.


tiba di lantai 5 Tuan George pun segera keluar dari lift dan berjalan ke ruang kerjanya.


Dia duduk di depan meja kerja nya, sambil memandang foto keluarga nya. dia merasa heran kenapa perasaan nya begitu galau setelah istrinya pergi? tidak seperti biasa nya,


Tuan George merasa ada yang aneh dengan sikap Istri nya dalam 2 hari ini.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu..


" iya.. silahkan masuk. !" ucap Tuan George


Pintu di buka. seorang wanita mungil cantik berambut sebahu membuka pintu.


" Selamat pagi Tuan. " ucap Donna.


" Pagi juga Donna. " ucap Tuan George


Donna ada lah sekretaris pribadi nya Tuan George, berjalan masuk dengan membawa setumpuk kertas dan meletakkan di atas meja Tuan George.


" Tuan, ini ada lah berkas-berkas yang harus di tanda tangan." kata Donna


" baiklah.. akan saya tanda tangan. " ucap Tuan George.


ketika Donna mau pergi..


" Tunggu dulu Donna, aku mau minta tolong kamu untuk menyimpan kunci ini , ini adalah kunci Save Box yang ada di Bank. tolong kamu simpan baik-baik ya..jangan sampai hilang. dan jangan berikan pada orang lain, selain aku atau putra sulung ku Gleno yang minta. dan ini ada lah sebuah rahasia tolong jangan sampai ada yang tahu sekalipun Istri ku kecuali aku dan Glenno. " kata Tuan George membuat Donna terheran-heran.


" aku percaya kamu Donna. " ucap Tuan George .


" baik lah Tuan.., aku akan menjaga amanat tuan, terimakasih atas kepercayaan nya Tuan pada ku. " ucap Donna.


" terimakasih Donna. kau adalah staf ku yang setia, terimakasih atas pengabdiannya pada perusahaan selama ini " ucap Tuan George mengangguk.


Tuan George sangat mempercayai Donna


karena lebih 10 tahun selama Donna bekerja pada kantor Tuan George, sedikit pun Donna tak pernah berbuat kesalahan. maka nya Tuan George sangat mempercayai Donna.


Setelah itu Donna pun segera meninggalkan Tuan George dan kembali ke ruang kerjanya yang berada di samping ruang kerja Tuan George.


Tuan George mengangkat telpon dari Nyonya Clarisa.


" halo Yang.. aku telah tiba di air port. maaf baru sempat telpon tadi sibuk antri, lama cek Pasport nya. " kata Nyonya Clarisa.


" Syukur lah sudah sampai. jangan lupa, kalau sudah di hotel telpon ya. " kata tuan George.


" Baik lah sayang.. " ucap Clarisa. lalu mereka pun mengakhiri pembicaraan.


Tuan George kembali sibuk membaca serta memeriksa berkas-berkas yang dibawa Donna tadi.


Siang nya, ketika waktu nya makan siang, Dia menelpon Wakil Direktur Pa Felix.


" Siang Pak Felix, bisa kita makan siang bersama ? " tanya Tuan George.


" oh iya, Boleh Tuan. " jawab Pak Felix.


" Baik lah kalau begitu saya tunggu ya. " kata Tuan George.


Setelah Pak Felix datang. mereka pun keluar makan siang berdua.


" Pak Felix, kita manusia yah kadang-kadang tidak tau sampai kapan kita akan hidup.


saya mohon maaf ya, bila selama ini saya ada salah pada Pak Felix juga untuk semua karyawan.


saya itu sangat ingin anak saya Glenno suatu saat nanti dapat mengantikan posisi saya dalam memimpin perusahaan ini." kata Tuan George


" Kenapa bicara begitu Tuan.. ? saya rasa Tuan tak pernah berbuat salah pada saya. Tuan, adalah seorang atasan yang paling bijaksana. kita manusia memang tak pernah lepas dari kesalahan. namun selama kita masih di beri kesempatan untuk bisa berbuat baik. berbuat baik lah. itu prinsip saya Tuan. " kata Pak Felix.


