Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Bab 48. Bertemu Pak Birlyant


__ADS_3

Dari Kantor BAPPEDA, yang berada di Kantor pusat Pelayanan Terpadu, Dante dan Ai Ling menuju ke Alamat tujuannya berdasarkan informasi yang di dapatkan tadi.


Cukup jauh juga, Namun mumpung belum terlalu siang maka mereka berdua ingin agar semua ini bisa tuntas pada hari ini.


Perjalanan yang memakan waktu lebih dari satu jam, karena keramaian lalu lintas mulai aktif kembali, Para karyawan mulai sibuk dengan kendaraannya untuk keluar makan siang.


Akhirnya Mereka memasuki Area Gedung-Gedung tinggi di Pusat Kota tersebut. dimana berbagai perkantoran yang ada disitu.


Di depan salah satu Tower yang berlantai dua belas, Dante memutar mobil menuju ke Basemen, dimana terdapat parkiran mobil. setelah memarkirkan mobilnya dengan sempurna, Mereka berdua keluar dari mobil.


" Huh Terasa pegal banget !" Seru Ai Ling sambil berusaha untuk menggerakkan pundaknya ke arah belakang.


" Iya, Sebenarnya ga terlalu jauh sih, Cuma macetnya ini yang membuat jenuh !" Ujar Dante sembari ikut juga memutarkan pinggangnya.


" Pas jam makan sih..! Bagaimana nggak macet hehehe ! " Kata Ai Ling sambil tertawa kecil.


" Iya juga !" Ucap Dante.


" Bagaimana sekarang, kita lanjut saja ke dalam !" tanya Dante.


" Ayolah..kita tanya dulu sama Resepsionis di dalam." Kata Ai Ling.


" Ayo...., jangan membuang-buang waktu." Ajak Dante.


Lalu mereka berdua pun berjalan masuk menuju ke dalam Gedung melalui pintu samping yang terdapat dalam Basemen.


Setelah menemukan lift, keduanya masuk..


Ai Ling segera menekan tombol dengan angka 5, Lalu lift pun naik menuju ke atas.


Terdengar bunyi dentingg!!! tak lama kemudian pintu lift pun terbuka..Mereka berdua melangkah keluar, Mereka telah berada di lantai 5.


Lalu Mereka segera mencari meja Resepsionis


untuk bertanya.


" Selamat siang dek.., Maaf kami mau tanya, Apakah Bapak Birlyant Pemilik Perusahaan ini ? " Tanya Ai Ling pada Salah satu Resepsionis yang bernama Angel yang saat itu sedang bertugas.


" Iya benar Bu, Ibu dari mana ya ??" Angel balik bertanya pada Ai Ling dengan ramah.


" Kami dari Kepolisian, Kami ingin bertemu dengan Pak Birlyant. Ada hal penting yang ingin kami bicarakan." Kata Ai Ling menjelaskan.


" Oh kalau begitu, bisakah Bapak dan Ibu tunggu sebentar? Soalnya saat ini Pak Birlyant sedang keluar makan siang, tapi tak lama kok, sebentar lagi akan kembali,. karena beliau telah keluar dari satu jam yang lalu. " kata Angel.


" Baiklah kami akan menunggu. " Kata Ai Ling.


" Kalau begitu silahkan Bapak dan Ibu duduk menunggu di sofa di Ruangan itu.." Ujar Angel.


" Baiklah, Terimakasih Dek ! " Ucap Ai Ling. Lalu Ai Ling dan Dante pun berjalan menuju ke ruangan yang di maksudkan oleh Resepsionis tadi. Sebuah ruangan yang cukup luas yang di batasi dengan dinding kaca, sehingga tembus pandang dengan meja Resepsionis.


Lalu mereka berdua pun duduk di sofa. Ai Ling memilih tempat duduk yang membelakangi jendela.


Dante mengambil koran yang ada disitu, lalu membacanya.


Ai Ling duduk sambil matanya melihat-lihat Lukisan-lukisan yang terpajang di dinding ruangan itu...

__ADS_1


~ Rupanya Pak Birlyand ini seorang pecinta seni, Semua lukisan yang terpajang disini begitu indah-indah dan mempunyai nilai Artistik yang tinggi, Tentu semuanya sangatlah mahal harganya.~ Batin Ai Ling.


