
Hutan belantara yang seluas itu, penuh di tumbuhi pohon-pohon yang besar-besar dan suara kicau burung-burung di atas pohon saling ber-sahutan menghiasi sepinya hutan belantara itu.
Rombongan Personil Polisi ber-sama dengan Ai Ling dan Dante serta Doni masih sibuk mencari jejaknya Nyonya Clarisa.
Tak bisa di pasti kan apa kah masih hidup atau mati, Namun tak ada sedikit pun jejaknya Nyonya Clarisa yang kelihatan.
Mereka terus menyisir hutan belantara itu dengan cara membuat team dan mereka pun berpencar, agar bisa cepat menemukan nya.
πΎπΎπΎ
Di lain tempat Ayu dan Gading sedang duduk di atas sebuah batu Di bawah rindangnya pohon beringin tua yang lebat daunnya. hempasan angin menerpa rambutnya Ayu yang panjang dan ikal..
" Jangan terlalu di paksa kan kak.biar lah pelan-pelan pasti kakak akan mengingatnya. " kata Gading membujuk Ayu.
" iya Gading.., ayoo kita pulang saja. ! " kata Ayu, dan mereka pun ber-jalan pulang. Gading dengan sabar memapah Ayu untuk kembali ke rumahnya.
Gading merasa senang bertemu dengan Ayu, karena selama hidupnya dia tidak mempunyai saudara, maka dari itu dia telah menganggap Ayu sebagai Kakak nya sendiri.
Mereka berdua berjalan memasuki pondok...
" Gading dan Ayu, dari mana saja kalian, ibu tadi mencari ke depan, tapi kalian nggak ada." kata bu Pinah.
" maaf bu, tadi aku minta tolong Gading mengantar aku ke lereng gunung tempat Gading menemu kan diri ku. aku pikir mungkin bila kesana, mungkin bisa memulih kan ingatan ku, tapi ternyata belum bisa bu. " kata Ayu dengan raut wajah yang sedih.
" Sabar ya Nak, pelan-pelan kamu pasti akan pulih kembali. " kata Bu Pinah membujuk Ayu.
" iya bu, maaf ya aku telah merepot kan Ibu dan Dek Gading. ! " ucap Ayu.
" lha nggak papa kok kak Ayu. aku dan Ibu senang kok ! sudah lama kami hidup sendiri, dengan adanya kakak, kami jadi ada teman. " kata Gading menghibur Ayu.
" iya nak Ayu, nggak usah di pikir kan, ibu senang kok ada Nak Ayu disini ! " kata bu Pinah.
" Bu Pinah dan Gading kenapa nggak tinggal di desa yang ramai, kenapa mencari tempat tinggal di tempat sepi begini ? " tanya Ayu
" Ibu senang tinggal disini, jauh dari keramaian dan juga disini ibu dapat membuat kebun untuk biaya hidup kami sehari-hari. " kata bu Pinah tersenyum, tapi di balik senyuman nya, sekilas tampak lah ter-simpan sebuah kesedihan yang mendalam. yang sangat sulit untuk dia cerita kan pada siapa pun, sekali pun pada Gading anaknya sendiri.
Flash back on.
16 tahun yang lalu..
Di sebuah kota, Josephina Thendriani atau yang biasa di panggil Ephin tinggal bersama suami dan kedua putri nya, anak nya yang tertua ber-nama Florensia, berusia 13 tahun duduk di bangku kelas 2 SMP. dan adiknya Florenvia\=berusia 11 tahun, duduk di kelas 6 SD.
Suami nya Josephina, Birlyand, ada lah seorang pengusaha yang sukses di bidang Properti.
Sehingga mempunyai banyak Relasi bisnis. tapi dibalik ke-suksesannya, ada yang Pro tapi banyak pula yang kontra.
Namun kehidupan keluarga mereka sangat bahagia, meski pun mereka hidup dengan harta yang bergelimang, namun mereka selalu berusaha untuk hidup sederhana, bahkan anak-anaknya pun sekolah di sekolah yang biasa.
Birlyand dan Josephinah ingin agar anak-anak nya dapat belajar dan menerap kan ke sederhanaan dalam hidup mereka.
Josephina bersama Birlyand sengaja berbuat begitu karena anak-anak nya tahu bahwa hidup ini selalu berputar, dan bila suatu saat nanti hidup mereka tidak sebaik saat ini, Anak-anak nya sudah tidak akan kaget lagi untuk menerimanya.
