
Hari ini Vanders Telah mendengar pengumuman kelulusan di sekolahnya. dan Vanders sangat bersyukur, karena dia berhasil lulus dengan nilai yang terbaik.
Pulang sekolah, Dia di jemput oleh Sopir dan 2 orang pengawal nya.
Setibanya di Rumah, Dia langsung mencari Mommy nya, ternyata Mommy nya berada di Taman samping rumah, Nyonya Clarisa sedang merawat bunga-bunga nya. Karena telah lama dia tinggal kan kegiatan nya ini.
" Mommy..!" Panggil Vanders yang masih mencari keberadaan Mommy nya. Lalu dia pun bertanya pada Pelayan,, dimana Mommy nya berada. Setelah di beritahu, maka Vanders segera menuju ke taman samping Rumah nya.
" Mommy!! " Panggil Vanders. Nyonya Clarisa segera menengok ke arah suara Vanders.
" Kamu sudah pulang Vanders?! " Tanya Nyonya Clarisa begitu melihat Vanders.
" Iya Mom, Aku Lulus Mom !" ucap Vanders Gembira. Dia lalu mendekat, Nyonya Clarisa segera memeluk nya,
" Mommy Bahagia mendengar nya, Kamu memang Anak yang pintar, Semoga kedepan selalu sukses ya Nak, Seperti Kakak mu. " Ucap Nyonya Clarisa, merasa bahagia sambil memeluk Putra nya itu.
Vanders lalu mengikuti Mommy nya masuk ke dalam rumah.
Nyonya Clarisa sangat gembira mendengar kelulusan Vanders, dan dia ingin merayakan nya, walau hanya mereka sekeluarga. Maka dia pun ke dapur untuk meminta tolong para pelayan nya untuk memasak makanan dengan menu Spesial, untuk makan malam nanti.
Lalu Nyonya Clarisa menelpon
Ai Ling untuk mengajak Dante dan Ingke, Dan mengundang mereka untuk makan malam di Rumah Nyonya Clarisa nanti.
Sesudah itu dia juga menelpon Glenno agar bisa pulang sebelum malam, dan Nyonya Clarisa pun mencerita kan tentang maksud nya.
Sesudah itu Nyonya Clarisa pun ikut menyiap kan segala sesuatu yabung dapat dia kerja kan.
Tanpa terasa, Malam pun tiba, Ketika Semuanya sudah siap, Ruang makan juga telah di tata dengan bersih dan Rapi.
Lalu para Pelayan pun mulai Menata hidangan nya di atas meja makan.
Nyonya Clarisa berusaha sebisa mungkin untuk memantau mereka, serta semua Makanan yang di hidang kan, tak lepas pengawasan nya dan terlebih dahulu di cicipi nya. Dia ingin agar semua nya tampil dengan baik dan sempurna. Semua ini dia laku kan demi Anak nya semata wayang yang sangat di cintainya.
Tak berapa lama kemudian, terdengar suara Mobil berhenti di depan Rumah. Lalu Ai Ling, Ingke dan Dante pun keluar dari mobil, dan berjalan masuk ke dalam Rumah.
Glenno dan Dean, Yang telah berada di Rumah sejak sore, segera keluar menyambut kedatangan Dante, Ai Ling dan Ingke.
" Selamat Malam !" Sapa Ai Ling, Dante dan Ingke Bareng. lalu mereka pun berjabat tangan dengan Glenno dan Dean.
" Dimana Tante dan Vanders? " tanya Ingke.
__ADS_1
" Mommy lagi berada di kamar. Ayoo duduk dulu." Ajak Glenno. Lalu mereka bertiga pun duduk.
Tak lama kemudian, Nyonya Clarisa pun keluar bersama dengan Vanders.
" Haloo Tante, Selamat Malam. " Ucap Ai Ling, Ingke dan Dante.
" Selamat Malam, Makasih ya udah mau datang. " ucap Nyonya Clarisa sambil tersenyum.
" Sama-sama Tante, kami pasti datang. " ucap Ingke.
" Oh ya Vanders, Selamat ya atas kelulusan nya, Semoga tambah Sukses ke depan. " Ucap Ai Ling sambil menjabat tangan Vanders, di ikuti oleh Ingke dan Dante.
Setelah itu Nyonya Clarisa ke dapur, untuk memasti kan bila semua nya telah siap.
Lalu dia pun keluar menemui tamu nya, dan mengajak mereka untuk makan.
" Ayoo semua nya sudah siap, Mari lah kita makan, biar nggak keburu dingin nanti. " Ajak Nyonya Clarisa.
Mereka pun segera meninggal kan ruang tamu, Lalu berjalan menuju ke Meja makan.
