Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 28 Oma dan Opa Pulang.


__ADS_3

bagaimana dengan Bu Clarina ? " tanya Ai Ling.


" Masih di tunda Ai Ling, menunggu sampai Bukti-bukti kuat, Baru lah di Sidang kan. Sekarang kan belum bisa, sebelum Nyonya Clarisa sendiri memberikan Kesaksian ! " ucap Dante sambil menatap Ai Ling. Nyonya Clarisa menjadi bingung mendengar apa yang mereka omongin, mengapa namanya dibawa-bawa??


Namun Nyonya Clarisa bertahan untuk tidak bertanya.


" Boleh kami menemui nya Dante ?" tanya Ai Ling.


" Silahkan ! Sampai hari ini dia tetap membungkam !" kata Dante.


" Apa kah selama ini ada yang menjenguk nya ? " tanya Ai Ling.


" Seperti nya ada seorang wanita, mungkin itu sahabat nya. " kata Dante.


" Ohh.. nanti aku akan Cek ke penjaga ! " Ucap Ai Ling.


Lalu Ai Ling mengajak Dante, Dan mereka keluar dari ruang kerja nya Dante menuju ke Kamar tahanan.


Ai Ling berjalan mendampingi Nyonya Clarisa.


Setiba di depan Sel, mereka melihat Clarina sedang duduk membalik belakang, tapi begitu mendengar ada banyak langkah-langkah kaki mendekat ke kamar tahanan nya, maka dia pun segera membalik badan dan melihat nya. Dia begitu terkejut begitu melihat Clarisa.


" Hahh !! Dia masih hidup ??" teriak nya dalam hati. dan Clarisa pun kaget melihat ada seorang wanita yang mirip dengan diri nya.


" Siapa dia ?! kok wajah nya mirip benar dengan aku ??" batin Nyonya Clarisa.


" Bu Clarina, apakah anda kenal dengan Nyonya ini ?" tanya Dante.


Clarina hanya diam menatap tajam ke arah Clarisa.


" Rupa nya Tuhan masih melindungi nya. Tapi jangan kamu senang dulu Clarisa ! aku tetap akan membunuh mu. " batin Clarina. sesudah itu dia pun membalik badan nya dan cuek dengan mereka.


" Bu Clarina, aku sedang bertanya pada anda, tolong jawab pertanyaan ku, apa kah anda kenal dengan Nyonya Clarisa ? " kembali Dante bertanya dengan kata-kata agak tegas. Clarina membalik badan nya.


" Maaf, aku tidak mengenali nya!" Jawab Clarina.


" Anda telah berbohong, tapi suatu saat pasti Fakta yang akan mengungkap kan semua nya ! " kata Dante.


Nyonya Clarisa memilih untuk diam dan menjadi penonton untuk semua ini. Memang dia merasa seperti pernah melihat dan bertemu dengan Clarina, tapi kapan dan dimana, dia sendiri tidak mengingat nya lagi.


Akhir Mereka pun meninggal kan Clarina.


Dante segera menemui petugas piket dan melihat daftar tamu yang mengunjungi Clarina.


Disitu tertera ada tiga kali kunjungan dengan nama yang sama. Vanda ! siapa kah Vanda? Ai Ling akan menyelidikinya.


Mereka pun pamit pada Dante dan segera meninggal kan Kantor Polisi.


Ai Ling dan Ingke mengantar Nyonya Clarisa dan Perawat nya kembali ke Rumah.


Setiba nya di Rumah Glenno, mereka pun keluar dari mobil dan segera masuk ke dalam rumah.


Nyonya Clarisa pamit pada Ai Ling untuk ke kamar nya.


Glenno yang telah pulang dari Kantor nya, mendengar bunyi suara mobil Ai Ling, dia pun segera turun dari lantai dua dan menemui Ai Ling dan Ingke yang telah duduk di ruang tamu.


" Kalian dari mana saja Ai Ling ?" tanya Glenno.


" Awalnya kami mampir ke Mall dulu, sesudah itu baru kami ke Kantor Polisi. " Cerita Ai Ling.


" Apakah Mommy telah bertemu dengan Tante Clarina ?" Tanya Glenno.


" Sudah bertemu, tapi Tante Clarisa tak ada reaksi apa-apa! Dia mungkin benar-benar tidak mengingatkan nya. " ucap Ai Ling


" Lalu bagaimana dengan reaksi dari Tante Clarina? " kembali Glenno bertanya.


