Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Bab 49 Terharu mendengar rekaman suara Ibu Josephina.


__ADS_3

Ai Ling dan Dante duduk berhadapan dengan Pak Birlyant bersama kedua putrinya Florensia dan Florence.


" Jadi benarkah Mama Kita masih hidup ??" Tanya Florence.


" Iya benar, Ibu Josephina masih hidup !" Jawab Ai Ling tersenyum. " Beliau dalam keadaan sehat, meskipun kehidupan beliau cukup memprihatinkan, tapi beliau bahagia, karena sudah biasa hidup dalam kemiskinan, namun beliau tak pernah mengeluh." Cerita Ai Ling.


" Pa..kita jemput Mama Pa...Aku sangat merindukan mama..!" ucap Florence dengan mata berkaca-kaca.


" Aku juga rindu Mama..sejak kita masih kecil Mama Pergi..!" Kata Florensia.


" Iya nanti kita jemput Mama. Papa sendiri sampai saat ini belum tahu alasan Mamamu kenapa sampai pergi." Kata Pak Birlyant dengan nada sendu.


" Baiklah, sebelum kita menjemput ibu Josephina, Atas permintaan beliau sendiri, agar kami mau ceritakan Kronologi kejadian sebenarnya, mengapa sampai beliau menghilang. dan saat itu aku sempat merekam apa yang Ibu Josephina ceritakan pada kami, dan ini rekamannya..." kata Ai Ling sambil menyalakan Rekaman suara Bu Pina yang sempat dia rekam waktu itu di ponselnya.


lalu terdengarlah suara Bu Pina bercerita.


{ Suami ku bernama Birlyand Eko Pratama. Sedang kan Nama ku yang Sebenarnya adalah Josephina Theddy .


Aku mempunyai dua orang Putri, yang tertua bernama


Florensia Eka Pratama, waktu aku tinggal kan dia masih berusia 13 tahun. sedang kan yang nomor Dua, bernama Florence Dwi Pratama.


waktu itu Dia baru berusia 11 tahun.


Kami tinggal di Tangerang. Suami ku adalah seorang Pengusaha Properti yang sukses, Namun dengan kesuksesannya, Banyak yang pro dan banyak pula yang kontra.


Hingga di hari naas itu, Ketika aku baru saja keluar dari sebuah Mall, Ada sebuah mobil yang datang menghampiri ku, Aku tidak mengenal mobil tersebut.


Lalu keluarlah dua Orang laki-laki dengan tubuh yang tinggi besar dari dalam Mobil, Mereka tiba-tiba membekap hidungku dan mereka membius aku, lalu aku tak sadarkan diri, ketika Aku sadar, aku tak tau aku berada dimana. aku melihat di sekelilingku, kiranya mereka telah mengurung aku, di sebuah gudang yang berisi besi-besi, yang di jaga ketat oleh tukang-tukang pukul yang berbadan besar dan tinggi.


Aku sangat takut, Ingin aku berteriak meminta tolong, tapi mulut ku di lakban. tangan dan kakiku di ikat.


Tak berapa lama kemudian, datanglah Pimpinan gembong penculikan itu.


Dan itu membuat Aku Sangat terkejut, karena orang tersebut ternyata Adalah Rekan bisnis Suami ku sendiri. Dia ingin menghancurkan Suami ku dengan menculik diriku. Aku di siksa olehnya, Lalu aku di per**sa Sampai aku pingsan. Itu berlangsung setiap hari, disaat dia datang mengunjungi aku di gudang tua itu. Sampai tiba pada suatu hari, Aku di siksanya Karena aku melawan, dia memukul diri ku sampai aku tak berdaya lalu tak sadarkan diri.


dan ketika aku sadar, Aku telah berada di bawah jurang yang sama ketika Ayu di buang. Tapi untunglah, Aku telah di Selamatkan oleh penduduk desa. Namun sayang, Setelah sekitar dua bulan, aku sadar kalau Aku H**il,


Hal tersebut, membuat aku malu, dan Aku tak berani mencari keluargaku lagi, Sungguh aku merasa sangat malu dengan keadaanku waktu itu. " Pak Birlyant dengan kedua Putrinya mendengar rekaman cerita Bu Pina dengan berlinang air mata.


