Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 9 Titik awal


__ADS_3

Dengan menumpang bus akhirnya Ailing tiba juga di CBR. lalu turun di Terminal Bus.


dari terminal bus Ai Ling pun naik Angkot untuk mencapai alamat yang diberikan oleh bu Nany sambil bertanya tanya pada sopir angkot.. akhirnya Ai Ling berhasil menemukan alamat tersebut...


Ai Ling sangat takjub melihat sebuah rumah tua bagaikan sebuah Castill yang berdiri kokoh diujung jalan itu.


Rumah yang besar dengan Arsitektur


bergaya Spanyol..


dalam hati Ai Ling berpikir pasti inilah rumah yang dimaksudkan oleh bu Nany.


Ai Ling coba untuk mengambil beberapa photo Rumah besar tersebut.


lalu Ai Ling pun berjalan untuk menemui tetangga yang ada sebrang rumah tersebut.


Sampai di Rumah yang pasnya disamping rumah tersebut, kebetulan pintunya terbuka dan Ai Ling mendekati sambil mengetuk pintunya. tok tok tok


Seorang wanita paruh baya keluar dari dalam rumah menghampiri Ai Ling


" selamat siang bu, " ucap Ai Ling


" siang Non.., Non cari siapa ya.. ? " tanya wanita itu.


" saya Ai Ling bu, dari Jakarta. " kata Ai Ling sambil mengulurkan tangannya menjabat tangan ibu tersebut.


" saya Sita Non.. " ucap Sita sambil menyambut uluran tangannya Ai Ling


" saya kesini mau kerumah yang disebelah itu bu.. saya mau ketemu dengan tante saya. tapi pagar rumahnya kelihatannya tertutup. " ucap Ai Ling terpaksa berbohong.


" Oh Iya Non,, rumah itu selalu tertutup karena hanya dihuni oleh bi Sumi dan Mang Ujang


serta seorang putranya Satria. tapi putranya sudah kerja diBalik Papan makanya mereka jarang membuka pintu pagarnya. tapi kalau perlu bisa di panggil, ada belnya ditembok pagar itu. oh iya,, siapa Tantenya Non.? " tanya bu Sita.


" Tante saya Clara,, dia saudara sepupu dari ibu saya. " ucap Ai Ling membuat Wanita paruh baya itu terkejut.


" Saya sendiri belum kenal dengan tante saya,, karena saya baru saja tiba dijakarta dari Beijing.


kebetulan ibu saya wanti wanti agar saya bisa menemui tante saya bila sudah di Jakarta nanti. karena sejak keluarga kami pindah Ke Beijing,, hubungan mereka terputus. " kata Ai Ling..


" Oh.. maaf Non,, jangan sampai Non kaget mendengarnya.. " kata ibu itu


" ada apa ya bu. bagaimana dengan tante Clara ? " tanya Ai Ling.


" Nyonya Clara tantenya Non itu sudah lama meninggal dunia.. sudah sekitar 20 tahun yang lalu. " kata bu Sita membuat Ai Ling pura pura terkejut dan diam..


" kalau begitu saya terlambat, ibu saya pasti sedih mendengarnya. kok kami nggak dikasitau.. " kata Ai Ling sambil meneteskan air matanya.


" yang sabar ya Non. !" ucap bu Sita. " Nyonya Clara meninggal satu orang putranya bernama Tuan muda Glenno. dan sejak itu dia diasuh oleh babby Sitternya Nany.. tapi ketika Nany menikah waktu itu tuan Glenno hanya ditemani oleh Daddynya Tuan George


dan tak lama kemudian Tuan George dan Tuan Glenno pindah entah kemana..hanya sekali sekali Tuan George datang untuk melihat lihat rumahnya yang sekarang dijaga ole bi Sumi dan suaminya mang ujang. " ceritanya bu sita membuat Ai Ling tenang mendengarnya dan tanpa pengetahuan bu Sita, Ai Ling telah merekam semua percakapan mereka.


" jadi Anaknya Tante Clara, Glenno tidak tau dimana ya... " ucap Ai Ling


" iya Non,, tak pernah ada lagi kabarnya tuan Glenno. Tua Glenno seumuran anak saya.. sekitar 24 tahun umurnya. " kata bu Sita lagi


" kalau makamnya Nyonya Clara bu Sita tau dimana ? " tanya Ai Ling Lagi


" saya tau Non,, kami tetangga semua ikut mengantar Nyonya Clara sampai dipemakamannya. beliau dimakamkan di Pemakaman keluarga Tuan George yang ada di CBN " jelas bu Sita


" tapi Non saya dengar dengar katanya Tuan George sudah menikah lagi dan tinggal Di Jakarta. " kata bu Sita.


" baiklah bi Sita,, saya pulang dulu.. maaf saya sudah mengganggu waktu ibu.. Saya sangat berterima kasih atas informasinya.


nanti ada waktu saya main kesini, bolehkan bu ? " kata Ai Ling.


