Misi Rahasia Psikolog Cantik

Misi Rahasia Psikolog Cantik
Episode 12 Titik Terang


__ADS_3

Pagi itu Glenno bangun dari tidurnya dan diapun segera mandi .


Sesudah mandi Glennopun mengenakan kaos oblong putih kesayangannya serta celana panjang jeans. lalu dia keluar dari kamarnya dan turun kelantai bawah dan berjalan menuju keruang makan.


Sampai diruang makan dia melihat Vanders, Mommynya serta Opa da Omanya sedang duduk berbincang bincang.


Glenno menghampiri mereka dan menyapa mereka.


" selamat pagi semuanya.! " sapa Glenno


" Selamat pagi sayang.! " ucap Nyonya Lusya.


" Selamat pagi..! " Ucap Clarisa bareng dengan Tuan Garry


Lalu mereka semua beranjak dari tempat duduk menuju kemeja makan.


Glenno menarik kursinya dan duduk di samping Opanya. lalu merekapun makan pagi bersama.


" Papi dan Mami rencananya kapan mau balik ke Swiss ? " Tanya Nyonya Clarisa membuka pembicaraan.


" Papi pikir kam i tunggu sampai kasus kematian George ini terungkap dulu, karena Papi ingin tahu apa motif dari pembunuhan ini dan Papi juga ingin tahu siapa yang berada diballik tabir semua ini. ! " kata Tuan Garry.


" Tapi Sampai saat ini belum ada kabar sama sekali dari pihak kepolisian, mereka sampai saat ini belum juga mendapatkan jejak pembunuhnya. Rupanya Orang yang membunuh George adalah seorang pembunuh yang profesional." kata Clarisa.


" Aku akan kekantor Polisi, dan meminta mereka agar lebih profesional dalam penyelidikan kasus ini, bila perlu aku akan mencari seorang detektif handal untuk menyingkap tabir pembunuhan Anakku George.! " kata Tuan Garry dengan tegas.


Clarisa nampaknya terdiam.


" Iya apa yang dikatakan oleh Opa itu benar, kita harus berusaha untuk menuntaskan kasus ini. agar Arwah Daddy juga tenang di alamnya yang baru." kata Glenno.


" aku juga sangat setuju dengan apa yang Opa katakan." kata Vanders.


" Iya kita harus tahu, siapa yang telah membunuh George barulah hidup kita bisa tenang. " kata Nyonya Lusya sambil berlinang air matanya.


" Tapi ini sangat berbahaya bagi kita sekeluarga, aku tak ingin ada korban yang lain lagi." Clarisa berkeras dengan pendapatnya.


" maka demi keselamatan Papi dan Mami, saya juga mengharapkan agar Papi dan Mami bisa segera kembali ke Swiss, biar kita semua merasa nyaman." kata Clarisaa.


" bagaimana Mommy bisa mengatakan merasa nyaman,, sedangkan Mommy dan Vanders masih menetap dirumah ini." kata Glenno.


" iya Mom, Aku juga terkadang merasa takut bila aku sendiri.! " kata Vanders.


Clarisa terdiam dan mereka semuapun diam dan menyelesaikan makannya.


Selesai makan Clarisapun segera masuk ke kamarnya lalu mengganti bajunya dengan baju kantornya lalu mengambil tas kantor dan


mengajak Vanders ikut bersamanya.


karena sekolah Vanders searah dengan kantornya.


Setelah mobil Clarisa meninggalkan rumah. Glennopun segera naik kelantai dua dan masuk kedalam kamarnya.


Sementara itu Tuan Garry dan Nyonya Lusya sedang duduk duduk ditaman di samping rumahnya.


" Lusya, apakah kamu melihat perubahan sikapnya Clarisa ? " kata Tuan Garry pada istrinya.


" Aku juga melihatnya demikian, seakan akan dia sedang menyembunyikan sesuatu.!" kata Nyonya Lusya.


" menurutmu, apakah ada hubungannya dengan kematian George atau hubungan dengan harta peninggalan George.? " tanya Tuan Garry.


" aku tidak dapat mendifinisikan. mungkin salah satunya ! " ucap Nyonya Lusya.


" aku juga bingung, tapi kenapa dia begitu menginginkan agar kami meninggalkan kota ini ? " kata tuan Garry.


" Entahlah..! " jawab Nyonya Lusya sambil memetik sekuntum bunga bougenvile disamping tempat duduknya.


Glenno keluar dari kamarnya dan turun kelantai bawah mencari Opa dan Omanya tapi diruang keluarga Opa dan Omanya tak kelihatan, akhirnya dia mencari diluar dan dia melihat Oma dan Opanya sedang berada ditaman disamping rumah.


Glennopun segera menghampiri Oma dan Opannya.


" Glenno kamu dari mana ? tadi Oma mencarimu tapi kamu nggak ada." tanya Nyonya Lusya.