" iya benar, terimakasih Pak Felix.. saya heran, mengapa akhir-akhir ini perasaan saya sering tidak enak rasanya, seakan-akan ada sesuatu yang akan terjadi. " kata Tuan George


" berdoa lah selalu Tuan, berserah lah selalu kepada Tuhan. Tuhan pasti akan memberi kan kelegaan buat anda. " ucap Pak Felix


" terimakasih Pak Felix. bila suatu saat nanti anak saya Glenno yang memimpin Perusahaan ini, tolong ya dia di bimbing oleh Pak Felix. " kata Tuan George


" iya Tuan. Pasti lah saya akan membimbing nya serta mendampingi nya.


Pak Felix tidak tahu kalau itu makan siang dan pesan yang terakhir dari Tuan George.


Setelah semua berkas-berkas di pelajari nya dan di tanda tangani nya.


Jam 5 sore Tuan George pun pulang ke rumah nya.


Rumah Besar berlantai 2 dengan gaya Spanyol. bagai kan sebuah Castell yang terletak di sudut Kota.


Mobil Tuan George memasuki halaman rumah yang sangat luas nya. Pa Erick sopir pribadi nya Tuan George memberhentikan mobil nya di depan teras lalu Tuan George pun segera keluar dari mobil, Pak Erick lanjut memarkirkan mobil di garasi.


Tuan George melangkah masuk ke dalam rumah, di dalam Rumah terasa sangat sepi..


di ruang keluarga dia bertemu dengan Vanders putra kedua nya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA.


" Hai Anak Daddy.., lagi ngapain ??" tanya Tuan George pada Vanders.


" Daddy.. !" seru Vanders. " Daddy.., Mommy pergi ya.. sepi banget.." lanjut nya


" Nggak lama kok.. cuma 3 hari lagi sudah pulang.. " kata Tuan George


" tapi sepi Daddy.. ! " ucap Vanders.


" kamu sudah makan siang tadi ??" tanya Tuan George mengalihkan bicara.


" sudah Daddy.. ! " kata Vanders


" sabar ya, Daddy mandi dulu sesudah itu kita keluar makan malam.. " kata Tuan George.


" Baik lah Daddy aku juga siap-siap dulu. " kata Vanders.


Lalu Tuan George pun berjalan masuk ke kamar nya dan Vanders langsung naik ke lantai dua dan berjalan menuju ke kamar nya untuk menggantikan baju nya.


Tuan George lalu masuk ke dalam kamar mandi dan memutar tombol merah yang ada di kran air untuk menyala kan hot water dan dia pun segera mandi. badan nya terasa begitu segar setelah mengguyur air hangat keatas tubuh nya dengan memakai shower.


sesudah mandi, berpakaian dan merapi kan rambut nya Tuan George pun segera keluar menemui Vanders yang telah menunggu nya di teras depan rumah.


Tuan George akan mengemudi mobil nya sendiri karena sopir nya bekerja hanya sampai jam 6 sore.


Tuan George mengeluarkan mobil nya dari garasi dan Vanders pun segera naik lalu Tuan George pun menjalan kan mobil nya keluar dari pekarangan rumah nya menuju ke jalan raya dengan kecepatan standar..


Mobil nya lalu memasuki halaman SL Restoran, dan Tuan George pun memarkir kan mobil nya di area parkir SL Restoran dan mereka pun segera keluar dari mobil lalu masuk ke dalam SL Restoran.


Tuan George mencari tempat duduk yang di bagian dalam. lalu dia memanggil kan pelayan untuk meminta daftar menu


Pelayan datang membawa kan daftar menu.


" kamu mau makan apa Vanders? " tanya Tuan George.

