
Setiba nya di Pos Sekurity, Glenno segera melapor kan pada Petugas, Yang mana telah terjadi penculikan di Ruangan ICU.
Lalu melalui Petugas Sekurity itu pun menyebarkan berita nya kepada Sekurity lainnya yang sedang bertugas di Malam itu.
Dean tiba di Rumah-Sakit dan segera menemui Glenno.
" Tuan Muda, Bagaimana sampai Nyonya Clarisa bisa di Culik ?" tanya Dean.
Lalu Glenno pun mencerita kan pada Dean apa yang terjadi.
" Dia menyamar menjadi seorang Perawat." Kata Glenno
" Pantas saja, Maka nya Dia bisa lolos, dari pengamatan Anak-anak. " kata Dean.
Glenno melihat Jam di tangan nya, Pukul 19.45.
Glenno Lalu Menelpon Ai Ling untuk memberitahu Bahwa Nyonya Clarisa Di Culik.
" Haloo Glenno. " Sapa Ai Ling.
" Halo Ai Ling, Mommy di Culik ! " kata Glenno, Ai Ling terkejut.
" Kenapa sampai bisa terjadi Glenno?" tanya Ai Ling.
Glenno lalu mencerita kan kronologi nya kenapa sampai terjadi.
" Begitu lah Ai Ling, Penculik itu menyamar jadi Seorang Perawat, Sehingga membuat aku tidak merasa curiga sama sekali." Jelas Glenno.
" Kalau begitu, Kau juga harus waspada Glenno, Dan beritahu penjaga untuk memperketat penjagaan di Rumah ! " Kata Ai Ling.
" Baik lah Ai Ling !" kata Glenno.
" Okey, Aku akan segera telpon Dante untuk memberitahu. " kata Ai Ling, Lalu mengakhiri panggilannya.
Glleno pun menghampiri Dean.
" Dean, Perintah kan Anak-anak untuk lebih memperketat kan penjagaan di rumah. Lindungi Vanders !" Perintah Glenno.
" Baiklah Tuan Muda ! " Jawab Dean.
Lalu Dean pun segera menelpon para Bodyguard nya untuk memperketat kan penjagaan di rumah Tuan Muda Glenno.
πΎπΎπΎ
Sementara itu Ai Ling, Sesudah menerima telepon dari Glenno, Dia pun segera menelpon Dante untuk mengabari nya.
Ai Ling pun mencerita kan pada Dante tentang Kronologi nya.
Lalu Dante kata kan, Akan menjemput Ai Ling untuk ke Rumah-Sakit.
Ai Ling pun bersiap-siap, sambil menunggu Dante datang menjemput nya.
Begitu Ai Ling menelpon nya, Dante pun segera menelpon ke Kantor Polisi, Dia perintah kan teman nya yang sedang bertugas. Agar lebih memperketat kan penjagaan nya terhadap Clarina dan tidak mengijin kan siapa pun yang datang menemui nya.
Juga Dante menghubungi Pak Tobby, Sebagai Komandan, agar memerintah petugas yang berada di Lapangan untuk Mengecek setiap mobil yang menuju keluar kota.
Sesudah itu Dante pun bersiap untuk menjemput Ai Ling dan mereka akan menemui Glenno di Rumah-Sakit.
Tak lama kemudian, Dante pun datang ke rumah Ai Ling untuk menjemput nya ke Rumah-Sakit.
" Sabar ya Dan, Aku mengambil Jacket ku dulu ! " Kata Ai Ling begitu melihat Dante Datang, Dan Dia pun berlari ke dalam untuk memgambil Jacket nya.
Lalu mereka pun segera menuju ke Rumah- Sakit.
Setiba di Rumah-Sakit, Mereka melihat Glenno sedang berdiri dengan Dean dan Seorang Bodyguard nya.
__ADS_1
Ai Ling dan Dante pun segera keluar dari mobil dan menemui Glenno.
Dante segera menjabat tangan Glenno dan Dean.
" Selamat Malam ! " sapa Dante.
" Selamat Malam ! " Ucap Dante dan Dean bareng.
" Aku Kira yang menyamar itu adalah Vanda ! Siapa lagi, Kalau bukan Kaki tangan Clarina yang melaku kan semua ini. " Kata Dante.
