
Team pencari jejak itu pun segera keluar dari hutan belantara itu, cukup jauh juga, kira-kira lebih dari 1 kilo meter.
Setelah berada di dataran yang tidak terlalu lebat dengan pepohonan nya, mereka sedikit lega, tapi mereka tetap waspada di setiap langkah mereka. mereka tetap teliti melihat jalan yang mereka lalui, siapa tau di sekitar sini mereka bisa menemu kan sesuatu petunjuk.
Tak lama pun mereka keluar dari hutan itu dan mereka melihat ada padang rumput yang di tumbuhi alang-alang.
tapi disitu ada jalan setapak menuju keluar.
Lalu mereka pun ber-jalan melalui jalan setapak itu keluar dari hutan alang-alang.
dan di luar ter-hampar padang rumput kuda bagai kan permadani hijau yang di tebar kan di pelataran bumi.
" Coba kalian lihat , disana ada asap yang mengepul.. " kata Ai Ling sambil menunjuk kan ke arah kepulan asap yang menggulung menuju ke langit. lalu Dante dan Glenno pun melihat ke arah yang di tunjuk kan oleh Ai Ling.
" iya.. dan lihat itu.. ada sebuah gubuk kecil di dekat situ.. ! " seru Glenno. dan mereka pun melihat kearah di dekat kepulan asap itu ber- asal.
" Iya benar, itu ada sebuah pondok kecil. ayoo kita kesana. " kata Dante.
πΎπΎπΎ
Ayu kembali ke tepi Danau biru itu dan duduk di atas hamparan rumput hijau.
Dia di temani oleh Gading yang tengah asyik memancing ikan di dalam danau. tak lama kemudian Gading berseru..
" Dapat kak, aku dapat ikan.. !! " seru Gading dengan gembira. lalu memperlihat kan ikannya pada Ayu.
" Besar juga ya ikannya. ! " kata Ayu
" iya kak.. ikan gurame kak ! " kata Gading lagi.
" Nanti pulang kita goreng untuk makan malam ! " kata Ayu
" iya Kak .! tunggu ya kak. aku mancing lagi, siapa tau aku dapat ikannya lagi " ucap Gading sambil tertawa senang.
" iya.. kakak tunggu kamu. " ucap Ayu.
bu pinah sedang membersih kan halaman rumah bagian belakang dan mengumpulkan sampah serta daun-daun kering, lalu membakarnya.
Dari jauh dia melihat Ayu sedang duduk di atas rumput dekat danau itu dan Gilang yang sedang memancing ikan.
Dia ter-senyum sendiri, dia merasa bahagia bisa mempunyai keluarga kecil, walau pun dia sadari, mungkin suatu saat nanti Ayu akan pergi meninggalkan mereka, tapi paling tidak mereka pernah merasa kan keber-samaan dengan Ayu.
πΎπΎπΎ
Sementara itu Ai Ling, Glenno dan Dante, mereka ber-jalan semakin mendekat, dan lebih jelas mereka melihat pondok tua kecil yang terbuat dari papan itu.
" kita hampir tiba, mudah-mudahan ada petunjuk buat kita. " ucap Ai Ling.
" Amin !!" ucap Dante dan Glenno bareng.
Lalu mereka pun tiba di depan rumah tersebut dan terlihat dengan jelas, sebuah rumah mungil ber-dinding papan dan di kelilingi pagar yang ter-buat dari bambu.
Kebetulan pagarnya tidak ter-kunci langsung mereka pun masuk ke pekarangan rumah, dan tampak lah pemandangan yang benar-benar asri. di halaman rumah ter-dapat taman bunga yang di hiasi dengan aneka bunga berwarna- warni.
Ai Ling pun mendekati pintu rumahnya lalu mengetuk pintunya.
" permisi.. permisi. ! " sapa Ai Ling. tapi tak ada jawabannya.
Ai Ling kembali mengetuk, tapi tetap tidak ada jawaban.
" nggak ada orangnya kali ! " kata Ai Ling pada Dante dan Glenno.
" Tapi tadi asapnya berasal dari sini !" kata Dante.
__ADS_1
" Coba kita lihat di bagian belakang rumah. " kata Dante kembali. mereka bertiga pun memutar ke belakang pondok itu dan disana mereka melihat ada seorang ibu yang sedang membersih kan halaman dan membakar kan Daun-daun kering.
" Permisi ibu !! " sapa Ai Ling.