Namun kenyataan berkata lain, pada hari naas itu terjadi..
Josephina di culik oleh lawan bisnis suami nya, ketika itu dia baru saja mengantar kan kedua putrinya ke sekolah, ketika dia baru mau masuk ke dalam mobil, tiba-tiba ada orang yang mem-bekap mulutnya, dia merontak, tapi dia tidak kuat untuk melawan, sampai akhirnya dia tak sadar kan diri karena obat bius mulai bekerja.
Lalu dia di ikat dan di bawa keluar kota dan ketika dia sadar. dia tak tau lagi berada dimana. dia tau itu adalah sebuah bangunan tua, yang jauh ter-pencil dari keramaian kota. disitu dia di jaga ketat oleh orang-orang yang ber-wajah sangar dan menyeramkan.
__ADS_1
Suatu hari dia berusaha untuk melari kan diri, tapi mereka mengetahuinya. dia di tangkap dan di ikat dan saat yang paling menyedih kan, malam itu malam yang naas baginya, bajingan-bajingan itumemp****sa nya secara bergilir. setiap hari dia menangis, akhirnya dia mencoba untuk bunuh diri, tapi mereka memergok nya dan atas perintah dari bos nya, dia di bius dan di buangnya di jurang.
Di saat dia sadar, dia telah di tolong oleh orang - orang yang tinggal di desa tersebut. dan akhirnya dia pun di rawat oleh orang desa sampai sembuh, tanpa di sadarinya, dari hasil perk***an itu, dia pun hamil dan akhir melahir kan anak nya Gading.
akhirnya dia pun memutus kan untuk tetap tinggal disitu untuk membesar kan putra nya, dan dia pun di bantu oleh warga desa untuk membangunkan pondoknya di tempat itu, dia sengaja memilih agak jauh di luar desa dan jauh dari kehidupan ramai. disitu lah dia mulai hidup dan membesar kan putra nya dari hasil kebun nya.
Kadang dia rindu pada kedua putri nya, rindu pada suami nya tapi dia sendiri menjadi malu untuk menemui mereka.
telah 16 tahun dia tak pernah tahu keadaan meteka bagaimana.
** Dan Josephina itu adalah ibu Pinah yang telah merawat Ayu dan Gading adalah putra nya yang lahir di desa itu.**
Flash back off.
πΎπΎπΎ
Di Rumah nya Tuan George, Glenno sedang berada di kamarnya sedang baring-baring, dia baru saja selesai ber-bicara di telpon dengan Pamannya, Tuan William di Swiss.
Tuan William Sangat ter-kejut mendengar ceritanya Glenno, dan dia sangat ber-harap agar adik ipar nya Clarisa bisa segera di temu kan dan dia juga
mengharap kan agar Glenno bisa menjaga Opa dan Oma nya.
Ter-dengar suara mobil memasuki pekarangan rumah mereka, Glenno coba mengintip di jendela kamar nya. dia melihat mobil Dante ber-henti di depan teras rumahnya.
Glenno pun segera me-rapi kan rambutnya dan keluar dari kamarnya lalu segera turun ke lantai bawah dan menuju ke teras depan.
Glenno melihat Dante dan Ai Ling keluar dari mobil, dan ber-jalan mendekati diri nya.
" Selamat Sore Glenno. " Ucap Ai Ling dan Dante bareng.
" selamat Sore ! silahkan masuk ! " ucap Glenno lalu berjalan masuk dan di ikuti oleh
" Glenno, kami datang ingin memberi-tahu sebuah berita penting untuk mu ! " Kata Dante sambil menatap wajah Glenno.
" berita apakah Dante ? " tanya Glenno.
Dante menatap Ai Ling dan mem-beri kode agar Ai Ling saja yang menceritakan nya.
Ai Ling mengangguk.
" Glenno, kami talah mendapat kabar tentang Nyonya Clarisa. ! " kata Ai Ling sambil memandang wajah Glenno.
" kabar tentang Mommy ku ? dimana Mommy ku ? " tanya Glenno.
" Glenno, Memang benar yang di Tahanan itu ada lah kembaran Mommy mu, namanya Clarina. " jelas Ai Ling kembali.
" lalu gimana dengan Mommy ku ? " tanya Glenno. Dante menarik napas panjang.