Tiba-tiba mata Ai Ling terpantul pada salah satu lukisan, Rupanya Lukisan dari foto tentang sebuah Keluarga..


Ai Ling langsung berdiri dan berjalan menuju ke arah Lukisan tersebut yang di gantung di dinding bagian tengah ruangan itu.


Dengan seksama Ai Ling memperhatikan gambar lukisan tersebut..


Terlihat Sepasang Suami istri yang sedang berdiri di dampingi oleh dua orang gadis kecil yang cantik-cantik, dengan mengenakan Cheongsam, Baju adat China.


Sang Istrinya Cantiknya begitu mempesonakan, yang juga mengenakan Cheongsam berwarna Biru muda keemasan yang di hiasi gambar burung Hong. panjang sampai di kaki, juga mengenakan High hell berwarna senada. Sedangkan Suaminya juga memakai baju adat China untuk laki-laki, Hanfu.


foto Mereka di ambil dengan latar belakang bunga Sakura.


pada bagian bawah lukisan tersebut, tertulis ...


BEAUTIFUL MEMORIES IN BEIJING


Ai Ling menyimak Lukisan itu lebih teliti.


" Dante !!! " dengan spontan Ai Ling memanggil Dante. Dante yang sedang asyik membaca koran di kolom berita, jadi terkejut mendengar Ai Ling menyebut namanya.


" Ada apa Ai Ling ? " Dante menengadahkan wajahnya sambil bertanya pada Ai Ling.


" Coba lihat ini, Inikan Ibu Pina...! Coba perhatikan baik-baik wajahnya ! " Ujar Ai Ling.


Dante lalu berdiri dan berjalan menghampiri Ai Ling dan menatap Lukisan itu.


" Iya benar, itu Ibu Pina." Ucap Dante.


Dante juga ikut tersenyum, Entah mengapa, tapi mereka merasa puas karena pencarian mereka berhasil.


Ai Ling lalu kembali duduk di Sofa tempat tadi dia duduk.begitu pula dengan Dante.


" Dante, Kita berhasil ! Berati pencarian kita hari ini tidak sia-sia. ! " Ujar Ai Ling.


" Dan yang paling utama, Aku percaya Pak Birlyant tidak menikah lagi sejak kehilangan Bu Pina. " Kata Dante tersenyum.


" Sepertinya demikian. " Ucap Ai Ling.


Tiba-tiba Pintu Lift terbuka, tampak beberapa Karyawan yang keluar dari dalam lift. Tampaklah seperti petinggi-petinggi Perusahaan.Rupanya mereka baru kembali dari makan siang.


Dari salah satu lift yang tertulis " Lift khusus untuk Direktur dan Wakil Direktur " Tampaklah Pintu liftnya terbuka, Keluarlah Seorang laki-laki Paruh baya bersama seorang wanita muda Cantik dan memiliki Rambut ikal yang panjang sampai di pinggangnya.


Lalu terlihat Angel dan temannya Stefany, menunduk memberi hormat pada mereka. juga terdapat beberapa Karyawan yang keluar dari lift, memberi hormat pada mereka berdua.


Pemandangan ini tak lepas dari pengamatan Ai Ling. dalam hatinya Ia berkata, Pastilah ini Pak Birlyant. tapi yang Wanita itu siapakah...


Tak lama kemudian, Angel berjalan menuju ke Ai Ling dan Dante.


" Maaf Bapak, Ibu...Pak Birlyant telah menunggu anda di Ruang kerjanya..Marilah Saya mengantar anda berdua." Kata Angel.


" Baiklah " Ucap Ai Ling dan Dante bareng, Lalu mereka berdua pun berdiri lalu berjalan mengikuti Angel.


Setelah melewati Ruang kerja yang luas dimana terdapat banyak Karyawan disitu yang sedang sibuk bekerja, Akhirnya Mereka pun tiba di depan salah satu pintu yang tertulis

__ADS_1


Ruangan CEO


"BIRLYAND PRATAMA SH."


Angel mengetuk pintu,


" Masuk " Terdengar suara bariton dari dalam.


" Baiklah, Bapak, Ibu..silahkan masuk ya, Saya akan kembali ke tempat saya." Kata Angel lalu membukakan pintu untuk Ai Ling serta Dante.


