My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Dark Elf Vs Valar


__ADS_3

Langit semakin gelap dengan suara gemuruh yang membuat seluruh makhluk ketakutan mendengarnya, di langit muncul beberapa makhluk dengan cahaya yang menyelimuti mereka. Aura kuat yang terpancarkan oleh mereka dapat di rasakan hanya dengan sekali melihat, dan yang muncul di langit pada saat itu adalah tiga Valar yaitu Melkor yang merupakan Valar langit, Fanwe yang merupakan valar hutan dan Vaire yang merupakan Valar bencana.


“ Bukan main, mereka mendatangkan tiga valar yang hebat untuk bertemu denganku.” Gumam Zake dengan ekspresi kegirangan akhirnya bisa bertemu dengan mereka semua.


“ Apa yang akan kita lakukan sekarang tuanku.?” Tanya penyihir hitam.


“ Kau hadapi Melkor, biarkan aku yang melawan Fanwe dan Vaire.” Jawab Zake dengan penuh percaya diri.


Sebelum maju ke medan tempur, Zake membawa Edwyn kembali ke dalam untuk merebut kekuatan yang tertanam di jiwa Edwyn. Dengan merebut kekuatan itu sehingga dia bisa memiliki kekuatan yang cukup untuk mengalahkan dua valar sekaligus.


Sementara itu Fanwe, Melkor, dan Vaire di buat terkejut dengan keadaan dunia manusia yang mereka datangi saat ini, titik lokasi yang mereka tuju bahkan membawa mereka langsung ke markas utama Zake.


“ Jadi siapa makhluk sombong yang telah berani berbuat sejauh ini.?” Ujar Vaire menatap kesekeliling dimana yang dia lihat hanya sekelompok makhluk ciptaan Zake.


“ Dia adalah sosok yang dulunya pernah tinggal di Valinor bersama kita.” Jawab Melkor.


“ Apa kau yakin dia dalang di balik semua ini.?” Sahut Fanwe yang sejak awal sudah curiga dengan semua ini.


“ Maksudmu Zake si raja dark elf itu.?” Ucap Vaire menatap dua valar di sebelahnya.


“ Siapa lagi yang bisa berbuat semua ini jika bukan dia, manusia biasa tidak akan mampu melakukannya.” Jawab Melkor.


“ Kau adalah pemimpin dari tim ini Fanwe, apa yang harus kita lakukan sekarang.?” Tanya Melkor kemudian.


“ Aku akan menghadapi Zake sendirian, kalian urus yang lainnya.” Balas Fanwe menatap kerajaan sementara yang di bangun oleh Zake dan pasukannya itu.


“ Baiklah, kalau begitu aku akan membuat semua makhluk yang ada di bawah sana merasakan kekejaman kekuatanku.” Ujar Vaire yang paling bersemangat untuk mengalahkan mereka.


“ Aku akan membantu Vaire, ku serahkan Zake padamu.” Lanjut Melkor menepuk pundak Fanwe sebelum pergi meninggalkannya.


**


Pria itu membuka kedua matanya setelah merasakan kehadiran seseorang di belakangnya, beruntung dia telah menyelesaikan tugasnya merebut kekuatan yang ada pada diri Edwyn. Zake tersenyum puas ketika dia merasakan sensasi yang luar biasa dari tubuhnya setelah dia berhasil melakukannya, kini tubuh Edwyn di biarkan terkulai di lantai kemudian dia menoleh menyambut Fanwe yang sudah mengetahui keberadaannya itu.


“ Yang mulia Fanwe, sudah lama kita tidak bertemu. Kau masih terlihat begitu tampan ya.” Ujar Zake yang memulai semuanya dengan basa basi.

__ADS_1


Fanwe jelas melihat sosok Edwyn saat ini, ada rasa marah yang luar biasa melihat teman putrinya dalam keadaan yang mengenaskan. Namun Fanwe berusaha tetap tenang sebelum memulai semuanya.


“ Dimana Alissa.?” Tanya Fanwe penuh penegasan.


“ Wah, cara bicara dan sorot mata itu benar-benar terlihat seperti gadis kecil itu. Tapi sayangnya dia sudah tidak ada lagi, atau lebih tepatnya aku sudah membunuh putri kecilmu itu Fanwe.” Jawab Zake di akhiri dengan tawa penuh kemenangan.


