Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 51. Pertemuan yang mengharukan.


__ADS_3

~ Kadang-kadang yang membuat kita bahagia bukanlah uang, tapi Adanya suatu kepuasan batin. Dimana hati kita akan bahagia, apabila kita dapat membahagiakan orang lain. Β°~


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Ai Ling dan Dante yang memimpin jalan menuju ke gubuk Bu Pina, Sementara Tuan Bryant berserta kedua Putrinya, dan 2 orang Asistennya berjalan di bagian belakang.


" Itu ada Gubuk !" Kata Dwi, Putri kedua Tuan Bryant.


" Iya Papi, disitu kah Mami tinggal ? kasihan ya..Mami pasti selalu merasa kedinginan." ujar Eka dengan nada sedih. Tuan Bryant menjadi terharu mendengar kata-kata Eka.


" Kasian kamu Jose, aku tak menduga hidupmu jadi menderita seperti ini. " Batin Tuan Bryant sambil terus berjalan.


Akhirnya mereka tiba di Rumah Gubuk yang tadi mereka lihat dari jauh itu.


Sebuah gubuk dengan pekarangan yang luas di hiasi dengan tanaman bunga yang cantik cantik.


Eka dan Dwi sangat bahagia melihat bunga-bunga. apalagi disitu terdapat aneka macam bunga.


" Selamat siang !! " terdengar Suara Ai Ling menyapa, sambil mengetuk pintunya.


Namun tak ada jawaban. Dante juga mencoba menyapa...namun hanya keheningan belaka.


Ai Ling langsung berjalan masuk ke belakang sambil memanggil Bu Pina.


" Bu Pina !! Gading !!" Panggil Ai Ling. tapi tak ada jawaban.


Lalu Ai Ling terus melangkah ke arah ladang ..


Bu Pina !! Gading..!!" panggil Ai Ling.


Bu Pina dan Gading yang sedang mencabut kacang tanah, mendengar suara orang yang memanggil manggil lalu mereka berdiri dan mencari arah suaranya.


Begitu melihat ada banyak orang yang sedang berjalan ke tempat mereka berada, hati Bu Pina berdegup kencang. dalam hatinya ia bertanya-tanya...


Tapi begitu di lihatnya Ai Ling serta Dante ada bersama, Bu Pina lalu mengajak Gading untuk menyambut mereka.


Namun ketika hampir dekat, dia heran melihat 2 orang wanita yang berlari dan menghampiri nya, sambil memanggil.


" Mami....Mami !! " serentak keduanya memanggil, setelah dekat mereka berdua langsung memeluk Bu Pina dan menangis.


" Mami ! Mami kemana saja, kami rindu Mi, kami sudah dewasa sekarang Mami !" tangis Eka dalam pelukan Bu Pina...


" Dwi rindu Mami ! " kata Dwi sambil memeluk Bu Pina juga. Gading yang menyaksikan semua ini membuatnya jadi melongo karena bingung.


Bu Pina tak mampu berkata-kata, dia seperti mimpi, Dia memeluk kedua putrinya seakan-akan tak percaya.


" Ini Eka dan Dwi, Anak Mami...? "Ucap Bu Pina terbata-bata semua terjadi bagaikan dalam mimpi.

__ADS_1


" Iya Mami, ini Eka dan Dwi Mami !!" Kata Eka... tiba-tiba Bu Pina melihat Ke arah Tuan Bryant, dan mata mereka berdua saling menatap, tubuh Bu Pina bergetar dan menangis...


" Papi..., Maafkan aku Papi ! " ucap Bu Pina dengan sendu, Tuan Bryant juga merasa sedih , dengan perlahan Tuan Bryant mendekati Bu Pina, namun Bu Pina menjauh..


" Maaf Papi, Aku tak pantas lagi untuk di peluk, Aku telah kotor Pi, Aku telah menodai pernikahan kita. aku bukan yang dulu lagi." kata Bu Pina lagi. Semua yang menyaksikan menjadi terharu dan ikut menangis.


