Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Bab 42 Vanda Menghilang.


__ADS_3

Setelah yakin Ban mobilnya telah terpasang dengan baik dan aman, Kedua Polisi itu pun segera masuk ke dalam mobil. Lalu Polisi yang bernama Ajun, Segera melaju kan mobil menuju ke kantor polisi.


Setibanya di sana kedua polisi itu pun turun dari mobil, Lalu mereka menuju ke belakang dan segera membuka pintu bagian tengah di mana Vanda di duduk di situ.


Tapi Betapa terkejutnya mereka berdua, ketika melihat Vanda tidak berada di tempat duduk, Mereka lalu melihat ke belakang, tapi juga tidak ada.


Vanda telah menghilang entah dimana.


PoIisi yang bernama Ajun dan Toni itu, menjadi panik, Karena takut kena marah dari Dante. Lalu mereka berdua pun segera berlari masuk kedalam kantor polisi untuk menemui Dante, Serta melaporkan tentang kehilangan Vanda.


Dante yang melihat kepanikan kedua polisi tersebut, menjadi heran dan segera menemui mereka untuk bertanya. tapi sebelum Dante menanyai mereka, mereka telah duluan melaporkan.


'' Kami minta maaf Pak. Vanda lari Pak, Vanda lari dari mobil. Waktu tiba di persimpangan, ban mobil kami pecah, Ialu kami turun menggantikan ban. Kami tidak menduga, kalau Vanda akan lari. Mungkin pada saat kami sedang sibuk itu lah, dia berkesempatan untuk melarikan diri tanpa kami ketahui.'' kata Tonny.


'' Tapi kami tidak sadar bila Vanda telah melari kan diri, Kami baru ketahui ketika kami sudah berada di depan Kantor Polisi ini Pak.'' kata Ajun.


Dante sangat marah dan menghardik kedua polisi tersebut.


'' Apa yang kamu lakukan, sampai kamu tidak bisa memperhatikan tawanan yang hanya satu orang itu ? bagaimana sampai dia bisa lari ! sekarang Cepat Kalian Kembali ke tempat tersebut, Carilah dia sampai dapat !'' Seru Dante dengan marah.


Dante pun mengerahkan Berapa petugas polisi untuk ikut serta dengan mereka agar bisa menemukan Vanda yang lolos dari tahanan polisi itu.


Dante segera menelpon Glenno agar menyuruh para Bodyguard untuk memperketat penjagaan di sekeliling rumah dan memberitahu bahwa Vanda telah lepas dari tahanan sehingga mereka harus berhati-hati


Glenno merasa kaget dan bingung, Dia heran kenapa kedua polisi yang membawa Vanda itu, bisa begitu teledor sehingga Vanda bisa melarikan diri dari tahanan mereka.


Lalu dia pun segera memanggil Dean dan menyuruh para bodyguar untuk memperketat kan penjagaannya sekeliling rumah kembali.


🌾🌾🌾


Ketika Kedua Polisi itu sedang sibuk Membetul kan Ban Mobil, pengawasan mereka terhadap Vanda terabai kan. Mereka tak sadar kalau Vanda hanya di borgol pada tangan nya.


Dengan hati-hati Vanda mencoba membuka pintu Mobil perlahan-lahan, Dan dia berhasil membukakan pintunya yang ternyata tidak di kunci. Lalu dengan perlahan, Dia menggeserkan tubuhnya sampai kakinya berhasil menginjak tanah. dan kembali dia menutup pintu mobil. Lalu dengan satu-satu langkah, dia berjalan dalam kegelapan dan berhasil masuk ke dalam hutan ilalang.


Kedua Polisi itu mengganti kan ban Mobil yang bagian depan sebelah kanan, Sehingga mereka tidak merasa sama sekali bila Vanda berhasil melari kan diri. '


Vanda kembali menelusuri hutan Ilalang di tengah kelam nya malam. Dia berlari menghindar dari kejaran polisi tersebut.


Tapi sampai di tengah hutan ia menemui


jalan buntu, Sehingga dia diam sebentar untuk mempelajari keadaan di sekelilingnya.


Akhirnya dia keluar pada satu sisi jalan yang bisa menghubungkan dengan Jalan Raya, Lalu dia menelpon ojek online untuk menjemputnya di tempat tersebut.

__ADS_1


Setelah ojek datang, dia pun naik dan membawa dia ke rumah kost nya yang berada di daerah pinggiran kota.


Setibanya di sana dia pun langsung masuk ke dalam rumah kost. nya dan segera masuk ke kamarnya lalu membenahi diri dan tidur.


Walaupun tangan yang masih terborgoI,


tapi Ia usahakan dengan cara bagaimana mungkin sehingga borgol itu bisa Iepas.


🌾🌾🌾


Sementara itu Dante dan kawan-kawannya yang sedang mengejar dan mencari tempat di mana Vanda melarikan diri.


mereka masuk ke dalam semak-semak dan berusaha untuk mencari dalam kegelapan malam.


Mereka berpencar mencari, menelusuri di dalam rimbunan rumput Ilalang.


