
Tiba dikantor Polisi tempat Dante bertugas, Dante memarkirkan mobilnya diarea parkiran
Dante serta Ai Ling segera keluar dan berjalan masuk kedalam kantor Polisi.
Dante memberi salam pada petugas yang piket lalu merekapun berjalan menuju keruang kerja Dante.
Dante masuk duduk didepan meja kerjanya dan Ai Ling duduk di depannya.
" Jadi kita mulai dari mana Ai ? " tanya Dante.
" kita mulai dari pengecekan ruang bawah tanah.jadi mulai dari tempat kejadian.yaitu dikamar Almarhum." kata Ai Ling.
" sesudah itu kita ketaman samping rumah mereka." lanjut Ai Ling.
" baiklah, aku susun semuanya.Dan selama penyelidikan, tidak boleh seorangpun yang keluar dari rumah. " kata Dante.
" kita harus bertindak cepat Dante, kita minta kepada Polisi yang bertugas waktu hari pembunuhan itu untuk kembali bekerja sama dengan kita ." kata Ai Ling
" baiklah aku akan menghubungi Pimpinan, agar beliau mau menugaskan 2 orang anggota tersebut untuk bekerja bersama dengan kita." kata Dante
" aku kira itu baik, dan mulai besok kita bekerja. ! " kata Ai Ling.
" Iya besok pagi.! " jawab Dante.
" tapi besok pagi anaknya Tuan George rencana akan berangkat ke Amerika diPaksa oleh Nyonya Clarisa Ibu tirinya dan rencananya besok pagi Nyonya Clarisa sendiri yang akan mengantarkannya ke Bandara !" kata Ai Ling
" kalau begitu kita akan usahakan agar sebelum mereka pergi, kita sudah ada disana. " kata Dante.
" okey, aku kira baiknya begitu., malam ini aku akan menghubungi Glenno untuk memberitahu rencana kita. okey ? " kata Ai Ling.
" baiklah, tunggu sebentar Ai Ling, selesai ini aku akan mengantarkan kamu pulang ! " kata Dante masih menyusun data dalam laptopnya.
" terima kasih Dante." ucap Ai Ling.
Sesudah Dante menyelesaikan pekerjaannya, diapun berdiri, Ai Ling juga ikut berdiri. lalu mereka berduapun keluar dari ruang kerjanya Dante menuju kemobil!
Dante segera menjalankan mobilnya dan mengantarkan Ai Ling kembali kerumahnya.
Sesudah mengantarkan Ai Ling, Dantepun langsung pulang kerumahnya.
🍁
Pagi hari Matahari bersinar cerah, burung burungpun berkicau riang diatas dahan pohon.Bunga mawar bermekaran ditaman, menyebarkan harumnya yang semerbak menghiasi suasana pagi dialam bebas.
Tuan Garry dan Nyonya Lusya baru saja duduk dibangku besi yang ada ditaman itu, mereka berdua baru saja selesai jalan pagi keliling komplex perumahan.
" Segar ya udara dipagi ini, membuatku ingin lebih lama lagi berkeliling." kata Nyonya Lusya
" Tapi udah jam 6, udah mulai terang." " kata Tuan Garry.
" oh iya. aku sampai lupa, kalau pagi ini Gleno akan balik ke Amerika.!" kata Nyonya Lusya
" ohh iya, aku juga lupa !!" seru Tuan Garry
Ketika mereka lagi ngobrol, Glennopun muncul dari dalam rumah dengan pakaian yang rapi, rupanya dia telah siap siap untuk berangkat.
" haloo Opa, Oma...Selamat pagi ! " sapa Glenno
" aduhh Cucu Oma..selamat pagi juga! " seru Nyonya Lusya.
" sudah mau kebandara Glenno? " tanya
Tuan Garry.
" Belum Opa, masih tunggu Mommy, di ticketnya jam 10 baru berangkat . " kata Glenno
" ohh Opa kira kamu mengikuti penerbangan pagi pagi. " kata Tuan Garry
" tidak Opa..! " kata Glenno.
__ADS_1
" Glenno, jaga diri kamu baik baik ya ! " kata Nyonya Lusya .
" iya Oma, Glenno akan selalu ingat pesan Oma. " kata Glenno
" Oma akan selalu merindukan kalian berdua. " kata Oma dengan mata yang berlinang.
" Oma jangan sedih, kalau Glenno telah selesai kuliah nanti, Glenno akan mengunjungi Oma dan Opa di Swiss." Glenno membujuk Omanya agar tidak terlalu larut dal kesedihan.