“ Ada apa dengan ekspresimu itu? Kenapa kau tidak terkejut mendengar kematian putrimu sendiri.?”


“ Dia belum mati, aku tahu itu.”


“ Kau sama saja dengan manusia ini. tapi terserah kalian mau percaya atau tidak, yang jelas aku sudah membunuhnya dengan kekuatanku sendiri.”


“ Hentikan omong kosong mu dan menyerahlah.” Fanwe langsung menyerang Zake berulang-ulang hingga membuat pria itu menghindar dan menjauh dari tubuh Edwyn.


Hal ini di lakukan Fanwe untuk menyelematkan tubuh Edwyn dan membawanya ke tempat yang lebih aman. Fanwe yang memiliki kekuatan mengatur hutan membuat seluruh pohon yang ada di dekat tempat itu bergerak hingga merusak bangunannya.


“ Bawa dia ke tempat yang lebih aman.” Ujar Fanwe pada sebuah pohon yang dapat hidup dengan kekuatannya tersebut.


Setelah Edwyn di bawa ke tempat yang lebih aman, sekarang Fanwe dapat menghadapi Zake tanpa harus melindunginya. Dan sekarang mereka berdua saling menatap satu sama lain dengan tatapan tajam.


Suasana di ruangan itu mendadak menjadi lebih menakutkan, tak ada yang berani mendekat karena kekuatan mereka berdua yang mulai keluar dan saling menyerang dengan sihir yang mereka miliki.


“ Kau memang pantas untuk di usir dari tempat yang suci seperti Valinor.”


“ Tapi aku tetap tidak terima dengan perlakuan yang tidak adil untuk ras Moriquendi, sampai kapan pun aku akan membalaskan dendam ini pada kalian semua.”


“ Kau masih terlalu dini untuk melakukan semua itu, meskipun dengan kekuatan yang kau miliki sekarang pun tidak akan dapat mewujudkan keinginan mu itu.”


Mereka berdua saling menyahut satu sama lain dan juga saling menyerang tanpa jeda, meskipun serangan yang mereka berikan tidak ada yang kena sasaran tak membuat mereka berhenti menyerang hingga membuat seluruh bangunan hancur tak tersisa.


Alhasil mereka harus berpindah dari markas itu menuju satu tempat yang menjadi keuntungan untuk Fanwe sebab di sekelilingnya di penuhi oleh pepohonan yang bisa membantunya untuk mengalahkan Zake.


Awalnya Fanwe terlihat tenang sebelum akhirnya dia mengeluarkan kekuatannya sebagai valar penguasa hutan, jika valar mengaktifkan wujud penguasanya maka kekuatannya akan bertambah kuat dari wujud biasanya. Dan ketika Fanwe membuka kedua matanya berubah menjadi lebih gelap dan seketika itu alam pun seakan berpihak kepadanya dimana angina terasa jauh lebih kencang dan menerbangkan segala sesuatu yang ada di sekitar mereka.


Zake mengamati beberapa puing-puing batu dan batang pohon yang runcing tengah di terbangkan oleh Fanwe, dia tahu semua benda itu akan di lemparkan kepadanya sehingga dia membentuk perisai dari sekumpulan batu yang dia gerakkan dengan kekuatannya juga.

__ADS_1


“ Teknik itu tidak akan mempan untukku.” Sahut Zake dengan sombong.


Seperti dugaan Zake bahwa Fanwe akan menyerangnya dengan semua benda-benda itu, awalnya Zake sudah bersiap untuk menangkisnya namun ternyata serangan itu mendadak menghilang dari hadapannya. Sadar akan kekuatan teleportasi yang di miliki oleh Fanwe membuat Zake dengan cepat menoleh ke belakang, namun sayang dia terlambat karena serangan itu kini berhasil mengenai tubuhnya hingga membuatnya terlempar sangat jauh.


“ Sialan.” Seketika tubuh Zake merasakan kesakitan yang sangat hebat, bagaimana tidak tubuhnya telah membentur tebing hingga membuatnya hancur karena efek dari serangan Fanwe barusan.


“ Jangan berpikir kalau kau bisa menghindari seranganku jika aku dalam penguasa penguasa ku.” Sahut Fanwe yang masih dalam wujud penguasanya.


