
Alissa sudah merasa tubuhnya merasakan sesuatu yang salah, itu akibat dia jauh dari Edwyn. Kegelisahan Alissa bertambah ketika hujan mulai turun di tambah kerasnya petir yang menyambar di luar sana.
Alissa sudah mencoba untuk tidur lebih awal, namun dia juga khawatir dengan Edwyn jika sesuatu terjadi kepadanya di luar sana. Karena tak bisa tidur akhirnya Alissa bangkit dari tempat tidur dan berulang kali mengecek keluar apakah Edwyn sudah kembali apa belum.
Pandangan Alissa tiba-tiba menangkap sebuah bingkai foto yang terpajang di kamar itu, Alissa melihat ada foto seorang wanita yang begitu cantik dengan mata berwarna hazelnut, rambut hitam yang panjang, dengan senyuman yang sangat cantik.
“ Apa dia mendiang ibunya Edwyn.?”
Alissa kemudian mendapati sebuah kalender dengan tanggal yang di lingkar merah oleh spidol, tanggal itu jatuh tepat hari ini dan keterangan yang menyebutkan di tanggal tersebut merupakan tanggal kematian ibunya Edwyn.
“ Apa jangan-jangan dia pergi untuk mengunjungi makam ibunya.?”
Alissa merasa sedikit bersalah, hari ini mereka banyak menghabiskan waktu yang tidak penting sampai membuat Edwyn tidak sempat mengunjungi makam sang ibu. Alissa semakin di buat tidak tenang, dia ingin segera bertemu Edwyn dan meminta maaf padanya.
Suara pecahan piring terdengar jelas di luar sana, Alissa mengira itu adalah perbuatan Edwyn yang mungkin sudah kembali. Dengan sigap Alissa keluar dari kamar menuju dapur, namun yang dia lihat bukanlah Edwyn melainkan sosok lain.
“ Siapa kau? Apa yang kau lakukan.?” Sahut Alissa berusaha menyudutkan pria yang mengenakan topeng tersebut.
Alissa mulai tahu kalau pria itu adalah pencuri setelah melihat barang-barang milik Edwyn di masukkan ke dalam sana. Jika saja Alissa bisa menggunakan kekuatannya dia sudah membekukan pria itu dengan cepat.
Pria itu mengambil sebuah pisau dapur dan mengarahkannya kepada Alissa jika dia berani macam-macam, di saat yang bersamaan dia pun mencoba untuk melarikan diri. Namun siapa sangka kemunculan Edwyn di pintu masuk membuatnya terkejut begitu pun dengan Edwyn.
“ Dia seorang pencuri, dia mencuri semua koleksimu.” Sahut Alissa dan membuat Edwyn langsung menyerangnya.
Edwyn berusaha merebut barang yang telah di curi oleh pria itu, namun sayangnya Edwyn mendapat tusukan dari pisau yang di pegangnya. Edwyn terjatuh ke lantai dengan darah yang mulai timbul di balik pakaiannya yang basah.
Alissa yang kembali mendapatkan kekuatannya membuat pria itu membeku di tempatnya, dia segera mengecek keadaan Edwyn dengan rasa takut ketika melihat pisau itu masih menancap disana.
“ Aku akan membunuhnya karena dia telah menyakitimu.” Ucap Alissa bersiap ingin menyerang pria itu namun Edwyn menghentikannya.
“ Jangan melakukan hal itu, kita bisa mengirimnya ke penjara..uhhuk.” Edwyn tak sanggup berkata-kata lagi dengan menahan rasa sakit dari tusukan pisau itu.
__ADS_1
Alissa kemudian mencoba untuk lebih tenang, dia menggunakan kekuatan sihirnya dalam menyembuhkan pada Edwyn. Meskipun dia belum menguasai kekuatan itu dengan baik tapi dia tetap menyalurkannya agar Edwyn bisa secepatnya sembuh.
Kekuatan Alissa berhasil membuat lukanya menutup kembali, kesadaran Edwyn sudah menghilang dan Alissa segera membawanya ke kamar. Sedangkan pria itu akan di biarkan membeku sampai besok ketika semuanya sudah kembali dengan normal.
**
Pria itu terbangun dari tidurnya sambil berteriak yang membuat Alissa ikut terkejut dan menatapnya heran. Edwyn bangun setelah ia sadar dari tidurnya, dia kaget dan memeriksa keadaan tubuhnya karena seingatnya dia telah di tusuk pisau oleh seorang pencuri.
“ Kau baik-baik saja.?” Tanya Alissa penasaran.
