
sesuai perjanjian dengan Ai Ling dan Ingke, hari ini mereka akan mengunjungi rumahnya Glenno siang ini.
Ketika Glenno sedang duduk dengan Opa dan Omanya di taman belakang rumah seorang Pelayan datang memanggil Glenno.
" Tuan muda, di depan ada tamu yang sedang mencari Tuan. " Ucap Dita.
" Siapa ya... ? " tanya Glenno
" katanya teman Tuan.. 2 orang wanita cantik. " ucap Dita lagi sambil tersenyum
" baiklah aku akan segera kesana. " kata Glenno karena dia yakin itu pasti lah Ai Ling dan Ingke. maka Glenno pun segera keluar dan menemui mereka.
" Haii.. Ai Ling dan Ingke.. mari masuk. " ucap Glenno pada Ai Ling dan Ingke yang masih berada di teras rumah sambil melihat-lihat. mereka berdua pun balik badan melihat Glenno. dan segera mengikuti ajakan Glenno, mereka pun berjalan masuk ke \ruang tamu.
" Glenno,, maaf kami baru sempat berkunjung. " ucap Ingke.
" nggak papa Ingke, Ai Ling..aku sangat berterima -kasih udah mau berkunjung. " ucap Glenno
"dimana Mommy mu Glenno ? " tanya Ingke
" mulai hari ini Mommy mulai ke kantor untuk mengganti kan Daddy mengurus Perusahaan. " kata Glenno.
" kenapa bukan kamu saja yang mengurus perusahaan Daddy mu ? " tanya Ai Ling.
" Aku sich mau nya begitu, tapi Mommy mau nya aku harus balik ke Amrik buat selesai kan S3 ku. " ucap Glenno.
" Opa da Oma mu sudah pulang ? " tanya Ingke
" belum Ingke, sekarang lagi duduk duduk di taman belakang. " ucap Glenno
" oh aku kira sudah pulang dengan paman mu. " kata Ingke
" Oma dan Opa masih merasa terpukul atas kematian Daddy. Oma masih sering nangis bila ingat Daddy. " ucap Glenno sambil menarik napas panjang.
"Adik mu Vanders masih SMA ya. " tanya Ingke kembali.
" iya Ingke.. udah kelas tiga, dia lagi ke sekolah." kata
seorang Pelayan keluar membawa 3 cangkir teh dan sepiring kueh lalu di atas meja di depan mereka.
" silahkan di minum Non.. " ucap bik Inah
" terima-kasih bik. " ucap Ai Ling.
" sama-sama Non. " ucap bi Inah lalu bi Inah pun segera balik ke dapur.
" Glenno, boleh aku melihat tempat di mana Daddy mu terbunuh ?? " kata Ai Ling pelan.
" baik lah. " ucap Glenno. lalu Glenno pun bersama dengan Ingke dan Ai Ling segera masuk ke dalam kamar dimana Daddynya terbunuh.masih ada garis Polisi namun Glenno tak hiraukan itu.
" waktu itu pintu kamar terkunci atau tidak? " tanya Ai Ling sambil melihat lihat keliling dan mengambil foto foto.mumpung Cuma mereka bertiga nggak ada orang lainnya.
" itu lah yang sangat di heran kan,, menurut Vanders pintunya terkunci dari dalam, untuk itu lah maka nya mereka dobrak pintu nya. begitu pun dengan jendela-jendela semuanya tertutup rapat. " kata Glenno.
" polisi belum ada kabarnya ya.. " tanya Ai Ling.
" belum sampai saat ini. " kata Glenno.
" aku minta ijin Glenno,, mulai hari ini aku mejalan kan misi rahasia ku ini. " ucap Ai Ling.
" baiklah Ai Ling,, Aku percaya pada mu Ai Ling. thanks ya, sudah mau menolong aku. " ucap Glenno sambil mengatub kan kedua tangannya di dada.
" Demi persahabatan kita . bantu lah aku dengan doa. " ucap Ai Ling.