" boleh.. boleh Non. " ujar bu Sita.


Lalu Ai Ling pun berdiri dian mengambil beberapa lembar uang merah dari dalam tasnya lalu diapun menjabat tangannya bu Sita sambil memberikan lipatan uangnya buat bu Sita.


" buat apa ini Non ?? " tanya bu Sita


" ini buat ibu... " ucap Ai Ling


" aduh Non.. kok repot repot.. Makasih ya. " ucap bu Sita.


" sama sama bu. " balas Ai Ling lalu melangkah keluar.


Ai Ling keluar dari rumah bu Sita sambil memandang ke rumah besar itu. dia belum puas dan mencoba mengambil Photo kembali


Ai Ling pun segera kembali Ke Jakarta..

__ADS_1


dengan menumpang ojek yang kebetulan ada didekat situ lalu menuruh ojek mengantarnya ke terminal bus untuk balik ke Jakarta.


setibanya dijakarta sudah sore dan diapun segera naik taxi online untuk menuju kerumahnya.


Sepanjang hari ini dia menghabiskan waktunya dijalan sehingga membuat Ai Ling benar benar merasa sangat lelah.


Begitu tiba dirumah, Ai Ling pun segera masuk kekamarnya tanpa peduli lagi dengan orang dirumahnya.


Setelah mandi,, Ai Ling segera mengenakan baju tidurnya dan naik ke pembaringannya.rasa kantuk membuat Ai Ling tertidur.


🌞


Ai Ling terbangun ketika Mamanya mengetuk pintu membangunkannya untuk sarapan pagi.


" Ai Ling....... Ai Ling bangun Nak, sarapan dulu udah jam 8.00 " kata Mamanya.


Ai Ling terkejut mendengar suara ibunya.


" Sudah siang Ma ?!" tanya Ai Ling..


" iya Ai Ling.., sudah jam 8.00 " ucap ibunya


Lalu Mamanyapun pergi dari kamarnya Ai Ling dan turun kebawah.


Ai Ling pun segera mandi dan mengenakan baju Rumah lalu turun kelantai bawah menemui Mamanya yang lagi sibuk di dapur.


" mana Papa, Ma ? " tanya Ai Ling


" Papamu sudah ke Toko. tunggu kamu belum bangun maka Papa dan Mama duluan sarapannya. " kata Mamanya. Papanya Ai Ling Mempunyai sebuah Toko Bangunan yang terbesar didaerah tempat tinggalnya.


" sana.. sarapan udah..., nanti magg mu sakit lagi. Semalam nggak makan.." kata Mamanya.


" iya Ma.. " ucap Ai Ling sambil berjalan menuju ke Ruang makan. bi Iyem datang membawa sepiring roti bakar dan secangkir Ovaltine susu buatnya, karena dia tau kalau Nonanya paling doyan makan Roti bakar diisi dengan Pork luncheon meat.


Ai Ling pun segera memakannya. sesudah makan dia kembali lagi naik kelantai dua setelah dia membawa piring bekasnya kedapur.


dia Membuka pintu kamarnya dan segera masuk kedalam dan duduk didepan meja kerjanya yang ada didalam kamarnya yang berukuran 5 x 6 meter itu.


Dia segera membuka laptopnya dan mulai mengetik tentang penemuan Rumahnya Glenno beserta cerita bu Sita kemarin .


lalu hasil rekaman pembicaraan bu Sita dengannya dia masukkan dalam flas disknya dan disimpan baik baik dalam sebuah kotak yang terdapat pada laci meja kerjanya dan dikuncinya.


Ai Ling coba menelpon Ingke.


" Haloo Ingke.., kita ketemuan dengan Glenno Yuk.. !" kata Ai Ling.


jam berapa Ai Ling ? " tanya Ingke


" bagaimana klo jam 11 supaya sekalian makan siang disana. ?" kata Ai Ling


" baiklah aku selesaikan pekerjaanku dulu ya " ucap Ingke.


" baiklah. nanti aku telpon lagi. " ucap Ai Ling.


sesudah itu diapun menelpon Glenno.


" haloo Glenno.. ! " sapa Ai Ling.


" haloo Ai Ling.. apa kabar.. ? " tanya Glenno


" Glenno,, kita ketemuan yuk.. " ajak Ai Ling.


" jam berapa ?? " tanya Glenno


" jam 11.00.. ditempat biasa ya.. " jawab


Ai Ling


" Baiklah... nanti aku kesana. " kata Glenno. lalu merekapun mengakhiri pembicaraan dan Ai Ling pun melanjutkan pekerjaannya.


Ai Ling mulai mengamati foto foto yang dia ambil tadi. foto rumahnya Glenno yang kelihatannya begitu megah dan indah, namun sayang sepertinya nggak ada perawatan sehingga cat rumahnya mulai berwarna kusam.


