Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 6 Tuan Harrys pulang


__ADS_3

Akhirnya tiba saatnya Tuan William dan Nyonya Corry pun meninggalkan Jakarta.


Glenno mengantar mereka sampai di Bandara.


" Om pergi ya Glenno, ingat ya pesan Om, selalu waspada dan hati hati. klo ada perkembangan segera kabarin Om. " kata Tuan William.


" Iya Om. " ucap Gleno.


Merekapun tiba di terminal 3 bandara Soekarno Hatta


Gleno segera turun membantu Tuan Wiliam mengeluarkan barang barangnya dari bagasi mobil.


berat rasanya berpisah dengan Omnya. setelah Daddy nya meninggal, dia sangat merindukan sosok seorang Ayah, dia benar benar merasa kehilangan.


dia agak terhibur selama Omnya Tuan William ada bersama mereka.


kini Omnya akan pergi, ada rasa sedih dihatinya.Glenno memeluk Omnya,


tak lama kemudian Tuan William dan Nyonya Corry pun pamit pada Glenno.


Lalu berjalan masuk di pintu masuk keberangkatan sambil melambaikan tangan pada Glenno dan Glenno pun membalasnya.


Setelah Om dan Tantenya menghilang dari penglihatannya, Glenno pun mengajak Sopir nya untuk pulang ke rumah.


Tiba di rumah Glenno langsung masuk di kamarnya..dia masih bingung dengan peristiwa yang menimpa keluarganya. dia bingung karena sampai detik inipun Polisi masih belum dapat pembunuh ayahnya.


Siapa sebenarnya orang tersebut?


Glenno mengambil Handphonenya di atas nakas di samping tempat tidurnya membuka buka Facebook nya serta melihat lihat status teman temannya. namun tak ada satupun yang menarik perhatiannya.


Pintu kamar diketuk dan Glenno bangun dan membukanya. ternyata Nyonya Clarisa yang datang.


" ada apa Mom.. ? " tanya Glenno


" apakah kamu sudah makan siang sayang ? " tanya Clarisa


" belum Mom.. aku masih belum ada selera makan " ucap Glenno


" Tapi kamu harus makan, untuk menjaga kesehatanmu !" kata Clarisa


" Iya Mom, aku akan makan tapi bukan sekarang, aku belun merasa lapar. " ucap Glenno


" baiklah Sayang ." ucap Clarisa


" ok Mom " kata Glenno


" Glenno, Mommy ingin bicara denganmu. " kata Clarisa


" tentang apa Mom ?" tanya Glenno


" Mommy pikir sudah waktunya kamu harus kembali ke Amerika untuk menyelesaikan kuliahmu, agar kamu tidak terlalu larut dalam kesedihan. Mommy nggak mau nanti kuliahmu tertunda. " kata Clarisa


" tapi Mom, aku tak bisa meninggalkan Mommy dan Vanders sendiri. aku harus menjaga kalian, aku tak mau meninggalkan kalian dan sudah saatnya aku harus menangani Perusahaan, aku harus meneruskan usaha Daddy..aku tak mau Daddy kecewa padaku. " ucap Glenno


" jangan bodoh Glenno, Mommy dan Vanders akan baik baik saja, mengenai Perusahaan, Percayalah pada Mommy. Mommy juga lulusan S2 Ekonomi.Mommy dapat mengurus semuanya. " ucap Clarisa setengah memaksa


" tapi Mom, sebagai anak yang tertua, aku harus bertanggung jawab untuk mencari nafkah dan aku juga harus bertanggung jawab untuk melindungi Mommy dan Vanders. aku masih ingin memastikan siapa pembunuh Daddy sebenarnya. " jawab Glenno setengah memohon.


" Tidak Glenno , kamu harus dengar kata kata Mommy, mengenai pembunuh Daddy kita serahkan saja pada Polisi dan saat ini mereka masih dalam penyelidikan..belum tahu sampai kapan baru bisa terungkap..bila sudah ada kabar Mommy pasti mengabarimu.kuliahmu masih tinggal setahun lagi dan itu harus selesai. " ucap Clarisa agak tegas.


Akhirnya Glenno sengaja mengalah biar Mommy nya berhenti memaksa.


" baiklah Mom, akan aku pikirkan, berilah aku waktu. " ucap Glenno


"Baiklah Mommy beri kamu kesempatan buat berpikir. " ucap Clarisa. lalu Clarissa keluar dari kamar Glenno.


Glenno nggak habis berpikir kenapa Mommy nya begitu antusias menyuruh dia harus segera kembali ke Amerika ?


