
Di desa kecil itu di lereng gunung
pada pagi hari yang cerah
burung-burung pun ber-kicau dengan riangnya
bunga-bunga mekar indah
menebar harum nya yang semerbak mewangi
menyebar di seluruh taman mungil
di depan pondok kecil itu
Dan di depan pondok kecil itu
Wanita itu mulai belajar berjalan meski pun sebentar - sebentar dia terjatuh.
namun dengan semangat yang tinggi untuk bisa sembuh, membuat dia pantang menyerah begitu saja. luka-luka di seluruh tubuh nya kelihatan mulai mengering.
Seorang pria muda datang menghampiri nya.
" Kak, jangan dulu terlalu di paksa kan, nanti kakak jatuh lagi. " kata pria itu yang bernama Gading. dia adalah anak dari Ibu Retno yang merawat wanita tersebut.
" Bisa Gading, kakak harus berlatih terus, kalau tidak nanti kapan baru kakak bisa sembuh. " ucap wanita tersebut.
" iya.., tapi kakak juga harus istirahat. " ucap Gading tersenyum.
" baik lah kakak akan istirahat, tapi besok kakak minta tolong kamu antar kakak ke tempat dimana kamu menemu kan kakak ya, siapa tau ingatan ku bisa pulih kembali. " kata Wanita itu
" baik lah kak, besok saya akan mengantar kan kakak kesana. " kata Gading.
" terima-kasih, maaf sudah merepotkan kamu.. " kata wanita itu sambil ter-senyum.
Gading menolong membimbing wanita itu masuk ke dalam rumah..
" Dari mana aja nak ? " tanya Ibu tua yang biasa di panggil Bu Pinah.
" Aku sedang coba untuk ber-latih jalan bu. " kata wanita itu.
" baik nya kamu bersabar dulu, sampai kesehatan mu benar-benar pulih. " kata bu Pinah.
" iya bu. " kata. wanita tersebut.
" maaf ya nak, bagaimana kalau sementara ibu memanggil kamu Ayu. biar enak di dengar gitu. sampai nanti kamu bisa ingat siapa nama mu sebenar nya. " kata bu Pinah
" baik lah bu, ter-serah ibu saja. " ucap Wanita yang telah di beri nama Ayu itu.
" Gading, mulai sekarang kamu memanggil kak Ayu, ya.. ! " kata ibu itu.
" baiklah bu, sesuai dengan orang nya. ! " ucap Gading sambil ter-senyum.
" bisa saja kamu Gading. " ucap Ayu
Ibu Pinah sedang sibuk di dapur menyiap kan sarapan pagi yang terdiri dari singkong rebus dan ikan asin. karena tempat ini sangat terpencil dari desa lain nya. bila mereka hendak membeli sesuatu harus ke desa sebrang yang jauh nya sekitar 5 kilo meter itu. juga butuh getek untuk menyebrang sebuah sungai kecil.
pekerjaan bu Pinah dan Gilang hanya bertani.maka bila telah panen baru lah mereka pergi untuk mejual kan hasil kebun mereka ke desa Melati yang jauh itu, lalu uang dari menjual hasil kebun nya itu di pakai buat beli beras dan kebutuhan pokok lainnya, bila ada sisa mereka nabung. maka untuk hemat nya, mereka selingi makanan mereka dengan hasil kebun nya sendiri.
Sesudah selesai masak, Bu Pinah lalu membawa Singkong rebus dan ikan asin dan di letak kan di atas balai-balai yang ada di ruang dapur itu juga.
" Nak Ayu, Gading.. mari kita sarapan. ! " ajak bu Pinah.
Lalu Ayu yang di bantu Gading, jalan ter-tatih-tatih merapat ke balai-balai itu dan degan per-lahan-lahan mengangkat tubuh nya ke atas, walau pun terasa sakit di tahan nya.
lalu mereka pun duduk makan dengan nikmat nya sambil meminum kopi yang telah di siap kan bu Pinah.
" ibu maaf ya, saya telah menyusah kan ibu dan Gading, tapi saya ber-janji, suatu waktu nanti saya akan membalas semua kebaikan ibu dan Gading pada saya. " ucap Ayu.
" Nak Ayu, kita manusia itu wajib tolong menolong. jadi nggak usah ter-lalu di pikir kan, yang penting saat ini kamu itu bisa sembuh dulu. " kata bu Pinah. l
" iya bu. " jawab Ayu.
πππ
Sementara itu di Rumah Tuan George.
Sebuah mobil ber-henti di depan rumah Glenno. Glenno yang sedang duduk di taman samping bersama Opa dan Oma nya, melihat Dante dan Ai Ling keluar dari mobil, segera meng-hampiri mereka.
__ADS_1
" Selamat pagi ! " ucap Ai Ling dan Dante bareng.