“ Masih terlalu dini jika aku menggunakan perubahan baruku, aku bisa menghadapimu tanpa menggunakan wujud itu sekalipun.” Tatapan Zake semakin serius, bukannya menghindar Zake justru melangkah maju ke arah Fanwe yang menyerangnya.


Fanwe dalam wujud penguasanya tersenyum lebar setelah melihat hal bodoh yang di lakukan oleh Zake, menurutnya, maju tanpa membawa apapun adalah sebuah kebodohan yang pernah dia lihat. Apalagi Zake terlihat tidak mengeluarkan kekuatannya, tetapi Fanwe harus tetap berhati-hati dalam menghadapinya.


Sementara itu di lokasi lainnya, Melkor dan Vaire sedang sibuk memusnahkan semua makhluk yang mereka lihat dengan kekuatan mereka. Hingga akhirnya penyihir hitam muncul dengan sosok monster yang telah di ciptkan oleh Zake sebelumnya namun terpaksa mereka keluarkan untuk menghdapi dua Valar yang meresahkan itu.


Amoera si penyihir hitam kemudian menantang Melkor untuk melakukan perlawanan satu lawan satu, sedangkan Vaire akan melawan monster itu sendirian. Keputusan pun di sepakati, Melkor dan Amoera berpindah ke lokasi lain untuk memulai pertempuran mereka sedangkan Vaire kini sudah menyerang monster raksasa itu dengan kekuatannya.


Vaire kebingungan setelah menyerang monster itu namun tak ada luka yang membekas di tubuhnya padahal dia sudah menggunakan kekuatan yang besar, karena hal itu tidak mempan terhadap monster tersebut akhirnya Vaire menggunakan wujud penguasanya dimana dia mendatangkan bencana yang dahsyat kepada monster tersebut,


Vaire di untungkan dengan kondisi tempat saat itu yang sudah tidak ada manusia lagi, dia dapat dengan bebas mendatangkan bencana sesuka hatinya. Yang pertama dia lakukan adalah membuat gempa bumi di susul oleh tsunami yang sangat besar, sisa sisa Oars yang telah mati pun terbawa arusnya yang kuat.


Monster itu terjatuh dan berusaha untuk bangkit, melihat hal tersebut sukses membuat Vaire tersenyum dengan lebar. Vaire menganggap semua ini sangat mudah untuknya, tapi sayangnya dia tidak tahu jika monster itu juga dapat meniru kekuatan yang dia lihat sehingga dia bisa menyerang Vaire kembali dengan kekuatan yang sama.


Vaire yang melihatnya sontak di buat terkejut, ini pertama kalinya dia melihat monster yang dapat meniru kekuatan dan pastinya akan sangat berbahaya jika di anggap sepele.


Saat itu Vaire tidak menyadari serangan yang datang karena fokusnya tertuju kepada monster itu, alhasil tubuh Vaire terpental dan dirinya jatuh ke dalam air yang dia ciptakan sendiri.


Beberapa saat kemudian Vaire muncul ke permukaan, lokasi yang di tempatinya saat ini sudah hampir terendam oleh air cukup tinggi sehingga membuatnya terlihat seperti lautan.


“ Kau pikir aku akan menyerah begitu saja melawanmu monster buruk rupa.” Ujar Vaire yang kemudian kembali terbang ke langit agar dapat mencari celah untuk melawan monster itu.


Pertempuran Melkor dan Amoera juga sedang berlangsung di bagian selatan dimana mereka memilih lokasi yang jauh dari perkotaan, Melkor menggunakan kekuatannya menciptakan petir di langit yang kemudian mengarahkannya kepada Amoera.


Meksipun seorang wanita tak membuat Amoera terlihat lemah di depan Melkor, dia termasuk salah satu penyihir terkuat di Rohan sehingga hampir setara dengan kekuatannya dengan para Valar.


“ Melkor sang penguasa langit, apa hanya itu saja kekuatan yang kau miliki.?” Sahut Amoera menarik perhatian Melkor saat itu.

__ADS_1


“ Aku belum dalam wujud penguasaku, menghadapimu tak perlu melakukan hal yang merepotkan seperti itu.” Jawabnya santai.


“ Ku terima tantanganmu itu, aku pun tidak akan menggunakan 100 % kekuatanku melawanmu.” Balasnya tak kalah santai.


__ADS_2