
Pagi hari yang indah, terdengar kicauan burung disana-sini, ber-kicau merdu menyambut datangnya sang mentari yang menebarkan sinar kemilaunya bagaikan emas yang hadir di ufuk timur.
di sebuah danau dengan airnya yang biru, yang di tepiannya ter-hampar padang rumput yang luas dan menghijau.sehingga menambah sempurnanya keindahan alam ini, dan kita sebagai insan yang percaya. selalu mengucap syukur tanpa akhirnya atas kuasa dan ciptaannya Allah sang maha Pencipta alam Semesta.
Ayu tertatih-tatih berjalan menuju ke tepian
danau dan duduk di atas sebuah batu kecil.
Dia ingin menyendiri sambil merenungkan nasib dirinya. dia selalu ingin untuk bisa mengingatkan siapa kah dirinya sesungguhnya ? tapi dia tak mampu untuk memaksakan nya.
akhirnya dia berdiri dan mengangkat kan kedua tangannya, lalu dia pun berteriak sekuat hatinya.
" Katakan lah padaku wahai alam semesta, siapakah diriku sebenarnya ??????" teriaknya Ayu kuat-kuat.
namun Alam tetap diam membisu, hanya semilirnya angin pagi yang membelai daun-daun di dahan pohon, berisik seakan berbisik...
*Tanyakan lah pada dirimu sendiri. siapa kah diri mu ???? * dia seakan mendengar kan bisikan angin.
Setelah itu, dia pun menjatuhkan dirinya di atas hamparan padang rumput, dia duduk sambil memeluk kan kedua kakinya dan menekuk kan wajahnya di atas lututnya, lalu dia pun menangis tersedu-sedu.
Dari jauh bu Pinah melihatnya, lalu datang menghampirinya. Bu Pinah terharu. apa yang ayu alami saat ini seperti apa yang di alaminya 16 tahun yang lalu.
" yang sabar ya Nak ayu, Tuhan pasti akan buka jalan pada mu. jangan sampai ber-putus asa. " kata bu Pinah.
" aku tidak putus asa bu, aku hanya kecewa kenapa sampai aku tidak dapat mengenal diri ku sendiri ? " ujar Ayu.
" sabarlah nak, suatu waktu semuanya akan menjadi pulih kembali. " kata bu Pinah.
" Iya bu.. ! " ucap Ayu
" Nak Ayu, apa yang kamu alami saat ini, seperti apa yang ibu alami 16 tahun yang silam. cuma bedanya ibu tidak melupa kan siapa diri ibu. " kata bu Pinah. Lalu bu Pinah pun mencerita kan apa yang dia alami 16 tahun yang silam.
" itu lah nak Ayu, alasannya kenapa ibu tidak mencari keluarga ibu, walau pun sebenarnya ibu sangat merindukan mereka. " cerita bu pinah dengan mata berlinang air mata.
Ayu terdiam, dia baru tau kalau ternyata nasib bu Pinah lebih tragis dari apa yang dia alami.
dan dalam hatinya bertanya apakah dia harus hidup seperti bu Pinah, menghabis kan sisa-sisa hidupnya di tengah hutan rimba ini ???
tak terasa air matanya mengalir membasahi pelupuk matanya.
" Bu Pinah, kenapa ibu tidak mau berusaha untuk mencari keluarga ibu ? dan menjelaskan semua yang ibu alami ? " kata Ayu.
" Aku takut dan malu Ayu. " ucap bu Pinah.
Ayu memandang bu Pinah, dengan penuh rasa iba. Ayu sadar, apa yang di alami oleh bu Pinah jauh lebih menyedihkan dari pada dirinya.
" Ayu, sebaiknya kita pulang yuk, bantu ibu menyiap kan sarapan ya.. ! " ajak bu Pinah. karena bu Pinah ber-pikir bila dia membiar kan Ayu sendiri, Ayu akan lebih tenggelam dalam kesedihannya, makanya dia sengaja mengajak ayu untuk pulang.
" iya Bu, mari kita masuk. " kata Ayu . bu Pinah bantu Ayu untuk ber-diri. dan mereka pun berjalan menuju ke rumah.
