
Clarina masuk kedalam rumah Tuan George dan langsung masuk ke kamar nya Clarisa. dia sangat mengenal keadaan rumah itu, karena dia sendiri yang merancang desain rumah tersebut.
Clarina ada lah seorang seorang Arsitek, lulusan terbaik dari sebuah Universitas ternama di kota itu.
semasa dia masih bekerja sama dengan
Tuan George, dia Sebagai Konsultan dan juga sebagai arsitek dan selalu merancang bangunan-bangunan yang akan di bangun oleh Tuan George.
Karena sering bertemu dengan Tuan George, akhir nya mereka saling jatuh cinta.
Maka Rumah Tuan George ini, Clarina sendiri yang merancang nya, dan di bangun atas ke sepakatan mereka berdua agar nanti mereka tempati nanti di saat mereka telah menikah.
Maka nya Clarina sangat mengenal tata letak setiap ruang nya.
Seandai nya waktu itu dia tidak selingkuh dan di ketahui Tuan George pada waktu 3 hari sebelum pesta pernikahan mereka.
Waktu itu Tuan George menemu kan Clarina sedang ber cumbu dengan pacar rahasia nya di Hotel B di kota itu. sehingga membuat Tuan George ingin membatal kan Pernikahan mereka, orang tua Clarina shock, ibu nya sangat terpukul dan malu.
Akhir nya demi untuk menjaga kerja sama yang baik di antara Perusahaan mereka dengan perusahaan Tuan George,
"maka mereka mem bujuk Clarisa untuk menikah dengan Tuan George karena Tuan George tak mau lagi menikah dengan Clarina .
Akhir nya Clarisa bersedia menikah dengan Tuan George walau pun tanpa cinta. semua ini demi untuk men jaga nama baik orang tua nya. karena dia merasa sangat kasihan pada ibu nya yang merasa terpukul dan setiap hari menangis.
Akhir nya Clarisa pun menikah dengan Tuan George , sedang kan Clarina, Setelah pernikahan Clarisa dan Tuan George, dia bawa oleh ayah dan ibu nya ke Australia lalu mereka menetap disana, dan oleh Ayah nya dia tidak di ijin kan kembali lagi ke Indonesia.
Clarina tersenyum mempelajari keadaan sekitar kamar dan setiap benda-benda yang di miliki oleh Clarisa. dan dia menemu kan se lembar undangan buat Clarisa untuk menghadiri Seminar di Singapore, dari situ lah timbul ide nya buat menjalan kan misi nya untuk membunuh Tuan George.
Clarina keluar dari kamar pribadi Clarisa dan masuk ke kamar Tuan George dan Clarisa. dia mengunci pintu kamar dan membuka lemari, memeriksa kunci pintu Rahasia, ternyata masih ber fungsi dengan baik,
lalu dia membuka pintu rahasia dan menuruni tangga menuju lorong bawah, dia membuka pintu pembatas dinding untuk keluar ke arah pintu keluar ke taman, juga pintu keluar ke taman, ternyata semua nya masih berfungsi dengan baik.
Rencana yang telah dia susun akhir nya semua akan berjalan sesuai dengan rencana nya.
Pagi itu, setelah Tuan George mengantar kan dia sampai di Bandara, dia tau pasti Tuan George akan menunggu sampai pesawat berangkat, baru lah Tuan George pulang.
maka ketika Clarina masuk keruang keberangkatan, untuk cek in, lalu dia pun naik ke ruang tunggu keberangkatan, tapi ketika nama nya di panggil, dia langsung keluar dari ruang tunggu dan keluar di luar.
Clarina mengamati kalau tuan George telah pergi, lalu Clarina pun menuju ke Hotel untuk Cek in.
Clarina istirahat di Hotel sebentar, lalu dia menelpon Doni untuk menjemput nya di Hotel mereka pun pergi ke tempat dimana Clarisa di sekap. setiba nya disana, Clarina membawa makanan untuk Clarisa dan menyuruh Clarisa untuk memakan nya.
" makan lah untuk yang terakhir kali nya, karena sebentar nanti kamu akan mati Clarisa !! " seru Clarina.
" aku tidak mau makan sebelum kamu melepas kan aku !! " kata Clarisa.
