
Perkelahian yang terjadi Antara Polisi dengan Vanda dan Anak buah nya Vanda.
Gerda, Anak buah nya Dean segera melepas kan Nyonya Clarisa dan teman Gerda, yang lain nya berusaha membantu polisi untuk membuat celah agar Nyonya Clarisa bisa di bawa keluar ke Mobil.
Polisi yang berjaga di bagian depan Gudang, mendengar suara kericuhan, Mereka pun segera berlari ke bagian belakang Gudang.
Dan begitu melihat perkelahian seru terjadi antara Polisi dengan Vanda dan Orang-orang nya Vanda, Mereka pun cepat turun tangan.
Tak lama kemudian, Orang-orang nya Vanda berhasil di Ringkus, Namun Vanda berhasil melari kan diri, Dan menghilang ke dalam hutan. beberapa orang polisi berusaha untuk mengejar nya.
***
Polisi pun segera memborgol Anak buah Vanda yang tertangkap, dan mereka bertiga, Segera di masuk kan ke dalam mobil Polisi.
Gerda dan teman nya yang berhasil membawa keluar Nyonya Clarisa dari dalam Gudang tersebut.
Dante pun segera keluar dari mobil, dan menemui Polisi yang membawa Anak buah nya Vanda kedalam Mobil.
Lalu Dante pun memerintah kan mereka, untuk membawanya Langsung ke kantor Polisi.
Glenno, Dean dan Ai Ling pun segera keluar dari mobil, Begitu melihat Gerda dan teman nya membopong Nyonya Clarisa.
" Bawa ke mobil kita saja." Kata Ai Ling.
Dean lalu memiring kan kursi bagian tengah, Lalu Gerda dan teman nya memasuk kan Nyonya Clarisa kedalam mobil, di Sandar kan badan Nyonya Clarisa pada Kursi.
Lalu Ai Ling dan Glenno pun segera masuk ke dalam mobil, Untuk bisa menyangga tubuh Nyonya Clarisa.
Setelah Dante selesai mengurus orang-orang nya Vanda Dia pun kembali ke mobil.
Lalu Dante pun segera membawa kan mobil nya menuju ke Rumah-Sakit.
Dalam perjalanan, tiba-tiba Nyonya Clarisa bergerak.
" Glenno ! Mommy haus. " kata Nyonya Clarisa, Tapi mata nya masih dalam keadaan tertutup.
Ai Ling mengambil Botol Air mineral yang ada disitu, Lalu membuka nya, dam memberi kan pada Glenno.
Glenno lalu memberi kan air minum pada Mommy nya.
" Mommy, ini minum nya." Kata Glenno perlahan.
Nyonya Clarisa lalu. membuka mata nya perlahan dan meminum air pemberian Glenno.
" Glenno ! kita dimana ya, Glenn?" Tanya Nyonya Clarisa.
" Kita Berada dalam mobil Mom, sedang menuju ke Rumah-Sakit." kata Glenno.
" Ke Rumah-Sakit ? Bukan kah tadi Mommy di Rumah-Sakit ?" Kembali Nyonya Clarisa bertanya.
" Iya, Mommy tenang ya, Nanti Aku jelas kan bila Mommy telah sembuh." kata Glenno.
Dante pun Membawa Mobil nya dengan kecepatan Standar.
Setibanya di Rumah-Sakit, Dean segera mengambil Brankar Dorong, Lalu Glenno dan Dean pun mengangkat Nyonya Clarisa dan segera membaringkan nya di atas Brankar, lalu mendorong nya kembali ke ruang ICU.
Setelah urusan Nyonya Clarisa selesai, Ai Ling Mengikuti Dante ke Kantor Polisi.
Setiba nya Di Kantor Polisi, Rombongan Polisi yang membawa Anak buah nya Vanda, baru saja tiba.
Dante segera memarkir kan mobil nya di parkiran, Lalu Dia bersama Ai Ling keluar dari mobil dan mengikuti teman-teman nya Vanda yang di giring oleh Polisi, masuk ke dalam Kantor.
Di Dalam Kantor, Pak Tobby telah menunggu mereka.
πΎπΎπΎ
__ADS_1
Sementara itu di Rumah-Sakit, Dokter dan Perawat Segera datang untuk memeriksa keadaan Nyonya Clarisa, Atas perintah Dean, Dean mengancam, akan melapor kan Rumah-Sakit tersebut, atas kurang ketat penjagaan nya dan tidak aman buat keselamatan pasien, Sehingga Pasien nya di Culik tanpa di Ketahui oleh Petugas keamanan.