Setibanya di rumah mereka melihat Gading sedang memotong dan mengupas kan singkong.
Bu Pinah segera mengambil singkong yang telah di kupas oleh Gading., lalu di cuci dan di rebus.
Lalu Ayu membersih kan sayur kangkung.
sesudah itu bu Pinah pun mencuci nya dan di masaknya.
Sesudah semuanya selesai di masak, mereka pun makan bersama-sama dengan penuh sukacita.
πΎπΎπΎ
Glenno telah siap-siap untuk di jemput oleh Ai Ling dan Dante.
Glenno telah mempersiap kan Ranselnya, di isi dengan satu pasang bajunya, juga makanan ringan seperti biskuit, mie instan, air mineral dan lain-lainnya. juga tak
__ADS_1
lupa dia membawa hand-phonenya.
Sesudah itu dia pun menemui Opa dan Oma nya juga Vanders yang telah menunggunya di meja makan.
"Jam berapa kamu akan pergi ? " tanya Tuan Garry, Opa nya.
" sebentar lagi Opa, aku tunggu mereka menjemput ku. " kata Glenno sambil menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya.
" kamu siap kan bawaan mu, jangan lupa makanan ringan dan air. ! " kata Nyonya Lusya.
" iya Sudah Oma. " kata Glenno menyudahi makan nya.
Setelah selesai makan mereka pun duduk di teras sambil melihat Vanders yang pergi ke sekolah di antar oleh sopirnya.
Tinggal Glenno bersama Opa dan Oma nya.
" Hati-hati bila turun ke jurang ya Glenno. " kata Tuan Garry.
" iya Opa. " ucap Glenno.
" Oma selalu ber-harap agar Mommy mu segera di temu kan, agar insiden ini cepat selesai dan kamu bisa dengan tenang mengelola perusahaan Ayah mu. " kata Nyonya Lusya.
" Amin Oma. aku juga berharap demikian. " kata Glenno.
" Opa harap, kamu sebagai anak yang tertua bisa menjaga dan melindungi serta mendidik adik mu Vanders. " ucap Tuan Garry.
" iya Opa, Glenno akan selalu menjaga dan melindungi Vanders.
Tak lama kemudian, Mobilnya Dante memasuki pekarangan rumah Glenno dan berhenti di depan teras rumah.
Ai Ling dan Dante pun keluar dari mobil dan ber-jalan ke arah Glenno dan Oma, Opa nya.
" Selamat pagi semua ! " ucap Dante dan Ai Ling bareng.
" selamat pagi ! " jawab Glenno dan Opa, Oma nya bareng.
" sudah, aku sudah siap. ! " jawab Glenno.
lalu Glenno pun ber-jalan masuk ke dalam untuk mengambil tas nya.
" Opa. Oma kita Berangkat ya. !" Ucap Ai Ling sambil mengatup kedua tangan di dadanya. dan di ikuti oleh Dante.
" Oma dan Opa, kami pamit ya.. mohon doanya. ! " kata Dante.
" iya nak, hati-hati di jalan ya. Oma doa kan agar misi kalian ber-hasil. " kata Nyonya Lusya.
" terima-kasih Oma. ! " ucap Dante dan Ai Ling bareng. Glenno datang dengan ransel di punggungnya.
" Opa, Oma Glenno pamit ya !" kata Glenno sambil memegang tangan Opa dan Oma nya lalu menciuminya.
" iya nak, hati-hati di jalan ya. ! " ucap nyonya Lusya.
" kalau ada apa-apa jangan lupa kabarin kami " kata Tuan Garry.
" iya Opa, Oma. " kata Glenno.
Lalu Glenno pun segera menyusul Dante dan Ai Ling ke mobil.
Dante membuka pintu mobilnya, lalu Ai Ling dan Glenno pun masuk ke dalam mobil.
Dante menjalan kan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya Glenno dan meluncur ke jalan raya dan menuju ke arah tujuan.
kurang lebih 1 jam mereka pun tiba di lokasi tujuan. lalu Glenno dan Ai Ling pun segera keluar dari mobil, lalu Dante pun mencari tempat yang aman untuk memarkir kan mobilnya. dan sesudah mobilnya di parkir, Dante pun menemui Ai Ling dan Glenno.
