
Kekacauan terjadi dimana-mana, teriakan meminta tolong dan tangisan terdengar hampir di setiap tempat. Kobaran api yang membuat hampir seluruh kota hangus di lahap oleh si jago merah, tidak ada yang bergerak untuk memadamkannya.
Puluhan bahkan ribuan mayat tergeletak di tanah dengan kondisi yang memprihatinkan, aroma tubuh manusia yang terbakar juga dapat tercium saat itu. Dan seorang gadis berdiri di tengah-tengah mereka dengan ekspresi yang tak dapat di gambarkan oleh kata-kata lagi, dia syok dan sedih mendapati kota itu di hancurkan dan membuatnya bingung harus melakukan apa terlebih dulu.
Lantas dia bertanya-tanya pada dirinya sendiri, kenapa semua terjadi dan kenapa hanya dia yang masih hidup saat itu. Tanpa sadar tangisnya pun pecah, dia tak kuat untuk berdiri lagi dan tangisnya semakin keras hingga membuat dadanya sakit.
Sebuah tepukan di pundaknya membuat gadis itu menoleh, dia terkejut dengan apa yang dia lihat dan langsung memeluknya dengan erat. Kehangatan itu kembali saat dia memeluk pria itu, dan mendapatkan balasan dari pelukannya.
“ Aku takut.” Ucap Alissa menangis di pelukan Edwyn.
“ Kau kemana saja? semua orang membutuhkanmu.” Ujar Edwyn dan membuat Alissa melepaskan pelukannya.
“ Tapi semua telah musnah, tak ada yang tersisa dan aku gagal.”
“ Kau tidak gagal, kau masih bisa menyelamatkan semuanya.”
“ Zake telah mengalahkan aku, dia begitu kuat. Aku tidak bisa mengalahkannya seorang diri.”
“ Kamu bisa. Dan satu-satunya yang bisa melakukannya adalah dirimu Alissa.”
“ Aku tidak bisa melakukannya.”
Edwyn meraih kedua pundak Alissa dan menyadarkannya sekali lagi, “ Kau masih hidup, dan kau memiliki kesempatan untuk mengalahkannya. Kau harus ingat bahwa kekuatanmu ada bukan tanpa alasan.” Ujar Edwyn seketika membuat Alissa kembali memiliki sedikit harapan.
“ Kau akan kembali sadar, dan jika kau sudah sadar cepatlah ke dunia manusia. Ayahmu dan dua Valar lainnya sedang melawan Zake, mereka tidak bisa melawannya kecuali dengan kekuatanmu.”
Perlahan tubuh Edwyn terlihat bias di pandangan Alissa, dia tidak tahu mengapa dan sekarang Edwyn sulit untuk di gapai. Dengan senyum polosnya pria itu hanya melambaikan tangan kepada Alissa dan berkata.
“ Sampai jumpa.”
“ Tunggu, Edwyn. Jangan pergi, kau mau kemana.?”
“ Edwyn, kau mau pergi kemana.?”
**
Alissa pun membuka kedua matanya ketika kesadarannya telah kembali, dirinya masih merasakan mimpi yang di alami barusan sampai membuat tubuhnya bergetar dan jatungnya yang berdegup kencang mengkhawatirkan sosok Edwyn.
“ Kau sudah sadar.” Sahut seseorang yang membuatnya menoleh dengan cepat.
“ Kau?” Alissa kembali di buat terkejut dengan sosok yang berdiri di sudut ruangan yang saat ini menatapnya dengan tatapan teduh.
“ Kau sudah tidur selama satu bulan. Ku pikir ini akan sangat lama, tapi ternyata tidak.” Jawab Sean.
“ Apa yang terjadi padaku? Bagaimana aku bisa selamat dari kematian.?” Tanya Alissa penasaran.
“ Kau bisa melihat sebelahmu.” Tunjuk Sean dan membuat Alissa langsung menoleh ke samping.
Alissa dapat melihat sosok Andrew, Momonga, dan juga Aerox yang masih tak sadarkan diri. Mereka semua selamat berkat Sean, jika saja saat itu Sean terlambat datang mungkin mereka semua akan mati termasuk Alissa.
“ Kau beruntung karena memiliki sebuah kalung pelindung yang di berikan Fanwe kepadamu, dan juga pelindung dari kerajaan Centaur yang berhasil membuat tubuhmu tidak mendapatkan luka yang serius.” Jelas Sean kemudian.
“ Lalu dimana kita sekarang.?” Tanya Alissa lagi.
__ADS_1
“ Kita masih di Rohan.”
“ Bagaimana dengan Zake? Apa yang telah di lakukannya sekarang.?”
“ Dia telah mengambil alih dunia manusia, kita sudah menghabiskan waktu di Rohan selama satu bulan dan itu artinya mereka baru saja memulai semuanya selama beberapa hari. Aku tidak tahu bagaimana keadaan disana, seluruh tempat di jaga ketat oleh pasukan Zake.”
