Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 3 keluarga Tuan George.


__ADS_3

Glenno yang berpakaian Hitam hitam turun dari mobil dan melangkah masuk kedalam rumah besar itu, kakinya goyah, namun dia tetap berusaha untuk menguatkan dirinya dan hatinya untuk terus melangkah masuk kedalam rumah besar tersebut.


Pa Beno yang melihatnya tak mampu untuk menyapa.. dia hanya mengikutinya dan membawa masuk barang barangnya Tuan mudanya kedalam rumah, dia tahu saat ini Tuan mudanya sangat terpukul dengan kematian Ayahnya Tuan George yang penuh misteri ini.


Sampai didalam rumah, Glenno menuju ke kamar Tuan George dia membukakan pintunya dengan mengabaikan Polisi line yang ada disitu. didepan pintu dia berdiri dengan kaku dan diam..


membayangkan Daddy nya yang selalu memanjakannya, membayang wajah Daddy nya yang sedang tersenyum , membayangkan Daddy nya yang sedan bercanda dengannya.. semua melekat dalam pelupuk matanya..air matanya mengalir dengan derasnya tak terbendung lagi dan tiba tiba dia berteriak histeris..


" Daaaaddddyyyyy!!!!!! " teriaknya. lalu menjatuhkan dirinya dan telungkup ditengah pintu kamar.


Clarisa yang berada bersama Vanders dikamar sebelah berlari keluar karena terkejut mendengar teriakan histerisnya Glenno.


" Glenno......kamu pulang nak ?! " teriak Clarisa sambil memeluk Glenno dan menangis kuat kuat. begitupun juga dengan Vanders..


" Daddy mu.. Daddy mu Glenno.. Daddy telah pergi.. " ucap Clarisa terbata bata dan menangis tersedu sedu.


Glenno bangun berdiri dan memeluk Mommy nya sambil menangis tersedu sedu.


" Mommy siapa yang sekejam itu telah membunuh Daddy Mom.. Daddy orang baik Mom, tidak mungkin Daddy nyakitin orang " Glenno memeluk Mommy nya erat erat dan tersedu dalam pelukan Mommy nya.


" iya Daddy mu orang baik, kenapa ada yang jahat padanya. Mommy sendiri bingung, tidak tau mau buat apa.. makanya kita serahkan saja pada Polisi nak, biar Polisi yang menyelidikinya. " kata Clarisa sambil membelai rambut anaknya.


Clarisa lalu mengajak Glenno untuk duduk di sofa.. Vanders pun mendekati mereka lalu duduk bersama mereka..


" Mommy sudah mengabari Opa dan Oma mu Di Swiss, sebentar mereka akan segera berangkat kesini dan malam nanti mereka tiba disini. juga keluarga keluarga dekat semuanya sudah Mommy kabarin. " ucap Clarisa.


" bagaimana dengan oma Mom, Oma pasti merasa terpukul mendengar berita ini karena oma sangat menyayangi anak anaknya terutama Daddy. " ucap Glenno


seorang maid keluar membawa 3 cangkir teh hangat dan meletakkan di atas meja yang ada di depan mereka.


ketika itu para orang orang kepercayaan Tuan George telah datang dengan mengusung peti mati, tadi mereka disuruh Clarisa untuk membelinya. peti mati berwarna putih dan dihiasi dengan lukisan lukisan dari emas.


Clarisa memberi kepercayaan buat mereka untuk mengatur ruangan tempat Jenasah akan disemayamkan untuk sementara, karena masih menunggu Orang tua dan saudara Saudara dan kerabat Tuan George dari jauh. Mereka bekerja dengan giat, seluruh ruangan di bersihkan sampai di halaman rumah. dipasang tenda dihalaman depan sampai di bagian samping rumah.


Jam 5 sore Clarisa mengajak Glenno dan Vanders ke Rumah sakit tempat Jenasah Tuan George di otopsi.mereka membawa serta Pakaian lengkap Tuan George atas permintaan pihak Rumah sakit karena jenasahnya akan dimandikan dan dibersihkan sekalian di rumah sakit


mereka duduk di kursi ruang tunggu di Rumah sakit.mereka menunggu dengan hati yang berdebar-debar dan penuh kesedihan.


Seorang Polisi keluar dan menghampiri mereka untuk konfirmasi.


tak lama kemudian Jenasah Tuan George pun didorong keluar untuk dibawa ke Ambulans.