" tadi aku kekamarku sebentar mengambil hand phone Oma! " jawab Glenno sembari duduk disamping Omanya.

__ADS_1


" Besok kamu jadi berangkat Glenn??" tanya Tuan Garry.


" mau gimana lagi Opa ! Mommy sudah beli ticketnya dan harus berangkat katanya.!" kata Glenno.


" aku juga sangat bingung dengan sikap Mommymu ! kami juga disuruh pulang ke Swiis, apakah kamu tidak merasa ada sesuatu yang aneh dari sikapnya itu ? " tanya Tuan Garry


" aku juga rasa seperti itu Opa ! seperti ada sesuatu yang Mommy sembunyikan." ucap Glenno.


" iya Opa juga merasakan itu." kata tuan Garry.


" besok pagi pagi aku berangkat. " kata Glenno.


" kami berdua juga masih pikir pikir untuk mengambil keputusan. maunya setelah pembunuh Daddymu tertangkap barulah kami pulang. " kata Tuan Garry.


" Pokoknya Opa dan Oma selama disini harus selalu waspada, karena siapa tahu Pembunuh itu masih berkeliaran disekitar sini. " kata Glenno. Tuan Garry dan Nyonya Lusya menggangguk.


" kami juga pikir begitu.! " kata Tuan Garry.


" nanti kalau ada apa apa, Opa hubungi aku


ya ! " kata Glenno.


" iya Opa akan menghubungimu." kata Tua Garry.


Seorang pelayan datang menghampiri mereka.


" maaf Tuan muda, ada teman Tuan datang mencari Tuan. ! " kata pelayan itu.


" siapa ya ? " tanya Glenno


" itu Tuan yang pernah kesini dengan Nona Ingke. !" jawab pelayan itu.


" oh Ai Ling. baiklah aku akan menemuinya. ! " kata Glenno dan pelayan itupun pergi meninggalkan mereka.


" Opa ,Oma..aku temui tamuku dulu ya..! " kata Glenno pada Opa dan Omanya.


Lalu Glennopun melangkah masuk kedalam rumah.


Ai Ling yang sedang berdiri sambil melihat lihat lukisan lukisan yang indah dalam pigura besar dan menempel didinding ruang tamu rumah Glenno.


" Hai Ai Ling ! selamat pagi..!" sapa Glenno


Ai Lingpun membalik badannya dan melihat Glenno lalu menghampirinya.


" haii Glenn, selamat pagi juga. " ucap Ai Ling


" dari tadi Ai Ling ? kenapa nggak duduk ? " tanya Glenno.


" belum lama Glenn ! " jawab Ai Ling sambil mendekati sofa dan segera duduk.


" tadinya aku kira kamu lagi pergi.! " kata


Ai Ling.


" aku lagi ngobrol dengan Oma dan Opaku ditaman samping rumah." kata Glenno


" Ohh. Mommymu ? " tanya Ai Ling


" udah kekantor ! " kata Glenno


" bagaimana dengan Polisi ? apakah tidak ada berita sama sekali ?" tanya Ai Ling


" tidak ada ! aku juga heran dengan kasus Daddyku ini, seakan akan sengaja dibekukan. apalagi Mommyku seakan tak peduli lagi dengan kasus pembunuhan Daddyku ini ! " kata Glenno.


" aku heran juga kenapa kasus ini dibiarkan begitu saja oleh Mommymu ?" kata Ai Ling


" Entahlah ! " ucap Glenno.


Pelayan datang membawa nampan yag berisikan 2 gelas Juice lemon dan sepiring kue lalu diletakkan diatas meja didepan Glenno dan Ai Ling.


" silahkan diminum Tuan dan Nona.! " kata pelayan itu


" terima kasih bi " jawab Ai Ling dan Glenno bareng.

__ADS_1


Sesudah itu pelayan itupun berjalan masuk kembali kedapur.


" silahkan diminum Ai Ling." kata Glenno. kata Glenno sambil mengambil gelas yang berisi juice dan meminumnya.


" baiklah Glenno !" kata Ai Ling lalu mengambil juga juicenya dan minum.


" Ai Ling, aku heran. akhir akhir ini aku selalu bermimpi tentang Daddy. apakah ini sebuah petunjuk dari Daddy mengenai pembunuhan itu ? " kata Glenno


" dapatkah kamu menceritakan pada aku tentang mimpimu ? " tanya Ai Ling


" baiklah aku akan ceritakan padamu mengenai mimpiku itu ! " seru Glenno


" Mimpiku yang pertama itu aku melihat Daddyku sedang berdiri dalam sebuah lorong, tapi luas luas dan panjang. tapi kulihat dibawah lantai tempat Daddyku berpijak, ada darah yaang banyak tergenang disitu, namun tiba tiba entah bagaimana, kumelihat Daddyku telah tergeletak didalam kamarnya dengan seleruh tubuh berlumuran darah. aku takut dan tubuhku gemetar saat itu lalu aku memanggil Daddyku kuat kuat dan aku tersadar dan bangun. ! " cerita Glenno dengan matanya yang tergenang air mata.