" terserah kamu. kalau memang kamu nggak mau makan ya bodoh amat. ! " kembali kata Clarina.
" Clarina, kata kan apa salah ku pada mu ?? aku ada lah saudara kandung mu, mengapa kamu begitu membenci aku ??"
teriak Clarisa dengan air mata berlinang.
" banyak salah mu pada ku Clarisa dan kamu pantas untuk mati !!" seru Clarina.
" seharus kamu berterima-kasih pada ku, aku bersedia nikah dengan Tuan George walau pun tak ada perasaan cinta. ! " ucap Clarisa
Clarisa tak dapat lagi ber kata-kata hanya dapat menetes kan air mata nya.
" baik lah kalau kamu tidak mau makan, Doni, bawa lah dia kembali kedalam mobil, bius kan lah dia, dan kita barangkat. " perintah Clarina pada Doni.
Lalu Doni pun membawa kembali Clarisa ke dalam mobil .
" ayoo kita segera jalan. " perintah Clarina,.
__ADS_1
Lalu Doni pun segera melaju kan mobil nya keluar dari pekerangan rumah tersebut menuju ke jalan raya.
" kita munuju keluar kota. " perintah Clarina
" baik boss ! " ucap Doni. Clarina pun memandang Clarisa yang telah tak sadar kan diri pengaruh bius dari Doni itu. tak ada sedikit pun rasa kasih nya pada Clarisa sebagai saudara kembar nya.
Mobil yang Di kemudi kan oleh Doni itu pun menuju keluar kota dan di kendali kan oleh Clarina.
kita menuju ke tepi jurang yang ada di pinggiran sana. Doni hanya mengangguk, nenuruti permintaan boss nya.
Akhir nya tibalah mereka di tepi jurang.
lalu Clarina mengajak Doni untuk menggotong tubuh Clarina untuk dibuang ke dalam jurang.
Doni pun segera menggotong Clarisa di bantu oleh Clarina, lalu mereka pun melempar kan Clarisa yang sedang berada dalam penaruh bius itu ke dalam jurang.
Flash back Off
๐พ๐พ๐พ
Dante bertemu dengan Ai Ling di sebuah Cafe langganan mereka.
Dante yang telah duluan datang dan menunggu Ai Ling. tak lama Ai Ling pun muncul dari pintu depan Cafe.
" Selamat Siang Dante ! " sapa Ai Ling
" Selamat siang Ai Ling, please ! " kata Dante sambil menarik kursi dan mempersilah kan Ai Ling untuk duduk. Ai Ling pun segera duduk.
Dante lalu memanggil pelayan nya dan pelayan pun datang membawa daftar menu nya, lalu beri kan pada mereka.
" Aku pesan Nasi ayam saos asam manis. sama minum nya Air mineral. " ucap Ai Ling.
" aku Nasi ikan Filet, saos teriyaki, minum nya juga air mineral. " kata Dante, pelayan pun men catat nya lalu membawa catatan nya ke dalam.
" Ai Ling, menurut mu bagai-mana mengenai Nyonya Clarisa ? apa kah Nyonya Clarisa mempunyai seorang saudari kembar ? " tanya Dante pada Ai Ling.
" Aku sendiri belum tau, dan aku rasa selama ini Glenno mau pun Vanders sendiri tidak mengetahui nya. " ucap Ai Ling.
" iya.., kalau mau di lihat dari sikap mereka kemarin, mereka itu merasa terkejut dan baru mengetahui penyamaran wanita itu. " kata Dante.
" lalu Nyonya Clarisa sekarang berada dimana ? " kata Ai Ling.
" Aku merasa Nyonya Clarisa sedang berada dalam bahaya. " kata Dante.
" aku juga pikir begitu. " kata Ai Ling.
" kalau begitu kita harus menyusun strategi untuk mengungkap kan Mistery Nyonya Clarisa ini. " kata Dante.
" iya benar Dante, ku rasa lebih cepat lebih baik, karena bila ini benar, Nyonya Clarisapun saat ini berada dalam bahaya ! " kata Ai Ling
" benar Ai Ling. maka nya kita harus mulai bekerja dari sekarang. " kata Dante.
" baik lah aku setuju. ! " ucap Ai Ling.
" maka sesudah dari sini kita langsung ke kantor Polisi. " kata Dante.
