
Alissa masih termenung di depan portal dua dunia, dia tidak bersemangat untuk kembali ke istana segera mungkin. Hingga teman-temannya datang untuk menghibur gadis itu, meskipun sudah mendapatkan hiburan dirinya tetap terlihat sedih dan tak bersemangat.
“ Hey, kami masih disini bersamamu. Jangan bersedih, tersenyumlah.” Lontar Bubbles.
“ Kami akan selalu menemanimu dan berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu.” Sambung Berry.
“ Alissa yang kami kenal selalu tersenyum dan ceria, aku tidak mengenal Alissa yang sekarang sedang ku lihat bersedih.” Seloroh Gamora.
Alissa menatap satu persatu teman-temannya, kemudian dia tersenyum dan tersadar bahwa kesedihan ini tidak perlu di alami berlarut-larut. Kemudian dia bangkit dari duduknya dan bersorak dengan sangat keras
“ Baik, mulai saat ini kita akan memulai kehidupan yang baru.” Seru Alissa yang akhirnya membuat mereka semua senang karena perubahan yang sangat cepat di tampilkan oleh gadis itu.
**
Panggilan dari Valinor baru saja masuk di istana Sandora, panggilan untuk Alissa menemui Valar Agung untuk menjalankan satu syarat terakhir sebelum akhirnya dia bebas dari hukuman yang harus ia selesaikan.
Tak hanya Alissa saja yang di panggil, Erika pun datang dari Sabaody untu memenuhi panggilan tersebut. Sebenarnya Alissa sudah tahu panggilan tersebut akan menjadi hari terakhiri dirinya dengan kekuatan yang di milikinya.
Setibanya di Valinor, mereka yang di panggil oleh Manwe sekarang sudah berkumpul di satu tempat yang belum pernah di lihat oleh Alissa sebelumnya.
Alissa merupakan tamu pertama yang hadir, kemudian Erika, dan yang terakhir adalah Andrew. Selama ini Andrew sudah di tahan dipenjara Valinor untuk diadili, dan sekarang merupakan hari penebusan dosa dimana mereka bertiga harus menyerahkan kekuatan mereka kembali pada pohon Alimelos yang telah di ciptakan oleh Manwe.
“ Kalian bertiga adalah wadah dari segala kekuatan yang ada pada pohon Alimelos sebelumnya, dan sekarang waktunya kalian menyerahkan seluruh kekuatan kalian pada pohon ini untuk menebus kesalahan yang telah kalian lakukan.” Sahut Manwe yang berdiri di atas dimana mereka bertiga sedang mengelilingi pohon Alimelos yang baru.
Sebelumnya Andrew memang sudah kehilangan kekuatan dari Alimelos yang di ambil, namun dia masih memiliki kekuatannya sendiri sehingga dia harus menyerahkan kekuatan tersebut dengan membuat dirinya harus menjadi Elf tanpa kekuatan lagi.
Karena semua setuju maka mereka pun kompak menyentuh pohon Alimelos dengan menransfer seluruh kekuatan mereka, ketika Alissa melakukannya dia mengingat semua kenangan yang telah terjadi ketika dirinya menggunakan kekuatan itu untuk melakukan kebaikan.
“ Terima kasih atas kekuatan yang selama ini berada di tubuhku, aku ikhlas mengembalikannya kepada sang pemilik. Dan jika suatu saat nanti aku membutuhkannya, ku harap aku bisa menggunakannya untuk menolong semua makhluk.” Benak Alissa dengan sungguh-sungguh.
Sebuah cahaya dari pohon itu mulai terlihat dan semakin membuat ruangan di tempat itu di penuhi oleh cahaya, itu menandakan bahwa proses transfer kekuatan telah berhasil dan mereka yang telah melakukannya sudah tidak memiliki kekuatan apapun.
**
Dua Tahun Kemudian
Waktu telah berlalu sangat cepat, mungkin untuk semua makhluk kecuali Alissa yang merasa waktu di Sandora berjalan sangat lambat. Sandora telah banyak mengalami perubahan yang signifikan, namun dirinya tetap masih menjadi putri dari sang ratu.
Alissa tahu suatu saat nanti dia akan menjadi ratu melanjutkan tahta sang ibu, kemudian menikah dan memiliki keturunan dan akan di lanjutkan oleh keturunan yang dia miliki. Namun sampai saat ini dia masih tidak dapat menerima jika suatu saat nanti dirinya harus menikah dengan sosok pria baru.