Glenno dan Vanders pun menarik kursi untuk tamu nya. dan Mereka segera duduk menghadap ke meja makan.
Setelah semuanya duduk, Nyonya Clarisa meminta tolong pada Dean, untuk membawa kan Dia sebelum mereka makan. Lalu Dean pun segera berdoa. Sesudah itu mereka pun makan bersama dengan rasa syukur, Atas Kelulusan nya Vanders.
Namun tanpa mereka sadari, di Depan Rumah mereka, ada sepasang mata yang tak Henti-henti nya mengawasi setiap Gerak-gerik dari penghuni Mansion. dan berusaha untuk bisa mendapat celah, agar bisa masuk ke dalam rumah tersebut.
Orang tersebut tak lain adalah Vanda, Sejak sore tadi Ia telah berkeliaran di Sekitar perumahan itu, Bahkan saat ini telah ada dua orang bayaran yang Ia pakai membantu nya, untuk melaksana kan misi Clarina itu.
Vanda Dan para pesuruh nya itu sedang duduk Makan Bakso di gerobak yang berada di dekat Rumah nya Glenno. dia berusaha untuk menyamar sedemikian rupa, agar orang tak akan mengenali diri nya.
Namun tanpa di sadari nya, Tukang bakso tempat mereka makan itu Adalah bawahan nya Dante, juga ada lah seorang Inteljen Polisi yang menyamar jadi penjual bakso.
Tukang Bakso yang bernama Cecep itu, sejak tadi telah curiga melihat Gerak-gerik mereka bertiga. apa lagi mendengar mereka berbicara dengan memakai kode rahasia.
" Bakso nya enak banget ! Bang, Udah lama ya jualan disini.?" tanya Vanda pada Cecep.
" Wah sudah lama bu. Sejak berapa tahun yang lalu. " jawab Cecep.
" Kalau begitu Bang pasti kenal sama pemilik rumah itu, Rumah nya besar banget ya! Bagai Istana aja. " Kata Vanda pada Cecep, sambil menunjuk kan ke arah Rumah nya Glenno.
" Iya Bu, Rumah nya memang besar banget, Seperti sebuah Istana. aku lihat pelayan nya saja banyak." kata Cecep.
__ADS_1
" Tentu nya Keluarga besar yang tinggal disitu! " Kata Vanda tersenyum.
" Tidak Bu, Menurut Pelayan disitu
bercerita, bahwa Sejak Tuan George, Pemilik Rumah tersebut meninggal, yang tinggal disitu hanya lah Istri nya, Yaitu Nyonya Clarisa dan kedua Putra nya." Cerita Cecep pada Vanda dan dia ingin melihat reaksi Vanda.
" Ooh Rumah sebesar itu, hanya tiga orang yang tinggal? " Kata Vanda.
" Iya ! Tapi sekarang banyak bodyguard nya yang menjaga rumah ini, maupun menjaga keluarga nya, kemana saja mereka pergi selalu di kawal. " Cecep sengaja mencerita kan pada Vanda, Dan terlihat ada perubahan pada wajah Vanda. Dan itu pun tak lepas dari pengawasan Cecep.
Namun Vanda Adalah orang yang pantang menyerah, Sebelum tujuan nya tercapai.
" Sungguh hebat ya, Pasti mereka sangat kaya." Ucap Vanda sambil menyuap Bakso nya.
" Wah memang Tajir banget Mereka. " Kata Cecep sambil tertawa.
Lalu Cecep pura pura bermain game di Handphone nya sambil menunggu mereka makan, Namun tanpa mereka sadari, Dia mengetik pesan untuk Dante.
~ Target + 2 tikus Berada di depan, Perketat penjagaan. ~ Tulis Cecep.
Begitu WA nya Masuk, Dante membaca nya dan wajah nya berubah.
" Ada apa? " Tanya Ai Ling.
" Vanda dan 2 orang bayaran sedang berada di depan. kita tenang saja, dan terus kan makan. Dean Tolong kirim pesan untuk para Bodyguard untuk memperketat penjagaan, sambil terus mengawasi mereka. Mereka sedang makan bakso nya Cecep. " perintah Dante.
" Baiklah. " Ucap Dean, Lalu Dean pun mengirim kan pesan untuk para Bodyguard, agar Perketat kan penjagaan dan terus mengawasi mereka agar jangan sampa lolos.
Dante juga mengirim pesan untuk Pak Tobby, agar segera mengirim beberapa orang polisi kesitu, dengan cara menyamar, agar bisa menangkap Vanda dan teman-teman nya.
πBersambung ke Bab 41
lmdo02052021
πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ
Baca juga Novelku yang Lainnya.
***Melangkah di Tengah Badai
__ADS_1
Gaun Pengantin buat Ellena
Raja Ampat in Love π***