Sementara itu team dari polisi pun telah ber-kumpul di tepi jurang.
__ADS_1
Mereka tinggal menunggu kedatangan Dante untuk mendengar perintah darinya.
" Haloo selamat pagi semua !!" sapa Dante
" selamat pagi !!" jawab mereka serempak.
" Saya perkenal kan ini ada lah Glenno, putra dari Nyonya Clarisa " Jelas Dante. lalu anggota team polisi itu pun mengangguk memberi hormat pada Glenno.
" sekarang juga kita akan memulai misi kita, tapi sebelum kita turun ke bawah, mari lah kita lebih dulu berdoa menurut kepercayaan kita masing-masing. ber-doa kita mulai. " ucap Dante. lalu mereka pun menunduk dan ber-doa.
Selesai mereka berdoa, para anggota team itu pun segera mengikat tali nya di pohon dan mereka satu persatu pun turun ke lereng gunung itu.
terakhir tinggal Ai Ling, Glenno dan Dante.
Glenno telah ter- biasa memanjat dan menuruni tebing karena dia pernah masuk anggota team Mapala. jadi tidak sulit bagi dia untuk menuruni jurang tersebut.
Sesudah team polisi semua turun, menyusul Ai Ling, sesudah itu Glenno dan terakhit Dante yang kebagian penutupnya.
Setibanya di bawah, Dante kembali membuat team kecil, lalu mereka pun jalan ber-pencar dengan pesan kalau makan siang nanti mereka akan ber-kumpul di suatu tempat yang telah di tentu kan.
Glenno mengikuti team Ai Ling dan Dante.
Mereka ber-jalan menyusuri hutan yang lebat itu dan mencari dengan teliti selangkah demi selangkah, namun tetap nihil hasilnya.
Tiba-tiba Gleno menemu kan sebuah sepatu,
dan kemungkinan itu adalah milik dari Nyonya Clarisa.
" Ai Ling lihat, aku menemu kan sepatu sebelah.. " kata Glenno pada Ai Ling. Ai Ling dan Dante pun lalu mendekat.
" kemungkinan ini adalah milik Nyonya Clarisa yang di pakai saat dia di buang ke jurang ini. " kata Ai Ling.
" berarti kita sudah hampir tiba pada tujuan. sekarang kita lebih perlu teliti lagi " kata Dante.
" iya. kita lebih teliti mencari jejak disini. " kata Dante.
Lalu mereka pun ber-jalan terus menelusuri dan melacak semua tempat di sekitar situ.
Sampai matahari sudah meninggi dan kembali bersinar menembusi celah-celah daun, namun mereka belum juga menemu kan kembali jejak atau bukti yang lainnya.
Jam makan siang pun tiba, Dante lalu memanggil team pencari jejak melalui handy talky yang dia ambil dari pinggang nya. dia ber-maksud mengumpul mereka untuk makan siang dan mengumpul informasi.
Dan mereka pun berkumpul di suatu tempat yang terdapat banyak batu-batu. lalu mereka pun duduk sambil makan siang. makanannya tadi telah di siap dan dibawakan oleh masing-masing pemimpin team. sedang kan untuk Ai Lin, Glenno dan Dante, di bawa kan ole Ai Ling.
mereka duduk saling melingkar di atas bebatuan itu.
Dante meng-informasi kan bahwa mereka menemu kah sepatu sebelah di daerah sekitar lokasi pencarianya, sedangkan team lainnya tidak menemu kan apa-apa.
Sesuai dengan keputusan mereka kemarin, yang mana sampai siang hari mereka belum menemu kan apa- apa, maka mereka harus keluar dari hutan ini untuk mencari desa yang terdekat di lereng gunung ini.
Sesudah makan siang, mereka istirahat sekitar 30 menit, lalu mereka kembali ber-pencar untuk keluar dari hutan belantara ini
dan mencari desa yang terdekat untuk mendapat kan informasi dari penduduk yang ada disana, siapa tau ada yang menemu an Nyonya Clarisa.
π bersambung ke Episode 23
Mdo 07032021
πΊπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 ya. ππ
Mampir juga di Novelku yang lainnya
__ADS_1