Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 37 Rencana ke Swiss


__ADS_3

Sekali pun Clarina telah berbuat suatu Kesalahan besar terhadap Dia dan Keluarganya, Tapi rasa persaudaraan membuat Nyonya Clarisa begitu sedih memikirkan semua ini.


Di pagi ini Nyonya Clarisa bangun dengan kesehatan yang semakin baik.


Dia mencoba berolah raga ringan, di taman samping Rumahnya.


Perawatnya, masih dengan setia selalu menemani nya.


" Tangan dan kaki, lebih banyak lagi di gerak kan Nyonya. " Kata Perawat nya.


" Baiklah Suster." ucap Nyonya Clarisa.


Sesudah selesai olah raga, Istirahat sebentar, Nyonya Clarisa pun Masuk kerumah dan ke Kamar nya untuk Mandi.


Para Pelayan pun telah menyiap kan makan pagi nya dan menata kan nya di atas meja makan.


Glenno Yang telah selesai mandi, segera turun ke lantai bawah, Dan menunggu Mommy nya di Ruang keluarga, sambil menonton berita pagi itu di Televisi.


Tak lama pula, Vanders pun turun dari lantai dua, dengan seragamnya yang lengkap ransel di punggung nya. Dia pun bergabung dengan Glenno di Ruang keluarga.


Nyonya Clarisa telah selesai mandi, segera keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ke ruang makan,


Dia melihat kedua putra nya yang telah menunggu di ruang keluarga, Lalu mengajak mereka untuk sarapan.


" Wah Anak-anaknya Mommy telah siap, Ayo kita sarapan. !" Ajak Clarisa. Glenno dan Vanders segera berdiri, mengikuti Mommy nya menuju ke meja makan.


Walau pun Glenno bukan lah Anak Kandung dari Clarisa, Namun Dia tidak membeda-beda kan antara Glenno dan Vanders, Dia membesar kan mereka dengan kasih sayang yang sama.


Begitu juga dengan Glenno, Dia sangat menyayangi Nyonya Clarisa seperti Ibu Kandung nya sendiri, Karena Nyonya Clarisa yang telah membesarkan nya sejak dia berusia 2 tahun, Ketika Daddy nya menikah dengan Nyonya Clarisa.


Mereka lalu duduk makan bersama-sama, walaupun dalam hati Glenno dan Vander, mereka merasa kehilangan figur seorang Ayah yang sangat di cintai nya, Namun Glenno dan Vanders tetap berusaha untuk kuat dan tidak menunjuk kan kesedihan nya, Karena Mereka tak mau bila Mommy sedih.


Selesai Makan, Vanders pun pamit ke Sekolah. Vanders Telah selesai Ujian, dan kini tinggal menunggu hasil kelulusan nya saja.


Glenno duduk bersama Nyonya Clarisa di Ruang keluarga sambil menonton televisi.


" Mommy, Menurut Aku, Bila Vanders telah mendengar Kelulusan, Sebaiknya untuk sementara Mommy dengan Vanders ke Swiss, Dan Vanders Kuliah di Swiss Saja. Perusahaan ada aku dan Dean, Maaf, ini semua aku laku kan untuk keselamatan Mommy dan Vanders." Kata Glenno. Nyonya Clarisa diam.


" Lalu bagaimana dengan kamu Glenno ? " Tanya Nyonya Clarisa sedih.


" Mommy Tak usah pikirkan aku, bila Aku sendiri, aku bisa menjaga diri ku, Lagi pula ada Dean bisa menemani ku !" Kata Glenno


" Semua masalah Clarina, Aku akan serah kan pada pengacara kita, biar Dia yang mengurus semuanya. Sekarang Vanda masih berkeliaran , yang sampai kini belum di ketemu kan. tapi, Saat ini Polisi sedang melacak Keberadaan nya!" Kata Glenno.

__ADS_1


" Baiklah Mommy akan menuruti kata-kata mu, kapan Vanders mendengar kelulusan nya ?" tanya Nyonya Clarisa.


" 2 hari lagi. " Ucap Glenno.


" Kalau begitu, Momy mau Siap-siap dulu, Dan Glenno, Mungkin Mommy ada satu permintaan sebelum Mommy Berangkat ke Swiss! " Kata Nyonya Clarisa sambil memandang Glenno.


" Permintaan apa itu Mom ?" Tanya Glenno.


" Sebelum berangkat, Mommy mau Kunjungi Ibu Pinah Di Lereng Gunung Itu. Mommy merasa sangat berhutang budi pada Mereka. " Ucap Nyonya Clarisa.


" Baiklah Mom, Aku akan Usaha kan besok pagi kita Kesana. " Kata Glenno.


" Terima-kasih Glenno! " ucap Nyonya Clarisa.


" Nanti aku ajak Ai Ling untuk menemani Mommy. " Kata Glenno.


" Baiklah. " Ucap Nyonya Clarisa.


🌾🌾🌾


Sementara itu di lain tempat.


Seorang Wanita sedang berada di sebuah Rumah Kost, Dia berbaring dengan kedua tangan nya di la letak kan di atas dahi nya, seakan sedang memikirkan sesuatu.