" Dari wajahnya dia kelihatan sangat terkejut, Namun ketika Dante tanya, apakah dia mengenal Tante Clarisa? Tapi dia jawab tidak mengenali nya ! " cerita Ai Ling.

__ADS_1


" Memang dia itu seorang Psikopat!"


ucap Glenno kesal.


" Aku harap di Rumah ini harus ada penjagaan Extra ketat. Terutama Mommy mu membutuh kan Pengawal khusus. karena melihat dari sikap Clarina tadi, Dia masih sangat mendendam pada Mommy mu dan tadi kami cek di buku Tamu, ada yang sering mengunjungi dia di Sel, Seorang Wanita bernama Vanda. dan aku akan segera coba menyelidiki nya." kata Ai Ling.


" Baik lah, Aku akan menambah orang untuk menjaga disini selain Sekurity." Ucap Glenno.


" Aku rasa memang harus begitu!" ucap Ai Ling.


Seorang Pelayan keluar membawa Sebuah nampan yang berisi tiga cangkir teh dan sepiring kueh lalu meletak kan di atas meja di hadapan mereka.


" Terima-kasih Bi ! " ucap Ai Ling dan Ingke bersamaan.


Sesudah itu mereka pun berbincang-bincang untuk mencari solusi terbaik untuk melindungi Nyonya Clarisa dari setiap bahaya ancaman Clarina


🌿🌿🌿


Hari Minggu yang Cerah,


Udara begitu segar memenuhi setiap Persada. Burung-burung Pipit yang berterbangan dengan riang nya, saling bersahut-sahutan dan hinggap di atas ranting pohon lalu. turun lagi ke tanah untuk mematuk makanan.


Hari ini ada lah hari keberangkatan Tuan Garry dan Nyonya Lusya untuk kembali ke Swiss, Setelah sekian lama mereka berada di Jakarta, sejak meninggal nya Tuan George anak nya.


Setelah sarapan pagi, Tuan Garry dan Nyonya Lusya segera bersiap-siap. Pelayan pun telah membawa barang-barang mereka dan di masuk kan ke dalam bagasi mobil.


Rencana nya Glenno, Vanders dan Nyonya Clarisa serta Perawat nya akan ikut untuk mengantar mereka ke Bandara


Pak Erick juga telah memarkir kan mobil di depan teras supaya memudah kan mereka untuk masuk ke dalam mobil.


Setelah semua nya masuk ke dalam Mobil, Lalu Pak Erick pun menjalan kan Mobil keluar dari pekarangan rumah dan meluncur ke jalan Raya menuju ke arah Bandara.


Kurang lebih satu jam perjalanan, mereka pun tiba di Terminal tiga Bandara Soekarno Hatta.


Glenno di bantu Pak Erick untuk mengeluar kan barang-barang Opa dan Oma nya dari Bagasi mobil dan menaik kan ke troly yang telah di ambil oleh Vanders.


Tuan Garry dan Nyonya Lusya pun pamit pada Nyonya Clarisa dan Glenno serta Vanders.


Lalu Sebelum mereka masuk ke dalam Bandara, Nyonya Clarisa memeluk Mertua nya dan menangis.


" Kapan kita bertemu lagi Mami ?" ucap Nyonya Clarisa.


" Sabar ya Nak, Bila kamu bosan tinggal disini, Kamu boleh meminta ijin pada Glenno agar kamu berangkat ke Swiss !" ucap Nyonya Lusya.


" Nggak Bu, Aku kasian nanti Glenno dan Vanders tinggal sendirian !" ucap Nyonya Clarisa.


" Memang sebaik nya kamu tinggal di Swiss dulu dalam beberapa waktu !" kata Tuan Garry.


" Baik lah Papi, masalah itu nanti Aku pikir kan !" kata Clarisa


" Kalau kamu jadi mau ke Swiss, nanti kabarin Mami ya !" ucap Nyonya Lusya tersenyum.


" Baik lah Mami. " ucap Nyonya Clarisa.


" Baik lah Glenno, Oma dan Opa berangkat, Jagalah Mommy dan adik mu baik-baik ya ! " kata Tuan Garry.


" Baik lah Opa ! Sampai jumpa lagi. Hati-hati di jalan ya, Opa, Oma ! " ucap Glenno sambil memeluk Opa dan Oma nya. Begitu juga dengan Vanders.


