Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 10 Rumah Tua


__ADS_3

Pagi ini meskipun hujan gerimis menetes membasahi bumi namun Ai Ling tidak menyerah untuk mengajak Glenno mengunjungi Rumahnya yang belum dia sendiri mengetahuinya karena selama ini Daddynya merahasiakan darinya.. kenapa??


Aku pasti akan bisa mungungkapkan semuanya ini, karena dihadapanku telah mulai ada titik terang.. batin Ai Ling


Ai Ling menunggu Glenno akan menjemputnya untuk selanjutnya mereka akan pergi dengan memakai mobil Glenn.


Kurang lebih 20 menit kemudian mobilnya Glennopun memasuki pekarangan rumah Ai Ling.


Ai Ling pun segera pamit pada Ayah dan Ibunya lalu menemui Glenno dimobilnya.


Glenno membukakan pintu mobil disampingnya dan Ai Lingpun segera naik dan menutupkan pintunya kembali.


lalu Glennopun segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju jalan kearah CB.


Pagi ini jalan sangat ramai sekali, banyak orang yang berkerja di jakarta sehingga harus menempuh jarak tempuh yang begitu jauh sehingga menimbulkan kemacetan dijalan raya.


Glenno terpaksa menjalankan mobilnya perlahan lahan untuk melawan arus macet.


Ai Ling mejadi penunjuk jalan buat, Glenno agar bisa mencapai tujuan mereka..


Akhirnya dengan susah payah setelah melewati arus macetnya jalan, merekapun tiba juga ditempat yang dituju, mobilpun belok memasuki sebuah gang dan pas disebuah sudud jalan terlihatlah sebuah rumah besar mewah laksana sebuah Castill yang berdiri kokoh diantara rumah rumah kecil lain yang mengililinginya.


Ai Ling menyuruh Glenno memarkirkan mobilnya di sebelah samping depan pagar rumah tersebut.


" ini rumah yang difoto itukan Ai Ling ? !" tanya Glenno


" iya benar.. " ucap Ai Ling


" ayo kita turun. " ajak Ai Ling


Lalu merekapun keluar dari mobil dan Glennopun segera mengunci pintu mobilnya lalu jalan bersama Ai Ling menuju pintu pagar rumah tersebut.


Ai Ling menekan bel yang ada ditembok dekat pintu pagar Itu.


berulang ulang dipencetnya tapi kayak nggak ada penghuninya. lalu ketika Ai Ling membalik badannya hendak kerumahnya bu Sita, namun dari arah jalan raya masuk sebuah motor dan berhenti pas disamping mereka...


" Non..cari siapakah ?" tanya seorang wanita paruh baya yang baru turun dari motor itu.


" kami dari Jakarta. mau ketemu dengan bi Sumi. " kata Ai Ling.


" aku bi Sumi. Non Siapa Ya ?" tanya Bi Sumi lagi dan Pria yang membawa motor tadipun datang bergabung dengan mereka.


lalu Ai Ling pun menjabat tangan Bi Sumi dan laki laki paruh baya itu


" Aku Ai Ling, dan ini Glenno anaknya tuan George. yang ini pasti mang Ujang ya ?" kata Ai Ling. bi Sumi dan Mang ujang tersentak kaget mendengar ucapan Ai Ling.


Glennopun ikut menjabat tangan mereka.


" Tuan muda.. ?? " ucap Mang ujang sambil menerima jabatan tangan Glenno.


" saya Glenno.. " ucap Glenno. bi Sumipun segera menjabat tangan Glenno dengan ragu.


" Tuan Glenno kan lagi kuliah di Amerika !" seru bi Sumi membuat Glenno tambah bingung, dalam hatinya dia bertanya siapakah mereka sebenarnya sehingga mengetahui tentang dia dan Daddynya...


walaupun belum percaya akhirnya Mang Ujangpun membukakan pintu pagar dan mengajak mereka masuk kedalam.


Glennopun mengikuti Ai Ling yang berjalan masuk mengikuti mang Ujang dan bi Sumi.


Glenno dan Ai Ling begitu terpesona dengan arsitektur rumah ini, begitu indah dengan gaya seni spanyol terukir indah patung patung menghiasi didepan rumah itu.


ada pula taman bunganya yang begitu luas dan terhias bunga aneka warnanya.


Mang Ujang segera membuka pintu rumah dan merekapun berjalan masuk kedalam ruang tamunya Ai Ling dan Glenno sangat terpesona melihat dalam rumahnya.