Clarisa serta anak anaknya menyambutnya dengan tangisan pilu. mereka membuka tutup wajah Tuan George


" George... mengapa secepat itu kamu pergi ??? siapa yang lakukan semua ini ??" tangis Clarisa pilu


" Daddy... Daddy... " hanya itu yang dapat diucapkan oleh Vanders.


" Daaaddyyy! " teriak pilu Glenno... mereka tak sanggup lagi berkata kata melihat wajah Orang yang sangat dikasihinya, hanya tangisan pilu dari mereka yang meratapi jenasah Tuan George.


Clarisa mendekati Polisi dan bertanya pada Polisi.


" bagaimana hasil otopsi suami saya Pa ? " tanya Clarisa dengan air mata berurai.


" Nyonya Hansderson, Tuan George terbunuh dengan 4 satu tusukan, yang satu tusukan di punggungnya, 2 tusukan kena di lambungnya dan yang satu tusukan pas kena di jantungnya. mungkin waktu tusukan pertama Tuan George coba melawan tapi karena menahan sakit, akhirnya si pembunuh itu berhasil memberi tusukan tusukan kembali. tapi tadi kami tidak menemukan pisau ataupun adanya benda tajam lainnya, pembunuh itu benar benar menghilangkan jejaknya.." kata Polisi " kami harap Nyonya dapat bersabar, team kami sedang mengadakan penyelidikan .dan ini adalah hasil otopsinya" kata Pak Polisi itu sambil menyerahkan amplop yang berisikan hasil otopsinya.


" Baik pak, saya dan anak-anak saya sangat mengharapkan kasus ini dapat segera terungkap. karena kami merasa yang tersakiti. tolonglah Pak. " ucap Clarisa sedih.

__ADS_1


"baiklah Nyonya, Kami akan berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan kami. " ucap pak Polisi.


" baiklah terimakasih Pak ! " ucap Clarisa


" sama sama bu. " ucap Polisi " baiklah Nyonya, kita akan segera berangkat. " ucap Polisi


" baiklah Pak " ucap Clarisa. dan mereka segera mendorong Jenasah Tuan George ke arah Ambulans diparkirkan.lalu Ambulans segera dijalankan.


Begitupun Clarisa dengan anak anaknya segera naik ke mobil dan Sopirnya segera menjalankan mobil mengikuti Ambulans dari belakang.


Setibanya dihalaman telah banyak orang yang berkumpul dan Clarisa serta Glenno dan Vanders melangkah cepat ke depan pintu rumah untuk menyambut kedatangan jenasah Tuan George masuk kedalam Rumah..


Ambulans berhenti para orang orang Tuan George segera mengusung Jenasahnya keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah disambut oleh isak tangis Clarisa dan anak anaknya juga para pelayat yang tak lain adalah para karyawan Hansderson Group dan juga para tetangga mereka.


jenasahnya langsung dimasukkan kedalam Peti yang telah disiapkan.


para pelayat baik sahabat maupun rekan rekan bisnisnya terus berdatangan, karangan bunga, karangan bunga pun banyak yang dikirim dari para sahabat maupun dari rekan rekan bisnisnya.


Para pelayat datang dan menjabat tangan Nyonya Clarisa beserta Glenno dan Vanders.


Mereka semua menyatakan turut berdukacita atas meninggalnya Tuan George Hansderson.


Mereka semua menyatakan turut merasa kehilangan atas kematian Tuan George Hansderson sebagai sosok yang selama ini mereka kagumi, karena Tuan George adalah seorang Pengusaha besar yang sukses juga terkenal sebagai sosok yang baik dan ramah. namun yang mereka sesali akan kematian Tuan George yang begitu tragis dan penuh misteri.


Malam itu Ayah, Ibu, kakak dari Tuan George telah tiba dari Swiss. mereka sudah lama pulang ke Swiss sejak Tuan George belum menikah, makanya semasa hidupnya bila ada kesempatan George selalu mengunjungi mereka di Swiss.


Begitu memasuki pintu rumah dan melihat Anaknya terbaring di dalam peti mati, Nyonya Lucya Vincent menangis pilu, Ayahnya Tuan Garry Hansderson juga tak dapat berkata kata hanya bisa memeluk istrinya yang begitu sedih kehilangan putranya.dan kakaknya, Tuan William Hansderson serta istri Corry menangis pilu didepan jenasah adiknya.


" siapa yang telah membunuhmu George? " jerit Tuan William.."aku akan menuntutnya. " Ucap Tuan William kakaknya Tuan George.


