
Gading merapat kan getek dan Glenno serta Ai Ling Segera menaiki Nyonya Clarisa ke atas Getek, lalu Mereka pun ikut naik ke atas getek, dan Gading pun mendorong Geteknya ke tengah dan akhirnya dengan per-lahan menokong nya sampai ke seberang.
Getek nya pun merapat di seberang, lalu perlahan-lahan mereka pun turun dan menolong Nyonya Clarisa untuk turun.
Glenno pun memapah Mommy nya duduk di atas sebuah batu besar yang ada disitu.
Sementara itu Gading yang sedang mengikat geteknya pada sebuah pohon di dekat kali itu.
Lalu dia pun ber-jalan menuju ke tempat dimana Ai Ling, Glenno dan Nyonya Clarisa duduk.
" mari duduk disini Gading. " ajak Ai Ling. lalu Gading pun duduk di dekat Nyonya Clarisa.
Mereka duduk sambil menunggu Dante datang membawa mobilnya.
Hari hampir menjelang sore, Dante pun datang dengan mobil nya ke tempat mereka berada.
" Maaf lama menunggu, soal nya aku masih bingung mencari-cari tempat ini. tapi akhir nya ketemu juga setelah aku bertanya-tanya. " jelas Dante.
" kalau begitu kita segera jalan, keburu malam. " kata Ai Ling.
" Ayoo " kata Glenno
Gading menolong Clarisa untuk berdiri, lalu Clarisa memeluk Gading.
" Kakak jalan ya, kamu baik-baik bersama ibu, jaga ibu baik-baik ya Gading. " kata Clarisa.
Glenno mendekati mereka dan dia mengambil kan dompetnya dalam saku, lalu mengeluar kan beberapa lembar uang dari dompet dan di berikan pada Gading.
" Ini untuk mu dan Ibu ya, simpan baik-baik jangan sampai hilang. " kata Glenno.
" Terima-kasih Kak !" ucap Gading menerima uang pemberian Glenno tersebut.
Sesudah itu, mereka pun pamit pada Gading dan berjalan menuju ke mobil.
Clarisa merasa sedih meninggal kan Gading, karena selama ini Gading yang telah menemani nya, dia melambai kan tangan pada Gading, Gading juga membalas kan lambaian tangan Nyonya Clarisa.
Lalu Dante melaju kan mobil nya ke arah pedesaan dan Setelah itu, mobil pun meluncur ke arah kota.
Sekitar pukul 18.00 mobil Dante pun memasuki Pelataran Rumahnya Glenno
Glenno dan Ai Ling memapah Nyonya Larisa Turun dari mobil.
Pak Benno pun yang masih merasa bingung, datang ikut membantu lalu membawa Nyonya Clarisa untuk duduk di sofa.
" Glenno, kami langsung pulang yah, nanti besok aku kesini lagi. " kata Ai Ling.
" baik lah Ai Ling, Terima-kasih banyak ya. ! " ucap Glenno. lalu dia pun menemui Dante dan mengucap kan terima-kasih.
Mobil Dante pun segera meninggal kan halaman rumah Glenno.
Glenno Menemui Mommy nya dan menyuruh Pelayan nya untuk membersih kan kamar Mommy nya.
Glenno lalu mengetuk kan pintu kamar Opa dan Oma nya.
" Opa, Oma.. Mommy sudah datang ! " seru Glenno.
Lalu Tuan Garry dan Nyonya Lusya pun segera keluar dari kamar, melihat Glenno lalu bertanya.
" Benar Glenno ? benar Mommy mu Telah pulang ? " tanya Oma nya.
" Iya Oma, ter-nyata Mommy masih hidup, Mommy selamat di tolong orang. " ucap Glenno.
Tuan Garry dan Nyonya Lusya tergesa-gesa melangkah menuju ke ruang keluarga.
Lalu begitu melihat Nyonya Clarisa, Nyonya Lusya lalu memeluk nya dan menangis tersedu-sedu.
" Syukur lah kamu Selamat Clarisa, Mami sangat khawatir memikir kan kamu, Mami telah kehilangan George, Mami tak mau kamu kenapa-kenapa lagi. " Ucap Nyinya Lusya.
Clarisa yang melihat semua ini menjadi bingung dan heran.
Glenno naik ke lantai 2 untuk memanggil Vanders,
" Vanders, Mommy sudah pulang Dek ! " kata Glenno.