“ Aku terluka, di bagian sini. Kenapa tidak ada luka.?” Edwyn bingung setelah mengecek bagian perutnya yang tertusuk dan tidak menemukan luka apapun disana.
“ Aku sudah mengobatinya dengan sihirku, kau tenang saja.” Balas Alissa sukses membuat Edwyn merasa tenang.
“ Lalu bagaimana dengan pencuri itu.?” Tanya Edwyn penasaran.
Mereka berdua akhirnya keluar dari kamar menuju ruang tamu, disana Alissa sengaja menggantung tubuh pencuri itu secara terbalik sebagai bentuk hukuman. Kemudian Edwyn membuka penutup wajahnya dan sontak membuat mereka terkejut melihat wajah si pencuri.
“ Apa yang dia inginkan datang kemari untuk mencuri koleksiku? Dia pikir semua itu bisa membuatnya memiliki kekuatan sihir.” Gumam Edwyn.
Alissa pun menggunakan sihirnya untuk membuat pria itu kembali normal, dia terkejut melihat Alissa dan Edwyn secara terbalik dan kemudian sadar jika dirinya lah yang terbalik.
“ Lepaskan aku.” Perintahnya dengan paksa.
“ Telinga panjang? Kau bukan manusia? Jadi benar kalau sulap yang kau lakukan itu karena gadis ini.” Lontarnya memperhatikan Alissa dengan teliti.
“ Apa kita harus membawanya ke polisi atau membuatnya kehilangan ingatan saja.?” Tanya Alissa.
“ Apapun itu yang membuatnya melupakan tempat ini.” Balas Edwyn.
**
__ADS_1
Semua permasalahan telah selesai, pria itu telah kehilangan ingatannya tentang Alissa dan Edwyn sehingga mereka tidak akan lagi saling berurusan satu sama lain. Keputusan Edwyn untuk membuatnya kehilangan ingatan dari pada membawanya ke penjara adalah keputusan yang tepat setelah mengetahui bahwa pria itu memiliki seorang istri dan anak.
Alissa menghampiri Edwyn yang sedang duduk di depan rumahnya, dia menatap kea rah bunga-bunga yang tumbuh dengan sangat baik semenjak Alissa tinggal bersamanya. Gadis itu kemudian duduk di sebelahnya dan ikut menatap apa yang dia lihat.
“ Aku minta maaf.” Ucap Alissa pelan.
“ Minta maaf untuk apa.?” Tanya Edwyn menatapnya bingung.
“ Kemarin adalah hari peringatan kematian ibumu, kau harus pergi di malam hari karena kemarin kita menghabiskan waktu untuk mencari uang dan belanja bulanan.”
“ Dari mana kau tahu kemarin adalah peringatan kematian ibuku.?”
“ Aku melihatnya di kalender kamarmu.”
“ Benar juga, aku lupa menyimpannya.”
“ Lain kali jika kau ingin kesana untuk menengoknya, ajak aku ya.” Pinta Alissa menatapnya teduh.
“ Pasti, aku akan mengajakmu dan memperkenalkanmu padanya.” Balas Edwyn dengan senyuman.
**
Edwyn menatap dirinya pada pantulan cermin sambil memperlihatkan bagian perutnya yang kemarin sempat mendapat luka tusuk. Dia masih tidak menyangka lukanya sembuh hanya dalam satu hari, jika bukan karena Alissa mungkin dirinya sudah berada di ambang kematian.
Karena sudah di tolong oleh Alissa, pria itu berniat untuk mengajaknya jalan-jalan. Setidaknya hal ini bisa membuatnya sedikit lebih menikmati dunia manusia, mereka juga bisa sekalian mencari informasi lainnya tentang para elf yang berada di Humberg.
Sebenarnya Edwyn juga kasihan pada Alissa yang datang ke dunia manusia untuk mencari penculik teman-temannya, tapi sampai detik ini dia belum mendapatkan petunjuk apapun. Jika dia menjadi Alissa, mungkin Edwyn sudah putus asa sejak awal.
“ Ayo jalan-jalan bersamaku, kita tidak bisa hanya tinggal diam menunggu sesuatu datang. Kau ingin segera bertemu dengan sebangsamu kan agar bisa menanyakan tentang pintu itu.?” Sahut Edwyn.
“ Kita mau kemana.?” Tanya Alissa menatap Edwyn penasaran.
__ADS_1
“ Suatu tempat yang tidak ada di Sandora.” Jawabnya dengan senyuman.