
Dante menatap tajam mata Doni.
" kata kan lah bila anda ingin mengatakan sesuatu.
" maaf Pak, sebenarnya aku tidak tahu apa-apa. semua ini aku laku kan karena ter-paksa. " kata Doni.
" kata kan sebenar apa saja yang telah anda perbuat ? " tanya Dante tegas.
" Aku terpaksa Pak, karena waktu itu aku tanpa sengaja menabrak Clarina ! " ucap Dante.
Apa ? Clarina.. ? " tanya Dante dan Ai Ling bareng.
" iya Pak, perempuan yang di dalam sel itu ada lah Clarina bukan Nyonya Clarisa. Clarina ada lah kembaran Nyonya Clarisa. " kata Doni
" Nah.. ! kalau begitu tentunya kamu tau tentang keberadaan Nyonya Clarisa.. ! tolong kata kan, dimana Nyonya Clarisa berada. " tanya Dante. Doni ter-diam, dia menjadi serba salah, beritahu dan tidak, dia tetap akan mendapat hukuman. dia sedih mengingat anak nya yang masih bayi..
" Pak, maaf kan aku, sebenarnya aku ada lah orang baik-baik, akibat aku menabraknya, dia meminta pada ku harus membayarnya sebesar 20 juta. tapi aku nggak punya uang sebanyak itu, aku tidak bisa membayarnya. terus dia menyuruh aku memilih antara dua pilihan, mengikuti perintahnya atau aku harus membayar 20 juta. " kata Doni menunduk.
" Lalu apa yang dia perintah kan pada mu ? " tanya Dante.
" Hari itu dia menyuruh aku ikut dengan nya, setelah dia menyewa kan sebuah mobil Avansa. lalu aku mengikutinya. Sampai di sebuah Mall, dia memarkir kan mobil di parkiran di Mall tersebut yang berada di basement. dia menyuruh ku menunggu di dalam mobil, lalu dia masuk ke dalam Maal.
tak lama kemudian dia kembali, dan dia memberi kan pada ku selembar kain yang telah di beri obat bius. " kata Doni.
" Dari mana anda tahu kalau kain tersebut telah di beri obat bius ? " tanya Dante
" dia sendiri yang memberi tahu pada ku. dia menyuruh aku untuk menunggu di sebuah mobil yang di parkir disitu dengan pesan ikut apa yang dia perintah kan.dan ketika itu ada seorang wanita yang rupanya ada lah pemilik mobil itu. membuka pintu mobilnya dan Clarina menyuruh aku untuk membekap hidungnya wanita tersebut dengan kain tadi. akhirnya wanita yang wajahnya sangat mirip dengan Clarina itu pun pingsan, lalu dia pun memerintah kan aku untuk menaik kan nya ke mobil sewaan itu, dan menyuruh aku untuk menyetir mobil yang ada kembaran nya itu. lalu memerintah kan aku untuk mengikuti dia, sedang kan dia sendiri menyetir mobir wanita kembarannya itu. lalu aku membawa kan mobil itu mengikuti dia menuju sebuah tempat yang agak sepi, sampai di sebuah rumah tua kosong, disitu kami berhenti dan menurun kan wanita tersebut yang akhirnya aku tahu kalau wanita tersebut bernama Clarisa itu ada lah kembarannya. " cerita Doni. dengan serak.
" lalu apa kah Nyonya Clarisa masih berada di tempat tersebut ?" tanya Dante kembali.
" Tidak lagi. besok siang nya dia datang ke rumah dimana Nyonya Clarisa di sekap, Waktu itu Nyonya Clarisa sudah sadar, aku mendengar mereka berdua adu mulut lalu dia memerintah kan aku untuk membius kan kembali Clarisa dan di suruh masuk kan kembali ke dalam mobil lalu di suruh aku mengikuti dia keluar kota dan sampai di tepi sebuah jurang di tengah hutan aku bersama dia lalu membuang Clarisa ke dalam jurang tersebut. " kata Doni sambil menutuo wajahnya dan menangis.