__ADS_1


" aku Nasi Ayam goreng pedas dan Capcay. minum es jeruk." kata Vanders


" Aku Nasi ayam fillet saos Teriyaki pakai salad sayur dan minum nya Teh hangat tanpa gula. " kata Tuan George.


lalu pelayan pun mencatat nya lalu masuk ke dalam membawa catatan menu pesanan.


Waktu makan Tuan George menasehati Vanders.


" kamu itu sekolah yang rajin, biar cepat lulus dan kuliah sampai S3 baru bantu kakak mu urus perusahaan. Suatu waktu nanti kalau Daddy sudah pensiun, kalian ber-dualah yang akan menerus kan usaha Daddy. " kata Tuan George pada Vanders.


" baiklah Daddy, aku akan berusaha menjadi yang terbaik buat Daddy dan Mommy. " kata Vanders.


" Daddy percaya Kamu dan kakak mu Glenno pasti bisa menerus kan usaha Daddy. " kata Tuan George.


Setelah selesai makan mereka pun pulang ke rumah.


Sampai di rumah Vanders pun naik ke lantai 2, lalu masuk ke dalam Kamar nya.


Vanders segera mengganti kan bajunya dengan piyama. dan dia pun segera tidur.


begitu pun dengan Tuan George, dia pun masuk ke kamar dan menggantikan bajunya dengan piyama lalu dia pun segera tidur dengan nyenyak.


****


Pagi hari Vanders keluar dari kamar nya lengkap dengan seragam sekolah dan bergegas turun ke lantai bawah.


Dia takut terlambat ke sekolah karena hari ini ada ujian semester awal.


Vanders berjalan menuju ke meja makan. dia pikir pasti Daddy nya telah menunggu nya untuk sarapan pagi.


Tapi ketika sampai di meja makan, para pelayan telah menyiapkan makanan di atas meja makan, tapi Deddy nya tak ada.


" Daddy.. Daddy .." panggil Vanders.


Tapi tidak ada jawaban.. dia mencarinya di dapur Tidak ada.lalu dia coba mencari di taman samping rumah, juga tidak ada.


Vanders coba menemui Sekurity yang sedang bertugas.


" Selamat pagi Pak Beno, Pak Benno melihat Deddy keluar nggak ? " tanya Vanders.


" Pagi Tuan muda..,nggak kok dari tadi saja pagar belum ku buka. " kata Pak Benno


" Lalu Daddy kemana ? nggak biasa jam segini Daddy belum bangun. " ucap Vanders


" Siapa tahu Tuan kurang sehat maka nya belum bangun." kata Pak Beno


Vanders lalu berjalan masuk ke dalam rumah menuju kamar Daddy nya. sampai di depan pintu dia mengetuk pintu kamar Daddy nya tapi tidak ada jawaban. dia ketuk lagi kuat kuat tapi tetap tidak ada jawaban nya. Dia berpikir jangan-jangan Daddy nya sakit.


Vanders jadi panik, para pelayan mendengar ketokan pintu kuat-kuat maka mereka pun datang berkumpul.


" kalian tidak lihat Daddy tadi keluar ? " tanya Vanders pada para pelayan.


" Tidak Tuan muda, dari tadi kami tidak melihat Tuan keluar dari kamar. " ucap para maid hampir bareng.


Vanders menyuruh salah satu pelayan agar segera memanggil Pak Beno. dia ingin membuka kan pintu kamar Daddy nya dia takut kalau Daddy nya sakit atau kenapa-kenapa.


Pak Beno datang menghampiri mereka.


" Pak Beno, bagaimana kalau kita mendobrak pintu nya saja? " tanya Vanders


" Baik Tuan muda. " ucap Pak Beno lalu mereka pun segera mendobrak pintu nya.


Begitu pintu terbuka, Vanders melihat Daddy nya tidak ada di atas tempat tidurnya, dan dia melangkah masuk untuk mencari Daddy nya di dalam kamar mandi, tapi alangkah terkejut nya dia ketika melihat di samping tempat tidur sebelah dalam di bawah jendela..Daddy nya tergeletak bersimbah genangan darah..