__ADS_1
Vanders bagaikan mimpi melompat dari tempat tidur nya dan segera membuka kan pintu lalu berlari turun dan menuju ke ruang keluarga.
Dia seperti mimpi lalu memeluk Mommy nya dan menangis histeris.
" Mommy.. kemana saja Mom... Daddy.. Daddy telah tiada. !" ucap Vanders terbata- bata.
Clarisa ber-tambah bingung.
" Opa, Oma, Vanders..yang sabar ya, saat ini Mommy masih kehilangan ingatan, Mommy telah lupa diri nya itu siapa, jadi kita harus sabar untuk memulih kan ingatan Mommy kembali. " ucap Glenno. akhir nya baru mereka mengerti kenapa Nyonya Clarisa tidak respon ketika mereka ber-bicara dengan nya.
Glenno memerintah Kepala Pelayan untuk menyuruh kan se orang pelayan khusus untuk Menjaga Nyonya Clarisa dan juga mencari seorang perawat untuk merawat Nyonya Clarisa.
Sesudah itu Glenno pun memanggil Dokter Vandry Keluarga mereka untuk memeriksa Mommy nya.
Tak berselang lama kemudian Dokter Vandry pun datang.
Glenno langsung mengantar Dokter untuk menemui Nyonya Clarisa di Kamarnya.
Lalu itu Dokter Vandry pun segera memeriksa Nyonya Clarisa di temani oleh perawat.
" bagaimana Dokter, bagaimana dengan cidera di tubuh Mommy, juga bagaimana dengan kesehatan nya? " tanya Glenno.
" tidak ada yang serius di dalam tubuh nya, hanya luka-luka di luar ini, tapi itu juga sudah hampir kering. yang membuat Mommy mu lupa ingatan, mungkin karena waktu jatuh di jurang, kepalanya terbentur makanya dia jadi hilang ingatan.nanti saya beri kan obat dan Vitamin untuk di minumnya dan juga obat oles untuk luka-luka nya " kata Dokter Vandry
" lalu bagaimana dengan ingatan nya Dokter ?" tanya Glenno.
" untuk itu nanti kita cari kan seorang Psikolog untuk menangani nya. " kata Dokter.
" baik lah Dokter akan aku cari kan " kata Glenno.
" Baik lah kalau begitu aku pamit dulu Tuan Glenno . " kata Dokter Vandry.
" baik lah Dokter, terima-kasih. " ucap Glenno, lalu mengantar Dokter Vandry sampai ke pintu depan dan Dokter pun segera masuk ke mobil nya dan meninggal kan halaman rumah Glenno.
πΎπΎπΎ
Ai Ling tiba di rumahnya hari telah gelap, Dante mengantarnya sampai di depan pintu Rumahnya.
" nggak mampir dulu Dante ? " tanya Ai Ling.
" baiklah. Terima-kasih Dante. " ucap Ai Ling.
Dante lalu menjalan kan mobilnya keluar dari pekarangan rumahnya Ai Ling.
Ai Ling pun berjalan masuk ke dalam rumahnya, dia melihat Ayah dan ibunya sedang asyik nonton televisi di ruang keluarga.
" Selamat malam Mam, Pap.. ! " sapa Ai Ling.
" Selamat malam, kamu baru pulang Ai Ling ? " tanya Mamanya.
" iya Mam, kami kembali ke lereng gunung itu dan mencari Sampai di sebuah desa dan akhirnya kami telah menemu kan Nyonya Clarisa. " kata
Ai Ling
" Apa kah Nyonya Clarisa masih hidup ? " tanya Mamanya.
" dia di selamatkan oleh orang di sebuah desa kecil di tengan hutan itu. ! " cerita Ai Ling.
" Syukurlah, Tuhan itu maha baik. " ucap Mamanya Ai Ling.
" Aku mandi dulu ya ! " kata Ai Ling.
" iya, sesudah itu kita makan ya... " kata Mamanya.
" iya Mam. ! " ucap Ai Ling Lalu menaiki tangga menuju ke lantai 2 dan masuk ke dalam kamarnya.
πΎπΎπΎ
Nyonya Clarisa memandang seputar kamarnya, dia melihat ada Foto pernikahan dirinya bersama seorang Pria.lalu dia mengamati foto tersebut, Pria di dalam foto itu seperti di kenalnya tapi dia lupa, siapa ? dan dimana ? apa kah Pria itu suaminya ? lalu sekarang dimana pria itu ? semuanya penuh dengan tanda tanya. dia merasa sedih bisa melupakan semua tentang dirinya.
