
Ketika Nyonya Clarisa keluar dari kamarnya dan mencari Glenno.tapi nggak ketemu
lalu dia ke depan dan bertanya pada Satpam yang sedang bertugas.
" Pa Doddy, lihat Tuan Glenno nggak ? " tanya Clarisa
" ohh Tuan muda tadi keluar bersama dengan Tuan William. " kata Pa Doddy
" Ok terima kasih Pak. " ucap Pa Doddy
Lalu Clarissa berjalan masuk kedalam rumah dan ketika sampai di dalam dia melihat para maid sudah menyiapkan sarapan pagi dimeja makan.
Clarisa berjalan menuju kamar mertuanya dan coba mengetuk pintu kamarnya.
" Ma, Sarapannya sudah siap. " ucap Clarisa.
" iya. sebentar ya, tunggu Daddy sedang bersiap-siap. " ucap ibu mertuanya
sesudah itu Clarisa memanggil kakak iparnya Nyonya Corry istrinya William yang berada dikamar sebelah Mertuanya.
" Kak Corry. mari kita sarapan kak. " ucap Clarisa
" Baik Clarisa.. aku segera keluar. " ucap Corry
Clarisa lalu naik kelantai dua menuju kamarnya Vanders dan dia melihat Vanders baru saja mau keluar dari kamarnya.
" sarapan dulu nak. " ucap Clarisa mengajak anaknya dan mereka berdua pun berjalan turun kearah ruang makan.
Clarisa dan Vanders menunggu Opa dan Omanya diMeja makan dan tak lama kemudian terlihatlah Nyonya Lucya dan Tuan Garry dan juga Corry, istrinya Tuan William kakak iparnya Clarisa. mereka berjalan menuju ruang makan.
Clarisa menarik kursi buat Ibu mertuanya dan Ayah mertuanya agar mereka duduk dan sesudah itu Clarissa duduk makan bersama mereka.
mereka makan sambil diam, Nyonya Lucya masih terpukul dengan kematian George, Putra bungsunya.
Clarisa juga diam dan sangat merasa kehilangan.
" Sampai saat ini saya belum bisa menerima,
siapakah yang begitu kejam telah membunuh suamiku ? " Ucap Clarisa dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya.
" ibu sangat mengenal pribadinya George, sejak kecil dia adalah orang yang pendiam, sabar dan penyayang.. kenapa sampai ada orang yang membunuhnya? apakah salahnya George, sehingga mereka tega berbuat begitu kejam terhadapnya ???" ucap Nyonya Lucya juga sambil meneteskan air matanya.
" Saya harap kita semua dapat Bersabar, Polisi pasti menemukan jejak pelakunya. " ucap Tuan Garry.
Semuanya terdiam terbawa perasaan.
Setelah selesai makan merekapun kembali ke kamar masing masing tinggal Clarisa yang masih duduk merenung di atas sofa diruang keluarga.
Sementara itu Tuan William dan Glenno telah tiba di hotel Z dan mereka memarkirkan mobilnya diarea parkiran lalu mereka berdua berjalan masuk kedalam Hotel menuju ke Resepsionis dan Tuan Wiliam memesan sebuah kamar.
Setelah selesai memesan kamar, lalu merekapun berjalan masuk kedalam lift. William menekan tombol 5 dan merekapun menuju kelantai 5. setiba dilantai 5 mereka berdua keluar dari lift dan melangkah menuju ke kamar 507. Willian membukakan pintu kamarnya lalu mereka berdua pun masuk kedalam kamar. mereka duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Harrys
Tak lama kemudian Harrys tiba dan masuk kedalam lift menuju lantai 5.
Tiba dilantai 5, dia keluar dari lift lalu berjalan menuju kamar 507 .
Tuan William sengaja memesan kamar di lantai atas supaya tidak terlalu menarik perhatian orang lain, takut jangan jangan ada yang mengawasi mereka.
Harrys mengetuk pintu kamar 507.
Tuan William membukakannya.
lalu Harrys pun berjalan masuk kedalam kamar, Glenno berdiri menyambutnya dengan sopan dan menjabat tangan Harrys.
" Selamat datang Om Harrys. " sapa Glenno.
" Glenno, aku turut berdukacita atas meninggalnya Daddy mu. aku sungguh tidak menduga bila George meninggal dengan cara yang begitu tragisnya. " kata Harrys sambil menjabat tangan Glenno.
__ADS_1
setelah menutup pintu kamar kembali William menghampiri mereka dan merekapun duduk bersama di sofa. William duduk di.samping Glenno dan Harrys duduk didepan mereka berdua.
" William, bagaimana ceritanya sehingga semua ini dapat terjadi ? " tanya Harrys pada William.