Dia tinggal di sebuah Rumah Kos yang jauh di luar kota.


Vanda tak pernah habis berpikir, bagaimana caranya untuk bisa menghabisi Clarisa, seperti perintah Clarina padanya.Dia tidak bisa begitu saja mengabaikan, Apa yang Clarisa printah kan padanya, karena Clarina adalah sahabat baiknya dan dia banyak berhutang budi pada Clarina, Karena Clarina yang telah menolong nya, Saat dia tak punya apa-apa, ketika keluar dari penjara, clarina yang telah mengirim kan uang pada nya untuk biaya hidupnya.


Vanda segera bangun dari tempat tidur dan menuju ke Kamar mandi.


Vanda segera mandi, dia rencana mau keluar guna mencari celah, agar bagaimana dia bisa mendapat kan Clarisa, Walaupun dia tau, Sekarang penjagaan terhadap Clarisa, Bertambah ketat.


Selesai mandi, Vanda segera memakai Celana Jeans berwarna hitam, T'shirt berwarna Biru Langit, Sesudah itu dia Mengambil jaket Berwarna hitam, dan di Pakai nya. dia memakai masker juga Berwarna hitam, kaca mata Hitam nya, sesudah itu, Dia keluar dari kamar nya dan dipakai sepatu kets hitamnya, Tak lupa dia mengunci pintu kamar. Lalu menaikkan topi jakect yang di pakai, dan dia pun berjalan keluar dari halaman Rumah kost nya menuju ke Jalan Raya.


Vanda segera memanggil Ojek On line, Tak lama Kemudian, Ojek pesanan nya datang, lalu dia pun pergi menuju ke arah kota.


Tiba di depan sebuah Rumah, Yang tak jauh dari rumah nya Glenno. Vanda turun dari Ojek On Line nya dan tak lupa membayar ongkos nya.


Vanda melangkahkan kakinya perlahan-lahan di atas trotoar di sepanjang jalan itu. Dia melihat Ada beberapa Bodyguard yang sedang berjaga-jaga di depan rumah nya Glenno, Sehingga tak ada celah untuk dapat nyelonong masuk ke dalam.


Akhirnya Dia melihat, Tak jauh dari situ, ada sebuah Warteg, Dia lalu mampir, Kebetulan juga dia belum sempat sarapan tadi.


Dia Masuk ke Warteg tersebut dan memesan makanan.

__ADS_1


" Selamat Pagi bu! " Sapa Vanda, pada Ibu pemilik warung tersebut. Lalu dia telah menurunkan topinya dan juga membuka kaca matanya.


" Pagi Bu, Mau makan ya? " tanya Ibu itu.


" Iya Bu, Aku minta nasi putih sama Ayam Serundengnya satu, rendang jengkol, sama pepes tahu juga satu.


Minum nya teh panas 1gelas. " kata Vanda pada Ibu penjualnya..


" Baiklah, Duduk dulu ya Bu ! " Ucap Ibu pemilik warung itu. Vanda lalu duduk di kursi, depan Meja yang menghadap ke jalan raya. karena pas Rumah Glenno di sebrang jalan dan dari tempat Vanda makan, bisa memantau keadaan rumah Glenno bagian luar nya dengan jelas.


Tak lama kemudian Makanan dan minuman nya di antar, Vanda Lalu segera makan.


" Kalau di Lihat, Ibu bukan orang sini ya? " Tanya Ibu yang punya warung tersebut.


" Iya Bu, Aku baru Datang, dan kebetulan aku ngekos nggak jauh dari sini. " kata Vanda.


" Oh begitu ya Neng, Pantas aku baru melihatnya. " kata Ibu itu.


" Bu Rumah itu sangat besar ya! modelnya sangat indah, seperti Sebuah Mansion. " kata Vanda memancing.


" Iya, Itu Mansion nya Tuan George Almarhum. Kasihan Beliau Mati terbunuh, Oleh Saudara Kembar istrinya sendiri. terus Istri nya juga di buang ke jurang, Untung Istri nya selamat." Cerita Ibu Warung itu.


" Wow Sadis banget Bu, kok bisa begitu ya? " kata Vanda pura-pura Terkejut.


" Iya Neng, Maka sekarang Penjagaan sangat ketat di sekitar rumahnya. Lihat,. itu para Bodyguard nya jaga terus siang dan malam. " cerita Ibu itu.


" Kasihan ya, Lalu pembunuh nya sudah di tangkap bu? " Tanya Vanda.


" Sudah, Sekarang masih di Sel Tahanan Polisi, Namun Katanya, Kaki tangan pembunuh biadab itu masih berkeliaran, Yah mudah-mudahan cepat di tangkap, biar aman. Soalnya Kasihan Nyonya Clarisa, sampai Amnesia, Gara-gara di buang ke jurang. " Kata Ibu itu


" Sadis ya Bu! Aku jadi ngeri mendengarnya." Kata Vanda bersandiwara.


πŸ‘‰ Bersambung ke Episode 38


Mdo 22042021


πŸ’•πŸ’–πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. πŸ™πŸ™


Mampir juga di Novelku yang lainnya.


Melangkah di Tengah Badai

__ADS_1


Gaun pengantin buat Ellena


__ADS_2