Sambil melihat lihat pajangan pajangan yang ada disitu yang begitu indahnya semuanya pasti mempunyai nilai seni yang sangat tinggi dan mahal.


terdapat juga lukisan lukisan hasil karya pelukis pelukis terkenal di dunia.

__ADS_1


mereka berjalan terus sampai diruang tamu, Glenno terkejut melihat sebuah pigura besar yang berisi foto Ayahnya bersama seorang wanita yang sangat cantik sedang duduk, seorang anak laki laki kecil berdiri di depannya.


" Ini Foto Daddyku.. siapa perempuan dan anak laki laki kecil itu? " tanya Glenno seakan pada dirinya sendiri.


" ini adalah foto Tuan George bersama Nyonya Clara dan Tuan muda Glenno. " kata Mang Ujang. membuat Glenno sangat bingung.


" Jadi wanita ini adalah ibuku ? " tanya Glenno


" iya ini Nyonya Clara adalah ibu kandung dari tuan muda Glenno " kata bi Sumi.


" jadi selama ini Daddy telah merahasiakan semua ini padaku !" kata Glenno.


" berarti Mommy Clarissa itu Ibu tiriku ? " tanya Glenno lagi.


Mang Ujang dan bu Sumi jadi diam dan terharu melihat kekecewaan diwajah Glenno dan merekapun merasa yakin kalau ini adalah Tuan muda Glenno


" Mommy Clarissa juga ikut membohongiku. " kata Glenno sedih.


Lalu duduk disofa dan Ai Ling pun ikut duduk sambil mengelus elus punggung Glenno. dia tahu kalau sahabatnya sedang merasa sangat kecewa.


" yang sabar Glenno. " bujuk Ai Ling.


"Bi Sumi dan Mang ujang.. kami cuma mau beritahukan kalau beberapa hari yang lalu, Tuan George telah meninggal. Tuan George telah dibunuh dan sampai saat ini Polisi sendiripun belum bisa mengunkapkan kalau siapa itu yang membunuhnya. " Ai Ling berhenti bicara melihat Mang Ujang dan Bi Sumi terkejut dan menangis tersedu sedu.


"Oohh saya nggak nyangka Tuan George secepat itu pergi. " ucap bi Sumi masih tersedu.


" iya padahal bulan lalu Tuan ada kesini dan membawa membawa kami bahan makanan dan uang. " kata mang Ujang juga masih tersedu.


" siapakah orang yang telah jahat dengan tuan George ? Tuan George itu orangnya baik, mengapa orang setega itu mrmbunuhnya? " ucap mang Ujang.


" Tuan George selalu kesini sebulan sekali. sesudah dari makam Nyonya Clara " kata bi Sumi.


" Mang Ujang mungkin tau kenapa sampai Daddy merahasiakan Rumah ini dan tentang masa lalunya pada aku. ?" tanya Glenno.


" Tuan George ingin agar Tuan muda itu hidup bahagia dan menganggap istri Tuan yang baru itu ibu kandung Tuan Muda. " kata Mang Ujang.


" Makam Nyonya Clara berada di pemakaman


keluarga di CBN. " kata Mang Ujang.


" Tuan pernah menyuruh bibi untuk menyimpan sebuah Amplop besar yang entah apa isinya dan katakan agar nanti diberikan buat Tuan muda Glenno suatu saat nanti. " kata Bi Sumi sambil masuk kedalam dan mengambilkan Amplop titipan Tuan George padanya.


" ini Tuan muda.. " kata bi Sumi lalu memberikan Amplop itu pada Glenno. Glenno menerimanya dan segera membukanya.


terdapat sebuah sertifikat dan ada juga sepucuk surat dari Daddynya.


" Glenno Anak Dadfy tersayang..


disaat kamu membaca surat ini, mungkin Deddy telah tiada.


Daddy minta maaf yang sebesar besarnya padamu yang mana selama ini Daddy telah merahasiakan semua ini darimu.


Daddy tidak bermaksud mengecewakan dirimu, dengan merahasiakan siapa ibu kandungmu sebenarnya. Daddy cuma ingin saat masa kanak kanakmu tidak membuatmu sedih karena Daddy ingin melihatmu bahagia, dan rencananya semua ini akan Daddy beritahu kamu disaat mana kamu telah dewasa dan kamu telah bisa untuk menerima kenyataan ini.


Mengenai keberadaan rumah ini, Mommy Clarisa tidak tahu sama sekali karena memang Daddy sengaja merahasiakan darinya. Rumah ini banyak menyimpan kenangan bersama Mommy kandungmu, dan Rumah ini adalah milikmu.