π±
Matahari pagi bersinar dengan cerahnya. membuat bunga-bunga di taman mekar berseri..
__ADS_1
Perawat sedang memapah Nyonya Clarisa untuk latihan berjalan di taman samping rumah.
Hari ini Glenno Rencana akan ke Kantor, karena sejak hari itu, dia tak pernah lagi mendatangi kantor Daddy nya.
Dia tidak tau bagaimana sejak beberapa hari Clarina mencoba menangani kantor, dia belum tau apa yang di perbuat oleh Clarina di kantor Daddy nya.
π±
Nyonya Clarisa tidak tau sampai kapan baru ingatannya dapat pulih kembali.
Dia. memegang tangan perawat itu Erat-erat lalu dia pun duduk diatas bangku besi yang ada di taman tersebut.
" Suster, biarkan aku sendiri sebentar." kata Nyonya Clarisa.
" Baiklah Nyonya. ! " Kata perawat tersebut.
lalu mencari tempat duduk agak jauh dari tempat Nyonya Clarisa berada, agar dia tetap bisa mengawasi Nyonya Clarisa dari jauh.
Tuan Garry dan Nyonya Lusya baru saja pulang joging dan menuju ke taman samping rumah.
Mereka melihat Clarisa sedang duduk melamun sendiri, lalu mereka pun menghampiri nya lalu duduk di bangku yang berdekatan dengan Nyonya Clarisa.
" selamat Pagi Clarisa ! " ucap Tuan Garry dan Nyonya Lusya bareng.
Nyonya Clarisa memandang mereka sambil tersenyum.
" Selamat Pagi Tuan dan Nyonya. " ucap Nyonya Clarisa
" Clarisa, apakah kamu belum bisa ingat sama sekali tentang dirimu ? " tanya Nyonya Lusya.
" belum bisa Nyonya, walau pun sudah aku coba tapi tidak bisa. " ucap Nyonya Clarisa
" Clarisa, coba ingat, aku Lusya adalah ibu mertuamu, kita pernah bertemu ketika George membawamu dan anak-anak berlibur di Swiss. " kata Nyonya Lusya.
" Ini adalah Garry, Ayah mertuamu. " kata Lusya kembali
Clarisa diam dan coba untuk mengingatnya.
" maaf Ibu, aku belum bisa mengingatnya. " ucap Clarisa.
" tidak apa, tidak usah di paksakan, perlahan-lahan kamu pasti akan mengingat semuanya. " kata Tuan Garry.
Seorang Pelayan datang menghampiri.
" Tuan dan Nyonya, Sarapan pagi telah siap, Tuan Glenno dan Vanders telah menunggu di meja makan. " kata pelayan tersebut.
Lalu Tuan Garry dan Nyonya Lusya pun segera mengajak Nyonya Clarisa. dan mereka berdua pun berjalan masuk kedalam rumah lewat pintu samping.
Perawat datang lalu memapah Nyonya Clarisa masuk ke dalam rumah.
Setelah mereka berkumpul, lalu makan bersama.
Oma, Opa.., hari ini Glenno mau ke kantor dulu. Glenno mau lihat keadaan kantor, karena selama ini kami tidak tau apa yang di perbuat Clarina di kantor Daddy.! " kata Glenno.
" Baik lah. masalah Mommy mu tidak usah kamu pikirkan, Oma akan memantau perawat yang menjaganya. " ucap Nyonya Lusya.
" nanti bila Vanders pulang sekolah, Vanders akan menemani Mommy kak. " kata Vanders.
" Baiklah kalau begitu. " ucap Glenno.
Selesai sarapan pagi, Vanders membimbing Mommy nya duduk di sofa lalu, dia pamit untuk ke sekolah.
" Kakak akan mengantarmu ke sekolah Vanders. " kata Glenno.
" Baiklah kak. " ucap Vanders.
Lalu Mereka pun berjalan keluar dari rumah menuju ke mobil. Pak Erick membukakan pintu mobil Lalu Glenno dan Vanders pun segera masuk ke dalam mobil dan Pak Erick pun menjalan kan mobil keluar dari halaman rumah, lalu meluncur ke jalan raya
π bersambung ke Episode 25
Thanks ya bagi yang sudah membaca Novelku hari ini. jangan lupa Like Vote komentarnya dan Rate bintang 5 . ππ
Jangan Lupa mampir juga di Novelku yang lainnya.
__ADS_1