"sabar ya Glenn !!" kata Ai Ling mencoba menenangkan Glenno.


Glenno mengambil juicenya dan minum, lalu dia mulai bercerita kembali.


" mimpiku yang kedua, Daddyku datang dan membawaku kesebuah rumah yang sangat besar dan rumah itu berada disuatu tempat yang jauh..ketika mendekati rumah tersebut, aku melihat ada seorang wanita cantik yang sedang berdiri dan tersenyum memandang kami dan disaat kami mendekat dia menjulurkan tangannya padaku seakan akan hendak memelukku. tapi tiba tiba aku melihat Daddyku telah berdiri disamping wanita itu sambil mereka berdua tersenyum dan disaat aku mau mendekati, perempuan itu memegang erat tangan Daddy lalu mereka berdua menjauh sambil melambaikan tangan dan menghilang dari pandanganku. aku berteriak memanggil Daddy sampai aku sadar dan terbangun dari tidurku." cerita Glenno lagi.


" mungkin wanita itu Mommymu dan Rumah itu Rumah yang di CBR. mungkin itu pentujuk buatmu tentang rumah itu.! " kata Ai Ling


" mungkin juga, aku baru sadar kalau mimpi itu punya hubungan dengan Mommyku dan rumah itu." ucap Glenno.


" iya aku kira juga begitu ! " kata Ai Ling


" dan mimpiku yang terakhir tadi malam.


aku dan Daddy sedang berada ditaman samping rumahku tapi waktu itu aku masih kecil, aku berlari lari mengitari taman bunga itu, Daddy ku mengejarku tapi aku terus berlari sampai akhirnya aku terjatuh didekat patung kuda yang ada air mancur itu dalam taman tersebut, Daddy mengangkatku dan membawaku keatas bangku yang ada disitu,sambil membersihkan kakiku yang terluka, Daddyku berkata, _ Hati hati kalau berada didekat patung kuda itu karena sangat berbahaya ! _ setelah berkata begitu aku melihat Daddyku melayang dengan tubuh yang berlumurun darah. dan aku berteriak memanggil manggil Daddyku." Glenno mengahiri ceritanya.


" Aku kira mimpimu itu mempunyai saling keterkaitan satu sama lainnya. dan mudah mudahan ini merupakan sebuah petunjuk Glenno! aku mulai dapat titik terangnya ! kata Ai Ling.


" mudah mudahan Ai Ling." kata Glenno


" Aku mempunyai seorang teman Polisi yang juga bekerja sebagai Detektif Kriminal. aku akan mengajaknya untuk bekerja sama dalam menyelidiki kasus pembunuhan Daddymu ini.


Soalnya bila sendiri aku nggak bebas bergerak." kata Ai Ling.


" baiklah Ai Ling. lakukan apapun juga sampai kasuh pembunuhan Daddyku ini bisa terbongkar.! kata Glenno


" aku akan berusaha semaksimal mungkin." ucap Ai Ling.


" terima kasih Ai Ling." ucap Glenno


" Glenno, dapatkah kamu mengantarku kedalam kamar Daddymu ? aku mau periksa lebih teliti lagi." kata Ai Ling.


" baiklah Ai Ling! ayo kita kesana ! " lalu Glenno menemani Ai Ling masuk dikamar Daddynya.


Ai Ling kembali melihat lihat dan kali ini Ai Ling membuka lemari pakaian dan dia melihat pakaian Tuan George masih tergantung rapih dan juga diatas rak dalam lemari masih tersusun rapih. lalu tiba tiba matanya melihat disatu sisi lemari, ada sebuah knop lalu Ai ling mencoba untuk memutarnya pelan pelan dan tampak lemari itu bergetar perlahan, seperti hendak bergeser.


Ai Ling sengaja memutar balik, dia tak mau Glenno mengetahuinya.


_ disini pasti ada sebuah pintu rahasia_ batin Ai Ling.


Glenno sedang duduk diatas ranjang Daddynya, Ai Ling menghampirinya.


" ayo kita keluar Glenn. kita coba ketaman yang ada dalam mimpimu itu. " ucap Ai Ling.


Lalu merekapun berjalan keluar menuju taman samping rumah.🌼


mdo 06022021


🌻🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Jangan lupa tinggalin jejaknya dengan. Like Vote Komen Tip dan


Rate Bintang 5 ya. Thanks udah membaca.


Baca juga Novelku yang lainnya.


Melangkah di Tengah Badai


Gaun Pengantin buat Elena

__ADS_1


Raja Ampat in Love💘💘


*******


__ADS_2