Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 38 Ke lereng gunung


__ADS_3

Mentari mulai menyusup perlahan dan tersenyum dibalik Awan, kicauan burung pipit sambil beterbangan dan hinggap di dahan pohon, Tetes tetes Embun pagi, masih menggelantung di atas daun, dan jatuh menetes ditanah, lalu lenyap di telan bumi.


Sedangkan kabut yang masih membalut lembah sunyi, Perlahan-lahan, tersingkap oleh sinar matahari.


Di Gubuk tua, di lereng gunung itu, Tampak lah wanita paruh baya itu sedang membersih kan halaman rumahnya. Walau pun hanya sebuah gubuk kecil yang telah reot dan tak layak di pakai untuk Orang-orang yang berada di kota Besar, Namun bagi Bu Pinah, Sudah sangat bersyukur karena Gubuk tersebut telah dapat melindunginya dari terik nya matahari dan basah nya air hujan. Biar hanya sebuah gubuk reot, namun dalam rumah serta halaman selalu bersih dan tertata rapi.


Gading sedang berada di kebun belakang rumah, Dia sedang mencabut Singkong untuk di masak Ibu nya buat sarapan nanti.


Sesudah Membersihkan halaman rumah, Bu Pinah pun menyusul Gading ke kebun untuk menolong Gading, membawa Singkong nya pulang ke rumah.


Setiba nya di Rumah, Bu pinah lalu mengupaskan Singkong nya dan segera merebus nya.


Gading yang sedari tadi telah pulang, lalu menolong Ibu nya membuat Kopi untuk mereka berdua. Sesudah singkong nya masak, Bu Pinah pun segera mengangkat nya dan meletak kan nya di atas piring, Lalu mereka berdua pun duduk dambil minum kopi dan Makan Singkong rebus.


Walau pun dengan kehidupan yang sangat, sangat sederhana, Namun mereka cukup bahagia, Terkadang Bu Pinah ingat pada Suami nya, ingat pada kedua anak nya yang berada di Kota, Ada terbersit Kerinduan dalam hatinya. Tapi kadang pula dia berpikir, Pasti mereka telah melupakan diri nya. Karena tak pernah ada lagi kabar tentang mereka, sejak dia di culik


Bagi Bu Pinah saat ini, Dia ingin membesar kan Gading, Dan menghabis kan sisa-sisa hidupnya disini. Hanya yang selalu menjadi buah pikiran nya, yaitu mengenai nasib Gading, Bila dia akan terus bertahan disini. Kasihan Gading, Sampai umur segini, belum pernah bersekolah.


" Ibu, Kok jadi ngelamun ?" tanya Gading, membuat Bu Pinah tersadar dari lamunannya.


" Oohh.. Ibu nggak ngelamun nak! " kata Bu Pinah, mengelak dari pertanyaan Gading.


" Bu, Aku jadi teringat Kak Ayu, kapan yah kita bisa ketemu lagi! " Kata Gading.


" Dia pasti sudah bahagia dengan keluarganya Nak , Kita doa kan saja agar kesehatan nya cepat pulih !" kata Bu Pinah tersenyum.


" Iya Bu. Mudah-mudahan kak Ayu sudah sembuh ya Bu?! " Kata Gading.


" Semoga Nak! Ayu masih beruntung, Keluarga nya berusaha mencari diri nya, Tapi Ibu, Sampai saat ini tak ada berita dari keluarga Ibu. " Ucap Bu Pinah.


" Yang sabar bu, Nggak usah di ingat lagi, kan masih ada Gading yang selalu menjaga Ibu! " bujuk Gading sambil membelai punggung Ibunya.


Bu Pinah menghapus air mata nya yang tanpa di sadari nya, membasahi pelupuk matanya.


🌾🌾🌾


Sementara itu Di Rumah nya Glenno. Nyonya Clarisa telah bersiap-siap, Pagi ini mereka akan menuju ke Lereng Gunung, tempat dimana Ibu Pinah dan Gading tinggal.


Glenno dan Vanders pun telah siap, Mereka tinggal menunggu Ai Ling dan Ingke, Setelah Ai Ling dan Ingke datang, Maka Mereka akan segera berangkat menuju ke lereng gunung tersebut.

__ADS_1


Nyonya Clarisa pun menyuruh Glenno untuk membawa Beras dan bahan makanan lain nya untuk di berikan pada Bu Pinah dan Gading.


Lalu Glenno menyuruh Dean untuk menyiapkan nya. ,


Tak lama kemudian Ingke dan Ai Ling pun tiba.


" Pagi Tante, Pagi Glenno !" sapa Ai Ling dan Ingke bersamaan.


" Pagi Ai Ling, Pagi Ingke !" Balas Nyonya Clarisa dan Glenno.