" Oma tunggu kamu Glenno, Oma sangat sedih karena sampai hari ini belum juga mengetahui siapa yang membunuh Daddymu. Oma selalu rindu pada Daddymu. " kata Nyonya Lusya sambil menangis tersedu.
Tuan Garry membelai punggung Nyonya Lusya dengan penuh kasih sayang.
" sabar Mam, kita semua juga akan kesana, hanya waktunya yang berbeda. George telah duluan pergi untuk menyediakan tempat buat kita. " kata Tuan George.
" aku tak menyangka, didunia ini ada orang jahat yang telah membunuh anakku." kata Nyonya Lusya.
Mereka merasa kaget ketika mereka sedang asyik ngobrol, bunyi sirene mobil polisi memasuki perkarangan rumah mereka.
Tuan Garry dan Nyonya Lusya pun segera berdiri. Glenno juga ikut berdiri. Glenno yang telah mengetahui rencana Ai Ling dan Dante, maka dia tadi sengaja untuk menemui Opa dan Omanya.
" Opa dan Oma sebaiknya masuk kekamar dulu ya, jangan lupa untuk mengunci pintu kamarnya. " kata Glenno.
" baiklah ." Kata Tuan Garry sambil berdiri dan mengajak istrinya, lalu mereka berjalan masuk kedalam rumah..
🌱
Nyonya Clarisa baru saja selesai mandi dan setelah dia selesai mengenakan bajunya dan merapikan dandanannya, dia dikagetkan bunyi sirene mobil Polisi yang mengaung didepan rumahnya.
Seorang Pelayan mengetuk pintu kamarnya. Nyonya Clarisa segera membukakan pintu kamarnya dan menengok keluar.
" Nyonya, ada Polisi ingin ketemu dengan Nyonya dan sedang menunggu didepan. " kata pelayan tersebut.
" baiklah, aku akan segera menemui mereka!" ucap Clarisa.dan pelayan itupun berlalu.
Clarisa segera keluar untuk menemui Polisi yang telah menunggu diruang tamu.
" selamat pagi Pak ! " sapa Clarisa.
" tidak masalah Pa. kebetulan saya belum kekantor. kalau boleh saya tau kedatangan bapak bapak ini untuk urusan apa ya ?! " tanya Clarisa.
" kami ditugaskan oleh atasan kami untuk menyelidiki kembali kasus pembunuhan Tuan George.! " kata polisi temannya Dante.
" Tapi Pa, bukankah kasus itu telah ditutup ? kenapa sekarang diSelidiki kembali ? " tanya Clarisa.
" maaf Nyonya, saat ini kami belum bisa menjelaskannya. kami hanya menjalankan tugas. jadi kami akan memasangkan kembali Polisi line didepan rumah ini, dan untuk semua orang yang ada didalam rumah ini tidak boleh keluar sekalipun anggota keluarga dan juga orang dari luarpun tak boleh diperkenankan untuk masuk. !" kata patugas Polisi tersebut.
" jadi kalau begitu aku juga tak dapat kekantor dan anakku Glenno pagi ini juga mau ke Amerika , apakah tidak bisa Pak ?" tanya Clarisa dengan perasaan kesal.
" maaf bu, ini perintah ! " kata Polisi itu tegas
akhirnya Clarisa mengalah,
Glenno juga mendengarkan semua percakapan antara Polisi dan Mommynya. dalam hati dia tersenyum karena keberangkatannya dibatalkan.
Tak lama Dante dan Ai Ling berjalan masuk keruang tamu.menemui polisi yang bernama Sonny itu.
" Nyonya Clarisa, kami ingin periksa kembali kamar dimana Tuan George ditemukan
meninggal. " kata Sonny petugas polisi tersebut.
Lalu Clarisa mengantar Sonny dan temannya, bersama Dante dan Ai Ling.
Setelah itu Nyonya Clarisa dipersilahkan keluar dari kamar tersebut, diikuti oleh polisi yang satunya untuk berjaga jaga didepan pintu kamar.
Lalu merekapun mengunci pintu kamarnya.
Dantepun segera menghidupkan AC nya. sehingga udaranya tidak pengap.
Ai Ling memberi tahukan pada Dante tentang rahasia lemari pakaian Tuan George.
__ADS_1
lalu merekapun mencoba untuk membukakan lemari tersebut, namun keadaan lemari pakaian tersebut telah terkunci.
Dante mencari akal untuk membukakan pintu lemari tersebut.
Setelah berusaha akhirnya berhasil membukakan lemari tersebut dengan menggunakan sebuah obeng yang terdapat didalam sebuah laci dikamar tersebut.