" Selamat Pagi. " jawab Glenno.
" mari masuk.. " Glenno mengajak mereka masuk ke dalam rumah. dan mereka pun berjalan mengikuti Glenno , lalu Glenno mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tamu.
" Glenno, kami ingin tau, benar kah Nyonya Clarisa tidak memiliki Tahi lalat di telinga nya ? " tanya Dante.
" iya benar, Mommy ku nggak punya tahi lalat di telinga nya. " kata Glenno.
" Glenno, apa kah Mommy mu mempunyai Album foto ? boleh kah kami melihat nya ? " kata Ai Ling.
" Coba aku cari, mungkin berada di kamar pribadi nya." kata Glenno.
" baik lah, kami ingin melihat nya, kalau memang benar dia bukan Mommy mu, berarti saat ini Mommy mu dalam bahaya. ! " kata Glenno.
Lalu Glenno pun membuka kamar pribadi Mommy nya dan masuk ke dalam, dia lalu membuka laci meja rias satu demi satu untuk mencari keberadaan album foto.
Akhir nya dia ketemu di sebuah laci bagian bawah lemari pakaian Mommy nya.
Glenno membawa 2 buah album foto tersebut keluar dari kamar Mommy nya dan dia lalu berikan pada Ai Ling.
Ai Ling pun meletakkannya di atas meja dan membuka satu demi satu lembar album foto ter-sebut.
lembaran pertama terdapat sebuah foto yang mungkin adalah orang-tua dari Nyonya Clarisa.
berikut nya terdapat foto-foto Clarica dengan berbagai gaya. sampai pada lembaran ke 5 di lembaran foto ukuran 10 R tampaknya adalah foto keluarganya.
disitu ada Ayah dan Ibu nya masing-masinh sedang memangku seorang anak dengan besar yang sama. rupanya adalah anak kembar. dan terdapat di tengah mereka, berdirilah seoang laki-kaki yang mungkin adalah anak pertama mereka.
Ai Ling memandang Dante.
" ini mungkin adalah Nyonya Clarisa dan saudari kembarnya. " kata Ai Ling
lalu membuka lagi lembaran berikutnya, di bagian ini ada sebuah foto anak kembar yang sudah berusia sekitar 5 thn, dengan rambut yang di kepang dua membuat mereka nampak begitu cantik dengan wajah bagaikan pinang di belah dua.
berikutnya lagi, ada selembar Foto remaja dari kedua kembar itu memakai baj berwarna merah dengan hiasan renda putih.
lembaran berkutnya hanya terdapat foto -foto dari Nyonya Clarisa setelah dewasa.. dan Ai Ling Melihat di Album foto yang satunya, adalah foto-foto pernikahan Nyonya Clarisa bersama Tuan George.
" tapi kenapa ya. selama ini Mommy merahasiakan nya pada kami ? " kata Glenno.
" itu akan kami selidiki, yang penting sekarang kami akan menyelidiki keberadaan Mommy mu lebih dahulu.
" baiklah Glenno, kami pamit dulu karena kami akan langsung ke kantor Polisi untuk kembali interogasi saudari kembarnya Mommy mu itu. agar dia mau memberitahu keberadaan Mommy mu. " kata Dante.
" baiklah, Terima-kasih untuk semuanya." kata sambil mengantarkan Ai Ling dan Dante sampai ke depan mobil.
Setelah mobil Dante keluar dari halaman rumah, baru lah Glenno kembali menemui Opa dan Oma nya kembali di taman samping rumahnya.
" Ada apa Glenno ? " tanya Tuan Garry.
" Mereka akan menyelidiki tentang keberadaan Mommy. " ucap Glenno.
" maksudnya ?? " tanya Nyonya Lusya.
" ternyata benar, Mommy itu punya kembaran. dan tadi aku mengambil album foto di kamar nya Mommy., dan terdapat foto-foto Mommy bersama kembarannya.
" kenapa selama ini Mommy mu nggak pernah cerita kan pada kalian tentang kembarannya ?" kata bu Lusya.
" aku juga tidak mengerti, mungkin Mommy mempunyai alasan ter-tentu untuk tidak mencerita kan pada kami ! " ucap Glenno.
πππ
Sementara itu di kantor polisi, Dante dan Ellena berjalan masuk dan mampir sebentar pada petugas piket, lalu mereka pun ber-jalan masuk ke dalam dengan tujuan mau ketemu dengan Nyonya Clarisa gadungan, tapi ketika mereka ber-dua mendekat pintu untuk menuju keruangan tahanan. mereka melihat Clarisa sedang berbicara dengan seorang pria dan kelihatannya serius banget.