Daddy serahkan padamu, rawatlah dan jangan sampai dijual. tapi tinggallah bersama anak dan cucumu dirumah ini.


sekali lagi maafkanlah Daddy.


dari


Daddymu George


Glenno melipat kembali surat itu dengan air mata yang masih membasahi pelupuk matanya.


dia masukkan kembali sertifikat rumah itu dan suratnya kedalam amplopnya.

__ADS_1


" Bi tolong simpan kembali Amplop ini baik baik, saya percaya pada bi Sumi dan mang Ujang seperti Daddy mempercayai kalian. " kata Gleno sambil menyerahkan surat itu kembali pada Bi Sumi.


" baiklah Tuan Muda, bibi akan menyimpannya baik baik. " kata bi Sumi.


" dan satu hal lagi, tolong Bi Sumi dan Mang Ujang tetap merahasiakan semua ini dari ibu tiri saya. " kata Glenno.


" baik Tuan muda. " ucap bi Sumi dan Mang ujang serentak.


" Oh iya, bisakah mang Ujang dan bi Sumi mengantar aku kemakam Ibuku ? " tanya Glenno.


" Baiklah Tuan muda. " ucap bi Sumi


Lalu bi Sumi dan mang Ujangpun masuk kedalam untuk mengganti baju dan bersiap siap untuk pergi kemakam Nyonya Clara.


Sesudah itu merekapun keluar dari rumah dan Mang Ujang memasukkan motornya dihalaman dalam lalu mengunci pintu pagarnya


Glenno membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Mang Ujang dan bi sumi masuk ke dalam mobil lalu dia dan Ai Ling segera masuk di tempat duduk bagian depan dan Glennopun menjalankan mobilnya keluar dari gang itu menuju kejalan raya. dan Glennopun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke CBN


ke makam Ibu Kandungnya.


Mang ujang dan bi Sumi sebagai penunjuk jalannya.


Setibanya ditempat pemakaman, Mang Ujang dan bi Sumi berjalan duluan..


Ai Ling dan Glenno ikut dari belakang.


mereka mampir untuk membeli bunga dari para penjual bunga yang ada didepan pemakaman.


Lalu merekapun berjalan masuk ke area pemakaman.


Akhirnya merekapun tiba disebuah makam dibatu nisannya tertulis nama Clara Mensons.


Glenno memandang batu nisan itu dengan air mata yang berurai lalu berlutut didepan batu nisan itu dan memeluknya.


" Mommy maafkan Glenno,, Glenno benar benar tidak tau semua ini. sekarang Mommy pasti sudah bertemu dengan Daddy disurga. Glenno doakan agar Mommy dan Daddy bahagia di Surga " Glenno berkata kata sambil menangis tersedu sedu.


Ai Ling dan Mang ujang serta Bu Sumipun ikut meneteskar air matanya.


" Setiap bulan Tuan Ziarah kemakam Nyonya " kata bi Sumi


" kami pun disuruh tuan Georgo untuk setiap minggu kesini bersih bersih makam Nyonya. " kata Mang Ujang


" Terima kasih Bi Sumi dan Mang Ujang, telah merawat makam Mommyku dengan baik. pantas makaamnya sangat bersih.!" kata Glenno.


" iya Tuan muda itu sudah menjadi kewajiban kami, karena semasa hidupnya Nyonya sangat baik pada kami. jadi sudah seharusnya kami membalas kebaikan Nyonya Clara. " kata bi Sumi.


Ai Ling hanya terdiam seakan sedang melihat suatu kejadian dalam sebuah cerita di dalam buku Novel.


Setelah itu merekapun menabur bunga dan Glennopun pamit pada Mommynya lalu merekapun keluar dari tanah pemakaman menuju ketempat mereka memarkirkan mobilnya. dan Glenno membukakan pintu mobil lalu Bi Sumi dan Mang Ujangpun masuk.


Lalu Ai Ling pun duduk bersama Glenno dibagian depan dan Glennopun melajukan mobilnya lalu merekapun kembali ke CBR untuk mengantar Bi Sumi Dan Mang Ujang.🌺


mdo 28012021


🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷


thanks ya buat yang sudah membacanya.


jangan lupa.👉 Like Vote Komen Tip dan Rate bintang 5 yah.. 🙏


baca juga Novelku yang lainnya.


Melangkah di Tengah Badai


Gaun Pengantin buat Elena


Raja Ampat in Love 💘💘

__ADS_1


*******


__ADS_2