" Setuju !! " seru Ai Ling.
Sesudah makan dan membayar makanan nya Ai Ling dan Dante pun keluar dari Cafe tersebut dan menuju ke mobil mereka masing masing.
Mereka pun menjalan kan mobil nya masing-masing menuju ke Kantor Polisi.
Setiba nya di kantor Polisi, Ai Ling dan Dante pun berjalan masuk ke dalam Kantor.
__ADS_1
Dante dan Ai Ling menyapa petugas piket yang lagi bertugas.
Lalu mereka berdua pun berjalan kedalam untuk menemui Pak Tobby.
Dante mengetuk pintu ruang kerja nya Pak Tobby.
" iya.., silahkan masuk ! " seru Pak Tobby dari dalam. Dante pun membuka pintu, lalu dia dan Ai Ling pun segera masuk.
" Selamat siang Pak ! " sapa Ai Ling dan Dante barengan.
" Selamat siang. ! " ucap Pak Tobby.
" Maaf Pak, kami mau tanya, apa kah ada informasi baru dari hasil penyelidikan Nyonya Clarisa hari ini ? " tanya Dante.
" sejauh ini, dia masih menyangkal, kalau dia itu bukan Nyonya Clarisa. ! " jawab Pak Tobby.
" soal nya kalau memang dia bukan Nyonya Clarisa, berarti saat ini Nyonya Clarisa berada dalam bahaya. ! " kata Ai Ling.
" Benar, kami sudah kami paksa untuk berbicara jujur, tapi dia tetap menyangkal. " kata Pak Tobby.
" baik lah Pak, kami berdua akan menyelidiki kembali mulai dari kamar Nyonya Clarisa. " ucap Dante.
" okey, nanti kalau ada perkembangan baru, saya akan hubungi kalian ! " kata Pak Tobby.
" terima-kasih Pak. ! " ucap Ai Ling dan Dante.
" Kalau begitu kami pamit dulu. " kata Dante.
" iya.. baik lah. !" Dante dan Ai Ling pun segera keluar dari ruang kerja Pak Tobby dan menuju ke halaman kantor.
" kita ke Rumah nya Glenno ! " kata Dante.
" baik lah. " ucapan Ai Ling. lalu mereka pun segera masuk ke mobil mereka masing-masing dan menjalan kan nya menuju ke rumah Glenno.
๐พ๐พ๐พ
Sementara itu di rumah Tuan George,
Glenno dan Vanders sedang duduk bersama dengan Oma dan Opa nya di taman samping.
" Opa, apa kah benar Opa dan Oma itu awal nya tidak kenal sama Mommy Clarisa ? apa kah Opa dan Oma nggak pernah dengar tentang latar belakang kehidupan Mommy dan keluarga nya ? " tanya Glenno.
" waktu Daddy mu menikah, kami tak bisa hadir. cuma pernah Opa dengar bahwa orang tua nya telah kembali dan menetap di Australia setelah Mommy mu dan Daddy mu menikah. " kata Tuan Garry.
" ada apa Kamu bertanya begitu ? " tanya Nyonya Lusya.
" soal nya kemarin, sewaktu kami bertemu dengan Mommy di tahanan, Vanders melihat ada tahi lalat di telinga nya Mommy. dan sebenar nya Mommy tak punya tahi lalat di telinga. jadi kami pikir jangan-jangan itu bukan Mommy. ada orang yang menyamar menjadi Mommy. " kata Glenno.
" Hah.. !! kalau begitu itu bukan Clarisa lalu siapa dia ? apa kah Clarisa punya saudari kembar ? " tanya Nyonya Lusya
" Mommy sendiri nggak pernah bercerita pada kami bila ada saudari kembar nya. " kata Glenno.
" kalau dia bukan Mommy, lalu dimana Mommy ? aku takut Mommy kenapa-kenapa. ! " kata Vanders.
" Iya Mungkin Mommy dalam bahaya. " kata Glenno. ๐bersambung ke Episode 19
Mdo 24022021
๐ผ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Thank's ya buat yang sudah membaca hari ini. jangan lupa untuk Like Vote Komen juga
Tip dan rate Bintang 5 ya. Biar Author selalu semangat untuk Up date .
__ADS_1