" Aku juga pikir Demikian !" Kata Ai Ling.
" Aku bingung, Dendam apa yang membuat Clarina ingin Menghancur kan keluarga ku ?!" Kata Glenno
" Kunci Jawaban nya berada di tangan Tante Clarisa. " kata Ai Ling.
" Iya, Aku baru senang, Mommy telah pulih kembali ingatan nya, kini datang lagi masalah baru, kasihan Mommy, dia pasti sangat Lelah !" kata Glenno Sedih.
" Iya Glenno, Kamu yang kuat ya !" kata Ai Ling.
πΎπΎπΎ
Suasana malam yang sepi, Di heboh kan dengan sirene dari mobil Polisi yang bertugas di jalan raya.
Malam ini, Tiba-tiba mereka mendapat perintah dari atasan nya untuk memeriksa setiap mobil yamg mencuriga kan, dan ada juga yang stanby Di Jalan yang menuju keluar Kota atau pun pinggiran Kota.
Sebuah mobil Grand Max berwarna hitam Melaju di Jalan raya, Di dalam nya terdapat dua orang Pria yang berperawakan besar dan tinggi, juga ada Seorang Wanita yang masih mengenakan Baju Perawat,
Dan di samping Wanita itu, ada juga seorang Wanita yang dalam keadaan terikat, mulutnya terdapat Esolasi, sedangkan kepala Dari Wanita tersebut, masih ada Ferban yang melingkar di kepala nya. Dan wanita itu kelihatan sedang pingsan, mungkin karena di bius.
" Hati-hati Jo, jangan sampai menimbul kan kecurigaan Polisi. " kata Perempuan itu.
" Baik lah Nona Vanda!" ucap Sopir nya. Mereka pun melaju kan mobil nya menuju ke arah keluar kota.
Orang yang duduk di kursi bagian depan, Di samping sopir, segera menghubungi Dean.
" Hallo Tuan, Kami telah bertemu dengan target, Dan sekarang kami sedang terus mengikuti Mereka dari belakang." Kata Orang tersebut.
" Baik lah Gerda, Ikuti lah terus, Jangan Sampai mereka berhasil lolos. " Perintah Dean.
" Baik lah Tuan. " Jawab orang yang di panggil Gerda itu.
Mobil Gerda terus mengikuti, kearah mana mobil penculik itu pergi.
Sementara Mobil yang di ikuti itu belum sadar kalau mobil mereka sedang di buntuti oleh mobil Avanza hitam itu, Karena masih terhalang oleh mobil lain nya yang sedang berlalu lalang.
Dante yang mendengar Dean menerima telpon tadi, Lalu menyuruh Dean agar memberitahu anak buah nya untuk Share lokasi.
Dan Dean pun segera memerintah kan Gerda untuk Share Lokasi.
Tak lama kemudian Gerda pun mengirim kan Lokasi nya, lengkap dengan Plat nomor mobil yang di kejar nya.
Dan Dean pun segera mengirim kan nya ke Hand-phone nya Dante.
Lalu Dante pun segera mengirim nya pada Pak Tobby.
Setelah Menerima Peta Lokasi dimana Penculik nya berada, Pak Tobby pun segera menyebar kan untuk anak buah nya yang saat itu sedang bertugas di lapangan. Lalu mobil-mobil pemburu itu pun menuju ke lokasi yan di kirim oleh atasan nya.
Ketika sampai pada sebuah tikungan, Mobil Vanda itu pun membelok masuk ke jalan sempit yang menuju keluar kota itu.
Tiba-tiba Gerda pun segera melaju kan mobil nya mengejar mobil penculik itu.
Jo. Sopir penculik itu baru sadar, kalau dia sedang di ikuti.
" Nona Vanda, Rupa nya Ada mobil yang sedang mengikuti kita !" seruJo.
__ADS_1
" Kenapa Bisa Jo? Cepat cari jalan untuk menjauh !" Kata Vanda.
" Baiklah Non !" kata Jo. Lalu mencari akal bagaimana agar dapat menghindar dari mobil Avanza hitam tersebut.
Sedang kan Gerda, langsung kembali meng share lokasi untuk Dean.
Mobil Vanda tiba dekat sebuah Gudang tadi daerah yang amat sepi, di belakang gudang itu, adalah hutan yang terdapat banyak pohon-pohon yang besar dan berdaun lebat.