" Aku selalu mendoakan mu semoga Misi ini sukses Ai Ling dan aku ingin segera tahu siapa orang nya yang telah begitu tega membunuh Daddyku. " ucap Glenno
" Amin. " ucap Ingke dan Ai Ling bareng.
Lalu mereka pun keluar dari kamar Tuan George dan kembali ke ruang tamu.
Cukup lama juga mereka berbincang- bincang tanpa terasa sudah jam 12 siang. lalu mereka pun pamit. Glenno menahan mereka untuk makan siang tapi katanya mereka buru-buru. lalu mereka pun meninggal kan rumah Glenno.
π»
Ai Ling mulai Misi Rahasianya.
Sepulang nya dari rumah Glenno, Ai Ling masuk ke kamarnya. dia merasa gerah dan segera mengambil handuk nya lalu masuk mandi di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. lalu diapun segera mandi.
Sesudah mandi dia memakai baju tidurnya atasan dengan celana pendek. lalu dia keluar duduk di taman belakang rumah nya dekat kolam renang.
Ai Ling mulai melihat kembali Foto- foto yang tadi di ambil di dalam kamarnya Tuan George. dia lalu mempelajarinya.
Menurut Glenno,, peristiwa itu terjadi di saat pintu kamar dan jendela- jendela berada dalam keadaan terkunci.
Maka ini lah yang menciptakan suatu kejanggalan dalam kasus ini.
__ADS_1
Andaikan saja tak ada satu tusukan di atas punggung Tuan George,, mungkin saja kasus ini bisa di akhiri sampai disini karena mempunyai suatu alasan yang kuat adalah kalau Tuan George itu bunuh diri atau dalam arti kata lain, yaitu Dia sendiri yang mengakhiri hidup nya.
Namun dengan terdapat bekas luka tusukan di punggung nya, maka ada alasan yang kuat bahwa Tuan George meninggal karena di \bunuh oleh seseorang. jadi disini Ai Ling baru menemukan satu kemungkinan.
Yaitu :
Pembunuhan dilakukan oleh satu atau 2 orang atau lebih. dan dengan menggunakan KUNCI CADANGAN.
tapi bila dengan kemungkinan di atas, mana mungkin Polisi belum juga berhasil untuk mengungkap kasus pembunuhan ini serta menemu tersangkanya???
Ai Ling kembali mengamati foto-foto dalam kamar Tuan George itu dan mempelajarinya.
Ai Ling masuk kembali ke kamarnya yang berada di lantai 2 rumahnya. dia segera membaring kan tubuhnya di atas ranjang.
Lalu Ai Ling membuka-buka Facebook nya.
Di Facebook masih ramai orang yang Memposting kan dan berkomentar tentang kasus kematian Tuan George.
Ai Ling terpaku pada sebuah status dari pemilik yang bernama. RIma. dalam statusnya Dia pajangkan dua foto.
foto yang satunya tampak seorang wanita yang mengenakan seragam baby sitter sedang menggendong seorang anak laki laki berusia sekitar 1 tahun. dan foto seorang wanita muda yang sedang duduk memangku anak kecil yang tadi dan dibelakangnya berdiri Babby Sitternya.
* Menurut Ibu saya, Tuan George itu Orangnya sangat baik,, penyabar dan penyayang.
ibu pernah bekerja menjadi asisten rumah tangga dan Babby Sitter di rumah Tuan George, saat itu Tuan George baru saja menikah, sampai di saat Putra pertamanya Tuan muda Glenno lahir, ibu ku ikut bantu merawat nya.
Saya atas nama Ibu saya, Turut Berdukacita yang sedalam dalamnya.π
Sebuah ungkapan dukacita yang mewakili Ibu nya yang pernah menjadi Asisten Rumah tangga di Keluarga tuan George. itu yang dia tulis kan di Statusnya
Ai Ling berpikir mungkin ini awal dari misi ku. lalu dia komentar di kolom komentar.