Dokter dan Perawat itu pun masuk ke dalam Ruangan ICU, Tempat Nyonya Clarisa di Rawat.
" Selamat Malam Pak Glenno, Kami minta maaf, Karena Keteledoran petugas kami, Sehingga Nyonya Clarisa bisa di Culik ! " Kata Dokter nya pada Glenno.
" Selamat Malam Dokter! Iya Dokter, Aku Pribadi sangat menyesal pada kejadian tadi. Aku tau Rumah sakit ini adalah Rumah-Sakit yang ternama, Maka nya Aku berani membawa Ibu ku kesini. " kata Glenno.
" Dan untungnya Ibu Ku berhasil di tolong, Seandainya bila ibu ku sampai kenapa-kenapa, Aku bisa menuntut Rumah sakit ini." Kata Glenno kembali.
" Benar Pak Glenno, Sekali lagi kami mohon maaf. " Kata Dokternya sambil meletak kan kedua tangan nya di dada.
" Ini Bukan Salah Dokter, Tapi ini ada lah Kelemahan dari ketua keamanan nya, dan juga para Perawat nya. Sekali pun telah ada keluarga yang jaga, Perawat pun harus selalu ikut jaga, untuk menghindar hal-hal yang tak terduga, yang bisa saja terjadi, Seperti kejadian yang menimpa Ibu ku tadi. " Kata Glenno kembali.
" Baik lah Pak Glenno, ini adalah sebuah pengalaman bagi kami di Rumah-Sakit ini, dan kami akan mengevaluasi kan kembali dengan Pimpinan Kami. " Kata Dokter tersebut.
" Terima-kasih Dokter! " ucap Glenno.
" Baiklah kalau begitu, Sekarang aku akan periksa keadaan Nyonya Clarisa." Kata Dokter, Lalu mulai memeriksa Nyonya Clarisa.
Setelah Selesai periksa, Dokter pun menarik napas Lega.
" Bagaimana dengan keadaan Ibu Ku Dokter? " Tanya Glenno.
" Syukur lah Pak Glenno, Kesehatan Nyonya Clarisa sudah mulai membaik, Sekarang hanya masih terpengaruh obat bius, yang
mungkin tadi mereka beri kan! " Jelas Dokter.
" Terima-kasih Dokter. " ucap Glenno
" Baik lah Pak Glenno, Aku tinggal kan dulu, Untuk Sementara biar lah Nyonya Clarisa beristirahat, Nanti kita melihat kembali perkembangan nya besok." kata Dokter kembali.
Setelah Dokter pergi, Glenno pun menelpon Dean, menyuruh nya untuk masuk ke dalam Ruang ICU.
" Dean, perintah kan Anak-anak untuk memperketat kan penjagaan di depan Ruang ICU, dan di Rumah juga di Perketat kan.
" Baiklah Tuan Muda. " ucap Dean.
" Vanda pasti akan terus menjalan kan Misi nya, Maka mulai sekarang kita Harus lebih Waspada, Baik Di Rumah, Juga di Kantor. " Glenno menjelas kan pada Dean.
" Iya Tuan Muda, Mulai Besok Aku akan menyuruh Anak-anak untuk memperketat kan penjagaan di Kantor." kata Dean.
" Iya Dean, Saya juga pikir itu sangat baik, Aku percaya Pada mu, Dean !" Kata Glenno.
" Terima-Kasih atas kepercayaan Tuan Muda. " Ucap Dean.
Nyonya Clarisa yang masih terpengaruh oleh obat bius, Masih tertidur lemas.
πΎπΎπΎ
Vanders yang baru saja bangun dari tidur nya di kejut kan oleh dering telpon yang berasal dari Glenno.
" Dek, Hari ini kamu nggak usah ke Sekolah, Nanti Kakak menelpon kepala Sekolah untuk meminta ijin!" Kata Glenno.
" Ada apa Kak? Bagaimana keadaan nya Mommy? " Tanya Vanders.
" Mommy Sudah Mulai membaik, Kamu ikut saja apa yang kakak kata kan! Jangan keluar dari Rumah, Kakak telah memperketat kan penjagaan Di Rumah ! " jelas Glenno.
" Baiklah kak ! " Jawab Vanders, Meski pun hati nya penuh dengan tanda tanya.
" Oh Iya, Tolong beritahu pada Kepala Pelayan, Tukang kebun dan juga para Sekurity yang bertugas, Agar tidak boleh mengijin kan siapa pun juga untuk masuk ke Rumah atau pun di halaman Rumah ! " kata Glenno kembali.