" Daddy.. Daddy !!! " teriak Vanders langsung pingsan.


Pak Beno dan para Pelayan bingung melihat Vanders teriak histeris, lalu mereka pun masuk ke dalam dan mereka pun terkejut..


Ada yang teriak, ada yang menangis. Pak Beno dengan seorang Pelayan mengangkat Vanders dan di bawa Ke kamar nya lalu Pak Beno segera menelpon Polisi.


Vanders masih belum sadar.


Pak Beno coba menghubungi Nyonya Clarisa tapi tak bisa terhubung.


Lalu ketika Vanders sadar, dia melihat Polisi sudah datang dan sedang memeriksa sidik jari, dia menangis kuat-kuat.


Vanders sedih telah kehilangan Daddy nya.. lalu dia coba menelpon Mommy nya tapi sama seperti Pak Beno handphone Nyonya Clarisa tidak aktif.


Vanders lalu mencoba menelpon Kakak nya Glenno yang sedang kuliah di Amerika.


" halo Kak...Daddy kak.. Daddy.. kak.. " ucap Vanders terbata-bata.


" Halo dek... Daddy kenapa... Daddy kenapa dek.. " tanya Glenno bingung tapi perasaannya pun menjadi tidak karuan.


apalagi mendengar Vaders tambah menangis.


"Dek, ..diam dulu.. cerita kan Apa yang terjadi dengan Daddy ??" kata Glenno


" kak.. Daddy di bunuh orang, Daddy meninggal kak " kata Vanders di iringi suara tangis nya.


" Mana Mommy dek ? " kata Glenno masih menangis terisak-isak.


" Mommy nggak ada. Mommy kemarin ke Singapore. aku sudah hubungi tapi telpon nya nggak aktif . " kata Vanders


" kalau begitu biar kakak saja yang hubungi. " kata Vanders. " kamu sudah lapor Polisi ?" tanya Glenno.


" Sudah kak, Pak Beno sudah telpon Polisi. " kata Vanders.


" baik lah kakak akan pulang, jangan lupa kamu juga harus hati-hati ya. " kata Glenno


" Baik lah kak. " ucap Glenno sambil mengakhiri pembicaraannya.


๐Ÿ‘‰bersambung ke Episode 2


mdo 26122020


๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


thanks banget sudah membaca Novelku ini.


semoga selalu bersabar dalam menunggu kelanjutan Episode Episode berikutnya yang pasti lebih tambah seru ceritanya.


jangan lupa ya di Like Vote dan Komen juga Beri Tip nya yaa. ๐Ÿ™


Mampir juga di Novelku Yang lainnya




*******


๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ


Bab 2


Tuan muda Gleno


Mobil Polisi meraung raung memasuki halaman rumah Tuan George Hansderson.


Sampai di halaman rumah mobil ber-henti dan Polisi ber-senjata lengkap lalu keluar dari mobil dan setengah berlari mereka masuk ke dalam rumah besar itu.. Pak Beno segera menemui mereka dan memberi keterangan lalu mereka pun segera berjalan masuk ke dalam kamar Tuan George dan melihat Tubuh Tuan George masih ter-geletak di lantai. Polisi memeriksa di seluruh ruangan kamar Tuan George.


Polisi yang lain memeriksa di seluruh ruangan yang ada di dalam rumah dan sebagian di halaman rumah lalu satu demi satu para Pelayan di panggil dan di interogasi juga para Sekurity dan Tukang kebun dan yang terakhir Vanders.. lalu hasil pemeriksaan nya di catat rumah besar di pasang garis polisi...


Para tetangga semua pada ter-kejut melihat mobil polisi memasuki Rumah Tuan George, semua nya keluar dan ber-kerumun di depan rumah Tuan George untuk mencari informasi dan mereka ter-kejut mendengar bahwa di dalam rumah ter-sebut telah ter-jadi pembunuhan tapi mereka belum tahu siapa yang ter-bunuh.