" Sesudah Gading lahir, Aku tidak lagi menginginkan untuk kembali ke rumahku, Aku lebih fokus untuk membesarkan gading, meski pun kami hidup dengan serba kekurangan, Tapi aku bahagia, karena ada Gading yang menemani diri ku. Walau pun kadang-kadang ada rindu pada Suami dan kedua anak ku. Hidup kami benar-benar terpencil dan kehilangan komunikasi dengan dunia luar. }


Mereka Semua tertegun mendengar rekaman cerita Bu Pina.


" Aku tak menduga, kejadian yang menimpamu begitu menyedihkan Jose..., maafkan aku yang tak tau apa-apa. !" Ucap Pak Birlyant dengan mata berlinang air mata. Sedangkan kedua Putrinya pun menangis tersedu-sedu tanpa mampu mengucap kata-kata.


Lama suasana hening mencekam.


" Papa, Kita harus jemput Mama ! apapun yang terjadi, dia tetap Mama kita." ujar Florensia

__ADS_1


" Iya Pa..., kita harus jemput Mama !" Kata Florence.


" Iya.., Kita akan jemput Mama ! Tapi bisakah kalian tolong mengantar kami ke alamatnya ?! " Ujar Pak Birlyant pada Dante dan Ai Ling.


" dengan senang hati kami akan mengantarkan Bapak dan Kedua Putri Bapak untuk bertemu dengan Ibu Josephina. " Kata Dante.


" Iya, Kami sangat bahagia bisa menyampaikan amanat Bu Josephina dan mempertemukan kembali Ibu Josephina dengan keluarganya yang sangat di rindukan." Kata Ai Ling terharu mendengar niat Pak Birlyant dan anak-anaknya.


" Kami sangat berterimakasih Kalian sudah menolong kami untuk menyingkapkan tabir yang selama ini tak pernah terungkap. Jadi kapan bisa kita kesana ? " Tanya Pak Birlyant.


" Kalau kita mau pergi kesana harus pagi-pagi, karena lokasinya jauh serta untuk mencapai tempat tersebut penuh dengan tantangan." penjelasan dari Dante.


" Baiklah, tolong Alamat rumahnya, kami akan menyuruh orang untuk menjemput Anda berdua besok Pagi." Ujar Pak Birlyant.


Dante dan Ai Ling lalu memberikan Alamat rumah mereka masing-masing.


Sesudah ngobrol panjang lebar, Mereka berdua lalu pamit untuk pulang.


" Okey Pak Birlyant, Dek Florence and Florensia, Saya kira kami pamit dulu, Nanti besok kita ketemu lagi untuk menuju ke tempatnya Bu Josephina." kata Ai Ling sambil berdiri di ikuti oleh Dante.


Mereka berdua berjalan keluar dari Ruang kerjanya Pak Birlyant, di antar oleh Florence dan Florensia sampai di depan lift.


" Sampai besok ! " ucap Ai Ling pada Kedua Putrinya Pak Birlyant, sebelum dia serta Dante memasuki lift.


🌾🌾🌾🌾


Matahari mulai bersinar di ufuk timur Ibu kota, Ai Ling telah bangun sejak tadi dan mulai bersiap-siap menunggu jemputan dari keluarga Pak Birlyant untuk selanjutnya menuju ke Lereng gunung di luar kota.


Mamanya Ai Ling yang telah bangun sejak tadi dan sedang membuat sarapan di dapur, mendengar bunyi klakson mobil, segera menyuruh bibinya untuk melihat ke depan.


" Bi ..coba lihat siapa yang datang !" ujar Mamanya Ai Ling.


" Baiklah Bu !" Kata Bibi lalu tergesa-gesa membuka pintu depan dan keluar menuju ke pekarangan ..


" Maaf Pak, Cari siapa ya..?" tanya Bibi ketika melihat dua orang laki-laki keluar dari mobil.