“ Apa kau tahu kabar Edwyn? “
“ Mereka membawanya.”
Mendengar hal itu seketika membuat Alissa merasa sangat sedih, dia tidak bisa melindungi Edwyn dan dia tidak tahu bagaimana nasib pria itu sekarang. Bahkan Sean sekalipun tidak tahu apapun soal Edwyn, semuanya terasa sangat menyakitkan bagi Alissa.
“ Apa kau ingin menyerah.?” Tanya Sean.
“ Tidak, aku masih ingin menghadapi Zake sekali lagi.” Jawabnya setelah meyakinkan dirinya harus berbuat apa.
“ Aku sudah menghubungi seseorang untuk membantumu, dan selama satu bulan ini juga aku telah mengumpulkan pasukan yang akan membantumu melawan Zake.” Terang Sean.
**
Setelah dua hari Alissa siuman, kini giliran Andrew yang telah selamat dari kematian. Kondisi Andrew jauh lebih memprihatinkan dari pada Alissa, Sean sampai harus menggunakan pengobatan yang lebih kepadanya. Meskipun Andrew adalah putra dari Zake, dia tetap menolongnya sebagai pemberi informasi jika dia telah siuman.
Setelah Andrew siuman dia melihat kondisi ruangan yang tidak lagi asing di matanya, kemudian sosok Alissa dan Sean muncul yang membuat pria itu terkejut.
“ Apa aku sudah mati.?” Tanya Andrew lirih.
“ Belum.” Jawab Alissa tegas.
Andrew kemudian terdiam dan mengingat semua yang terjadi kepadanya, dan hal terakhir yang dia ingat adalah ketika sang ayah merebut kekuatan itu sehingga membuatnya terluka cukup parah dan sempat membuatnya mengira bahwa hidupnya hanya sampai di situ saja.
“ Kau mau kemana.?” Tanya Alissa berusaha membantunya bangkit.
“ Ibuku, dia berada di ruang bawah tanah sendirian. Ayahku mengurungnya disana selama ini, aku ingin menyelamatkannya.” Jawab Andrew.
Setelah mendengar pengakuan Edwyn, mereka bertiga kemudian pergi ke ruang bawah tanah yang di maksud oleh Edwyn. Ketika mereka sampai disana ternyata masih banyak makhluk ciptaan Zake yang di biarkan berjaga disana.
“ Mereka tidak akan menyerangmu, mereka adalah produk gagal ayahku yang hanya akan berada di tempat ini.” Jelas Andrew.
Seperti yang di katakana oleh Andrew, mereka semua tidak menyerang dan hanya melihat tanpa melakukan apapun. Akhirnya mereka sampai di satu ruangan yang memiliki akses privasi untuk masuk, dan Andrew tahu cara membukanya dengan sihir yang dia pelajari dari ayahnya selama ini.
Hanya saja kekuatan yang di milikinya sudah tidak berfungsi lagi, sehingga yang melakukannya adalah Sean. Dia tahu jika sihir itu di berikan oleh Amoera dan dia bisa menggunakannya.
Pintu berhasil terbuka dan mereka pun masuk ke dalam, ada banyak sela tahanan di dalam sana dan salah satunya adalah sel milik ibu Andrew yaitu Sammy.
“ Ibu, apa kau bisa mendengarku.?” Sahut Andrew pada sosok wanita yang terbaring di atas tempat tidur di dalam salah satu sel.
Sammy tidak bergerak saat itu yang membuat Andrew mengira jika ibunya telah meninggal, Alissa pun membuka sel dengan kekuatannya sehingga mereka bisa masuk ke dalam.
“ Ibu, ini aku Andrew.” Panggilnya sekali lagi.
Awalnya Sammy tidak merespon apapun, hingga akhirnya dia membuka kedua matanya dan hal pertama yang di lihat adalah wajah putranya sendiri.
“ Kau masih hidup nak.?”
__ADS_1
“ Ya bu, aku masih hidup.”
“ Ibu senang mendengarnya.”
“ Apa yang terjadi padamu bu.?”
“ Ayahmu telah memotong telinga ibu sehingga ibu akhirnya menjadi manusia biasa sekarang.”
Kemudian Sammy melirik Alissa, dan saat itu juga Alissa kembali mengingat wajah Sammy. Dia adalah wanita yang memberikan Alissa ramuan beracun waktu itu, dan mengaku sebagai teman nenek moyangnya.
“ Maafkan aku waktu itu sudah membuatmu hampir mati.” Lontar Sammy pada Alissa.
“ Jangan banyak bicara dulu, sebaiknya berikan dia perawatan terlebih dulu.” Sahut Alissa kemudian.