" Baik lah Kak ! " Ucap Vanders. Lalu Glenno pun segera mengakhiri pembicaraan nya.
Setelah selesai berbicara dengan Glenno di Hand-phone,
__ADS_1
Vanders lalu bangun dari tempat tidur nya dan masuk ke kamar mandi, Lalu mandi.
Sesudah mandi, Vanders pun segera turun ke Lantai bawah dan mengumpul kan semua Sekurity, pelayan dan Tukang kebun yang ada di Rumah nya. Lalu dia menyampai kan Pesan nya Glenno.
Sesudah itu Dia pun ke Meja Makan untuk Sarapan.
Vanders sangat merasa sepi, Semenjak kepergian Opa dan Oma nya, Dia sudah merasa kehilangan, Apalagi sekarang, Dia hanya seorang diri, duduk menikmati sarapan nya, Semua nya terasa begitu Hambar.
πΎπΎπΎ
Sementara itu dengan Vanda..
Ketika Polisi berhasil meringkuk Anak buah nya, Dengan cepat dia pun berlari masuk ke dalam Hutan, karena Sangat gelap, dia pun bersembunyi di balik Semak-semak yang sangat rimbun. Dia pun tak menghirau kan kaki nya yang tergores akibat kena duri-duri yang tajam.
Dia mendengar bunyi langkah-langkah kaki Polisi yang sedang mengejar nya.
Dia tetap bersembunyi sampai dia mendengar suara langkah-langkah kaki itu mulai menjauh dari tempat dia bersembunyi, Baru lah dia segera berjalan perlahan-lahan menuju ke tempat mobil, yang mereka sembunyi kan itu.
Tapi sialnya, ketika Sampai di mobil, dia mendapati ban mobilnya sudah kempes.
Akhir nya Karena lelah, Dia pun masuk ke dalam mobil dan tidur di dalam mobil.
Pagi-pagi dia terbangun, Di Saat Matahari telah bersinar menembusi kaca mobilnya. Dia melihat ke kiri dan Kanan, Suasana nya masih sangat sepi. Apalagi Disitu dekat dengan hutan, dan Gudang tua itu telah lama tidak lagi di pakai.
Setelah Dia yakin benar-benar telah aman bagi diri nya, Dia pun segera keluar dari mobil dengan mengguna kan Jacket, Topi dan Kaca mata Hitam dan Masker, yang dia simpan di mobil nya, Dia berjalan menuju ke jalan Raya.
Vanda melangkah di atas trotoar, meski pun hati nya masih Was-was, takut kalau-kalau Polisi masih mengintai diri nya.
Dia merasa sangat Lapar, Karena Sejak kemarin Siang, Dia belum makan apa-apa. Lalu dia pun mampir di salah satu Warung yang menjual Nasi Uduk.
" Nasi uduk nya Satu porsi Bu !" kata Vanda pada penjual Nasi uduk itu.
" Baiklah Bu, Silahkan duduk bu! " Kata Ibu penjual nasi uduk itu.
Lalu Vanda pun duduk menghadap ke Samping. Belum ada pengunjung lain, Rupanya Vanda adalah Orang pertama yang mengunjungi warung itu.
" Masih Sepi ya Bu ? " Tanya Vanda.
" Iya Bu, Ibu orang pertama yang Masuk ! Akhir-akhir ini memang agak sepi bu, soal nya akhir bulan. biasa nya begitu bu !" kata ibu itu.
" Ohh begitu ya Bu ! " kata Vanda, Sambil menyuap kan Nasi uduk ke dalam mulut nya.
Setelah Selesai makan dia pun membayar nya.
" Aduh maaf Bu, belum ada kembalian. " kata ibu penjual nasi uduk itu.
" Udah nggak papa Bu! biar untuk Ibu saja semua nya ! " kata Vanda.
" Ohh. Makasih banyak ya Bu ! " ucap Ibu Penjual Nasi uduk itu, merasa senang.
" Sama-sama Bu, Aku Pamit ya ! " kata Vanda. Lalu dia pun berjalan menyusuri Trotoar sambil melihat-lihat kalau ada taxi yang lewat, karena disitu luar kota, tak mungkin ada Taxi On-line.
π Bersambung ke Episode 34
Mdo 07042021
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ
Mampir juga di Novelku yang lainnya.
Melangkah di Tengah Badai
Gaun Pengantin buat Ellena
__ADS_1