" Selamat Pagi ! Kami di suruh Tuan Birlyant untuk menjemput Nona Ai Ling." Salah seorang laki-laki tersebut menjelaskan sambil melihat di kertas catatan yang ada di tangannya.


" Benarkan ini rumahnya Nona Ai Ling ?!" tanya yang seorang lagi.


" Oh iya benar, tunggu ya Pak, Saya akan memanggil Non Ai Ling !" kata Bibi lalu berjalan masuk dan segera naik ke lantai dua untuk menemui Ai Ling.


Bibi pun mengetuk pintu kamar Ai Ling.


" Non, ada yang mencari Non, katanya mau menjemput Non ! " Kata Bibi di balik pintu kamar Ai Ling.


" Oh iya Bi, aku segera keluar!" jawab Ai Ling.


Setelah itu, Bibi segera kembali ke dapur untuk membantu Nyonya menyiapkan Sarapan pagi.

__ADS_1


Ai Ling yang telah siap dengan baju lapangannya, Hari ini dia mengenakan celana jeans warna hitam serta kaos berkerah tangan panjang berwarna biru. Tak lupa dalam ranselnya telah tersedia baju ganti serta minuman air mineral dan beberapa bungkus biskuit. juga tak lupa kotak P3K.


Ai Ling melangkah keluar dari dalam kamarnya, lalu turun menuju ke lantai bawah.


Di bawah dia ketemu Papanya yang sedang duduk di ruang keluarga sedang menonton berita di televisi sambil minum kopi.


" Kamu mau kemana Ai Ling ? pagi-pagi kok sudah rapi ?! " Tanya Papanya.


" Papa aku pamit mau keluar Kota, dengan Dante serta Klien kami !" kata Ai Ling.


" Kalau begitu hati-hati di jalan ya Nak ! " Kata Papa Ai Ling. Sebagai Orang tua, sekalipun dia sangat percaya pada Ai Ling, tapi rasa khawatirnya selalu ada. apalagi pekerjaan Ai Ling yang selalu menantang bahaya.


" Iya Papa ! " setelah berkata begitu dia lalu ke dapur untuk menemui Mamanya.


" Mama aku pamit ya, mau menemani Klien keluar kota !" kata Ai Ling pada Mamanya.


" kamu sendiri ?!" tanya Mama nya.


" Aku dengan Dante !" Ujar nya.


" Iya.. hati-hati di jalan ya Nak, Oh ya, Kamu ga sarapan dulu ya..?" Tanya Mamanya kembali.


" Nanti di jalan saja Ma, Aku sudah di jemput tuh! ujar Ai Ling sambil berjalan keluar ke pintu depan.


" Aku pergi Papa !" Kata Ai Ling begitu melewati Papanya.


" Iya Hati-hati di jalan ya !" Ucap Papanya.


Di Pekarangan depan ada Pak Seno tukang kebun, sedang membersihkan halaman Begitu melihat Ai Ling hendak keluar, Dia segera membukakan pintu pagar.


" Terimakasih Pak !" Ucap Ai Ling.


" sama-sama Non !" Balas Pak Seno.


Begitu melihat Ai Ling datang, Salah satunya orang suruhan Pak Birlyant itu segera keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Ai Ling.


" Selamat-Pagi Non, Kami di suruh Tuan Birlyant untuk menjemput Anda.!" kata orang tersebut.


" Baiklah !" Kata Ai Ling lalu segera masuk ke dalam mobil. orang tersebut pun segera menutup pintu mobilnya.


" Nanti kita menjemput teman saya ya, di alamat yang satunya." kata Ai Ling.


" Baiklah Non..!" Ucap yang sedang menyetir.


Ternyata Dante telah menunggu di depan rumahnya begitu jemputan tiba.


Lalu Dante pun segera masuk ke Mobil dan mobil mereka melaju di jalan raya yang masih sepi. menuju ke Kediaman Pak Birlyant, untuk Mereka bersama-sama nanti keluar kota.


🌾🌾🌾🌾🌾🌾

__ADS_1


πŸ‘‰ Bersambung ke Bab 50.


Mdo 12072022/17.37


__ADS_2