Ai Ling Coba print foto foto tersebut. sesudah print,, diapun masukkan kedalam tasnya.


Sebenarnya dia mau pergi untuk mencari makamnya Nyonya Clara. tapi hari ini dia masih merasa lelah untuk mengadakan perjalanan jauh.


Pas Jam 11.00 diapun menjemput Ingke dan merekapun menuju ke JR Cafe. sampai di JR Cafe Ai Ling pun segera memarkirkan mobilnya diarea parkir lalu mereka berduapun membukakan pintu mobil dan segera keluar dari mobil dan berjalan menuju kedalam Cafe.


mereka melihat lihat ternyata Glenno belum datang. lalu mereka mencari tempat duduk yang kosong, yang ada cuma dibagian dalam Cafe. terpaksa merekapun duduk disitu.


Glenno Berjalan masuk kedalam Cafe dan melihat lihat mencari Ai Ling.. melihat Glenno, Ingkepun mengangkat tangannya memberi kode keberadaan mereka. Glenno melihatnya dan segera berjalan menuju tempat meja dimana Ai Ling dan Ingke sedang duduk.

__ADS_1


" haii Ai Ling.. Ingke.. ! " seru Glenno


" haii Glenno.. ! " sapa Ai Ling dan Ingke bareng.


lalu Glenno pun segera menarik kursi dan duduk.


" apa kabarmu Glenno ? apa sudah ada titik terang dari polisi? " tanya Ai Ling


" belum ada Ai Ling, aku sudah berulang kali kekantor Polisi tapi mereka hanya jawab belum. seakan akan mereka sengaja bekukan masalah ini. " ucap Glenno.


" Yang sabar Glenno.. semua pasti terungkapkan. " ucap Ingke. lalu Ai Ling memanggil pelayan untuk memesankan makanan.


Pelayanpun datang menghampiri mereka.


" Silahkan Non, ini menunya.." kata pelayan itu.


Lalu Ai Ling memberikan menu pada Glenno dan Glenno melihatnya.


" aku Nasi goreng spesial dan es Teh. " ucap Glenno


" aku juga sama. " kata Ingke


" kalau begitu sama aja ya. 3 porsi nasi goreng dan 3 gelas Es Teh. " kata Ai Ling.


"baiklah Non, ditunggu ya.. " kata pelayan itu sesudah mencatatnya lalu diapun berjalan masuk kedapur.


" Glenno,, maaf aku ingin tahu, selain rumah yang sekarang, apakah kamu masih punya rumah yang lain ?" tanya Ai Ling. Glenno tampaknya terdiam dan bingung.


" seingat aku, selain Rumah yang sekarang, hanya ada lagi sebuah Villa didaerah puncak.


itu saja karena Daddy tidak pernah beritahu kalau ada rumah lainnya . kata Glenno


Lalu Ai Ling pun mengeluarkang foto rumah yang telah dia print tadi dan memperlihatkan pada Glenno. Glenno mengambilnya dan memperhatikan.


" apakah kamu tau tentang rumah ini? " tanya Ai Ling. Glenno menggelengkan kepalanya.


" aku tidak tau..rumah siapakah ini ? " tanya Glenno. Ai Ling tersenyum


" Nanti kamu juga akan tau Glenno, kita bertiga saling mendukung ya untuk bisa membuka tabir pembunuhan Daddymu Glenno. " kata Ai Ling.


Pelayan datang membawakan pesanan makanannya. lalu meletakkan diatas meja


" silahkan dimakan Non.. ! " ucap pelayannya


" terima kasih. " ucap Ai Ling dan Ingke bareng. lalu pelayanpun pergi meninggalkan mereka.


" Glenno, Besok pagi aku akan membawamu kerumah ini, mungkin kamu bisa mengingatnya. " kata Ai Ling.


" baiklah Aku akan menjemputmu. " kata Glenno


" iya tapi ingat ini masih rahasia kita, jangan sampai orang lain tahu sekalipun Mommymu. " kata Ai Ling


" Okey aku akan rahasiakan." ucap Glenno


dan merekapun ngobrol sambil makan...


Sesudah selesai makan Ai Ling memanggil pelayan minta billnya.. Ai Lung mau membayarnya tapi Glenno mencegahnya.


lalu Glennopun membayarnya.


Sesudah itu mereka bertigapun keluar dari Cafe menuju area parkiran dan Ai Ling dengan Ingke pun masuk kedalam mobil, begitu juga denan Glenno. merekapun segera meninggalkan halaman Cafe JR dan kejalan Raya...


Mdo 22012021


🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Thanks udah setia menunggu..


maaf ya atas keterlambatan Up Datenya.


Jangan lupa Di Like, Vote dan Komen juga Tip nya atau tekan tanda bintangnya


Baca juga Novelku yang lainnya


Melangkah di Tengah Badai


Gaun Pengantin buat Elena


raja Ampat in Love 💘💘


*******

__ADS_1


__ADS_2