Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 5 sulit terungkapkan


__ADS_3

Clarisa duduk diam di ruang Keluarga, dalam hatinya dia telah mengambil keputusan agar Glenno harus segera kembali ke Amerika untuk memyelesaikan kuliahnya tapi ini belum di sampai kan pada Glenno karena mereka masih dalam suasana berkabung dan apa lagi masih ada Ayah dan Ibu mertuanya Tuan Garry Hansderson dan Nyonya Lucya serta kakak iparnya Tuan William dan istrinya Nyonya Corry. maka menurut pikirannya nanti setelah keluarga Suaminya kembali Ke Swiss barulah dia bicarakan dengan Glenno.


dan dia juga berencana untuk mengambil alih Pemimpin Perusahaan Tuan George .


Hari ini kembali William mendapat telepon dari Tuan Harrys.


" halo William, aku sudah mendekati beberapa teman dekat George untuk mencari bukti-buktinya. namun di antara mereka tidak ada hal-hal yang mencurigai. begitu juga dengan para kliennya satu demi satu sudah aku selidiki begitu pun hasilnya tetap nihil. tinggal para karyawannya yang belum ku selidiki " kata Harrys


" Harrys, saya sangat berharap agar kamu bisa berhasil menemu kan pembunuh yang kejam itu. " ucap William.


" aku akan tetap berusaha untuk dapat mengungkapkan kasus kematian George secepatnya, William " ucap Harrys


"Baiklah, aku percaya pada mu Harrys, kau adalah sahabat kami terbaikku. " ucap William.


" Okey William, aku akan berusaha sesuai dengan kemampuan ku demi George dan juga demi kamu William. " kata Harrys.


" Thanks Harrys, aku percaya pada kemampuan mu. " ucap William


" thanks juga atas kepercayaan mu William. " ucap Harrys.


" Okey sampai nanti, selamat sore. " ucap William


" selamat sore William " ucap William


lalu William pun mengakhiri pembicaraannya dan letakkan handphonenya di atas Nakas. sementara itu Istrinya Corry sedang berada di kamar mandi.


Setelah Istrinya selesai mandi, William pun masuk ke kamar mandi untuk mandi.


Sesudah mandi, William mengajak Glenno untuk keluar.


Lalu Glenno dan William pun keluar dengan mobil yang di kemudi kan oleh Glenno.


Glenno pun menjalan kan mobilnya dengan kecepatan standar menuju sebuah Cafe di pinggiran pantai sesuai dengan permintaan William.


Sampai didepan Cafe LS, Glenno pun memasuki area parkiran dan memarkir kan mobilnya di parkiran Cafe tersebut.


Glenno membukakan pintu mobil, lalu dia dan William keluar dari mobil dan Glenno segera mengunci pintu mobil lalu mereka pun melangkah masuk ke dalam cafe dan mencari tempat duduk di sebuah pojok Cafe itu.


William memanggil pelayan dan memesan 2 botol Bier.


" Kamu mau pesan makanan apa Glenno ? " tanya William


" aku pesan Nasi Goreng saja Om. " ucap Glenno setelah mem'!baca daftar menunya


" aku mie goreng spesial, y!a" ucap William.


lalu pelayan pun mencatatnya dan meninggal kan mereka menuju ke dapur.


" Glenno. Om sangat mengharap kan kamu segera mengganti kan posisi Daddy mu untuk memimpin perusahaan. " ucap William


" Aku juga pikir begitu Om.. mengenai kuliah ku aku bisa saja mengambil Cuti untuk beberapa waktu, tapi aku masih ragu apakah Mommy menyetujuinya atau tidak ?! " ucap Glenno


" Kamu adalah anak yang tertua dan kamu punya hak untuk semua ini. apapun kata Mommy mu, kamu harus dapat meyakinkan nya bahwa kamu sebagai anak laki-laki sulung dan kamu bertanggung-jawab untuk menerus. kan usaha Daddy mu." jelas William


" Baiklah Om, Aku akan mencoba untuk berbicara dengan Mommy dan berusaha untuk memberi pengertian padanya." ucap Glenno.


" Om yakin kamu bisa. untuk itu Om tidak mau ikut campur urusan ini. biar lah kamu sendiri yang menyelesaikannya dengan Mommy mu." kata Tuan William.


" terimakasih Om untuk semua ini. " ucap Glenno.


...pelayan datang membawa makanan pesanan mereka dan di letak kan di .atas meja....