" justru itu Harrys, hal yang tidak masuk akal yaitu disaat anaknya Vanders mengetahuinya Daddy nya meninggal, adalah ketika mereka mendobrak pintu kamarnya setelah Vanders memanggil dari luar kamar tapi tidak ada jawaban dari Daddy. itu terpaksa dilakukan karena pintu kamarnya dalam keadaan terkunci. jadi dari manakah pembunuh itu masuk? " ucap William.
" lalu pada saat itu dimana istrinya berada? " tanya Harrys
" saat itu Clarisa istrinya berada di Singapore, sedang mengikuti seminar Wanita pengusaha seluruh Asia tenggara. sedangkan Glenno sedang berada di Amerika menyelesaikan S3 nya. " jelas William.
" Harrys, kamu sahabatku.. kamu adalah seorang Detektif yang terkenal, maka aku minta tolong agar kamu mau membantuku untuk menyelidiki kasus ini. sekalipun Polisi juga saat ini sedang berkerja untuk mencari bukti bukti tapi aku ingin kasus ini bisa cepat terbukti siapa sebenarnya Pembunuh George. " ucap William sedih.
" percayalah aku akan menolong untuk menyelidikinya, kau dan George adalah sahabatku sejak kecil. aku juga sedih kehilangan George. " ucap Harrys.
" terimakasih Harrys, kau memang sahabat kami yang baik. !" ucap William.
Glenno terdiam, dia sangat terpukul dengan kematian Daddy nya.
" William. malam nanti aku ke rumah George untuk melihat tempat kejadian namun saya harap kamu ada di rumah dan kedatanganku adalah sebagai sahabatmu, bukan sebagai seorang detektif. jangan sampai seorangpun tau kalau saya mau menyelidiki kasus ini, sekalipun anggota keluarga lainnya selain hanya kalian berdua saja yang tahu. " kata Harrys.
" baiklah Harrys "ucap William.
Sore itu mereka berpisah setelah mengatur strategi untuk penyelidikan nanti. Harrys untuk Sementara tetap tinggal di Hotel, sedangkan William dan Glenno kembali ke rumah Tuan George.
Malam Itu, William menerima WA dari Harrys
" William, aku telah berada didepan rumah George. " kata Harrys di WA nya
" Baiklah. aku segera ke depan.. " kata William. dan William keluar dari kamar untuk menjemput Harrys.
" hai William, Selamat malam.. !" ucap Harrys
" selamat malam, apa kabar Harrys. " ucap William.
" kabarku baik William. ! " ucap Harrys
Rumah besar itu kelihatan begitu lenggang dan sepi karena penghuninya lebih senang berdiam diri dalam kamarnya masing masing.
" Kok sepi banget William, semua orang pada kemana ? " tanya Harrys sangat heran dengan suasana rumah yang begitu sepi.
" mereka semua lebih senang tinggal di kamar. karena perasaan duka masih membelenggu hati mereka atas kehilangan George. " ucap William sedih.
Harrys hanya dapat mengangguk dan merasakan apa yang ada di hati William atas kehilangan saudara kandungnya yang dikasihinya.
" aku memahaminya. " ucap Harrys
" iya.. " ucap William
" William bagaimana jika sekarang aku melihat lihat kamarnya George. " ucap Harrys
" baiklah Harrys. " ucap William
Lalu mereka berdua pun berjalan masuk kedalam kamarnya Tuan George. Harrys mulai meneliti sekeliling kamar tidak satupun bukti bukti yang dia temui. tapi dia kembali lebih teliti lagi dan hasilnya tetap sama. lalu mereka keluar dari kamar George dan kembali keruang tamu.
" di dalam kamarnya tadi tidak ada satupun bukti yang aku temukan. tapi percayalah aku akan terus mencari bukti bukti yang lainnya diluar rumah " ucap Harrys
" itu juga yang mengherankan, seperti yang Polisi kerjakan sampai hari ini belum ada satupun titik terang dari polisi. " kata William ikut membenarkan apa yang Harrys katakan.
" baiklah Harrys, sekarang aku pamit dulu aku akan segera menyelidikinya dan apabila ada sesuatu yang aku dapatkan, aku akan segera menghubungimu." kata Harrys
" baiklah, aku sangat berterima kasih padamu. dan aku percaya pada kemampuanmu untuk mengungkap kasus kematian George ini. " ucap William. " tiga hari lagi aku balik ke Swiss, karena aku tidak dapat meninggalkan usahaku terlalu lama. dan untuk itu aku sangat mengharapkan sebelum aku meninggalkan Indonesia, kasus kematian George ini sudah bisa terungkap. " lanjut William lagi.
" percayalah padaku William, aku akan berusaha semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuanku. " ucap Harrys.
lalu merekapun berdiri dan William mengantar Harrys sampai dihalaman lalu Harrys segera meninggalkan Rumah Tuan George.
William masuk ke kamarnya, dia melihat Corry istrinya belum tidur dan sedang main game di handphonenya.