" aku terpaksa melaku kan semua itu. " tangisnya. Istrinya yang sedari tadi berdiri di samping Doni pun ikut menangis.
" kenapa kamu laku kan itu Mas ? " kata istrinya.
" aku terpaksa dek. ! " ucap Doni.
" baik lah, mau kah anda menujuk kan pada kami di tempat mana Nyonya Clarisa di buang ? " kata Dante.
" Saya mau Pak. saya akan menunjuk kan tempat nya. " kata Doni.
Lalu Dante segera menelpon Pimpinan nya Pak Tobby untuk meminta mengirim kan beberapa Personil Polisi ke tempat yang Donny kata kan. Sesudah itu Dante pun berdiri, Ai Ling pun mengikutinya berdiri.
" ayo lah kita pergi ! " kata Dante mengajak Doni dan segera mereka pun masuk ke dalam mobil dan menuju ke arah luar kota sesuai dengan petunjuk dari Doni.
Dante telah memberi tahu teman-teman polisi nya yang akan mengikuti mereka untuk bertemu disebuah persimpangan jalan.
Dan sesudah itu, mereka pun jalan ber-sama keluar kota.
__ADS_1
Di sebuah tikungan, Doni menyuruh Dante untuk mengambil jalan kecil itu lalu mereka pun memarkir kan mobilnya karena mobil sudah tidak dapat masuk lagi.
Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan di jalan setapak yang licin karena baru saja turun hujan.
Akhirnya tiba juga mereka di tepi jurang yang sangat terjal dan penuh dengan batu-batu cadas disana sini.
" dimana tempat kalian membuang Nyonya Clarisa ? " tanya Dante tegas.
" disini Pak ! karta Doni.
Dante pun memerintah teman-teman nya untuk turun. mereka yang memang telah membawa alat-alat yang lengkap, segera mengikatkan tali pada pohon yang besar yang ada disitu lalu melonjor kan nya ke bawah jurang, lalu mereka pun satu demi satu pun turun ke bawah untuk mencari Nyonya Clarisa. karena menurut pikiran Dante dan Ai Ling, pasti Nyonya Clarisa telah meninggal, apa lagi ketika waktu di buang ke jurang dalam keadaan ter-bius.
πΎπΎπΎ
Sementara itu di desa terpencil itu, tampak lah Ayu sedang duduk-duduk di halaman depan rumahnya bu Pinah, dia ingin bisa mengingat kembali siapa diri nya. dia telah mencobanya tapi tak bisa.
Ayu sangat ingin mau ke tempat dimana Gading menemui diri nya. namun Gading lagi sibuk membantu ibu nya di kebun.
tapi Gading janji padanya untuk nanti mengantar dia pada siang hari ini ke tempat di mana Gading menemukan dirinya.
Bu Pinah baru kembali dari kebun dengan membawa sayuran dan talas untuk di masak buat makanan mereka di siang ini.
Clarisa dengan ter tatih-tatih berjalan menuju ke dapur, dia ingin menolong bu Pinah untuk memotong-motong sayurnya.
" Bu..biar aku yang me motong-motong sayurnya yah ! " kata Clarisa
" iya Nak Ayu. sebentar ibu ambil kan baskom dan pisaunya ya.. " kata bu Pinah.
Ayu pun segera menerimanya dan segera membersih kan dan memotong- motong kan sayuran nya, sedang kan bu Pinah segera mengupas Talas dan memotong- motong, lalu mencucinya, sesudah itu di masuk kan kedalam panci dan merebusnya.
Walau pun dengan kehidupan yang sangat Sederhana, bu Pinah selalu merasa bahagia, karena tak ada yang di pikir kan. waktu yang mereka miliki seharian di laluinya di kebun dan atau di hutan mencari kayu bakar, karena mereka hidup di desa hanya memakai tungku dan kayu untuk memasak. tidak ada kompor, mau pun minyak tanah.