~Hatiku belum puas sebelum aku dapat menyingkap tabir pembunuhan Daddy ku.~


batin Glenno

__ADS_1


Pagi ini setelah bangun pagi Glenno segera mandi, dia begitu merasa segar ketika tubuhnya terguyur dengan air hangat dari shower..


Sesudah mandi dia memakai celana jeans dan kaos berkerah warna biru tua kombinasi putih. serta menyisir rambutnya dengan rapi.


Sejak pulang dari Amerika dia tidak terlalu mengurus dirinya karena terlarut dalam kesedihan. namun hari ini dia mulai coba untuk memperhatikan dirinya sendiri.


Sesudah selesai menyisir rambutnya, diapun segera turun dan menuju meja makan. dimeja telah duduk Mommy nya, Opa dan Oma serta Vanders. sejak Tuan William kembali ke Amerika rasanya agak sepi.


Glenno menarik kursinya dan duduk di samping Opanya.


Merekapun segera makan dengan diam. Selesai makan, merekapun duduk diruang keluarga sambil Nonton Televisi.


Glenno merasa gerah lalu dia masuk ke kamarnya. dia tutup pintu kamar dan duduk ditepi tempat tidurnya. tiba tiba bunyi tanda ada notifikasi yang masuk dan dia melihat nya, dari Ingke seorang sahabat baiknya.


" Glenno, aku turut berdukacita ya atas meninggalnya Daddy mu.. apakah kamu masih di Jakarta, aku pengen ketemu. " kata Ingke.


" thanks ya Ingke.. aku masih di Jakarta Ingke.


kamu sekarang dimana, baiklah kita ketemuan. " balas Glenno


" aku masih di rumah, bagaimana kalau kita ketemu di Cafe J & R tempat biasa kita kumpul dulu. " kata Ingke


" baiklah aku sekarang kesana. " balas Glenno


" okey aku juga kesana. !" kata Ingke


Lalu Glenno pun memakai jaketnya dan memasukan Handphonenya kedalam saku jaketnya dan segera keluar dari kamarnya.


dia pamit pada Mommy dan Omanya yang masih duduk nonton televisi.


Glenno membuka pintu mobilnya dan segera duduk didepan stir lalu diapun menjalankan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya dan melaju kejalan raya menuju Cafe **.


tiba dihalaman Cafe J & R. Glenno segera memarkirkan mobilnya ditempat parkir lalu diapun melangkah masuk kedalam Cafe.


Glenno melihat Ingke belum datang, lalu dia pun berjalan masuk kedalam dan mencari tempat duduk disebuah pojokan.


lalu diapun mencoba untuk mengirim sebuah pesan buat Ingke


" aku sudah tiba di Cafe, posisi kamu ? " tanya Glenno


" iya aku tunggu. " kata Glenno


Lima menit kemudian Glenno melihat sebuah mobil sport hitam memasuki halaman Cafe dan seorang gadis cantik, tinggi semampai berambut pendek ala Laddy Diana turun keluar dari mobil seraya menutup kembali pintu mobilnya dengan remote yang ditangannya. Lalu melangkah masuk kedalam Cafe sambil pandangan matanya mencari cari seseorang dan akhirnya pandangannya singgah pada Glenno dan dia tersenyum kecil.


"Hai Glenn.. ! " panggil Ingke


" hai Ingke.. apa kabarmu, lama kita ga jumpa. " ucap Glenno. lalu Glenno berdiri menyambut uluran tangan Ingke.. dan merekapun cipika cipiki lalu mereka duduk.


" Glenno, aku minta maaf ya, aku nggak datang ke rumahmu waktu Daddy mu meninggal.. waktu itu aku lagi di Semarang, aku sangat kaget membaca beritanya. " ucap Ingke


" nggak papa, aku ngerti kok Ingke. " ucap Glenno.


" Oh iya ke, kamu mau minum atau makan ? " tanya Glenno


" Minum saja Glenn, aku baru saja habis makan." kata Ingke


" aku juga. kalau begitu kita pesan minum saja ya..kamu minum apa ? " tanya Glenno


" aku Lemon Thea saja. " kata


" baiklah, aku juga sama. " ucap Glenno


dan Glenno memanggil pelayan lalu memesan 2 gelas lemon Thea.


" Glenn, apakah sudah ketemu pembunuhnya? " tanya Ingke.


" Sampai saat ini belum Ingke, baik dari pihak kepolisian, maupun Detektif yang kami bayar.. belum juga bisa terungkap. sedangkan Detektifnya yang sudah terkenal dan sudah banyak kasus seperti ini yang dia tangani dengan sukses. tapi kali ini dia menyerah sebelum berhasil. " kata Glenno


" berarti ini adalah sebuah kasus yang penuh dengan misteri " ucap Ingke.