"Apakah Ibu mu masih ada ? " tanya Ai Ling di komentar.
" masih. " balas Ima.
" nanti aku inbox " kata Ai Ling.
lalu Ai Ling menulis pesan buat Ima
" kenalkan, aku Ai Ling. aku juga adalah Teman dari anaknya Tuan George
bisa kah aku bertemu dengan Ibumu?
aku ingin mendengar cerita lebih banyak tentang Tuan George apa lagi di kehidupan masa lalunya.' bolehkah aku meminta alamat Ibu mu..?" Tanya Ai Ling
jalan Durian no 22. desa B. tanya saja rumah nya bu Nany." balas Rima.
" terima kasih " balas Ai Ling.
Sesudah selesai chat dengan Ima, Ai Ling merasa ngantuk dan diapun tertidur pulas.
ππ
Dengan naik microlet Ai Ling menuju desa B. tiba disana Ai Ling mencari Alamat tersebut, dia tanya-tanya pada orang-orang sekitar daerah situ dan akhir nya ketemu juga rumahnya bu Nany.
Sebuah rumah sederhana diujung gang itu
adalah rumah yang dicarinya.
" selamat siang. permisi bu. " ucap, Ai Ling sambil mengetuk pintunya.
" iya.. siapa ya.. " terdengar suara dari dalam rumah.
seorang wanita paruh baya dengan postur tubuh sedang keluar dari dalam dengan senyum gaya orang desa.
" selamat siang.. eeh.. Non siapa ya.. dari mana. " tanyanya sambil tersenyum , melihat seorang gadis cantik yang berdiri di depan pintu rumahnya.
Ai Ling tersenyum sambil mengulukan tangannya menjabat tangan bu Nany.
" Saya Ai Ling bu, Saya ingin bertemu dengan bu Nany ibu nya Ima. " ucap Ai Ling.
" oh.. ya.. saya bu Nany Non..mari silahkan duduk Non. ! " ucap bu Nany
"terima-kasih bu. " ucap Ai Ling. sambil berjalan masuk dan duduk di kursi yang ada di ruang tamu itu.
" Non., kenapa ya Non mencari saya? " tanya bu Nany.
" maaf bu Nany, saya tau alamat ibu dari Rima anak Ibu. Ima bercerita bahwa dulu ibu pernah menjadi asisten Rumah tangga di rumahnya tuan George ??" kata Ai Ling.
" Tuan George,, iya benar sejak Tuan George belum menikah. itu sudah lama , lebih 20 tahun yang lalu " kata bu Nany.
" kenapa ya Non tanya ini ?".tanya bu Nany.
" saya adalah teman baik nya Glenno anak nya Tuan George. apakah bu Nany tau klo Tuan George telah meninggal karena di bunuh ?! " kata Ai Ling.
__ADS_1
" Oh Tuhan kenapa sampai terjadi? padahal Tuan George itu orang nya sangat baik, penyabar dan penyayang. dia sangat sayang pada Istri dan anaknya. kepada kami para pekerja nya pun dia sangat baik dan ramah. " kata bu Nany sambil bercucuran air-mata.
" iya bu, " kata Ai Ling juga ikut terharu.
" siapa kah yang jahat telah membunuh Tuan George ? " kata bu Nany.
" itu lah bu Nany, sampai sekarang polisi pun belum menemu kan siapa pembunuh Tuan George. " kata Ai Ling
" kasihan.. " ucap bu Nany
" ibu Nany,, mau kah Ibu bercerita pada saya tentang kehidupan Tuan George di masa lalu, karena ini dapat membantu untuk bisa membongkar kasus pembunuhan Tuan George. " Kata Ai Ling.
" baik lah saya mau cerita kan " kata bu Nany
πΏ
Cerita bu Nanny.
Semasa muda nya,, Tuan George telah menjadi seorang Pengusaha muda yang Sukses di kota ini dan mempunyai beberapa cabang usaha di daerah lain nya .