" Aku telah mendengar semua ceritanya ...


Semua karena salahku ! semua karena aku Mi !" Kata Tuan Bryant. lalu melangkah maju dan memeluk Bu Pina.


" Kami semua sangat merindukan dirimu ! Pulanglah bersama kami " kata Tuan Bryant masih memeluk Bu Pina.


Bu Pina diam, hatinya gundah..dia memikirkan Gading, baginya Gading adalah segalanya. Gading sendiri juga sedih, dia takut Mamanya akan pergi meninggalkan dia sendiri.


" Aku mengerti, Kita juga membawanya pulang bersama. Dia anakmu, juga anakku, aku juga akan menyayanginya seperti Eka dan Dwi." Tuan Bryant yang mengerti perasaan Bu Pina.


Bu Pina menghapus Air matanya..dan melepaskan diri dari pelukan Tuan Bryant.


Bu Pina lalu menghampiri Gading. dan memeluknya, Gading menangis sedih sambil memeluk Ibunya.


" Bu jangan tinggalkan Gading Bu !! bila Ibu pergi, Gading sama siapa ? siapa yang menolong Gading merawat tanaman kita? " katanya tersedu.


" Ibu tidak akan meninggalkan kamu sayang, kita akan tetap bersama. Itu Papi mu dan kedua Kakakmu..mereka mengajak kita untuk pulang ke rumah kita di Kota. Gading mau kan? disana nanti Gading bisa bersekolah..!" Kata Bu Pina membujuk Gading.


" Benar Bu ?!" tanya Gading. Bu Pindah mengangguk.


" Sekarang beri salam pada Papi dan Kakak-kakak mu ! " ajak Bu Pina. Gading langsung menghampiri Tuan Bryant lalu menjabat tangannya serta mencium tangan Tuan Bryant. Tuan Bryant langsung memeluk dirinya.


" Putraku !!" ujar Tuan Bryant, Cukup lama Tuan Bryant memeluk Gading, Sesudah itu, Gading pun menghampiri kedua Kakaknya dan menyalami mereka, Mereka juga memeluknya.


Akhirnya Pertemuan yang mengharukan itu berakhir dengan bahagia. Bu Pina mengajak mereka masuk ke dalam gubuknya, sementara Bu Pina menyiapkan teh serta merebus ubi. di bantu oleh Gading serta Eka dan Dwi.


Setelah matang ubinya, Mereka duduk makan bersama.


Dengan di bantu oleh Asistennya Tuan Bryant, Gading memetik kacang tanah dan mengambil ubi rambat,singkong serta sayuran. rencananya mereka mau membawanya ke kota.


Mereka meninggalkan tempat itu, buat Gading rasanya berat harus pergi meninggalkan tanah itu, dimana tempat Ia lahir dan di besarkan disitu. tempat dimana Ia dan Ibu berkebun untuk melanjutkan kehidupan mereka.


Sebelum naik ke atas rakit, Gading melambaikan tangan ke arah gubuknya, dengan air mata yang berlinang.


setelah melewati Sungai dan akhirnya mereka tiba di tempat dimana mobil mereka di parkir,


Para asistennya Tua Bryant memasukkan Setelah itu semua bawaan mereka ke dalam bagasi mobil.


Bu Pina dan Gading ikut masuk ke dalam mobil dan bersiap-siap untuk mengikuti keluarga nya ke kota.


Akhirnya Sekitar Jam 4 Sore mereka pun meninggalkan lereng gunung, Tempat dimana Bu Pina menjalani masa-masa suramnya, tempat dimana Gading lahir dan di besarkan...

__ADS_1


Tempat dimana, Dia dan Gading menjalani hidup hanya berdua dalam sepi dan kemiskinan. Namun demikian, Dia tetap mensyukurinya. dan terlebih pada saat ini, Dia lebih bersyukur karena telah di pertemukan dengan Keluarga tercinta nya..Suami dan juga kedua Putrinya dan mereka masih mau menerima dirinya apa adanya.