" terimakasih " ucap Glenno


" sama-sama Tuan " balas pelayan tersebut. lalu Glenno dan William pun makan sambil ngobrol.


" lusa Om dan Tante mu akan kembali ke Swiss.

__ADS_1


Opa dan Oma mu katanya akan menyusul setelah lewat 100 hari kematian Daddy mu.


Oma mu masih sangat terpukul dan sangat merasa kehilangan atas meninggalnya Daddy mu. " ucap William


" iya Om, kita semua merasa kehilangan tapi aku sendiri belum tahu apa yang harus kita laku kan, sedangkan dari pihak Polisi pun belum ada kabarnya" ucap Glenno


" iya.., dan Harrys pun belum mendapat titik terang untuk mengungkap kan kasus ini. pembunuh Daddy mu itu benar- benar orang yang sangat misterius ." ucap William


" Adakah Misteri yang tersembunyi di balik peristiwa ini Om ? " tanya Glenno


" Entahlah Glenno, kita serahkan saja pada Tuhan. semoga Tuhan mau memberikan jalan terbaik bagi kita untuk segera membuka tabir ini. " ucap William


" iya Om. harapan ku juga begitu. karena aku juga khawatir kalau kita sekeluarga ikut terancam. " ucap Glenno.


" betul, itu yang paling Om khawatirkan. " ucap William


" maka itu aku selalu waspada, dan membuat aku sangat berat untuk meninggalkan Mommy dan Vanders sendiri. " ucap Glenno.


" iya Glenno. diri mu sendiri juga harus waspada dan selalu hati-hati. " ucap William


" iya Om. " ucap Glenno dengan penuh khawatir.


Selesai makan mereka pun pulang ke rumah.


sampai di depan pintu Rumah nya Glenno melihat Mommy nya lagi duduk dengan Vanders dan Oma nya sambil berbincang-bincang.


Nyonya Lucya menyapa mereka ketika mereka berjalan masuk ke dalam menuju ruang keluarga dimana Mommy nya, Vanders dan Oma nya berada.


" kalian dari mana ?? " tanya Nyonya Lucya


" kami dari mencari angin di luar. " ucap William


" kalian juga harus hati-hati, jangan sampai pembunuh itu ada berkeliaran di sekitar sini " kata Nyonya Lucya memperingati mereka.


" iya " jawab Wiliam dan Glenno serentak.


lalu Glenno pun duduk bersama Mommy dan Oma nya.


William segera membuka kan pintu kamar dan masuk ke dalam. dia melihat istrinya sudah tertidur nyenyak..dia membiarkan dan tak mau mengganggunya.dia segera mengganti bajunya dengan piyama dan segera naik ke atas ranjang dan segera tidur.


pagi ini Polisi kembali mendatangi rumah Tuan George, mereka ingin bertemu dengan Nyonya Clarisa.


" selamat pagi Nyonya.. " kata Polisi


" Pagi Pak, apakah sudah terungkap siapa pembunuh Suamiku, Pak ?" tanya Clarisa


" maaf bu, kali ini barulah kami menemukan kasus serumit ini..sampai saat ini belum ada sama sekali titik terang untuk memecah kan kasus ini " kata Polisi tersebut


" heran ya Pak, sudah beberapa hari tapi belum juga terungkap peristiwa ini. " ucap Clarisa dengan mimik wajah yang agak kesal.


" maka itu kami masih minta kesabaran ibu dan keluarga. lalu maksud kami kesini yaitu kami hendak meminta ijin ibu untuk membawa beberapa orang pekerja di rumah ini untuk di interogasi ." kata Polisi


" baiklah Pak, kalau itu memang yang terbaik, dan bisa membantu Polisi untuk penyelidikan, silahkan Pak. " ucap Clarisa.


" terimakasih Nyonya, atas kerja samanya. " ucap Polisi tersebut.


Lalu Clarisa segera mengumpul kan para pelayan, tukang kebun dan Satpam.


Mereka semua kumpul di ruang tamu dan Polisi segera memberi pengarahan.


" Bapak-bapak dan ibu-ibu kami mohon maaf, karena sampai detik ini kami belum bisa menemu kan siapa itu pembunuh tuan George, maka dari itu kami mohon kerja sama anda sekalian dengan pihak kepolisian dan kami akan kembali memeriksa anda semua satu persatu dan untuk itu kami meminta anda untuk ikut bersama dengan kami ke kantor Polisi." Penjelasan dari Polisi tersebut.