Ibu itu yang adalah bu Pinah, mengangkat wajahnya dan ter- kejut. melihat ada seorang gadis Cantik dan dengan 2 orang Pemuda yang menemani nya.
" Maaf bu, kami mengganggu ibu. " ucap Ai ling.
" Ehh Non ini siapa ya..dan dari mana ? " tanya bu Pinah terheran-heran.
" Aku Ai Ling, dan ini teman ku Dante dan yang ini Glenno. " kata Ai Ling lalu mereka pun menjabat tangan bu Pinah.
" Kalau boleh ibu tau, apa tujuan kalian kesini.. ? " tanya bu Pinah.
" oh iya, kami dari pihak kepolisian, kami sedang mencari orang hilang bu. ! " kata Dante.
" Orang hilang ? " tanya bu Pinah.
" Iya bu, kira-kira sekitar sebulan yang lalu, dia di culik dan di buang ke dalam jurang di dekat sini. dua hari ini kami sudah menyisir hutan di sekitar sini, namun tak menemu kan jejak nya, dan kami hanya menemukan sepatu sebelah nya saja." cerita Ai Ling.
" makanya kami keluar dari hutan untuk mencari desa di sekitar hutan itu dan akhirnya membawa kami kesini di saat tadi kami melihat ada asap yang mengepul dan kami yakin pasti ada orangnya, sampai akhirnya kami menemu kan ibu disini. " kata Dante.
" orang nya wanita apa pria ? " tanya bu Pinah.
" Wanita. " Kata Ai Ling. bu Pinah ter-kesiap, wajahnya langsung berubah.
" boleh aku melihat fotonya ? " tanya bu Pinah.
" ada. ! " ucap Glenno lalu memperlihat kan foto Nyonya Clarisa yang ada di Hand-phonenya .bu Pinah lebih ter-kejut.
" Ayu ! " ucap bu Pinah Spontan
" Ayu, siapa Ayu bu. ! " tanya Ai Ling.
" Ayu ada lah wanita yang di temu kan oleh Anak ku Kira-kira sebulan yang lalu, di tepi jurang itu. " cerita bu Pinah. " ketika itu dia tak sadar kan diri hampir seminggu, tapi dia masih hidup, luka-luka hampir hampir di seluruh tubuhnya.lalu aku mengobati luka-lukanya, lama dia tak bisa ber-jalan, tapi dengan kemauan yang keras, dia terus ber-latih dan sekarang agak lumayan, dia sudah mulai bisa ber-jalan meski pun masih ter tatih-tatih." lanjut Bu Pinah.
" dan yang paling menyedih kan, dia tidak bisa ingat lagi siapa dirinya.maka itu aku panggil dia dengan nama Ayu. " kata bu Pinah.
" Terus dimana dia sekarang bu ? dimana Mommy ku ? " tanya Glenno. dia merasa senang kalau Mommy nya masih hidup.
" Iya Bu, dimana Orangnya bu ? " tanya Ai Ling.
" dia ada disana ! " kata bu Pinah sambil menunjuk ke arah Danau, tapi tidak kelihatan ada orang disitu karena ter-halang dengan pohon beringin tua di dekat danau itu dan Ayu duduk di atas akar pohon itu.
Bu Pinah lalu ber-jalan menuju kesana, di ikuti oleh Ai Ling, Glenno dan Dante.
Ayu yang sedang melihat Gading memancing ikan, terkejut mendengar suara-suara langkah kaki yang banyak mendekatinya.
dia pun menengok ke belakang, dia Melihat bu Pinah sedang mendekati nya dan di belakang bu Pinah ada 3 Orang lain. siapa kah mereka ??? tanya Ayu dalam hati.
Bu Pinah membantu Ayu ber-diri. Glenno yang melihat ibu nya, dia sangat ter-haru. air matanya pun mengalir..
" Mommy.. !! " seru Glenno sambil memeluk Ayu. Ayu bingung menghadapi semua ini.
" Mommy ?? " tanya Ayu. bu Pinah mengangguk.
" Ayu, ini ada lah putra mu, dan ini teman-temannya dari kepolisian. mereka mencari mu sudah dua hari ini dan akhirnya mereka kesini dan ketemu ibu.lalu mereka mencerita kan pada ibu dan ter-nyata orang yang mereka cari itu ada lah kamu !" jelas ibu Pinah.
