Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 30 Jatuh dari tangga.


__ADS_3

Ai Ling dan Ingke tiba di halaman Rumah nya Glenno.


Lalu mereka berdua pun keluar dari Mobil dan berjalan menuju ke pintu masuk, Glenno telah menyambut mereka di depan pintu.


Ai Ling dan Ingke pun mengikuti Glenno masuk ke dalam rumah dan mereka pun duduk di ruang tamu.


Suasana dalam rumah terasa begitu sepi, Mungkin pengaruh Semua nya sedang beristirahat di siang hari.


" Sepi ya.. ! " ucap Ingke.


" Iya, semua pada istirahat ! " kata Glenno.


" Bagaimana dengan keadaan Mommy mu, Apa kah sudah lebih sehat ! " tanya Ai Ling.


" Kelihatan nya sudah lebih baik dari kemarin. Hanya dia sering murung, Mungkin karena memikir kan ingatan nya yang belum juga pulih. " jelas Glenno.


" Mungkin juga, itu yang selalu membuat nya banyak melamun. " Kata Ai Ling.


" Iya. memang begitu Orang yang menderita Amnesia." kata Ingke.


" Rasa ingin tahu nya sangat besar, untuk bisa untuk mengingat kembali masa lalu nya. " kata Ai Ling.


" Aku masih memikir kan, siapa kah yang tadi membuntuti mobil kami. "


Kata Glenno.


" Kata Dante. dia akan segera menyelidiki nya. " kata Ai Ling.


" Glenno, Maaf Ini hanya saran ku saja, Bagaimana kalau untuk sementara, Tante Clarisa Di bawa ke Swiss saja dulu, Soal nya, Bila tinggal disini, Sangat rawan bahaya." Kata Ai Ling kembali.


" Coba nanti aku tanya ke Mommy ! Siapa tau dia mau, untuk sementara waktu tinggal di Swiss. ! " kata Glenno.


" Coba Glenno, mudah-mudahan beliau mau. Soalnya ini. menyangkut keselamatan Tante Clarisa sendiri." kata Ingke.


" Baik lah, akan aku Coba!" kata Glenno.


" Aku telah selidiki tentang Vanda, Teman nya Clarina. Vanda adalah seorang Residivis ! " Ucap Ai Ling.


" Ohh, Dia adalah teman Clarina ? " tanya Glenno


" Iya ! " Jawab Ai Ling.


" Kalau begitu, sangat berbahaya. ! " kata Glenno.


🌱


Sementara itu Nyonya Clarisa keluar dari kamar, Lalu naik ke lantai dua, dia ingin menemui Vanders di kamar nya Vanders.


Nyonya Clarisa mengetuk pintu kamar nya Vanders.


" Vanders, lagi tidur ya ?" Tanya Nyonya Clarisa.


" Udah bangun Mom !" ucap Vanders dari dalam kamar.


" Boleh Mommy masuk ? " Tanya Nyonya Clarisa.


" Masuk lah Mom ! " kata Vanders.


Lalu Clarisa pun segera membuka kan pintu kamar Vanders, dang berjalan masuk. Dia melihat Vanders sedang memegang buku, dan lagi bersandar Di sandaran bagian belakang tempat tidur nya.


" Kamu sedang apa Vanders ?" Tanya Nyonya Clarisa.


"Aku lagi membaca Mom ! Sebentar lagi ujian, Maka nya aku baca buku, sambil belajar Mom. "ucap Vanders.


" Semoga Kamu bisa sukses seperti Kakak mu ya, Nak ! " Harapan Nyonya Clarisa, Agar Vanders dapat mengikuti jejak nya Glenno.


" Iya Mom ! Aku akan berusaha. " Ucap Vanders.


" Kamu Sudah makan siang sayang?" Tanya Nonya Clarisa.

__ADS_1


" belum Mom ! " kata Vanders.


" Kalau begitu, kita turun yuk, kita ajak Kakak mu sekalian untuk makan bersama. !" kata Nyonya Clarisa.


" Baik lah Mom ! " kata Vanders, Lalu turun dari ranjang nya. dan mengikuti Mommy nya Turun ke lantai bawah.


Clarisa pun berjalan turun menapaki tangga, satu demi satu, Pas sampai pada anak tangga yang ke lima, tanpa sadar, dia terpeleset dan jatuh terguling dari atas tangga ke lantai bawah.


" Auu aaach Tolong... ! " teriak Nyonya Clarisa. Vanders yang berjalan di belakang nya sangat terkejut.