" Baiklah Pak. kami akan ikut ke kantor Polisi, sekali pun kami merasa tidak bersalah." ucap Benno Satpam yang bertugas pagi itu.lalu mereka mengikuti Polisi dan masuk kedalam mobil dan segera berangkat menuju kantor Polisi.


Clarisa segera memberitahu kan Glenno dan Glenno pun memberitahukan Om nya Tuan William, Wiliam keluar dari kamar. lalu mereka menuju keruang keluarga untuk diskusi bersama.


" Selama ini kenapa Polisi tidak ingat untuk memeriksa mereka? padahal mereka berada dalam rumah saat kejadian itu dan mereka memang patut di curigai." kata Clarisa

__ADS_1


" Polisi telah memeriksa mereka di awal kejadian itu, namun waktu itu tak ada hal-hal yang mencurigakan pada mereka,


maka Polisi pun membiarkan mereka. " ucap Vanders.


" Bisa saja salah satu di antara mereka yang di bayar untuk membunuh Daddy mu dengan cara mereka menduplikat kunci kamarnya. " ucap Clarisa.


" tapi ini masih praduga tak bersalah dari pihak kepolisian. jadi kita tunggu saja hasil dari pemeriksaannya. " kata William.


" semoga segera orangnya ketangkap biar hidup kita bisa tenang. " ucap Clarisa


" amin.. " ucap yang lainnya bareng.


Sehari sebelum keberangkatan Tuan William dan Nyonya Corry untuk kembali ke Swiss, Harrys menelponnya.


" Halo Selamat Malam William " ucap Harrys


" Selamat malam Harrys. " ucap William pula


" William, aku benar-benar menyerah.. aku telah sampai pada titik terakhir dan belum menemukan apa-apa. " kata Harrys


" lalu apa yang harus dapat kita perbuat Harrys ? " tanya William. ucap


" baiklah untuk sementara kita serah kan pada Polisi. semoga mereka bisa mengungkap kan kasus ini secepatnya. " kata Harrys


" baiklah Harrys, terimakasih banyak untuk kebaikan mu telah menolong kami. " ucap William.


" maaf William, ini untuk pertama kalinya aku menemu kan kasus seperti ini. biasanya tak ada kasus yang tak bisa ku ungkap kan. kali ini aku gagal William. " ucap Harrys


" aku mengerti Harrys. " ucap William


" baiklah William, sampai jumpa nanti." ucap Harrys


" Okey Harrys. " ucap William sambil menutup pembicaraan dan letakkan Handphone nya di atas meja.


Glenno menghampiri William yang sedang duduk melamun di ruang tamu.


" bagaimana Om, apa kah sudah ada berita dari Om Harrys ? " tanya Glenno.


" menurut Harrys dia sudah sampai pada titik akhir penyelidikannya, tapi tak satupun titik terang untuk nya agar bisa mengungkap kan kasus ini. dia sudah menyatakan menyerah Glenno !" ucap William.


Dan Glenno terdiam mendengar kata-kata William Om nya. dia merasa bingung apa yang harus di perbuat nya. Harrys ada lah Detektif yang sangat terkenal di Negara ini, sudah banyak kasus besar yang berhasil dia selesaikan tapi baru kali ini dia tidak bisa dan menyerah sebelum dapat membuka tabir pembunuhan ini, berarti memang yang membunuh Daddy nya ini adalah seorang pembunuh kelas kakap sehingga tidak ada jejak sedikit pun yang di tinggal kan olehnya.


" Glenno besok Om berangkat. tolong kamu kabarin Om mengenai setiap perkembangan dari kasus ini. Om ingin tau siapa sebenarnya pembunuh sadis itu. " kata William


" iya Om, aku pasti akan kabarin Om setiap perkembangan dari kasus ini. " ucap Glenno


" Om tidak habis pikir. apa kah salahnya George sehingga orangnya tega untuk membunuh George. " ucap William dengan sedih.


" itu lah Om,setahu ku Daddy adalah seorang yang amat baik dan selalu menolong bila orang dalam kesusahan. tapi mengapa ada orang kejam yang tega membunuh Daddy ? " ucap Glenno dengan mata yang tergenang air mata.


Malam pun semakin larut, William dan Glenno bangkit dari kursi lalu menuju ke kamar tidur masing-masing.


mdo 02012021


πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Thanks ya buat pembaca setia Novelku ini.


untuk memicu semangat Author menulis Episode berikutnya. jangan lupa di


Like


Vote


komen


jangan lupa pula membaca Novelku yang lainnya.

__ADS_1




__ADS_2