Waktu itu kami ada 5 orang Pelayan yang bekerja di rumah Tuan George yang sangat besar itu, berada di suatu tempat bagian dari kota ini.
Saat itu Tuan dan Nyonya Besar serta Tuan William kakak dari Tuan George masih tinggal bersama.
Tuan William juga seorang Pengusaha yang sukses di Swiss. namun dia sering bolak balik Swiss dan Jakarta.
Ketika Tuan William menikah dengan Nyonya Corry, dan ketika Nyonya Corry Mulai hamil,,
mereka mengambil keputusan untuk menetap di Swiss.
Lalu Tuan besar serta Nyonya besarpun ikut mereka pindah ke Swiss. jadi tinggal lah Tuan George sendiri di rumah bersama dengan para Pelayan dan seorang saudara sepupu nya Tuan Alnord. Namun Tuan Arnold meninggal dunia karena menderita sakit Cancer di hatinya.
Setahun kemudian sesudah Tuan Arnold meninggal, Tuan George pun menikah dengan Nyonya Clara dari Bandung.
Setahun menikah, Tuan George dan Nyonya Clara di karunia seorang putra yang di beri nama Tuan muda Glenno.
Tugasku yang semula nya di bagian bersih-bersih akhir nya di ganti menjadi pengasuh Tuan muda Glenno.
Tuan Glenno sangat tampan seperti Daddy nya, tapi sayang ketika tuan Glenno berumur sekitar satu tahun saya mengundur diri dari pekerjaan saya karena saya akan menikah dan pindah kedaerah ini.
Sesudah itu hubungan Saya dengan keluarga tuan George menjadi putus,, dan tak ada lagi kabarnya sampai Non datang ini baru lah aku dengar kabarnya." bi Nany bercerita dengan air mata berlinang.
" Terima kasih bu Nany atas ceritanya." ucap Ai Ling.
" sama sama Non. " ucap bu Nany.
" bu Nany, apakah ibu tau alamat rumah Tuan George yang bu Nany kerja dulu. ??
" ingat Non. " kata bu Nany.
" boleh saya minta alamatnya bu ?? " tanya Ai Ling.
" iya non, di Jalan Pamungkas nomor 7 daerah CBR. pokok nya kalau Non tiba disana tanya saja di tetangga.
Rumah itu yang paling besar dan berada dipojok. depan rumahnya ada terdapat sebuah patung Singa yang terbuat dari pahatan batu gunung. " jelas bu Nany.
" Sekali lagi terima kasih bu, atas waktu nya juga atas ceritanya. semoga semua ini dapat bermanfaat untuk membongkar kasus pembunuhan Tuan George ini. " ucap Ai Ling.
" saya doakan Non.. biar pembunuh nya cepat di tangkap. " kata bu Nany.
"amin bu.., kalau begitu saya pamit dulu ya bu. maaf saya sudah mengganggu waktu ibu. " ucap Ai Ling
" baik lah Non, nanti main lagi kesini. saya senang Non mau kesini lagi. " ucap bu Nany.
" iya bu, kalau ada waktu pasti saya kesini lagi bu. " kata Ai Ling sambil berdiri dan menjabat tangan bu Nany lalu mencium pipi kanan dan kirinya bu Nany .
Sesudah itu Ai Ling pun berjalan keluar dan di antar oleh bu Nany sampai di depan pagar pekarangan rumahnya.
Ai Ling pun berjalan keluar dari gang tersebut menuju jalan raya untuk menunggu microlet.
karena Ai Ling sengaja tidak membawa mobilnya agar tidak terlalu menjadi perhatian.
mdo 20012021
ππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Terima kasih ya sudah membaca Novelku π
tolong tinggalkan jejaknya ya dengan memberikan Vote,, Like,, dan Komentarnya.. jangan lupa juga.. Tekan Bintang 5 .
Baca pula Novelku yang lainnya.
Melangkah di Tengah Badai
Gaun Pengantin buat Elena
__ADS_1
*******