" Mommyyyyy ! " Teriak Vanders dan berlari menuruni tangga, tapi terlambat, Nyonya Clarisa sudah jatuh sampai ke bawah.


" Ada apa ? " Serentak Ai Ling, Glenno dan Ingke bertanya dan dengan reflex Mereka pun berlari ke arah tangga, Dan mereka sangat terkejut, melihat Nyonya Clarisa yang sudah terlentang di bawah tangga, Dengan kepala yang berlumuran darah.


Vanders menangis, Sambil memangil-manggil Mommy nya.


Glenno juga turut membangun kan Mommy nya, Tapi ternyata Nyonya Clarisa tak sadar kan diri.


Ai Ling dan Ingke segera memeriksa denyut Nadinya.


" Segera kita bawa ke Rumah-sakit, aku tak membawa alat. " kata Ingke setelah memeriksa, Dan melihat keadaan Nyonya Clarisa.


Ai Ling Cepat memanggil Sekurity dan Mereka bersama membopong Nyonya Clarisa kedalam mobil nya Ai Ling, Lalu segera menuju ke Rumah-sakit.


Ai Ling menjalan kan mobil nya dengan hati-hati, Sedangkan Ingke duduk di bagian tengah untuk menjaga Nyonya Clarisa dan menyumpal darahnya dengan memakai kain, Tapi darah nya terus mengalir dari dahi nya yang terluka.


Setiba nya di Rumah-Sakit, Ai Ling menghenti kan mobil nya di depan UGD dan Glenno cepat keluar memanggil Perawat. Perawat pun datang dengan membawa brankar, Lalu mereka pun memindah kan Nyonya Clarisa di atas brankar dan membawa langsung ke dalam Ruangan UGD.


Glenno bingung, Kenapa ini harus terjadi ? Masalah satu belum selesai, Timbul lagi masalah baru .


Dokter pun segera menangani nya, Lalu luka di dahi segera di jahit, Lalu di suntik, sehingga darah nya berhenti mengucur.


Vanders yang duduk lemas di atas Kursi yang ada di depan UGD.


Dia merasa sangat sedih, Dan merasa bersalah.


" Maaf kan aku Mom, Gara-gara aku sampai Mommy jatuh. " Ucap nya Perlahan sambil mengusap air mata nya.


" Cuma Aku sedih Kak, Mommy baru saja sembuh, Kini sakit lagi. " Kata Vanders, Dengan Wajah yang sedih.


Setelah Dokter selesai menjahit luka di dahi nya Nyonya Clarisa, Tapi sampai saat itu Nyonya Clarisa belum juga sadar.


" Lama ya pingsan nya, Untung jatuh nya telungkup, Seandai nya jatuh terlentang, Bisa-bisa Amnesia nya bisa bertambah lagi. " Kata Ingke. Karena dia ada lah seorang Dokter, Jadi dia sangat tau tentang semua ini.


" Syukur lah Ingke ! "Ucap Ai Ling.


Dokter menganjur kan agar Nyonya Clarisa di pindah kan ke Ruang ICU, untuk di pasang Oxigen.


Glenno dan Vanders Duduk di depan Ruang ICU, Sementara itu Ai Ling dan Ingke Pamit keluar sebentar.


🌾🌾🌾


Ai Ling dan Ingke yang tadi nya merasa lapar, karena memang mereka belum makan siang, Rencana nya sesudah kembali dari Rumah Glenno, Baru lah mereka akan mampir untuk makan, Di Cafe langganan mereka, Namun Cerita nya jadi berubah ketika Nyonya Clarisa terjatuh. Karena mereka Membawa Nyonya Clarisa ke Rumah-Sakit, Dan menolong Glenno untuk mengurus nya.


Mereka juga tau kalau Glenno dan Vanders belum makan siang, Maka Ai Ling mengajak Ingke untuk keluar Makan, Lalu sekalian beli makanan buat Glenno dan Vanders.


Ai Ling memakir kan Mobil nya di Cafe XC. Lalu mereka berdua pun keluar dari mobil, Dan berjalan masuk menuju ke dalam Cafe.


Ai Ling memilih duduk di dekat Fan, agar lebih adem rasanya.


Seorang Waiter datang menghampiri mereka, Sambil membawa daftar menu nya.


" Kamu mau makan apa Ingke ? " tanya Ai Ling pada Ingke.


" Aku Nasi Goreng aja deh ! " Ucap Ingke.


