
Tinggal Nyonya Clarisa yang masih di landa ke gelisahan berada di dalam sebuah ruangan yang di Awasi dan di jaga ketat oleh Polisi.
Seorang petugas Polisi masuk ke dalam ruangan dan bertemu dengan Nyonya Clarisa.
" maaf Nyonya, saya di minta oleh Pak Tobby untuk membawa Nyonya ke ruang Interogasi."
kata petugas Polisi tersebut.
" baik lah ! " ucap Nyonya Clarisa lalu berjalan dengan penuh percaya diri mengikuti polisi tersebut ke ruang Interograsi.
Begitu masuk di pintu dia melihat Pak Tobby sedang duduk di belakang meja kerja nya.
" Silahkan duduk Nyonya Clarisa. !" kata Pak Tobby.
" terima kasih Pak ! " ucap Clarisa lalu duduk di kursi di depan Pak Tobby.
" maaf Nyonya, saya kira anda tahu kenapa saya memanggil anda kesini.? " tanya Pak Tobby.
" iya saya Tahu. ! " ucap Nyonya Clarisa
" baik lah saya akan bertanya kepada anda sekitar kasus pembunuhan suami anda yaitu Tuan George, apa kah anda bersedia untuk menjawab nya ? " kata Pak Tobby.
" iya saya bersedia. ! " jawab Nyonya Clarisa
" apa kah saat ini anda berada dalam keadaan sehat ? " tanya Pak Tobby.
" iya saya sehat Pak ! " jawab Nyonya Clarisa sambil memain kan jari-jari nya.
" baik lah ! " ucap Pak Tobby.
Pak Tobby menarik napas dalam-dalam lalu menelpon Dante untuk masuk ke ruangan nya. Dante segera datang dan duduk di belakang salah satu meja yang ada dalam ruangan itu.
" Nyonya Clarisa, apa kah malam waktu Tuan George terbunuh, anda sedang berada dimana ? " tanya Pak Tobby kembali.
" pagi nya sebelum Suami Saya meninggal, saya berangkat ke Singapore, bahkan pagi itu Suami saya sendiri yang mengantar saya sampai ke bandara. " kata Clarisa
" ada keperluan apa membuat anda ke Singapore hari itu. ? " tanya Pak Tobby
" Saya akan menghadiri Seminar Istri -istri para pengusaha se Asia tenggara. dan kebetulan saya termasuk salah satu pembicara dalam seminar tersebut . " Ucap Clarisa.
" Lalu dari mana anda menerima berita tentang kematian Suami anda ? " tanya Pak Tobby.
" saya menerima berita dari Putra saya Glenno, saat itu Glenno sedang berada di Amerika. " jawab Clarisa.
" baik lah Nyonya Clarisa, terima kasih atas keterangan anda atas pertanyaan kami.sebelum kami lanjut, kami beri kesempatan untuk beristirahat selama 10 menit. dan silahkan anda minum dulu. " Kata Pak Tobby.
Lalu Clarisa pun mengambil air mineral yang telah di sedia kan buat nya di atas meja, dia pun meminum nya.
Sementara itu Dante sibuk menyusun
data-data yang telah mereka kumpul.
Setelah 10 menit pun berlalu,
" Baik lah Nyonya Clarisa, waktu 10 menit telah berlalu, Saya akan melanjut kan kembali dengan pertanyaan berikut nya. " kata Pak Tobby
" baik lah Pak. " ucap Clarisa.
" anda yakin, pada saat pesawat yang akan anda tumpangi ke Singapore berangkat, anda pun ikut masuk ke dalam pesawat ? " tanya Pak Tobby kembali.
" saya yakin Pak, karena sewaktu saya di telpon oleh Glenno bahwa Daddy nya meninggal karena terbunuh, saya baru saja selesai mengisi Acara Seminar tersebut ." kata Clarisa.
" tapi berdasarkan penyelidikan kami, saat pesawat berangkat ke Singapore, saat itu anda tidak naik ke pesawat ! menurut petugas Bandara, nama anda terdapat di Manifest penumpang tapi di centang karena ketika di panggil, anda tidak ada. " kata Pak Tobby.
" memang benar, pertama di panggil ketika itu saya sedang berada di toilet. tapi sesudah itu saya pun segera naik ke pesawat. " kata Clarisa
__ADS_1
" baik lah, Tapi berdasar kan penyelidikan kami berkut nya, pada hari itu, anda ternyata ada Cek in di Hotel Z. " kata Pak Tobby
Nyonya Clarisa terkejut atas pernyataan Pak Tobby. dia sangat terkesima.