Perjalanan yang melelahkan tapi penuh Sukacita. akhirnya Mereka tiba di Jakarta pada jam 9 malam, Setelah berlomba dengan kemacetan Ibu kota.


Ai Ling serta Dante merasa lega, Akhirnya tugas mereka untuk mempertemukan keluarga ini berhasil sudah. Ai Ling tersenyum puas, walau tubuhnya terasa sangat penat.


Setelah tiba di rumah Tuan Bryant, Eka dan Dwi mengajak Maminya ke Kamar Papanya..


" Lihat Mami, Walaupun kami telah pindah kota, dan punya Rumah yang baru, tapi dekorasi Kamar ini, tetap seperti kamar Mami dan Papi waktu di Tangerang. Papi tak mau merubahnya,


karena Papi percaya, suatu saat nanti, Mami akan kembali. " cerita Eka pada Bu Pindah yang note Bene adalah Jose.


" Iya Baju-baju Mami juga masih tergantung rapi dalam lemari." kata Dwi.


" Nanti di kasih orang baju yang itu, biar kita beli yang baru saja Dwi. " Ujar Eka.


" Terimakasih ya, Kalian dan Papi telah begitu setia menunggu Mami..." Ucap Bu Pina sambil memeluk kedua Putrinya.


" Lama juga kami menunggu dan selalu mencari Mami, Tapi Mami seperti Raib begitu saja." kata Dwi. Bu Pina membelai rambutnya.


" Mami juga sangat merindukan kalian, tapi Mami tak tau jalan pulang, dan Mami sendiri tidak tau dimana Mami berada. Sampai Mami punya Gading, Mami jadi hilangkan rasa ingin pulang, karena Mami takut, Papi dan Kalian tak mau lagi menerima Mami !" Kata-kata Bu Pina begitu menyentuh hati kedua putrinya.


" Kami sangat sayang Mami !" Ucap Eka dan Dwi bersamaan lalu memeluk Bu Pina.


Setelah itu, Bu Pina ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya..


Sedangkan Gading juga telah di beri sebuah kamar yang besar dan nyaman serta lengkap dengan semua perabotannya. Gading merasa bahagia tinggal di rumah besar dan mewah.. Namun Ia tak dapat untuk melupakan gubuknya di lereng gunung. Ia berkata dalam hati, suatu hari nanti dia pasti akan kesana untuk mengenangkan masa-masa indah bersama Ibunya.


Gading telah selesai mandi dan mengenakan pakaian yang baru saja di antar oleh Asistennya Tuan Bryant, karena tadi Eka yang menyuruh Asisten Papinya untuk membeli baju untuk Gading.


Sesudah itu mereka lalu berkumpul di Meja makan.


di meja makan telah tersedia aneka macam hidangan yang telah di masak oleh para Maid nya.


Ai Lin serta Dante juga masih belum pulang, karena mereka di ajak oleh Tuan Bryant untuk makan bersama.


Sesudah Makan barulah Dante dan Ai Ling pamit pulang karena telah larut malam.


Tak lupa Tuan Bryant memberikan mereka berdua masing-masing satu amplop yang berisi uang, Mulanya Ai Ling serta Dante menolaknya, tapi karena Tuan Bryant memaksanya, akhirnya mereka pun menerimanya.


Mereka berdua lalu meninggalkan Rumah keluarga Tuan Bryant Dangan hati yang penuh sukacita. Karena Kadang-kadang bukan karena uang yang membuat kita bahagia, tetapi yang membuat kita bahagia adalah suatu kepuasan batin, dimana hati kita akan bahagia apabila kita dapat membahagiakan orang lain.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


Bersambung ke Episode 52


Mdo04082022/13.31

__ADS_1


πŸ’–πŸ’žπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊ


Episode Mencari keluarga Bu Pina telah selesai, Kita akan masuk ke tugas Ai Ling yang baru nanti. Thanks.


__ADS_2