
Gading dan Bu Pina sangat bahagia, Atas kedatangan Ayu atau Nyonya Clarisa. Mereka telah menganggap Nyonya Clarisa sebagai bagian dari keluarga mereka. Begitu pula dengan Nyonya Clarisa, Dia telah menganggap Bu Pina dan Gading adalah Bagian dari keluarga nya.
" Aku bahagia, Ayu mau datang berkunjung kesini lagi, Aku selalu memikirkan kesehatan Mu Ayu, aku khawatir kalau Kau masih Sakit. " Kata Bu Pina.
" Aku baru Saja sembuh Bu, Waktu itu aku jatuh di tangga rumah, Dan tak sadar kan diri, Tapi untung lah, Rupanya Dengan demikian, Bisa membawa kesembuhan dari Amnesia ku. " Cerita Nyonya Clarisa.
" Puji Tuhan ! Begitu besar kuasanya.Akhir nya kamu dapat sembuh dari Amnesia mu. " Ucap Bu Pina, merasa bersyukur, karena Nyonya Clarisa bisa ingat kembali.
" Tapi tidak itu saja kejadian nya Bu Pina, Di Rumah Sakit, Aku di Culik kembali, dan di bawa ke sebuah gudang tua di pinggiran Hutan, untung kerja sama antara Para Bodyguard Kami dan Polisi, akhirnya aku dapat di temu kan dan penculiknya berhasil di ringkus, hanya saja Dalang dari penculikan Tersebut berhasil lolos." Clarisa masih bercerita. Ibu Pina mendengar nya dengan tertegun.
" Sungguh jahat mereka, Cerita nya mirip dengan apa yang aku alami Lima belas tahun yang lalu." Kata Bu Pina sambil tertunduk sedih.
" Ohh Ibu Pina juga pernah di Culik? " Tanya Ai Ling.
" Iya, Itu Lima belas tahun yang lalu. dan sampai saat ini, Aku tak pernah lagi bertemu dengan keluarga ku! " Ucap Bu Pina sedih.
" Kasihan Bu Pina ya. " Ucap Ingke.
" Bu Pina, masih ingat Alamat Rumah Ibu? dapat kah Ibu bercerita pada ku? " Tanya Ai Ling.
" Bu Pina, Ai Ling ini seorang Detektif, Semoga dia dapat menemu kan keluarga Bu Pina. " kata Glenno pada bu Pina.
" Baik lah aku Percaya, Aku akan menceritakan Semuanya pada Nak Ai Ling. " Kata Bu Pina sambil menarik napas nya, Lalu melanjut kan.
" Suami ku bernama Birlyand Eko Pratama. Sedang kan Nama ku yang Sebenarnya adalah Josephina Theddy . Aku mempunyai dua orang Putri, yang tertua bernama
Florensia Eka Pratama, waktu aku tinggal kan dia masih berusia 13 tahun. sedang kan yang nomor Dua, bernama Florence Dwi Pratama.
waktu itu Dia baru berusia 11 tahun.
Kami tinggal di Tangerang. Suami ku adalah seorang Pengusaha Properti yang sukses, Namun dengan kesuksesan nya, Banyak yang pro dan banyak pula yang kontra. Hingga di hari naas itu, Ketika aku baru saja keluar dari sebuah Mall, Ada sebuah mobil menghampiri ku., Lalu keluar lah Orang-orang dari dalam Mobil, Mereka tiba-tiba membekap hidung ku dan " mereka membius aku. langsung aku tak sadar kan diri, ketika Aku sadar, aku telah berada di sebuah gudang tua, dan di jaga ketat oleh tukang-tukang pukul yang berbadan besar dan tinggi.ketika itu aku sangat takut, Ingin aku berteriak meminta tolong, tapi mulut ku di lakban.
Tak berapa lama kemudian, datang lah Pimpinan gembong penculikan itu. Dan itu membuat Aku Sangat terkejut, karena orang tersebut ternyata Adalah Rekan bisnis Suami ku sendiri. Dia ingin menghancurkan Suami ku dengan menculik diri ku. Aku di siksa oleh nya, Lalu aku di per**sa Sampai aku pingsan. Itu berlangsung setiap hari, disaat dia datang mengunjungi aku di gudang tua itu. Sampai tiba pada suatu hari, Aku di siksanya Karena aku melawan, dia memukul diri ku sampai aku pingsan.
Lalu aku di Buangnya ke dalam jurang yang sama ketika Ayu di buang. Tapi untunglah, Aku telah di Selamatkan penduduk desa. Namun sayang, Aku H**il, Sehingga Aku tak berani mencari Suami ku, karena aku merasa malu dengan keadaan ku. " Cerita Bu Pina berlinang Air mata.