" yang kuat ya anakku.. George telah duluan pergi untuk menyiapkan tempat bagi kita di rumah Bapa di Surga " bujuk Nyonya Lucya karena dia tahu George sangat mencintai istrinya dan begitu juga dengan Clarisa, dia sangat mencintai George dan George sering bercerita pada ibunya bila dia ke Swiss. dan pernah beberapa kali juga George ke Swiss dengan membawa anak anak dan istrinya.


" aku tak sanggup kehilangan George Mom. " ucap Clarisa.


" tapi kamu harus kuat, kamu masih punya Glenno dan Vanders yang masih butuh perhatianmu, kamu harus bisa menjaga mereka. " ucap Nyonya Lucya kembali.


" Iya Mommy " jawab Clarisa.


🌿🌿🌿🌿


Hari Pemakaman


Dua hari kemudian setelah semua keluarga dekat maupun para kerabat semua telah berkumpul, maka pemakaman pun segera dilaksanakan..


acara pemakaman dihadiri oleh semua saudara dan kerabat, tetangga dan para Karyawannya juga Rekan rekan bisnisnya.


Karena Tuan George terkenal sangat baik dan murah hati terhadap siapa saja dengan tidak pernah memandang status orang yang dia tolong.


Glenno membimbing Mommy nya turun dari mobil ketika tiba di pemakaman. sedangkan Vanders bersama omanya. mereka kini berada di pemakaman keluarga Hansderson dimana disini Oma dan Opa dari Tuan George pun dimakamkan bersama keluarga lainnya.


Gerimis jatuh satu-satu membasahi bumi seakan ikut menangisi kepergian Tuan George.


Clarisa memeluk Glenno erat erat ketika Peti mati Tuan George di masuk kan kedalam perut bumi. Glenno pilu melihat orang yang dikasihi dan mengasihinya telah tertutup dengan tanah..


Sepulang dari pemakaman, Tuan William masuk kedalam kamar dan menelpon seseorang.


" halo Harrys.. " sapa tuan William

__ADS_1


" halo William, apa kabar?! " ucap Orang yang dipanggil Harrys.


" Harrys aku butuh kamu, aku sekarang di Jakarta.. bisakah kamu menemui aku ?? " kata William


" aku akan menemui mu, bila aku telah kembali, aku sekarang berada di Singapore. " kata Harrys.


" kapan kamu kembali.. ? " tanya William


" Besok pagi ! " seru Harrys


" baik aku menunggumu. " ucap William


" okey, begitu tiba Jakarta aku langsung mengabari kamu. " kata Harrys


" aku tunggu " ucap William sambil menutup pembicaraan di handphonenya.


William sangat menyayangi adiknya dia tahu adiknya adalah orang yang sangat baik, mana mungkin ada musuh.. dan bila orang tersebut membunuh George karena mau merampok, sangat tidak mungkin karena barang barang mereka masih utuh tidak ada satupun yang hilang. apalagi pintu kamar dalam keadaan terkunci begitupun dengan jendela.dan lebih tidak mungkin kalau Tuan George bunuh diri sendiri, karena ada satu tusukan dipunggung. lalu siapa ????1


besok pagi Harrys telpon


" halo William.. " sapa Harrys


" halo Harrys.. dimana sekarang posisimu ?" tanya William. William baru saja bangun ketika Harrys telpon, dia masih berada dikamar dan dia tak ingin ada orang yang mendengar pembicaraannya dengan Harrys.


" aku telah tiba di Jakarta. sekarang aku akan menemui kamu. dimana kita bertemu ?? " tanya Harrys.


" aku menunggumu di Hotel Z.. aku akan segera kesana. ? " ucap William


" baiklah aku juga segera pergi. " ucap William lalu menutup pembicaraan di handphonenya. lalu diapun hubungi Glenno melalui WA. Glenno membacanya dan segera bangun dan mandi .


William segera bangun lalu mandi lalu bersiap siap untuk menemui Harrys di hotel Z


Begitu William keluar dari kamar, Glenno juga telah siap siap dan menunggunya diruang tamu lalu mereka berdua pergi dengan mengendarai mobil yang dikemudikan oleh Glenno.


mdo 28122020


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


terima kasih buat pembaca setiaku .


jangan lupa ya


Like


Vote


komen


jangan lupa juga mampir di Novelku yan lainnya ya..


Melangkah ditengah Badai


Gaun Pengantin buat Elena


Raja Ampat in Love


*******

__ADS_1


__ADS_2