" Hari ini kami beserta rekan-rekan Polisi lainnya, seharian mencari Mommy mu tapi sampai sore ini belum juga kami mendapat jejaknya. " Dante menjelaskan nya.
" Aku tak mengerti Dante ?! " kata Glenno.
" Begini Glenno, Mommy mu di culik oleh Clarina waktu keluar dari Mall. lalu Clarina dan orang suruhannya membius kan Mommy mu dan membawanya ke sebuah rumah tua di pinggiran kota. Mommy mu di ikat dan di sekap disana. lalu siang itu, sebelum Daddy mu di bunuh, dia dan orang suruhannya membawa kan Mommy mu keluar kota dan sampai di sebuah tempat, mereka pun membawanya di tepi jurang lalu membuang Mommy mu ke dalam jurang itu. " cerita Ai Ling kembali.
" lalu bagaimana dengan keadaan Mommy ku ? apa kah masih hidup ? " tanya Glenno dengan air mata yang ter-genang di pelupuk matanya.
" Kami belum bisa pasti kan, karena sejak siang tadi kami sudah berusaha untuk menyisir hutan di sekitar Mommy mu di buang, tapi kami belum menemu kan tanda- tandanya, nanti besok dari pagi kami akan kesana, dan apa bila belum ber-hasil, kami akan mencari di desa sekitarnya, siapa tau ada orang yang telah menemukan nya. " kata Dante.
__ADS_1
" boleh kah aku ikut mencari nya ? " tanya Glenno. Dante memandang Ai Ling, dan Ai Ling pun mengangguk.
" baik lah, Besok pagi kami akan menjemput mu ! " kata Dante.
" terima- kasih ! " ucap Dante.
Sesudah itu tak lama kemudian Dante dan Ai Ling pun pamit pulang.
Sementara hari telah malam, Pelayan pun telah menyiap kan hidangan makan malam di meja makan.
Nyonya Lusya dan Tuan Garry sedang nonton
Televisi di ruang keluarga dan Vanders baru saja pulang dari mengikuti extra kurikuler di sekolahnya.
Glenno turun dari lantai 2 dan ber-jalan menghampiri Opa Dan Oma nya.
Oma nya merasa heran melihat mata Glenno sembab seperti habis menangis, lalu ber-tanya padanya.
" Kamu habis menangis ? ada apa Glenno ?" tanya Nyonya Lusya.
" Tadi Ai Ling dan Dante kesini Oma. " kata Glenno.
" ada berita apa Glenno ? " tanya Opa nya.
" Menurut Ai Ling dan Dante, dari hasil penyelidikan mereka, mereka telah mengetahui yang mana bahwa di Tahanan itu adalah kembaran nya Mommy yang ber-nama Clarina. dan menurut informasi yang mereka dapat kan dari orang yang di ajak kerja sama dengan Clarina, yang mana kata nya Mommy telah di culik oleh Clarina dan di buang nya ke dalam jurang. " kata Glenno membuat Opa dan Oma nya sangat ter-kejut.
" Ooh God.. kenapa ini terjadi ??" seru Nyonya Lusya.
" sadis benar orang itu ! " seru Tuan Garry.
Vanders yang baru selesai mandi dan sementara turun dari tangga, mendengar ter-kejut pula.
" Apa ? Mommy ku di buang ke dalam jurang ? " teriak Vanders dengan mata ber-linang air mata. lalu dia pun menangis sedih.
" iya.. jadi hari ini Polisi bersama Dante dan Ai Ling, Mereka telah mencari di jurang tempat Mommy di buang, dan mereka telah menyisir hutan di sekitar situ, tapi belum juga menemu kan tanda-tanda atau apa pun yang ber-hubungan dengan Mommy. " kembali Glenno ber-cerita.
" dan besok mereka akan mengulangi pencariannya. dan bila mereka tidak menemu kan di lereng gunung itu, mereka akan mencarinya di desa-desa yang dekat disitu.
dan besok pagi aku akan ikut dengan mereka. " lanjut Glenno.
" aku ikut Kak, aku juga ingin mencari Mommy. " kata vanders.
" tidak Vanders, kamu sebaiknya tinggal di rumah saja ! temani Opa dan Oma. " kata Glenno. Vanders hanya menunduk diam.
π Bersambung ke Episode 22
Mdo 05032021
πΊπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ
Jangan lupa mampir pula di Novelku yang lainnya.
__ADS_1
"