Rupanya Nyonya Clarisa mulai waspada, karena pernah melihat baju Tuan George agak teracak. makanya diapun segera mengunci pintu Lemari tersebut.
Pintu lemarinya terbuka lebar dan Ai Ling pun mendekat lalu mengangkat baju bajunya Tuan George yang tersusun rapi didalam lemari itu, lalu meletakkannya diatas tempat tidur.
Ai Ling segera memutar knop yang ada disebelah samping bagian dalam lemari tersebut, dan itupun terjadi ! Lemari itu bergeser pelan pelan dan terkuaklah didepan mereka sebuah pintu yang lebarnya 1 meter ada tangga dibawahnya, dan terdapat sebuah ruangan yang cukup besar terbentang dibawah. seperti dugaan Ai Ling ternyata benar, ada ruang bawah tanah didalam rumah ini.
Ruangan tersebut sangat gelap dan tak mampu untuk memakai senter dari hand phone.
Dantepun mencoba untuk mencari cari saklar untuk lampu diruangan tersebut didalam kamar tapi tidak ada.
Lalu merekapun menuruni tangga
perlahan-lahan dengan memakai bantuan dari senter di Hp masing masing.
Akhirnya mereka menemukan saklarnya.Dantepun segera mengontaknya dan lampupun menyala.
Tampaklah sebuah ruangan yang cukup lebar dan panjang.didalamnya samping kiri ruangan bertumpuk karton karton yang berjejer dan tersusun rapi. rupanya mereka gunakan sebuah gudang.
Lalu Ai Ling dan Dante serta petugas Polisi itu berjalan dan mencari pintu keluarnya. tapi tak dapat.
Akhirnya Ai Ling mengajak Dante serta Polisi itu. merekapun naik kembali keatas kamar dan mereka merapikan lemari kembali lalu merekapun membukakan pintu kamar dan keluar dari kamar.
Polisi yang bernama Aditya masih berjaga jaga di depan pintunya.dan Dante memintanya untuk tetap berjaga disitu karena mereka akan segera kembali.
Ketka mereka keluar, Nyonya Clarisa masih duduk dengan bersama Glenno dan Vanders diruang tamu.
Dante dan Ai Ling serta Sonny berjalan keluar ketaman yang disamping rumah.
Dante mengikuti Ai Ling mendekati patung kuda lalu Ai Lingpin menunjuk ke ekornya kuda. Dantepun segera memegang ekor kuda tersebut dan dengan kuat diputarkannya. lalu lantai dasar dibawah patung kuda itupun bergeser dan terkuak sebuah pintu lalu tampaklah susunan anak tangga yang menurun kebawah. merekapun segera turun dan dipintu dijaga oleh seorang polisi yang berjaga jaga disekitar situ.
Dante, Ai Ling dan Sonnypun segera menuruni anak tangganya. untunglah Cahaya matahari dari luar dapat memberi sedikit cahayanya sehingga tidak terlalu gelap.
Ruangannya agak sedikit kecil, dan tidak diisi barang apapun. hanya didindingnya terpajang beberapa lukisan usang.
namun mereka yakin pasti ada pintu yang menghubungi keruangan dibawahnya kamar Tuan George.
setelah utak atik disana sini tapi tak ada yang ada hubungannya dengan sebuah pintu.
Namun Ai Ling Seorang Psikolog dan seorang Ditektif yang mempunyai otak brillian maka dia tak pernah kehabisan akal.
Ai Ling mengangkat satu demi satu lukisan lukisan yang terpajang dinding ruangan tersebut, sampai pada lukisan yang ke 4 lukisannya susah untuk diangkat.
Ai Ling tidak kehabisan akal, lalu Ai Lingpun menekan lukisan tersebut didinding dan memutarkannya kuat kuat dan terbukalah sebuah pintu disampingnya.
Akhirnya mereka tersenyum puas.
Merekapun segera memasuki pintu tersebut dan membawa mereka ke ruangan yang tadi, ruangan dibawah kamar tuan George. lalu merekapun mencari lagi kunci pintu untuk membuka ruangan menuju kekamar Tuan George.
Ai ling pun memeriksa satu demi satu
benda yang melengket didinding disekitar situ dan Ai Ling pun curiga pada sepasang tanduk Rusa yang dipajang di dinding dekat tangga, tempat tergantung topi topi usang.
Ai Ling memberikan kode pada Dante untuk memutar benda tersebut.
Dante mulai memutar tanduk rusa tersebut dan memang benar pintunyapun terkuaklah.
Mereka sangat gembira karena telah berhasil menemukan rahasia bawah tanah ini.👉
Mdo 13022021
🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini.
__ADS_1
jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. 🙏🙏