**
Keadaan Sammy saat ini sudah lebih baik setelah beristirahat di tempat yang layak dengan pengobatan yang di berikan oleh Sean, saat ini mereka semua sedang berkumpul di dalam satu ruangan begitu Sammy memanggil mereka untuk memberitahu sesuatu yang harus di ketahui oleh Alissa.
“ Sekali lagi aku benar-benar minta maaf kepadamu. Aku tidak tahu jika semua akan terjadi seburuk ini, dan aku sangat menyesal dengan apa yang ku lakukan selama ini.” Ucap Sammy dengan tangisnya yang pecah.
“ Langsung saja pada intinya, semua sudah terjadi dan kita tidak bisa memutar waktu lagi.” Lontar Sean ketus.
“ Waktu itu Andrew masih belum sadarkan diri sehingga Zake membutuhkan kekuatannya segera, kami mendengar kabar dari dunia manusia saat itu dan lokasinya di taman ketika aku pertama kali menemui mu. Kau masih ingat ada pria tua yang datang menemui kalian dan meminta bantuan Edwyn untuk mengantarnya pulang.?” Alissa menggangguk pelan setelah mengingat kejadian itu.
“ Sebenarnya itu semua adalah bagian dari rencana Zake, aku di perintahkan mencari darah keturunan Allure di kota kalian dan pada akhirnya aku berhasil menemukan kalian. Tapi aku terkejut karena Allure yang ku temui ternyata bersama Elf Calaquendi yang juga mendapatkan kekuatan dari pohon Alimelos.”
“ Jadi racun yang kau berikan padaku waktu itu untuk membuatku mati agar kalian bisa membawa Edwyn bersama kalian.?” Tanya Alissa dan di balas anggukan pelan dari Sammy.
Kemudian Sean kembali memberitahu bahwa sejak itu mereka sudah di intai oleh pasukan Zake dan juga dirinya, namun tak sedetikpun ada kesempatan untuk mendapatkan Edwyn dari Alissa.
Banyak cara yang telah di lakukan Zake namun tetap tak bisa membuat Alissa dan Edwyn terpisah, hingga dia harus memberitahu Alissa dan Edwyn untuk menjebak mereka dengan memberitahu bahwa Space lab adalah salah satu tempat mereka melakukan penelitian selama ini.
Meskipun pada akhirnya Zake harus kehilangan space lab dan dirinya tetap tidak bisa merebut Edwyn, hal itu tidak membuatnya menyerah begitu mendapat ramalan dari Amoera jika Edwyn nantinya akan datang dengan sendirinya ke Rohan. Masih ada waktu sampai waktu peperangan di mulai oleh karena itu Zake akan memfokuskan untuk memperbanyak pasukan sambil menunggu waktu itu tiba.
“ Sayangnya ambisi Zake terus berubah-ubah, ketika dia tidak lagi membutuhkan aku setelah Andrew sadar. Sejak saat itu Andrew selalu di latih oleh Zake, dan banyak melakukan penelitian terhadapnya untuk membuat tubuh Andrew dapat mentransfer kekuatannya jika kondisi tubuh Zake sudah dalam keadaan sempurna.”
“ Aku sudah berada di dalam sel itu sejak Andrew sadar, dan sekarang aku sudah keluar dan Zake telah memulai aksinya itu.”
Setelah mendengar kisah asli dari Sammy barusan, Alissa mendapatkan puzzle piece yang selama ini belum terkumpul dan sekarang sudah terkumpul menjadi satu.
“ Terima kasih karena tetap hidup, jika kau tidak ada saat ini aku mungkin tidak akan tahu yang sebenarnya terjadi.” Lontar Alissa merasa tertolong.
“ Aku senang jika keberadaanku sekarang bisa berguna untukmu.” Balas Sammy lirih.
“ Ada satu hal yang membuatku masih penasaran, apa kau tahu dimana para Elf Moriquendi lainnya berada saat ini? “ Tanya Alissa kemudian.
“ Mereka semua telah di bunuh oleh pria yang bernama Roderic, dia adalah pemburu Elf yang bekerja dengan Zake. Dia membunuh semua Elf itu untuk mengumpulkan kekuatan yang tersisa dari mereka untuk di berikan kepada Zake.” Jelas Sammy.
Alissa jelas sangat terkejut mendengarnya, tentang Greeta yang selama ini banyak membantunya. Dan para Elf yang berada di markas yang jumlahnya cukup banyak, ternyata mereka semua telah di bunuh oleh pria itu.
“ Dan satu lagi, kau pernah berkata jika alasan aslimu datang ke dunia manusia adalah untuk menemukan teman-temanmu kan.?” Lontar Sammy.
“ Dua teman peri ku menghilang secara misterius, dan beberapa teman kurcaciku telah di bunuh di hutan Sandora.”
__ADS_1
“ Mereka telah menjadi monster bernama Oars seperti yang kau lihat, aku yakin di antara para Oars itu pasti ada mereka.” Ungkap Sammy sekali lagi membuat Alissa terkejut.