Di lain tempat Glenno mencoba menelpon Mommy nya..


Nyonya Clarisa mengangkat telpon.


" haloo Glenno.. " sapa Nyonya Clarisa


" haloo Mommy.., Mom lagi dimana.. ?" ucap Glenno


" haloo Glenn, Mom lagi di Singapore, ada apa Glenno ? " tanya Clarisa.


" Mommy yang sabar yah.. ! " ucap Glenno sebisa mungkin menahan perasaan nya agar Mommy nya tidak shock.


" ada apa nak.. katakan lah.. ada apa Nak ? " tanya Clarisa.


" Daddy Mom. .! " ucap Glenno


" Deddy kenapa Glenno, kata kan lah.. ! " desak Clarisa.


" Daddy di bunuh Mom.. ! " ucap Glenno sambil ter-sedu. Ter-dengar Clarisa juga menangis.


" Mama pulang sekarang. " ucap Clarisa dan menutup telpon nya.


Glenn juga menutup telepon dan bersiap-siap ke bandara.


Setelah selesai memeriksa semua nya, Polisi pun memanggil Ambulans dan Ambulans datang untuk membawa jenasah Tuan George ke Rumah sakit untuk di autopsi.


Beberapa jam kemudian.


Mobil berhenti di depan rumah.. Clarisa turun dari mobil dan menangis histeris.. Vanders keluar dan melihat Mommy nya sudah datang, maka dia segera menemui Mommy nya dan membimbing nya masuk ke dalam rumah.


" Vanders kenapa sampai bisa ter-jadi.. kenapa Daddy di bunuh.. siapa yang melaku kan ini.. hiks hiks hiks " tangis Clarisa


" Aku juga tak tahu Mom. Malam nya Daddy baik-baik saja, bahkan Dadfy mengajak aku keluar makan malam dengan Daddy. " ucap Vanders lalu menangis lagi, Clarisa pun ikut menangis sedih.


Siang itu Glenno turun dari Pesawat dan keluar ber-jalan menuju ruang Bagasi setelah mengambil barang barangnya diapun melangkah keluar dari ruang kedatangan menuju pintu keluar.

__ADS_1


Kedatangan nya dia tidak memberitahu sama Mommy nya karena dia takut Mommy nya tidak akan mengijinkan nya pulang.


dia sangat terpukul dengan kematian Daddy nya. dia merasa sedih, Glenno benar- benar merasa kehilangan sosok orang yang benar-benar dia kagumi dan dia cintai dalam hidup nya. Daddy.. !!! itulah setiap saat yang selalu terucap di dalam hati nya.


" Aku harus menyelediki, siapa pembunuh Daddy sebenarnya.. Daddy orang baik, tidak mungkin Daddy mempunyai musuh.. " batin Glenno.


Glenno memakai taxi bandara, dia tidak ke rumah nya tapi dia langsung menuju ke kantor Daddy nya.


Mobil taxi yang di tumpangi oleh Glenno ber-henti pas di depan kantor Tuan George.


Glenno turun dari mobil dan segera menurun kan barang- barang nya lalu dia membayar taxi dan taxi pun pergi. Satpam yang saat itu ber-tugas menghampiri nya..


" Tuan muda ?! " ucap Satpam melihat Glenno datang dengan penuh tanda-tanya.


" Selamat siang Pak Parto. tolong bawa barang-barang saya ke ruang kerja nya Daddy ya . " ucap Glenno.


" Baik Tuan muda, tapi Tuan George belum datang. " kata Pgak Parto


" Iya saya tau Pak.. tolong ya. !" ucap Glenno.


lalu Pak Parto pun segera membawa barang barang Glenno .


lalu Glenno pun mengikuti Pak Parto dari belakang.


Ketika Glenno melangkah masuk ke dalam kantor semua mata ter-tuju pada nya.. terutama yang wanita nya. ada juga sebagian karyawan yang belum mengenal nya.