Lalu Dante menarik tangan Ai Ling untuk ke samping dan mereka pun menunggu sampai laki-laki itu keluar dan mereka pun mengikuti nya dari belakang.
laki-laki itu krluar dari kantor Polisi menuju ke parkiran.
Ai Ling dan Dante melihat dia naik ke motornya dan keluar dari halaman Kantor Polisi.
" Kita mengikutinya. " kata Dante
" baik lah " kata Ai Ling
Lalu Dante dan Ai Ling pun segera masuk ke dalam mobil dan Dante pun melaju kan mobil nya agak laju dan setelah berada di belakang motor itu maka Dante pun mengikutinya dari belakang.
__ADS_1
Tiba di sebuah tikungan laki-laki itu pun membelok kan motornya memasuki sebuah gang. Dante dan Ai Ling terus mengikutinya.
" Rupanya dia belum menyadari kalau kita mengikutinya.. "
" iya, makanya kita harus jaga jarak dengannya. " kata Ai Ling.
Dante terus mengikutinya sampai akhirnya tiba di sebuah lorong sempit yang tak dapat di lalui mobil, orang itu membelok memasuki lorong ter-sebut dan berhenti di rumah ke 3 .
Dante dan Ai Ling keluar dari mobil setelah mereka patkir agak jauh sedikit dari lorong ter-sebut.
Dante dan Ai Ling pun berjalan masuk ke dalam lorong tersebut, disitu berjejer rumah-rumah tua yang tidak teratur susunannya.dapat di kata kan disitu adalah sebuah daerah kumuh, karena akses jalan masuknya pun sangat becek tak ada aspal mau pun paving blok.
Dante dan Ai Ling mendapat kan dimana motor orang tersebut di parkir kan.
Dante mengetuk pintu rumah ter-sebut beberapa kali dan seorang wanita membuka kan pintu rumah, di tangan wanita tersebut sedang menggendong seorang anak bayi berusia sekitar 3 bulan.
" Selamat siang bu ! " sapa Dante.
" Siang Pa, ada perlu apa ya ? " tanya wanita tersebut.
" maaf kami mengganggu, kami sedang mencari orang yang ada di foto ini ." kata Dante, sambil memperlihat kan foto laki-laki tersebut yang tadi sempat di foto oleh Dante waktu sedang berbicara dengan Clarisa di kantor Polisi.
Wanita tersebut lalu melihat foto di hand phone nya Dante.
" oh ini suami saya. dia baru saja pulang dan sekarang sedang tidur. " kata wanita yang ternyata adalah istri dari pria tersebut.
" siapa nama suami ibu ? " tanya Dante lagi
" nama nya Doni. " kata wanita itu.
tiba- tiba ter-dengar suara batuk-batuk dari dalam rumah.
" ada siapa itu kah Kanty ? " terdengar suara serak dari dalam.
Wanita itu segera masuk ke dalam sambil menjawab.
" ada yang mencari mu bang Doni. ! " kata Wanita yang di panggil Kanty itu.
Dante dan Ai Ling menunggu. mereka melihat reaksi dari Kanty seperti dalam ketakutan.
Tak lama kemudian pria yang bernama Doni itu pun keluar.
" selamat siang. ! ucap Dante dan Ai Ling bareng.
" selamat siang ! " ucap Doni
" Maaf kami mengganggu tidur anda. " kata Dante.
" oh ya, ada keperluan apa anda mencari saya ? " tanya Doni.
" Kami dari pihak kepolisian. " kata Dante sambil menunjuk kan kartu anggota Kepolisian nya.
Doni tampak tetkejut.
" kami lihat tadi anda berkunjung ke sel tahanan Polisi dan bertemu dengan Nyonya Clarisa. kami ingin tau apa hubungan anda dengan Nyonya Clarisa? " tanya Dante. Doni terdiam.
" kami harap anda mau menolong pihak kepolisian, untuk itu anda harus berkata jujur. atau anda kami tahan. apa kah anda tahu,
kenapa Nyonya Clarisa itu ditahan ?" lanjut Dante.
" Menurut berita yang saya dengar, dia telah membunuh suami nya. " kata Doni.
" iya benar, tapi perempuan dalam tahanan itu ternyata bukanlah Nyonya Clarisa, dia adalah kembaran Nyonya Clarisa. kami kira itu anda sudah tahu ! " kata Dante.
" saya... tidak tahu.. ! " ucap Doni. seperti menyembunyi kan sesuatu.
" Sebaiknya anda jujur pada kami, agar mungkin hukuman anda bisa di ringan kan. anda tau apa hukumannya bila telah melenyap kan nyawa seseorang ? " tegas Dante.
Doni diam dan kelihatan ragu- ragu untuk berkata-kata.
πbersambung ke Episode 20
Mdo 01032021
πΌπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
"Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ
__ADS_1