" Kalau begitu , Aku pesan Nasi goreng spesial 4 porsi, Tapi yang 2 di bungkus ya ! 2 gelas lemon tea, Dan 2 botol air mineral, Di gabung dengan yang 2 bungkus itu. " kata Ai Ling pada Pelayan nya. Lalu pelayan nya pun segera mencatat nya, Lalu membawa catatan nya ke kasir.


Tak lama kemudian, Pelayan datang dengan membawa 2 Piring Nasi goreng dan 2 gelas Lemon tea, Lalu di letak kan di atas meja di depan mereka.

__ADS_1


" Ini pesanan nya Bu, Silahkan di makan ! " kata pelayan tersebut.


" Makasih ya Mas ! " Ucap Ai Ling dan Ingke bareng.


Setelah Pelayan nya pergi, Ingke dan Ai Ling pun segera makan sambil ngobrol.


" Aku Kasihan melihat Glenno, Masalah nya tak ada habis-habis nya. " kata Ingke pada Ai Ling.


" Aku pikir, Setelah Clarina di Jatuhi hukuman, Pasti semua ini akan berakhir. " Kata Ai Ling.


" Mudah-mudahan ya ! " Kata Ingke.


Mereka berdua makan dengan lahap, Karena rasa lapar yang di tahan nya sejak tadi.


Setelah selesai Makan, Ai Ling Segera ke Kasir untuk membayar, Sekalian juga mengambil pesanan Nasi goreng yang di bungkus untuk Glenno dan Vanders.


Setelah itu, Baru lah mereka pun keluar dari Cafe itu dan berjalan menuju ke Mobil.


Ai Ling pun meluncur kan kembali mobil nya, Menuju ke Rumah-Sakit.


Setiba nya di Rumah-Sakit, Ai Ling dan Ingke pun segera berjalan menuju ke Ruang ICU.


Glenno dan Vanders yang sedang duduk di depan Ruangan ICU, Karena belum di perkenan kan untuk


masuk.


Ai Ling dan Ingke mendekati Glenno dan Vanders, Lalu menyerah kan makanan mya buat Glenno.


" Kalian belum makan siang Kan? Ini aku beli Nasi goreng buat Kalian, Makan lah, Jaga kesehatan kalian, Kalau Kalian Sakit, Siapa yang mengurus Tante Clarisa nanti ! " Kata Ai Ling. Glenno lalu menerima bungkusan makanan nya dari


Ai Ling.


" Terima-kasih Ai Ling, Kamu sangat baik ! " Ucap Glenno.


Lalu Glenno mengambil Sekotak nasi goreng, Dan di beri kan pada Vanders.


" Makan lah, Kamu pasti lapar. " kata Glenno pada Vanders. Vanders mengambil Kotak nasi nya dari Glenno lalu membuka nya.


" Tadi sebenar nya Mommy ke kamar ku. Dan memgajak ku untuk turun makan siang, tapi Mommy berjalan duluan dan jatuh. Mommy belum makan siang Kak ! " kata Vanders sedih.


" Sabar ya Dek. Mommy sedang di infus, jadi tidak merasa lapar. Kamu makan ya. biar nggak sakit. " kata Glenno.


Akhir nya Glenno dan Vanders pun Memaksa untuk makan, Meski pun\ rasa nya tak berselera makan, Karena pikiran mereka hanya tertuju pada Mommy nya.


Sudah tiga Jam, Tapi Nyonya Clarisa belum juga Siuman dari pingsan nya. Glenno semakin khawatir.


" Ingke, Kenapa sampai saat ini, Mommy belum juga sadar ya ?!" Tanya Glenno pada Ingke.


",Kamu yang sabar ya, Tante pasti akan sadar ! Apa lagi sekarang Tante Clarisa telah melalui masa Kritis nya. " jelas Ingke, untuk menenang kan Glenno dan Vanders.


" Aku Khawatir, Karena ini sudah hampir 3 jam, Mommy belum juga sadar. " kata Glenno.


" Mommy mu pasti sembuh Glenno, Berdoa lah, Dan berserah lah pada Tuhan, Karena dengan doa, Sesuatu yang tidak mungkin, Pasti dapat pertolongan Nya." Kata Ai Ling


πŸ‘‰ Bersambung ke Episode 31


Mdo 01042021


πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. πŸ™πŸ™


Baca Juga Novelku yang Lainnya.


Malangkah di Tengah Badai


Gaun Pengantin buat Ellena


"

__ADS_1


"


__ADS_2