__ADS_1
" siapa yang datang ? " tanya Corry
" Sahabat kami sewaktu kecil. dia mendengar kabar meninggalnya George, maka dia datang menemui aku." ucap William
" Ohh kukira tadi ada Polisi yang datang. kenapa sampai saat ini Polisi belum dapat mengungkapkan kasus kematian George ya. " ucap Corry
" Rupanya pembunuh George ini adalah seorang yang berpengalaman sehingga sedikitpun tak ada jejak yang ditinggalkan. " kata William.
" iya.. rupanya begitu. " ucap Corry
Sementara itu Nyonya Clarisa menemui Glenno di kamarnya. Glenno yang sedang asyik membaca buku terkejut melihat Mommy nya membuka pintu kamarnya.
" Ada apa Mom ? " tanya Glenno
" kamu belum tidur Glenno ? " tanya Nyonya Clarisa
" iya Mom.. aku belum bisa tidur. " ucap Glenno
" Mommy juga kenapa belum tidur ? " tanya Glenno
" Mommy susah mau tidur. Mommy selalu membayangkan wajah Daddy.. Mommy sedih mengapa secepat itu Daddy meninggalkan kita ?" kata Clarisa.
"iya Mom, aku juga tidak bisa melupakan Daddy tapi Aku harapkan agar Mommy juga harus menjaga kesehatan Mommy, aku takut kalau nantinya Mommy bisa sakit. " ucap Glenno
" iya tapi Mommy benar benar merasa kehilangan Daddy mu. " ucap Clarisa sambil memeluk Glenno dan menangis tersedu sedu.
" Aku dan Vanders juga kehilangan Daddy. tapi harus bagaimana lagi, Daddy telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya dan sampai detik inipun Polisi belum mendapatkan jejak pembunuhnya. " kata Glenno
" iya.. pembunuhnya adalah pembunuh misterius. " ucap Clarisa sambil mengusap air matanya dan melepaskan pelukannya.
Clarisa meninggalkan Glenno dan kembali ke kamarnya yang berada disebelah kamar dimana Tuan George terbunuh. dia mencoba untuk bermain handphonenya agar dia bisa melupakan bayangan wajahnya Tuan George Suaminya namun sangat sulit baginya.
Setelah Nyonya Clarisa meninggalkan kamarnya, Glenno kembali bermain Handphonenya. dia membuka Instagramnya dan membaca ucapan ucapan belasungkawa dari para sahabat sahabatnya dan disalah satu nama dia terdiam dan dia mencoba untuk mengingatkan kembali sebuah nama yang selama ini dia sendiri telah melupakannya sejak dia menamatkan SMA nya
Ai Ling adalah teman sebangkunya sewaktu masih di SMA. tapi disaat mereka sama sama meninggalkan SMA merekapun berpisah karena masing masih memilih kuliah ditempat yang berbeda. dan sejak itu mereka tidak pernah lagi bertemu dan terakhir kali Glenno mendengar kabar Ai Ling telah menyelesaikan Psikologinya dan memperdalam kan bidangnya di Beijing China.
Glenno membalas dan mengucapkan terima kasih untuk semua temannya di Instagram atas perhatian dan untuk ucapan Belasungkawanya.
Ai Ling membalasnya, menanyakan nomor WA Glenno dan Glenno mengirimnya melalui messenger.
Glenno masih terus merenungkan tentang kematian Daddy nya yang begitu dicintainya.
dia bingung apa yang harus dia perbuat, saat ini mungkin dia butuh seorang teman untuk saling bertukar pikiran, tapi siapa ???
Saat ini mungkin dia masih agak terhibur karena keluarganya masih berkumpul. masih ada Opa dan Omanya juga masih ada Om William dan Tante Corry.
Namun 3 hari lagi mereka akan kembali . apakah mungkin dia harus balik ke Amerika untuk meneruskan kuliahnya yang masih setahun lagi?? lalu bagaimana dengan Mommy nya dan Vanders??? apakah dia tega meninggalkan mereka?? dan bagaimana dengan Perusahaan Ayahnya?? sebagai anak Sulung sudak selayaknya dialah yang harus bertanggung jawab atas semua ini..apakah dia harus meninggalkan kuliahnya yang tinggal setahun lagi ?? sangat sulit baginya untuk bisa menjawab semua ini.
memang dia harus membutuhkan seorang teman tempat dia untuk bertanya, tempat dia untuk mencari solusi atas kesulitan yang dia hadapi disaat ini.
mdo 02012021
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Terima kasih ya untuk pembaca yang selalu
setia membaca Novelku ini.
jangan lupa Di Like ******Vote****** *********dan********* **********Komen********** ya..
dan jangan lupa pula membaca Novelku yang
lainnya dengan judul :
Melangkah ditengah Badai
Gaun Pengantin buat Elena
__ADS_1
Raja Ampat in Love 💘💘