" Maaf kami terlambat Tante. " ucap Ai Ling.


" Nggak papa Ai Ling, Lagi pula kami juga baru siap. " Ucap Nyonya Clarisa.


" Kalau Begitu, Ayo kita Jalan ! " ajak Glenno.


" Ayoo! " kata Ai Ling dan Ingke.


Sesudah itu, Mereka pun masuk kedalam Mobil, Nyonya Clarisa, Ai Ling Dan Ingke duduk di Kursi bagian tengah, sedangkan Vanders dan perawat nya di Kursi bagian belakang, Dan Glenno duduk Di bagian depan, di samping Dean yang menyetirkan Mobil nya.


Mereka membawa pengawal 2 mobil, Yang satu bagian depan dan satu mobil lagi bagian belakang.


Perjalanan yang panjang dan cukup melelahkan, Akhirnya mereka pun tiba Di tempat yang dulu mereka pernah beristirahat, Kira-kira 200 meter dari sungai. Lalu Glenno menyuruh Dean untuk memarkir kan mobil disitu, Dan menurun kan Bahan-Bahan Makanan yang mereka Bawa.


Karena selanjutnya, Mereka akan melalui jalan setapak.. untuk menuju ke Sungai.


Para Bodyguard pun ikut turun dari mobil. Lalu Glenno memberi perintah, Agar beberapa orang tinggal di tempat itu, guna mengawasi dan menjaga Mobil dan Yang lain mengikuti mereka serta membantu mengangkat bahan-bahan makanan ke Rumah Bu Pinah.


Lalu Mereka pun segera berjalan menyusuri jalan setapak itu, menuju ke arah Sungai.


Setiba nya di tepi Sungai, Glenno menyuruh para Bodyguard nya untuk mencari getek. Kebetulan disitu ada dua buah getek yag tak di pakai, Lalu Mereka pun merapat kan getek.


Dean menolong Nyonya Clarisa serta yang lain nya naik keatas getek lalu Dua orang Bodyguard nya mengantar mereka menyebrang.


Nyonya Clarisa menarik napas lega, Setelah mereka tiba di sebrang.


Mereka duduk sebentar hingga semua nya telah berkumpul, baru lah mereka pun berjalan menuju ke arah Rumah nya Bu Pinah.


Mereka berjalan, Sebentar-sebentar istirahat, Karena mereka takut Nyonya Clarisa merasa Lelah nanti.

__ADS_1


Kurang lebih setengah jam. Akhirnya mereka tiba di Depan rumah nya Bu Pinah.


Nyonya Clarisa mendekati pintu dan mengetuk kan pintu rumah.


" Bu Pinah, Gading! " panggil Nyonya Clarisa.


Bu Pinah dan Gading yang sedang sarapan, menjadi terkesima, mendengar suara Nyonya Clarisa.


" Ayu !!" sebut Bu Pinah.


" Kak Ayuu !!!" ucap Gading. Lalu mereka berlari keluar, dan benar saja, di depan pintu Nyonya Clarisa yang mereka panggil Ayu itu, sedang berdiri di depan pintu.


" Bu Pinah, Gading...! " Ucap Clarisa sambil memeluk Bu Pinah dan Gading. Bu Pinah terharu, karena baru saja mereka omong tentang Ayu atau Nyonya Clarisa, ternyata Tuhan telah menuntun Nyonya Clarisa kesitu.


" Ayu, Kami baru saja membicara kan diri Mu, Ternyata kamu sudah di depan Pintu, Kami sangat merindu kan diri mu, Ayu! " Kata Bu Pinah terharu. Nyonya Clarisa tersenyum, lalu memeluk Gading.


" Gading, Kakak merindu kan Kamu." Kata Nyonya Clarisa.


" Aku juga rindu sama Kakak! " ucap Gading.


Lalu Bu Pinah pun menyuruh Mereka untuk duduk.


Dean menyuruh Bodyguard untuk membawa masuk barang-barang bawaan mereka, oleh-oleh untuk Bu Pinah dan Gading. Dan sesudah itu Mereka keluar dan Berjaga-jaga di depan rumah.


Setelah mereka saling melepaskan rindu, Clarisa lalu memperkenal kan Kedua Anaknya pada Bu Pinah dan Gading,


Lalu Mereka pun Berbincang-bincang dengan Bu Pinah. Tak lama kemudian, Gading keluar membawa sepiring Singkong Rebus, Ai Ling dan Ingke lalu mengambil Air mineral yang mereka bawa, lalu membagi kan buat yang lainnya.


πŸ‘‰ Bersambung ke Episode 39


Mdo 23042021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. πŸ™πŸ™


Mampir pula di Novelku yang yang lainnya.


Melangkah di Tengah Badai

__ADS_1


Gaun pengantin buat Ellena


__ADS_2