" bukan saya itu Pak. " ucap Clarisa
" oh iya Nyonya Clarisa, apa kah anda tahu kalau di rumah anda itu mempunyai lorong bawah tanah ? tanya Pak Tobby kembali.
" saya tidak mengerti Pak ! " ucap Clarisa
" Baik lah Nyonya, kalau begitu, sekarang kami akan memperlihat kan kepada anda beberapa barang bukti yang telah kami temui. siapa tau anda anda mengenali nya. " kata Tobby.
Dante segera mengeluar kan sepasang anting-anting dan memperlihat kan pada Clarisa.
Dante lalu memberi kan anting-anting itu pada Pak Tobby.
" Nyonya Clarisa, apa kah anda tahu siapa pemilik anting-anting ini ?" tanya Pak Tobby.
Clarisa terkejut tapi dia berusaha untuk tidak menampak kan rasa kaget nya.
" Saya tidak tahu Pak. " ucap Clarisa.
" Anting-anting ini kami temui sebelahnya di ruang bawah tanah di rumah anda dan sebelah nya lagi di Hotel tempat anda menginap hari itu." kata Dante.
" maaf Pak, saya tidak mengerti !" ucap Clarisa.
" baik lah Nyonya Clarisa, kalau anda masih belum mengerti juga, kami akan memperlihat kan lagi sesuatu yang mungkin anda tau " kata Pak Tobby. lalu Dante pun mengeluar kan selembar gaun yang berlumur darah dan sebilah belati.
" kalau Anting-anting anda tidak mengenalnya, mungkin ini anda lebih tau sipa pemilik nya.! " kata Pak Tobby lebih tegas
" itu.. itu saya.. " kata Clarisa terbata-bata, tapi sebelum dia sempat menyelesai kan kata-kata nya, Pak Tobby telah melanjut kan
" menurut saksi-saksi, gaun ini ada lah milik anda. yang anda pakai pada saat anda akan berangkat ke Singapore. " kata Pak Tobby.
" Nyonya Clarisa, berdasar Bukti-bukti yang kami dapat kan, ternyata anda tertuduh sebagai Pembunuh Tuan George suami anda sendiri. " kata Pak Tobby. Clarisa pun menangis dan tak dapat ber kata-kata.
" apa kah anda masih mau bicara ??" tanya Pak Tobby. Clarisa hanya menangis dan tak
berbicara.
" jadi sekali lagi saya tanya, apa kah benar anda yang telah membunuh Suami anda? " kembali Pak Tobby bertanya dengan suara tegas.
Clarisa hanya mengangguk dan menunduk menangis, tanpa bisa bicara.
" baik lah Nyonya Clarisa, sekarang juga anda kami tahan dengan tuduhan sebagai pembunuh Suami anda sendiri, Tuan George. nanti mengenai keberatan atau apa pun anda dapat jelaskan di Pengadilan nanti. " kata Pak Tobby, lalu memanggil Polisi yang bertugas untuk memasuk kan Clarisa di dalam sel untuk Tahanan.
Sementara itu Dante telah menelpon Ai Ling untuk memberi-tahu kalau Nyonya Clarisa yang telah membunuh Tuan George.
πΎπΎπΎ
Sementara itu di rumah Tuan George.
Tuan Garry dan Nyonya Lusya telah masuk kedalam kamar nya, begitu juga dengan Vanders. tinggal Glenno sendiri yang masih gelisah duduk di ruang Keluarga.
Glenno menunggu berita dari pihak Kepolisian, apa kah sudah di ketahui siapa pembunuh nya ?
Akhir nya dia berjalan ke kamar Opa nya, dia ingin meminta penjelasan tentang kehidupan nya di masa kecil nya.
Glenno mengetuk pintu kamar Opa nya.
" Opa..! " panggil Glenno. Tuan Garry yang mendengar Cucu nya memanggil, maka dia pun segera membuka kan pintu kamar nya.
" Glenno, apa kah sudah ada kabar dari pihak Kepolisian ? " tanya Tuan Garry.
" belum Opa. " jawab Glenno. Glenno pun melangkah masuk ke dalam kamar Opa dan Oma nya lalu duduk di tepi ranjang. Oma nya yang melihat Glenno duduk, Nyonya Lusya pun bangun dan duduk di samping Glenno.
__ADS_1
" Opa dan Oma, Glenno mau tanya, sejak kapan Oma dan Opa kenal sama Mommy Clarisa? " tanya Glenno. Tuan Garry dan Nyonya Lusya merasa heran kenapa Glenno bisa bertanya demikian?