Semua karyawan Cewek ber bisik-bisik karena sangat memuji ketampanan nya Glenno yang ber tubuh tinggi tegap dan ber-paras tampan bagai kan seorang aktor di dunia Film.


dia memasuki lift. dia heran karena semua karyawan Daddy nya bekerja seperti biasa dan rupa nya mereka belum tau tentang Kematian Daddy nya.mungkin Mommy nya sengaja untuk merahasiakan nya.


Keluar dari lift, Glenno melangkah menuju ruang kerja Tuan George Daddy nya.


Sampai di depan pintu ruang kantor Daddy nya dia ber-henti dan Pak Parto yang mengikuti nya pun ikut ber-henti. Glenno menunduk ter-haru lalu dia mengetuk pintu nya. dia diam sebentar lalu dia membuka pintu nya, dan mengucap kan..


" Selamat siang Daddy. " ucap nya, dan mata nya berair. lalu dia ber-jalan mendekati meja kerja Tuan George dan dia menunduk memberi hormat. lalu dia ber-balik melihat parto yang begitu kebingungan dengan melihat sikap Tuan muda nya yang begitu Aneh nya.


"Pak Parto, tolong simpan barang-barang saya di dalam kamar. " kata Glenno dan Parto pun segera memasuk kan barang-barang Glenno ke dalam kamar istirahat Tuan George yang ada dalam ruangan kerja nya itu. lalu Parto pun keluar dari kamar.


" Terima-kasih ya Pak." ucap Glenno


" sama-sama Tuan muda. " ucap Parto


" Pak Parto, tolong panggil kan sekretaris nya Daddy ya.. " ucap Glenno


" Baik Tuan muda, saya permisi. " ucap Pak Parto sambil ber-jalan keluar dan menutup pintu nya. Glenno duduk di tempat duduk Daddy nya. dan memeriksa dokumen-dokumen yang ada di atas meja kerja Daddy nya.


aku harus menyelamat kan Perusahaan ini dari orang-Orang yang ingin ber-buat jahat. batin Glenno


se akan dia telah mempunyai firasat buruk tentang kematian Daddy nya.maka dia belum mau langsung pulang ke rumah nya karena tadi Vanders menelpon nya mengabari bahwa Polisi telah membawa Jenasah Daddy nya untuk di Autopsi.


Suara pintu di ketuk


" iya. silah kan masuk.. " ucap Glenno


Seorang wanita Cantik melangkah masuk ber-jalan ke arah meja kerja.


Donna sekretaris Daddynya sangat mengenal Glenno karena dia telah lama kerja pada tuan George.


" Selamat siang Tuan muda " ucap Donna


" selamat siang bu Donna.. " ucap Glenno pula


" Kata pa Parto tuan muda memanggil saya ? " tanya Donna dengan heran.


" Bu Donna, saya minta tolong untuk memberitahu pada semua karyawan yang ber-tugas hari ini untuk ber-kumpul divruang meeting karena ada sesuatu hal penting yang perlu saya sampai kan dan tolong pintu kantor di tutup dan untuk hari ini tidak menerima tamu . " ucap Glenno


" baik Tuan muda " ucap Donna walau pun hati nya penuh dengan tanda-tanya.


Donna segera ber-jalan keluar dari ruang kerja nya Pimpinan nya.


Glenno ber-jalan keluar menuju lift lalu turun ke lantai 2 dan sampai di lantai 2 dia keluar dari lift dan ber-jalan menuju ruang Meeting.


Dia duduk menunggu para karyawan ber-kumpul dan sambil merenung kan kematian Daddy nya.


apakah salah Daddy ku ? sampai orang tega ber-buat keji pada nya ? batin Glenno.


Para karyawan pun masuk ke ruang Meeting


dan semua duduk sesuai urutan nya.


" Bu Donna, apa kah semua sudah lengkap ? " tanya Glenno.