" Okey, Terimakasih ya ." Ucap Ai Ling dan Dante lalu melangkah masuk dan menutup pintunya.


" Selamat siang Pak Birlyant." Ucap Dante dan Ai Ling bersamaan.


" Selamat Siang !? Silakan masuk.." Kata Pak Birlyant. dari nada bicaranya, tampaklah dia adalah sosok pria yang Ramah dan berwibawa.


Setelah itu, Pak Birlyant berdiri dan berjalan menghampiri Dante dan Ai Ling.


Dante menyodorkan tangannya menjaga tangan Pak Birlyant.


" Saya Dante, Detektif dari Kepolisian, dan ini teman saya, Ai Ling..Ia juga seorang Detektif.!" Jelas Dante, Lalu Ai Ling juga menjabat tangan Pak Birlyant.


" Oh..Silahkan Duduk! ! " Lalu Dante dan Ai Ling pun duduk di sofa yang berada dalam ruangan tersebut. Pak Birlyant juga ikut duduk berhadapan dengan Dante dan Ai Ling.


" Maaf, Bolehkah saya tahu maksud kedatangan Bapak dan Ibu ,??" Tanya Pak Birlyant dengan senyum. tampaklah wajah yang mulai menua dari Pak Birlyant, masih terselip Bekas ketampanannya seperti yang terlihat dalam lukisan itu.


" Begini Pak, Baiklah, kami akan to the point saja ya .maksud kedatangan kami ini, kami ingin bertanya pada Pak Birlyant, Apakah Bapak kenal sama Ibu Josephina Theddy ? " Jelas Ai Ling tentang maksud kedatangan mereka. Pak Birlyant tampak tersentak kaget.


" Yah saya sangat kenal, karena dia adalah Istri saya." Ujar pak Birlyant. tai setelah mengatakan begitu, dia tampaknya lemas dan menunduk sedih. " Tapi sayang, Kurang lebih 15 tahun yang lalu, Dia telah pergi entah kemana, dia hilang tanpa jejak... padahal saya sudah berusaha untuk mencarinya, sekuat kemampuan saya, tapi usaha saya sia-sia belaka. Saat ini entah dia masih hidup atau sudah tiada, kami tidak tau.. padahal saya dan kedua Putri kita, sangat merindukannya." Pak Birlyant bercerita dengan menunduk, dari sudut matanya terlihat ada air mata yang tergenang.


" Maafkan kami Pak, Kami sudah membuat Bapak sedih. " Kata Ai Ling. " Bagaimana bila Seandainya Ibu Josephina masih hidup, Apakah Bapak dan Putri-putri Bapak masih mau menerima Ibu Josephina kembali ? " Ai Ling lanjut bertanya.


," Tentu !! Kami begitu merindukan dirinya. tapi itu hanyalah angan-angannya kami. tak pernah satu hari pun kami lewati tanpa mendoakan dirinya." Ucap Pak Birlyant dengan suara yang sendu. Ai Ling Dan Dante terdiam lama...


" Pak Birlyant, Tujuan kami kesini ingin menyampaikan pesan dari Ibu Josephina, bahwa sampai saat ini Beliau masih hidup ! " Kata Dante.


" Apa ??!! Istriku masih hidup ?? Ooo Tuhan ... Terimakasih Tuhan, Akhirnya doaku dan anak-anak terkabul juga. " Ucap Pak Birlyant dengan mata yang berkaca-kaca sambil mengangkat kedua tangannya keatas....


" Ibu Josephina masih hidup, Tapi beliau kini tinggal di sebuah desa yang terpencil...bahkan jauh dari penduduk dan keramaian .." cerita Ai Ling.


," Apa ? Di desa ?? Kasihan kamu Jose ! Apa yang terjadi pada dirimu ? " Ujar Pak Birlyant sedih.


Ai Ling dan Dante merasa terharu melihat kesedihan Pak Birlyant.


Pak Birlyant Lalu menelpon kedua Putrinya untuk segera menemuinya di Kantor nya


dan tak lupa dia memberitahu Resepsionis untuk menyuruh OG membawa minuman untuk Ai Lin Dan Dante.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 49


Mdo 09072022/1152


πŸ’žπŸ’–πŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊπŸŒΊ

__ADS_1


__ADS_2