Setelah talasnya matang lalu bu Pinah pun masak sayurnya.
Setelah selesai memasaknya, mereka pun lalu makan bersama-sama.
Setelah selesai makan, Bu Pinah pun bersih-bersih. Ayu mau Menolongnya tapi bu Pinah melarangnya karena mengingat tubuhnya yang belum sembuh benar.
Bu pinah menyuruhnya untuk istirahat, tapi karena dia telah janjian dengan Gading untuk ke lereng gunung tempat dia di temu kan itu, maka sesudah itu dia pun segera bertatih-tatih jalan keluar dan duduk di atas bangku kayu yang ada disitu.
Tak lama kemudian Gading pun datang dan mengajaknya untuk pergi.
Walau terasa sakit kakinya, dia ber-tahan untuk bisa ber-jalan. Gading menolong memapahnya dan bila dia telah merasa lelah, dia pun ber-henti dan duduk di atas batu atau di akar pohon.
Akhirnya mereka tiba juga di lereng gunung ter-sebut.
" Kak.., disini aku menemu kan kakak dalam keadaan pingsan. " kata Gading.
Clarisa diam dan mencoba untuk meng-ingatnya, tapi tak bisa.Gading yang merasa kasihan melihatnya,
__ADS_1
" Kak yang sabar ya, nggak usah di paksa kan kak, suatu hari nanti Kakak pasti ingat kembali semuanya. " kata Gading membujuk.
" Iya Gading.. kakak juga bingung. belum tahu siapa diri kakak ini. " kata Ayu.
πΎπΎπΎ
Rombongan Polisi semuanya telah turun ke lereng gunung itu, termasuk Ai Ling dan Dante pun tak ketinggalan.
Mereka memulai misi mereka untuk mencari keberadaan Nyonya Clarisa.
" Bagaimana dengan Perasaan Glenno dan adik nya bila mengetahui apa yang ter-jadi dengan Nyonya Clarisa. " kata Ai Ling.
" Maka itu, jangan dulu kita mengabari mereka. aku takut mereka shock, karena baru saja kehilangan Daddy nya. " ucap Dante.
" iya juga, terutama adik nya masih di SMA. " kata Ai Ling.
" iya.. , sebenarnya ada apa di balik semua ini. kenapa sampai saudara kembarnya sendiri mau membunuhnya. " kata Dante.
Mereka bercerita sambil berjalan menyusuri sepanjang lereng gunung itu.
Seluruh petugas yang di kerah kan, mereka pun segera menyisir sepanjang jurang itu..
tapi sejauh mereka mencari, tak ada tanda-tanda sedikit pun tentang keberadaan Nyonya Clarisa.
tapi team pencari itu tak pernah berputus-asa mereka terus menyisir hutan ter-sebut.
Akhir nya karena lelah, mereka pun ber-istirahat untuk minum sambil ber-diskusi untuk mencari jalan keluarnya.
Dante kembali menemui Doni dan ber-tanya kembali tentang kebenaran nya.
" Doni, apa kah anda tidak salah ingat tentang tempat ini ? " tanya Dante.
" saya tidak salah ingat Pak, sebab waktu kami membuang Nyonya Clarisa itu masih siang hari. " kata Doni
Sesudah selesai ber-istirahat, mereka pun kembali mencari dengan jalan ber-pencar di sekitar hutan itu.
" kelihatan hutannya nggak terlalu lebat, apa kah di sekitar sini ada perkampungan ? " tanya Ai Ling.
" Nanti kalau kita tidak ketemu sama sekali, baru lah kita mencari siapa tau ada perkampungan di sekitar sini. !" kata Dante.
" iya, aku juga pikr begitu, siapa tau ada yang telah menolong nya hari itu." jelas Ai Ling.
" iya, itu bisa saja terjadi. " ucap Dante.
Lalu mereka berdua pun ber-jalan ikut mencari dimana keberadaan Nyonya Clarisa.
Mdo 02032021
πΌπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
__ADS_1
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