
Setelah selesai makan, Mereka pun kembali Ke Ruang tamu untuk beristirahat sebentar, Sesudah itu, barulah mereka pergi ke kantor Polisi, Untuk mengunjungi Clarina
Nyonya Clarisa duduk bersama dengan Ai ling dan Vanders, Di Kursi bagian tengah. Sedang kan Dante yang mengemudi mobil dan di Sampingnya, Duduk lah Glenno
Dean menyetir mobilnya sendiri , dengan membawa beberapa Bodyguard.
Sedangkan di bagian belakang mobil Dante juga ada satu mobil yang juga membawa beberapa Bodyguard.
Perjalanan menuju ke kantor Polisi, Memakan waktu sekitar Kurang lebih setengah jam.
Akhirnya Mereka pun tiba di depan Kantor Polisi.
Setelah pintu Mobil di buka, Mereka pun keluar dari Mobil dan berjalan menuju ke Pintu masuk Kantor Polisi.
Dante membawa mereka kedalam Ruang kerjanya.
Nyonya Clarisa, Ai Ling, Glenno dan Vanders Duduk di Sofa di dalam Ruang kerjanya Dante, Sambil Berbincang-bincang sebentar, menunggu agar perasaan Nyonya Clarisa Stabil, baru lah Mereka membawa Nyonya Clarisa untuk menemui Clarina.
Sementara itu, Dean bersama para Bodyguard, berjaga-jaga di luar kantor Polisi.
Beberapa saat Sesudah Mereka selesai berbincang-bincang, Lalu Ai ling dan Dante membawa Nyonya Clarisa menuju ke kamar Tahanan Clarina.
Clarina sedang tiduran di lantai, ketika Nyonya Clarisa serta Ai Ling dan Dante mendekat, Dia tidak memperhatikan Bila ada yang Datang mengunjungi nya.
Dante pun menyapanya..
" Selamat Siang Bu Clarina ! Ada Tamu untuk Anda !" Ucap Dante. Clarina tersentak kaget.
" Siapa ??" Tanyanya Dingin.
Lalu dia membalik badannya dan bangun duduk, Dia ingin melihat siapa yang datang.
__ADS_1
Clarisa begitu terharu melihat saudara kembarnya yang tampak begitu kurus, terbersit rasa rindu dan kasihan dalam hati nya, sehingga tanpa sadar, air matanya mengalir. Dia ingat, Saat-saat mereka masih Remaja, masih hidup bersama dengan kedua Orang tua Mereka, mereka begitu saling menyayangi, satu dengan lainnya.
Sementara itu Clarina, Begitu bangun dan dan berdiri. serta melihat Nyonya Clarisa yang datang menjenguk nya, Dia menatap Nyonya Clarisa dengan tatapan dingin, dalam sinar matanya masih terpancar dendam yang mendalam.
" Clarisa !? Untuk apa Kamu datang kesini ?" Tanya Clarina dengan dingin. Nyonya Clarisa hanya diam, terbawa perasaannya.lama baru dia menjawabnya.
" Aku datang menjenguk mu Clarina, Aku ingin tau, Apakah Salah ku pada Mu, Sehingga kamu tega Membunuh Suami ku ?? Kau telah membuang aku ke jurang, Kau telah menghancur kan hidup ku, Clarina ! Kata kan Clarina, Katakan lah, Apakah salah ku ?" Tanya Nyonya Clarisa dengan Sendu.
" Kau Mau Tau salah Mu Adik ku? Atau kamu pura-pura lupa ?" seru Clarina.
" Apa salah ku ? " tanya Nyonya Clarisa.
" Dengar baik-baik Clarisa ! Kesalahan Mu adalah, Kau telah merebut Grorge dari ku ! Kau telah merenggut Kebahagiaan ku, Kau telah menghancur kan masa depan ku ! " ucap Clarina, dengan nada tinggi.
" Kau tau Clarina, Aku sama sekali tidak merebut Kebahagiaan Mu. Semua itu karena salah Mu sendiri! Aku hanya sebagai penyelamat, untuk menutupi Aib Keluarga kita. Seandainya hari itu, kamu tidak selingkuh, Pasti semua akan baik-baik saja, dan itu tak akan terjadi. Waktu itu aku juga terpaksa menerima permintaan Papi dan Mami, untuk menikahi George. Kamu kan tau, Saat itu Aku harus
meninggalkan James Kekasih ku? Lalu menikah dengan George, untuk menutupi Aib yang telah kamu perbuat ? " Nyonya Clarisa menjelas kan dengan perasaan yang bercampur Aduk, Berkecamuk dalam dada nya. Namun Clarina tak mau kalah, Dia tetap mempertahan kan Ego nya.