Edwyn masih selalu mendominasi pikirannya, bahkan setiap detik selalu membuatnya teringat dengan pria itu. Alissa sangat merindukannya, dia ingin melihat wajah Edwyn dan mengetahui kabarnya walau hanya sebentar.
Akses dua dunia sudah tidak pernah terbuka sejak saat itu, sepertinya semua makhluk hidup telah hidup dengan baik di dunia mereka masing-masing. Padahal Alissa sangat berharap dia bisa pergi ke dunia manusia dengan bebas, sekalipun ada misi kecil pun dia akan dengan senang hati menerimanya.
“ Alissa.” Suara itu berhasil membuatnya bangkit membuka pintu jendela.
Rupanya yang datang adalah Thanos, selama dua tahun ini Thanos dan Gamora adalah penjaga dari portal dua dunia. Mereka di tugaskan untuk menjaga portal itu oleh Winola, dan biasanya mereka berdua datang untuk memberitahu Alissa tentang kejadian apa saja yang terjadi selama ini disana.
“ Ada apa Thanos.?” Tanya Alissa penasaran.
“ Aku hanya ingin memberitahumu kalau aku baru saja mendapat pesan dari dunia manusia tentang keberadaan Edwyn.”
“ Bagaimana caranya.?”
__ADS_1
“ Lewat seekor tupai yang telah menjadi teman kami, dia selalu ke dunia manusia dan menceritakan tentang dunia manusia pada kami. Sampai pada akhirnya kami menyuruhnya mencaritahu tentang Edwyn, dank au tahu, kami berhasil mendapatkan informasinya.”
“ Apa yang telah kalian dapat.?”
“ Edwyn sudah hidup dengan baik, dia hidup seorang diri di sebuah rumah berbentuk unik dan katanya dia sangat senang dengan dunia fantasi dan menganggap mereka semua benar-benar ada. Aku berpikir apa jangan-jangan dia tidak kehilangan ingatan tentang kita.?” Jelas Thanos membuat Alissa tersenyum tipis.
“ Dia persis seperti Edwyn saat aku pertama kali bertemu dengannya.” Ucap Alissa merasa sangat senang.
“ Apa kau masih ingin mengetahui tentang dia.?”
“ Tentu saja, beritahu aku jika ada sesuatu yang terjadi kepadanya.”
“ Serahkan pada kami, kalau begitu aku kembali ke hutan terlarang.”
Alissa benar-benar merasa lebih baik sekarang, meskipun tidak melihat Edwyn secara langsung akan tetapi dengan informasi tentang Edwyn yang dia terima sudah dapat membuatnya merasa sangat senang.
**
Setiap minggunya Alissa mendapat kabar tentang Edwyn, terkadang Thanos menyuruh teman peri untuk menyampaikannya karena dia tidak bisa setiap saat meningglkan hutan terlarang.
Rasanya sangat menyenangkan mengetahui kabar Edwyn setiap minggu dari mereka, hari-hari Alissa pun jadi lebih menyenangkan. Dia terus tersenyum sepanjang hari dan membuat Winola sampai kebingungan dengan sikap putrinya tersebut.
Setia hari minggunya, Alissa akan mendapatkan informasi tentang Edwyn dan hari ini dia menunggu kedatangan temannya di jendela kamar. Namun setelah menunggu selama beberapa jam dia tidak melihat ada satu pun temannya yang akan datang.
Waktu sudah beranjak menjadi sore, dan sampai saat itu dia belum melihat tanda-tanda kedatangan temannya. Alissa berpikir jika mereka tidak datang karena tidak mendapatkan informasi tentang Edwyn hari selama satu minggu ini.
“ Aku jadi penasaran, apa yang terjadi pada Edwyn sekarang.” Benak Alissa mulai cemas.
“ Apa aku yang harus kesana untuk mendengarnya langsung dari mereka.?” Ucap Alissa yang mulai gelisah.
Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam, itu artinya sang ratu belum tidur dan dia masih berada di ruangannya. Alissa bisa menyelinap masuk ke dalam kamarnya untuk bisa menggunakan pintu kemana saja, dia bisa tiba di hutan terlarang dengan sangat cepat.
Tanpa menunggu waktu lama, Alissa segera meninggalkan kamarnya. Dia tiba di kamar sang ibu tanpa bertemu penjaga saat itu, dan setelah dia berada di dalam barulah dia mencoba untuk mencari keberadaan pintu tersebut.
“ Kemana pintu itu pergi.?”
“ Apa yang sedang kau cari Alissa.?”