" sudah Tuan muda " ucap Donna sambil ter-senyum.


" Terima kasih " ucap Glenno pada Donna. lalu Glenno menguat kan hati nya untuk bisa ber-bicara.


" saudara-saudara ku yang saya kasihi, bagi yang belum mengenal saya, saya per-kenal kan nama saya Glenno Hansderson, Putra per-tama dari Tuan George Hansderson. saya atas nama Ayah Saya Tuan George, saya menyampai kan terima-kasih yang sebesar -besar nya pada anda sekalian atas kerja sama nya dan atas pengabdian anda semua selama bekerja di kantor ini. mungkin anda semua pasti heran kenapa saya tiba-tiba bisa berada disini dan kenapa saya se akan-akan mengambil alih sebagai Pemimpin Perusahaan ini tanpa adanya Ayah saya Tuan George yang mendampingi saya. " Glenno ber-henti ber-bicara dan menarik napas nya mencari kekuatan. lalu melanjut kan kata -kata nya kembali


" Saudara-saudara ku, anda pasti heran, tadi dari Bandara saya langsung kesini.. maaf.. " glenno menarik napas lagi dan menguat kan hati nya.


" Saudara-saudara ku, saya ada berita buruk untuk kita semua.. " Glenno terdiam mata nya mulai basah tapi tetap ber-kuat.


Semua pada diam dan menatap Glenno penuh tanda-tanya.


" Tadi pagi saya mendapat telpon dari adik saya, karena pagi tadi Ketika adik saya menemui Ayah saya. ayah saya telah meninggal ter-bunuh di dalam kamar tidur nya " Glenno ter-diam tidak sanggup lagi ber-kata-kata. semua karyawan ter-sentak kaget sampai ada yang menangis ter-masuk Donna.


" Kasihan Tuan George... " hanya itu yang bisa mereka ucap kan dan tangis-tangisan ter-jadi di ruang meeting karena mereka sangat menghormati Bos nya sebagai seorang pimpinan yang sangat baik dan bijaksana


Glenno melanjut kan lagi


"untuk itu, atas nama Ayah saya,


Tuan George Hansderson, saya mohon maaf yang se besar -besar nya bilamana Ayah saya punya kesalahan atau pernah menyakiti hati anda sekalian, sekali lagi atas nama ayah saya, saya mohon maaf yang se besar-besar nya. " ucap Glenno berurai air mata.


"Tuan muda, Kami atas nama seluruh Staf dan karyawan yang bekerja di perusahaan Hansderson Group ini, mengucap kan Belasungkawa yang se dalam-dalam nya atas meninggal nya Tuan George Hansderson dan semoga arwah dari Almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Allah di Surga. " ucap Pak Felix sebagai wakil Direktur di Perusahaan Hansderson Group.


" Terima-kasih Pak Felix.. dan saya mohon, untuk menghormati Ayah saya, 3 hari ini kantor di liburkan dan sementara ini kantor saya beri kan tanggung-jawab penuh pada Pak Felix sebagai wakil Direktur untuk menangani nya dan menjalani Perusahaan ini sampai di tentukan siapa yang akan mengganti kan posisi Daddy saya.. terima-kasih" ucap Glenno


" terima-kasih Tuan muda. " ucap Pak Felix.


" sama-sama Pak Felix dan sampai disini per-temuan kita dan untuk staf inti saya mohon ke sabaran nya untuk menunggu sebentar. terima kasih " ucap Glenno


Lalu sebelum keluar dari ruang Meeting, para karyawan satu -satu menjabat tangan Glenno menyatakan turut berduka-cita.


Dalam ruangan itu tinggal lah Glenno dan Donna, Pak Felix serta Pak Harly manager penjualan. dan semua ketua devisi.