" Bunuh lah aku, bila itu bisa membuat Hati puas untuk membalas dendam padaku ! Tapi Bila Aku mati, apakah itu dapat membuat Mu Bahagia ? Pikirkan lah baik-baik Clarina!?" Ucap Nyonya Clarisa.
" Biar lah Kau mati ! Baru lah Aku akan merasa puas dengan semua itu ! " Kata Clarina.
" Tapi hidup Mu akan lebih menderita, Kau akan menghabis kan sisa hidup Mu di balik tembok Penjara !" Kata Clarisa dengan sedih
" Pergilah..Clarisa ! Aku tak mau bertemu dengan Mu ! Aku tak mau mendengar omong kosong mu itu !" Teriak Clarina, lalu membalikkan badannya dan menghindar dari Nyonya Clarisa.
" Baiklah Aku akan pergi, Bila memang kau tak mau sadar ! Tapi ingat, Suatu waktu nanti, Kau akan menyesali semua perbuatan mu itu!" Ucap Nyonya Clarisa. Lalu membalik badan dan segera meninggal kan tempat itu. Di ikuti oleh Dante dan Ai Ling , dari belakang.
Nyonya Clarisa masuk kembali ke dalam Ruang kerja Dante, Lalu menangis tersedu-sedu.
Glenno dan Vanders yang melihat keadaan Mommy nya, Mereka lalu mendekati dan membelai punggung Mommy nya.
__ADS_1
" Mommy Kenapa Mom? " Tanya Vanders. Tapi Ai Ling memberi kode, Agar membiar kan saja Mommy nya menangis.
Setelah puas menangis, Nyonya Clarisa pun mengajak Mereka untuk pulang ke Rumah.
Akhirnya Mereka pun keluar dari Ruang kerja nya Dante, dan berjalan keluar menuju ke Mobil. Dante pun segera membuka pintu mobil nya, Lalu Nyonya Clarisa masuk ke dalam Mobil nya, Sesudah itu,
Ai Ling dan Vanders pun menyusul masuk. Sedang kan Glenno duduk Di samping Dante.
Setiba nya di Rumah, Hari mulai Sore, Nyonya Clarisa, Vanders dan Glenno pun keluar dari mobil, Sedangkan Ai Ling dan Dante tidak turun, karena mereka akan Langsung pulang ke rumahnya.
Nyonya Clarisa masih terbawa perasaan.
Dia Marah karena Clarina telah membunuh Suami nya, dan juga membuang nya ke dalam jurang, sehingga membuat dia hilang ingatannya. Namun Di samping itu, Dia merasa sedih karena mengingat Clarina adalah saudari kembarnya. Bagaimana perasaan Orang tuanya, Kalau sampai mengetahui, bila Clarina berada di Penjara ???
Glenno mendekati Mommy nya dan mencoaba untuk Menghibur nya.
" Mom, Aku mengerti perasaan Mommy, tapi Mommy jangan terlalu terbawa perasaan, Karena Mommy baru saja sembuh, Bagaimana bila Mommy sakit lagi? " kata Glenno.
" Mommy sedih, Karena merasa serba salah. Mommy marah pada Clarina, Karena telah membunuh Daddy Mu, dan membuang Mommy ke dalam jurang, Tapi di lain pihak, Mommy sedih, Karena Clarina ada lah Saudari Mommy, bagaimana Perasaan Oma dan Opa Mu di Autralia, Bila tahu kalau Clarina berada di Penjara ? Pasti mereka sangat sedih. " Jelas Clarina pada Glenno.
" Iya Mom, Tapi Kita harus bagaimana, Ini Negara Hukum, Dia telah berbuat Kriminal, jadi dia harus mempertanggung jawab kan perbuatan nya, dia patut menerima Hukuman. " Kata Glenno, Sambil membelai punggung Mommy nya.
π Bersambung ke Episode 37
Mdo18042021 πππΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ
Jangan lupa mampir juga di Novelku yang lainmya.
Melangkah di Tengah Badai
__ADS_1
Gaun Pengantin buat Ellena