" begitulah Ingke.. " ucap Glenno sambil menarik napas panjang " aku benar benar merasa kehilangan sosok dari seorang Ayah yang benar-benar sangat ku sayang dan ku kagumi. " lanjut Glenno dengan sedih

__ADS_1


Pelayan datang membawa 2 gelas Lemon tea dan di letakkan di atas meja.


" Sabar ya Glenn, semuanya pasti akan terungkap. " ucap Ingke


" iya.. " ucap Glenno. Ingke sangat mengerti akan perasaan Glenno. karena antara Glenno, Ingke, Robyn dan Ai Ling mereka bersahabat sejak mereka mulai masuk SMP sampai selesai SMA baru mereka pisah karena waktu kuliah mereka memilih perguruan tinggi yang berbeda.


" oh iya, bagaimana dengan Ai Ling.. katanya dia Memperdalam Psikologinya di Beijing ?! " tanya Glenno


" katanya demikian, aku lupa, kalau Ai Ling telah pulang 2 hari yang lalu. " ucap Ingke


" benarkah ? dia pernah menyapaku di Instagramku, dia menyampaikan turut Berdukacita. " kata Glenno.


" Glenno, bagaimana klo malam nanti kita ketemuan dengannya ? siapa tau kamu bisa Curhat padanya dan mungkin dia bisa memberi solusi bagimu... bagaimana ntar malam aku hubungi dia..." kata Ingke


" baiklah.. " ucap Glenno.


Jam 3 sore ketika mereka berdua beranjak pulang dari Cafe itu.


Glenno segera pulang kerumahnya. sampai di rumah kelihatan sepi banget. mungkin semuanya pada tidur siang. dan Glenno masuk kedalam kamarnya lalu mengunci pintu kamarnya dan diapun berbaring di atas ranjangnya.


Gleno sedikit kecewa pada Mommy nya, dia merasa Mommy nya sedikit memaksanya untuk segera kembali ke Amerika.


tapi bagi Glenno sebelum dia bisa mengungkapkan kasus pembunuhan Daddy nya dia harus tetap disini. Sampai dia


tahu siapa pembunuh misterius itu.


Karena merasa banyak beban pikirannya, Glenno tertidur dengan nyenyak.


Dalam tidur Glenno bermimpi melihat sebuah lorong yang luas dan besar dan didalam lorong itu ada banyak genangan darah.. dia melihat Daddy nya berdiri ditengah darah yang tergenang, Daddy nya memandang dia dan tersenyum. lalu tiba tiba dia telah berada disebuah kamar dan dia melihat Daddy nya tergeletak di atas genangan darah yang membasahi seluruh tubuh Daddy nya. dia berontak dan berteriak.


" Daddy.. Daddy.. tolong !!!! " teriaknya dan Gleno pun terbangun dari mimpinya dengan tubuh yang gemetar dan bermandikan keringat.


Namun Glenno tak mau ceritakan pada siapapun, juga pada Mommy nya tentang mimpinya itu.


Diapun segera bangun dan duduk sebentar lalu diapun mandi dan bersiap siap untuk pertemuan dengan Ai Ling dan Ingke Malam ini di Cafe tadi.


setelah selesai mandi, diapun memakai kaos


berwarna putih berkerah serta merapikan rambutnya lalu diapun berjalan keluar dari kamarnya dan turun kelantai bawah. dia berjalan keruang makan lalu mengambil gelas dan menuangkan airnya kedalam gelas lalu meminumnya.


Ketika dia kembali melewati tangga dia melihat Opanya keluar dari kamar dan Glenno menyapa Opanya.


" baru mandi Opa ? " tanya Glenno


" iya Glenno, kamu sudah rapih mau kemana Glenno ? " tanya Opanya.


" aku mau ketemuan dengan teman sambil mencari cari info tentang Kasusnya Daddy. " ucap Glenno


" iya Glenno, Polisi kok sampai hari ini belum ada kabarnya. " ucap Opanya.


" aku juga heran Opa. " ucap Glenno.


Lalu Glenno pamit pada Opanya dan diapun keluar menuju ke garasi dan mengeluarkan mobilnya dari pekarangan rumahnya menuju ke Cafe J & R untuk bertemu dengan Ai Ling dan Ingke.


mdo 09012021


🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Thank you pembaca setiaku 🙏🙏🙏


jangan lupa ya di


Like Vote Komen dan Tip nya


jangan lupa mampir Novelku yang lainnya...


Melangkah diTengah Badai


Gaun Pengantin buat Elena.


Raja Ampat in Love 💘💘

__ADS_1


*******



__ADS_2