" Terima-kasih atas kesabaran nya. " ucap Glenno. " saya tau anda semua lebih mengenal Ayah saya, karena sudah lama anda bekerja sama dengan Ayah saya. saya cuma ingin ber-tanya pada anda semua,


Apa kah selama ini Ayah saya Tuan George


mempunyai musuh? " tanya Glenno


" Baik di dalam kantor ini mau pun dengan Para Relasi bisnis nya apa kah penah ter-jadi salah paham atau apa pun yang membuat hubungan kurang baik ?" lanjut Glenno.


" Tuan muda, sebagai Wakil dari Tuan George saya sangat mengenal Tuan George itu bagaimana.., Beliau itu orang nya sangat tegas tapi bijaksana dan baik.jiwa sosial nya sangat tinggi. selama bekerja disini saya belum pernah marasa di sakiti atau di kecewa kan. " ucap Felix


" begitu pun dengan saya Tuan muda. beliau ter-lalu baik menurut saya dan belum pernah menyakiti atau pun mengecewa kan siapa saja di dalam kantor ini. " ucap Donna ter-isak-isak.


" Dan yang saya ketahui, begitupun dengan rekan bisnis nya, beliau pun selalu ramah dan baik. belum pernah ada kata-kata kasar dari beliau pada Relasi bisnis nya . " lanjut Donna.


Akhirnya mereka semua mengakui dan mencerita kan tentang kebaikan-kebaikan Tuan George terhadap mereka mau pun terhadap relasi Bisnis nya.


Glenno merasa bangga pada Daddy nya, karena bukan saja yang dia alami tapi semua karyawan kantor pun mengata kan hal yang sama tentang Daddy nya.


Glenno kembali ke ruang kerja Daddy nya ber-sama Donna.


" Ibu Donna tahu dimana Daddy menyimpan dokumen-dokumen penting nya? " tanya Glenno


" Tuan George menyimpan semua nya dalam Save box di Bank dan kemarin beliau menyuruh saya untuk menyimpan kunci itu dan dengan pesan tidak boleh memberi kan kunci itu kepada siapa pun, sekali punkepada Nyonya Clarisa . kecuali kepada anda Tuan Muda Glenno. " ucap Donna sambil mengambil kunci dari dalam tas nya dan beri kan pada Glenno.


" apa benar ini kunci nya ? " tanya Glenno


" benar ini Tuan muda . " jawab Donna


" bu Donna, saya minta tolong, jangan memberitahu kan pada siapa pun bahwa kunci ter-sebut ada pada saya. dan tolong jangan beritahu tentang tempat penyimpanan dokumen- dokumen penting perusahaan ini kepada siapa pun sekali pun pada Mommy saya sendiri.


saya ingin keluarga saya terlindung dari musuh yang telah membunuh ayah saya jadi sebelum kasus ini ter-ungkap, saya mohon kerja sama nya bu Donna. " ucap Glenno memohon.


" baik lan tuan muda, percaya lah pada saya. saya akan tetap menjaga rahasia ini, karena ini ada lah tanggung-jawab saya atas kepercayaan yang di beri kan oleh Tuan George sendiri pada saya. kemarin beliau memberi kan kunci Save Box Bank ini , dan meminta pada saya untuk merahasiakan nya. saat itu juga saya sangat heran dengan sikap Tuan George. mungkin kemarin itu Tuan sudah mendapat firasat buruk. " ucap Donna.


" saya percaya anda bu Donna seperti ayah saya mempercayai anda. terima-kasih. " ucap Glenno.


lalu meng-akhiri per-temuan itu dan mengambil berkas-berkas penting yang ada di kamar istirahat yang ada di ruang kerja Daddy nya dan memberi kan kunci kamar nya kembali pada Donna.


lalu dia pun melangkah keluar dari ruang kerja Tuan George menuju ke lift dan selanjut nya ke lantai bawah.


mdo 27122020


๐ŸŒบ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ๐ŸŒธ


terima kasih ya buat pembaca setia karya karyaku.


jangan lupa ya


Like


Vote


Komen


dan mampir juga di Novel ku yang lainnya:

__ADS_1




__ADS_2