__ADS_1
" Dan Sesudah Gading lahir, Aku tidak lagi menginginkan untuk kembali ke rumahku, Aku lebih fokus untuk membesar kan gading, meski pun kami hidup penuh dengan serba kekurangan, namun aku bahagia, karena ada Gading yang menemani diri ku. Walau pun kadang-kadang ada rindu pada Suami dan kedua anak ku. " Lanjut Bu Pina.
Mereka Semua tertegun mendengar cerita Bu Pina.
Bu Pina Adalah Figur dari seorang Wanita dari sebuah keluarga Tajir, Bisa rela hidup menderita karena kekejaman dari segelintir manusia yang kejam dan tak berpri kemanusiaan, yang selalu mengutamakan Uang di atas segalanya.
Ai Ling pun ikut terharu mendengar kan ceritanya Bu Pina.
" Baik lah Bu Pina, Saya Akan berusaha untuk mencari keluarga Ibu dan saya akan menuntas kan kasus Bu Pina ini." Kata Ai Ling.
" Iya Nak Ai Ling, Tolong lah Bu Pina, Saya sangat berterimakasih padamu, Bila kasus Bu Pina ini dapat di Selesaikan." Ucap Clarisa.
" Iya Tante, Saya akan usahakan. " ucap Ai Ling.
" Terimakasih ya Nak Ai Ling. " Bu Pina hanya dapat mengucap kan itu.
" sama-sama Bu Pina, Itu sudah merupakan tugas ku, Aku senang dapat membantu bu Pina dan Gading. " Ucap Ai Ling sambil tersenyum.
Lalu mereka pun makan dan minum sambil Berbincang-bincang.
" Jadi kamu akan pergi, Ayu? " Ucap Bu Pina.
" Tapi Bu Pina jangan sedih, Masih ada Glenno, Nanti dia akan sering kemari melihat Bu Pina dan Gading. " Kata Nyonya Clarisa.
" Bukan itu Ayu, Aku sedih karena kapan lagi baru bisa ketemu dengan dirimu. " Ucap Bu Pina.
" Aku akan pulang Bu, Bila Keadaan nya sudah aman bagi diri ku dan para pembunuh itu sudah tertangkap dan di adili. " kata Nyonya Clarisa. Lalu dia pun memeluk Bu Pina dan mereka saling berpelukan dengan penuh perasaan. Nyonya Clarisa pun memberi kan sejumlah Uang pada Bu Pina.
" Bu Pina, Simpanlah ini, Pakailah untuk kebutuhan Ibu dan Gading. " kata Nyonya Clarisa.
" Terimakasih Ayu, Tuhan selalu menjaga dan memberkati diri Mu, dimana pun dirimu berada, Aku selalu mendoakan diri mu. " Ucap Bu Pina Dengan perasaan sedih.
" Terimakasih Bu." ucap Nyonya Clarisa.
Ketika Hari menjelang sore, Mereka pun pamit Pada Bu Pina dan Gading.
__ADS_1
" Bu Pina, Aku pamit Ya, Sampai ketemu lagi bu !" Ucap Nyonya Clarisa memeluk Bu Pina.
" Baik lah, Jaga diri mu baik-baik ya! ucap Bu Pina.
Lalu Nyonya Clarisa pun memeluk Gading.
" Gading, Kakak pergi dulu, Gading jaga ibu baik-baik ya ! " kata Nyonya Clarisa.
" Iya Kak Ayu, Kakak Hati-hati di jalan ya !" Ucap Gading.
Setelah itu, Ai Ling serta Glenno dan yang lain pun pamit pada Bu punah serta Gading.
Lalu mereka pun keluar dari rumah Bu Pina dan berjalan kembali menyusuri Hutan Alang-alang menuju ke tepian Sungai.
Setiba nya di tepian Sungai, Para Bodyguard pun segera mengambil Getek nya dan Merapatkan nya di tepian Sungai, Lalu Dean dan Glenno menolong Nyonya Clarisa dan yang lainnya naik ke atas Getek dan setelah semuanya telah berada di atas Getek, Para Bodyguard nya pun menyeberangkan getek nya menuju ke sebrang Sungai. Dan akhirnya mereka pun tiba di sebrang dengan selamat.
Lalu Mereka pun naik ke daratan dan berjalan kembali menyusuri jalan setapak menuju ke tempat mobil di parkir kan.
Setelah Nyonya Clarisa dan lain nya masuk ke Mobil, Dean pun menjalan kan mobil dan meninggalkan desa tersebut menuju ke Kota.
π Bersambung ke Bab 40
Mdo29042021
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ
Mampir juga Di Novelku yang lainnya.
Melangkah di Tengah Badai
Gaun Pengantin buat Elena
Raja Ampat in Love π
__ADS_1