Jo memberhenti kan mobil nya di dalam Hutan Alang-Alang yang tumbuh tinggi, Sehingga dapat menutupi keberadaan mobil itu.
Gerda pun menyuruh rekan nya yang mengemudi kan mobil, untuk berhenti jauh dari tempat itu.
Ketika Gerda dan Teman-teman nya keluar dari mobil, Mereka juga mendapati Ada 2 mobil polisi, yang sedang berhenti dan para personil Polisi itu pun keluar dari mobil lengkap dengan senjata nya.
Gerda lalu menghampiri mereka dan memberitahu tentang target mereka.
Lalu Mereka pun berpencar, Setelah mengatur Strategi nya. Dengan mengendap-ngendap, Mereka pun maju kearah Gudang tua tersebut.
Lalu bersembunyi di balik Hutan alang-alang.
Vanda bersama seorang Bodyguard nya segera Keluar dari mobil dan berjalan menuju ke belakang gudang, Mereka tak sadar kalau Polisi telah mengepung mereka.
Vanda segera membuka pintu gudang, Lalu Menelpon Anak buah nya untuk segera membawa Nyonya Clarisa ke dalam Gudang tersebut.
Anak buah nya Pak Tobby, yaitu Polisi yang sedang bertugas itu, saat ini sedang mengawasi Gerak-gerik Vanda dan Anak buah nya, Mereka belum mau bertindak Gegabah, Karena Bila mereka salah perhitungan, bisa-bisa Nyawa Nyonya Clarisa yang terancam.
Dua orang anak buah nya Vanda, membopong Nyonya Clarisa yang dalam keadaan tidak sadar itu, Dan Membawa nya masuk ke dalam Gudang.
2 orang Polisi dengan perlahan menyusup di dalam hutan Alang-alang, dan mereka menemu kan mobil yang di guna kan oleh Vanda dan teman-teman nya.
Salah seorang Polisi segera bertindak untuk mengempes kan ban mobil nya, dengan cara melepas kan ****** di ban mobil tersebut.
Dan mereka mengintip di balik kaca jendela mobil, ternyata mobil nya telah kosong.
Lalu Mereka pun menuju ke dekat gudang tua itu dan bergabung dengan teman Polisi yang lain nya.
Sebagian Polisi bersama anak buah nya Dean, yang berada di bagian belakang gudang pun mengendap-ngendap kedekat pintu belakang gudang itu.
Vanda memerintah anak buah nya, Untuk meletak kan Nyonya Clarisa di Atas Sebuah Kursi malas, Yang ada di dalam gudang itu.
" Ikat Kaki dan Tangan nya. untuk Selanjut nya, Kita menunggu perintah dari Boss! Setelah itu Kita pergi, Sebelum Polisi menemu kan jejak kita." Perintah Vanda.
" Baiklah Boss ! " Kata para bandit itu, lalu mereka pun mengikat Kaki dan tangan Nyonya Clarisa yang masih dalam keadaan terbius itu
Rombongan Dante, Ai Ling, Glenno dan Dean, juga seorang bodyguard pun tiba di daerah Gudang tua itu. Tapi ketika mendapat informasi dari Polisi yang berada di TKP itu, membuat mereka tidak keluar dari mobil, Sampai mereka menunggu informasi selanjut nya.
Setelah selesai mengikat Nyonya Clarisa, Mereka pun segera membuka kan pintu gudang untuk keluar, Dan di saat itu pun Polisi segera bertindak sesuai dengan rencana mereka.
Anak buah nya Dean pun segera berlari masuk kedalam gudang untuk menolong Nyonya Clarisa, Sedang kan Polisi langsung menyergap Vanda dan Anak buah nya. Namun mereka pun mengada kan perlawanan, Rupa nya Vanda juga mempunyai Ilmu bela diri yang cukup tinggi. Akhir nya perkelahian pun terjadi antara Polisi dan Vanda Cs.
π Bersambung ke Episode 33
Mdo07042021
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ
Mampir juga di Novelku yang lain nya.
Melangkah di Tengah Badai
Gaun Pengantin buat Ellena
Mobil patroli Polisi pun segera berpencar untuk mencari
__ADS_1