" lalu aku ini siapa ? " tanya Ayu yang sebenarnya adalah Nyonya Clarisa.
" Nyonya namanya Clarisa, Istri dari Tuan George, anda mempunyai 2 orang putra, putra pertama anda adalah Glenno dan yang satu lagi adalah Vanders. " Ai Ling menjelaskan pada Nyonya Clarisa, tapi dia belum bisa ingat.
" Sebaiknya kita pulang dulu Mom, Nanti baru aku membawa Mommy ke Dokter. " kata Glenno.
__ADS_1
Akhirnya Mereka pun membujuk Nyonya Clarisa dan Nyonya Clarisa akhirnya mau di bawa pulang.
Clarisa sedih karena dia harus meninggal kan Bu Pinah dan Gading. selama ini dia telah menganggap Bu Pinah dan Gading sebagai keluarganya sendiri, karena selama ini dia tidak tau siapa dia sebenarnya.
Gading juga merasa sedih karena selama ini dia telah menganggap Nyonya Clarisa sebagai saudaranya sendiri. dan sekarang Nyonya Clarisa akan pergi meninggal kan mereka.
Nyonya Clarisa memeluk bu Pinah dengan hati sedih.
" terima-kasih bu Pinah, Ayu janji, suatu waktu kalau Ayu sudah sembuh nanti, aku akan kembali kesini mencari ibu dan Gading. " ucap Nyonya Clarisa sambil menetes kan air matanya. bu Pinah juga tersedu.
" ibu selalu mendoakan mu, agar kamu cepat sembuh dan bisa ingat semuanya. " ucap bu Pinah tersedu.
" Gading, Kakak pamit ya. terima-kasih Gading sudah menyelamat kan kakak. Nanti kalau sudah sembuh, kakak akan kembali lagi kesini untuk jemput Gading dan ibu ya. " kata Clarisa, Gading menunduk dan mengusap kan air matanya.
" Baiklah Bu Pinah, kami pamit ya. " ucap Ai Ling sambil menjabat tangan bu Pinah.
" terima-kasih bu Pinah, dan Gading, sudah selamat kan, dan merawat ibu ku sampai sembuh. Kami pamit ya.. " ucap Glenno.
" bu Pinah, melihat kondisi Nyonya Clarisa yang belum baik, apakah disini ada jalan lain untuk ke atas ?" tanya Dante.
" ada Pak, tapi harus menyebrang sungai." kata bu Pinah.
" ooh.. ! tapi bagaimana mau menyebrang bu ? " tanya Dante kembali.
" nanti pakai getek, kalau memang demikian, biar lah Gading yang akan mengantar ke sebrang nanti " kata Bu Pinah.
" Baik lah bu Pinah, sekali lagi kami minta tolong dek Gading untuk mengantar kan kami. " kata Ai Ling.
" iya Kak, aku akan mengantarkan kalian sampai di sebrang. " ucap Gading.
" Terima-kasih Gading! " ucap Nyonya Clarisa. Lalu mereka pun ber-jalan keluar dari rumah bu Pinah, dan ber-jalan mengikuti Gading.
Ibu Pinah mengantar mereka sampai di luar pagar.
sampai di pertengahan jalan Dante mengajak mereka berhenti untuk berunding.
" Ai Ling, Glenno, jadi nanti kalian mengikuti Gading sampai di desa tersebut dan menunggu aku disana. aku akan menjemput kalian. " kata Dante. " oh iya, Gading apa nama desa ter-sebut ? " lanjut Dante.
" namanya desa Kemuning kak ! " kata Gading.
" baiklah nanti aku cari di Google ." kata Dante. aku akan naik keatas ber-sama rekan-rekan lainnya, untuk mengambil mobil dan menjemput kalian. " jelas Dante.
" Baik lah Dante." ucap Ai Ling.
mereka pun ber-pisah, Dante ber-jalan masuk ke hutan kembali,
Ai Ling dan Glenno serta Nyonya Clarisa pun ber-jalan mengikuti Gading. Glenno memapah Mommy nya agar Mommy nya dapat ber-jalan dengan baik.
Mereka pun ber-jalan menyusuri jalan setapak yang berada di tengah-tengah hutan alang-alang.
Setelah berjalan Lebih dari 1 kilo meter akhirnya mereka pun tiba di tepi sungai.
π bersambung ke Episode 24
Mdo 07032021
πΊπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ
Mampir pula di Novelku yang lainnya.
__ADS_1
.