Setelah itu, Tuan Garry dan Nyonya Lusya pun berjalan masuk ke dalam pintu keberangkatan.


Glenno serta Nyonya Clarisa memandang sampai kedua orang-tua tersebut menghilang dari pandangan mata, baru lah mereka kembali ke mobil.


Pak Erick yang telah menunggu, segera membuka pintu mobil, Lalu Nyonya Clarisa dan Vanders masuk kedalam mobil dan duduk di bagian tengah. Sedangkan Glenno duduk di bagian depan disamping Pak Eric yang mengemudi.


Pak Erick pun segera menjalan kan mobil untuk balik ke rumah.


Namun Setelah melewati jalan Tol, Pak Erick memperhatikan ada sebuah Mobil yang mengikuti di belakang mereka.

__ADS_1


Pak Erick lalu sengaja agak memperlambat kan jalan mobil nya, Siapa tahu mobil yang di belakang nya itu mau mendahului nya.


Namun ternyata tidak, mobil itu juga ikut memperlambat kan jalan nya.


Pak Erick berpikir bagaimana untuk bisa menghindari mobil tersebut. maka dia selalu untuk berusaha berjalan di tengah keramaian.


Pak Erick merasa khawatir dengan keselamatan Keluarga Bos nya, Dia ingin memberitahu pada Tuan muda Glenno, tapi dia takut Tuan muda nya nanti merasa Khawatir.


Akhir nya pada suatu jalan yang bercabang, Pak Erick memilih jalan yang lebih ramai kendaraan, walau pun memang lebih lama nanti baru sampai ke tujuan.


" Pak Erick, kenapa nggak ikut jalan yang satu nya ? biar cepat sampai ?" Tanya Glenno.


" Nggak papa Tuan muda, ikut jalan ini, biar kita aman !" jawab Pak Erick


" Memang nya ada apa Pak Erick ?" Tanya Glenno.


" Maaf Tuan Muda, dari tadi Aku perhatikan, Ada sebuah mobil yang mengikuti kita sejak dari Bandara, makanya aku mengambil jalan ini." Jelas Pak Erick.


" mobil yng mana itu Pak Erick ?" tanya Glenno.


" Mobil Avanza hitam yang ada di belakang kita itu Tuan Muda. !" kata Pak Erick. Glenno segera melihat di kaca spion yang ada di depan nya.


" Kalau begitu aku akan coba untuk menghubungi Ai Ling !" Ucap Glenno


" Baik lah Tuan Muda !" kata Pak Erick.


Glenno mengambil Hand-phone nya dalam saku nya, lalu dia menelpon Ai Ling.


" Iya.. haloo Glenno .." sapa Ai Ling.


" Ai Ling, kami dari Bandara, dan dalam. perjalanan kembali ke rumah, sejak dari Bandara tadi ada mobil yang terus mengikuti kami. " kata Glenno


" Ada mobil yang mengikuti ? lalu saat ini posisi kalian dimana ? " tanya Ai Ling.


" Kami sekarang berada di daerah Slp. sedang menuju ke rumah. " kata Glenno.


" Kalau begitu kalian harus merubah arah mobil mu menuju ke Kantor Polisi ! dan usaha kan untuk selalu berada di tempat yang banyak kendaraan. aku akan segera menghubungi Dante !" kata Ai Ling.


" Baiklah Terima-kasih Ai Ling !" Ucap Glenno.


" Pak Erick, dia masih mengikuti kita ya.. " kata Glenno.


" Iya dia tetap berada di belakang kita !" kata Pak Erick


" Kalau begitu, kita rubah arah Pak ! kita menuju ke Kantor Polisi. " Kata Glenno.


" Baik lah Tuan Muda !" ucap Pak Erick.


Lalu Pak Erick pun merubah tujuan, dan melaju kan mobil menuju ke Kantor Polisi.


πŸ‘‰ Bersambung ke Episode 29


### Mdo 23032021


πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. πŸ™πŸ™


Mohon maaf atas keterlambatan Up-date nya ya,


Soalnya beberapa hari ini kesehatan Author agak kurang baik. πŸ™


Baca juga Novelku yang lainnya.


Melangkah di tengah Badai


Gaun Pengantin buat Ellena

__ADS_1


__ADS_2