'' Paling dia telah naik kendaraan, Pergi dari sini. Aku heran, Mengapa Bisa Kalian tidak hati-hati, ketika membawa tahanan. '' kata Dante kesal.


'' Seandainya kalian bisa hati-hati, dan selalu memperhatiinnya pasti dia tidak akan kabur '' Lanjut Dante kembali.


'' Maaf kan kami pak, Soalnya kami juga panik karena Ban mobil pecah.'' Ucap Jonny.


'' Ini adalah suatu pengalaman bagi kalian, supaya lain kali kalian lebih berhati-hati kalau sedang membawa tahanan.'' Ucap Dante.


Setelah mencari kesana kemari, Mereka tak berhasil menemukan Vanda.


Akhirnya Mereka pun kembali ke Kantor Polisi.


🌾🌾🌾


Sementara itu, Glenno meminta tolong pada Dean untuk membeli ticket untuk Mommy nya dan Vanders, Agar besok dengan penerbangan Malam, Mereka ke Swiss. Glenno juga menghubungi Paman William, Agar menjemput Mommy dan Vanders nanti di Bandara.


Pagi menjelang, Ketika Matahari mulai menampakkan dirinya di kaki langit, Glenno yang sejak semalam Tidak bisa memenjam kan Matanya. Lalu bangun, meninggal kan pembaringannya, Setelah membersih kan dirinya, Dia turun ke lantai bawah dan menuju ke Ruang makan


Glenno melihat Mommy nya dan Vanders telah menunggu nya. Dia lalu menyapa Nyonya Clarisa.


" Pagi Mom. " Sapa Glenno, Lalu menarik kursinya dan duduk.


" Pagi Glenn !" Ucap Nyonya Clarisa.


Lalu mereka mulai sarapan. Glenno merasa sedih harus menyuruh Mommy nya dan Vanders ke Swiss. Tapi mau bagaimana lagi, ini semua harus di laku kan, Demi keselamatan Mereka berdua.


Selesai makan, Mereka pun duduk di Ruang Keluarga.

__ADS_1


" Mommy, Semalam Vanda berhasil melari kan diri. dan saat ini entah dimana dia berada. " kata Glenno.


" Haahh ! Dia kabur lagi ? kenapa bisa ?" Nyonya Clarisa terkejut mendengar kata Glenno.


" Ketika mobil Polisi yang membawa Vanda ke kantor Polisi itu, pecah ban nya di Persimpangan jalan, Lalu kedua Polisi itu pun turun untuk menggantikan ban mobil, Mereka tak sadar bila pintu mobil tidak di Kunci, Akhirnya Vanda pun berhasil lolos dengan tangan masih di borgol. " Nyonya Clarisa terdiam ketika mendengar ceritanya Glenno.


" Jadi, Apakah Pollisi sudah berusaha untuk Mencarinya?" Tanya Nyonya Clarisa.


" Sudah, semalam mereka sudah mencari di sekitar tempat itu, tapi Mereka tak berhasil menemukan nya. " Kata Glenno.


" Vanda Orangnya licik banget ya ?!" Ucap Nyonya Clarisa.


" Iya Mom, Maka itu Glenno mohon maaf Mom, Glenno ingin Mommy dan Vanders segera berangkat ke Swiss, untuk menghindari hal-hal yang tidak di inginkan terulang lagi." Kata Glenno. Nyonya Clarisa terdiam.


" Baiklah Glenn, Kapan kita akan berangkat ?" tanya Nyonya Clarisa.


" Sebentar malam Mom, Aku sudah menyuruh Dean untuk membeli Ticket nya.


dan berangkatnya pada Jam 19.00, Nanti. " Kata Glenno.


" Baiklah, Mommy akan bersiap-siap, Lalu bagaimana dengan mu ?" Tanya Nyonya Clarisa pada Glenno.


" Mommy tidak usah memikirkan aku, Aku Laki-laki. aku bisa menjaga diri ku, Nanti bila sudah aman, Mommy boleh kembali lagi Kesini !" ucap Vanders.


" Baiklah, jika demikian Mommy beres-beres dulu, Vanders juga bereskan apa yang perlu di bawa, terutama untuk keperluan kuliah Mu nanti . " kata Nyonya Clarisa.


Lalu Nyonya Clarisa pun berdiri dan berjalan menuju ke kamarnya. Di ikuti oleh Vanders, yang langsung ke lantai dua menuju ke kamarnya.


πŸ‚πŸ‚πŸ‚


πŸ‘‰ Bersambung ke Episode 42


~ Readers yang tercinta, Author mohon maaf atas keterlambatan Up date. berhubung karena dalam beberapa hari ini, Signal di tempat Author sangat terganggu, dan sama sekali Nggak bisa membuka Aplikasi Novel Toon. mohon di maklumi.


Jangan Lupa Like dan Vote, karena dengan Like dan Vota dari Readers tercinta, sangant mendukung karyaku ini. Thank's πŸ™πŸ™πŸ˜‡πŸ˜‡


Mampir juga di Novelku yang lain nya.


~ ***Melangkah di Tengah Badai


~ Gaun Pengantin buat Ellena


~ Raja Ampat in Love πŸ’˜***

__ADS_1


__ADS_2