" Kami pertama mengenal Mommy mu yaitu waktu kamu masih berusia 3 tahun, Pertama kali nya Daddy mu membawa Mommy mu dan kamu mengunjungi kami di Swiss. " cerita Tuan Garry.
" Sewaktu Daddy mu menikah dengan Mommy mu, kami tak bisa hadir, karena waktu itu, perusahaan Opa sedang ber masalah. sehingga Paman William juga sibuk membantu Opa untuk mengatasi masalah Perusahaan yang terancam bangkrut. jadi kami semua tidak hadir, jadi sampai kamu lahir, dan berusia 3 tahun barulah Daddy mu membawa kalian ke Swiss. " cerita Nyonya Lusya
" Apa kah Opa dan Oma tidak tahu, kalau Mommy Clarisa itu Ibu tiri ku? " kata Glenno
" apa ? kami tidak tahu, kenapa George tidak pernah membertahu kami ? " kata Tuan Garry
" kami semua tidak tahu. " kata Nyonya Lusya
" apa kah Opa dan Oma tau kalau Daddy punya rumah yang lain di CBR, rumah nya sangat besar bagai kan sebuah Castill ? " tanya Glenno
" kami juga tidak tahu. " kata Tuan Garry.
" ternyata selama ini George telah banyak menyimpan rahasia pada kami. " kata Nyonya Lusya dengan wajah sedih.
" Aku juga baru tahu setelah Daddy tiada. " ucap Glenno sedih.
" Sebelum menikah dengan Mommy Clarisa, Daddy punya rumah di CBR dan Daddy menikah dengan Mommy Clara, itu adalah ibu kandung ku. tapi setelah aku lahir dan berumur 1 tahun lebih, Mommy Clara meninggal dunia. lalu ketika aku ber umur 2 tahun Daddy membawa ku pergi ke rumah ini dan menikah dengan Mommy Clarisa. " cerita Glenno dengan sedih. Oma membelai punggung nya.
" Teman ku Ai Ling yang berhasil mengungkap kan semua ini di saat dia sedang menyelidiki kasus kematian Daddy. dan aku juga sudah mengunjungi rumah masa kecil ku, disana masih terpajang foto Daddy bersama aku dan Mommy clara. aku juga sudah ziarah ke makam nya Mommy Clara. " cerita Glenno.
" Semua cerita mu ini seperti sebuah mimpi. "
Kata Nyonya Lusya.
Ketika itu tiba-tiba hand phone Glenno berdering. Glenno pun mengangkat nya dan melihat nya, ternyata dari Ai Ling.
" Hallo Ai Ling.." sapa Glenno
" haloo Glenno, kamu sudah mendengar berita nya? tanya Ai Ling.
" Bagaimana berita nya Ai Ling? " tanya Glenno
" Glenno, kamu yang kuat ya.. ternyata yang membunuh Daddy mu ada lah Nyonya Clarisa, Mommy mu sendiri. ! " ucap Ai Ling.
" Apaa??? " teriak Glenno tak dapat lagi ber kata-kata. dia tidak membayang kan, orang yang selama ini dia hormati dan dia sayang seperti ibu kandung nya sendiri ternyata telah membunuh Daddy nya.
" Glenno, kuat kan diri mu. aku segera kesana. " ucap Ai Ling lalu mengahiri pembicaraan nya .
Tubuh Glenno Lemas dan menjatuh kan diri di atas ranjang Oma nya. dan menangis kuat kuat. Nyonya Lusya membelai punggung nya.
" ada apa Glenn? " tanya Tuan Garry.
" ternyata Opa.. ternyata yang membunuh Daddy.. ada lah. Mommy Clarisa. " ucap Glenno ter bata-bata.
" Ooh Tuhan.. kenapa sampai demikian? apa salah George pada nya? " tangis Nyonya Lusya.
" kamu jahat Clarisa.. kamu jahat.. kamu telah membunuh anak ku ! " tangis Nyonya Lusya.
" kelihatan kamu baik, tapi ternyata kamu itu jahat. apakah salah George ? " ucap Tuan Garry.
Mereka tak sanggup menahan kekecewaan yg besar, se andai nya Orang lain yang melaku kan, lain lagi cerita nya, namun ini orang yang mereka anggap ada lah bagian dari mereka sendiri. hanya Tuhan lah yang tahu berapa besarnya rasa kecewa di hati mereka.
π bersambung ke Episode16
Mdo 21022021. 23.52
πΌπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Thank's ya buat yang suda baca hari ini.
jangan lupa Like Vote Komen Tip. dan Rate bintang 5. πππ
__ADS_1