Alissa langsung terperanjat kaget mendengar suara ibunya yang muncul tanpa terduga, alhasil dia tidak bisa berkutik dan hanya menampilkan wajah polosnya saat ketahuan masuk ke dalam kamar tersebut.
“ Aku hanya,”
“ Kau pasti ingin mencari pintu itu kan? Sayangnya ibu sudah memusnahkannya, ibu takut kamu pasti akan menggunakan pintu itu untuk ke suatu tempat yang salah lagi nanti.”
“ Aku tidak sedang mencari pintu, justru kedatanganku kemari untuk menemuimu. Aku ingin kita tidur bersama malam ini.” Seru Alissa terpaksa berbohong.
“ Tidak biasanya kamu seperti ini.?”
Alissa segera menghampiri sang ibu kemudian merangkul lengannya dengan manja, saat ini dia mengeluarkan sikap kekanak-kanakannya kepada Winola sampai berhasil membuatnya luluh dan akhirnya mengajak putrinya itu untuk tidur bersamanya malam ini.
**
“ Ibu, boleh aku menanyakan sesuatu kepadamu.?” Tanya Alissa ketika dia dan sang ibu sudah berada di atas tempat tidur.
__ADS_1
“ Hmm, boleh.” Balas Winola yang ternyata masih terjaga dari tidurnya.
“ Kenapa ibu memilih ayah yang seorang Valar untuk menjadi suami ibu? Kenapa ibu tidak memilih yang satu ras dengan kita.?”
“ Karena ayahmu adalah pria pertama yang ibu kenal, dan dia juga sudah berhasil merebut hati ibu sehingga ibu tidak bisa berpaling darinya.”
Alissa terdiam sejenak, dan dia langsung teringat pada Edwyn. Selama ini dia tidak pernah mengenal pria lain selain Edwyn, dan hanya Edwyn yang berhasil merebut hatinya.
“ Ibu, apa aku juga bisa sepertimu.?” Tanya Alissa tiba-tiba.
“ Seperti ibu? Maksudmu menikah dengan Valar.?”
“ Bukan, tapi dengan manusia.”
Winola terlihat menatap Alissa dengan serius, dia tahu maksud dari putrinya membahas hal ini pasti akan berakhir pada Edwyn. Selama ini dia juga sudah mengamati Alissa yang terus menerus membahas Edwyn bersama teman-temannya.
“ Alissa, dengarkan ibu nak. Ibu bukan melarangmu menikah dengan manusia, tapi kamu harus tahu kalau kita ini sangat berbeda dengan mereka. Dunia kita berbeda, dan manusia hanya akan bersama manusia juga.”
Alissa tahu hal ini pasti akan ia dengar dari sang ibu, meskipun berulang kali dia merasa sakit ketika mendengarnya tapi harapan untuk bisa bersama Edwyn tidak pernah hilang.
“ Ibu benar, tapi aku tidak bisa hidup tanpa dia bu. Sebagian hidupku akan lebih lengkap jika ada dia.” Benak Alissa yang tak bisa mengatakannya secara langsung pada sang ibu.
“ Aku mengantuk, selama malam bu.” Lanjut Alissa yang kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi Winola dan bergegas untuk tidur.
Saat itu Winola hanya dapat menatap punggung putrinya dengan tatapan sendu, dia bisa merasakan apa yang di rasakan Alissa dan bahkan dia tahu keinginan Alissa untuk dapat bersama Edwyn begitu besar.
**
Malam yang indah dengan ribuan bintang di langit menghias kota Sandora, terlihat sosok wanita cantik sedang berdiri menunggu kedatangan seseorang. Tak lama setelah itu sosok pria tampan muncul bersama seekor burung raksasa yang kemudian dia menghampiri wanita itu dan memeluknya dari belakang.
“ Tidak biasanya kau memanggilku tengah malam seperti ini.” Ucap Fanwe sambil mengecup mesra pipi Winola.
“ Ada yang ingin ku bicarakan denganmu, ini tentang Alissa.” Jawabnya lirih.
“ Ada apa dengannya.?”
“ Dia telah jatuh cinta dengan anak manusia itu.”
“ Edwyn?”
“ Ya, bagaimana menurumu.?”
Fanwe melepaskan pelukannya dan duduk di atas pembatas balkon, Winola tampak memperhatikan suaminya itu dengan tatapan sayu yang kemudian dia juga ikut bersandar pada pembatas tersebut.
“ Menurutku kita sebagai orang tua tidak perlu banyak ikut campur dengan urusan anak-anak, biarkan dia mencari cinta sejati yang mereka inginkan tanpa adanya paksaan yang mungkin akan mengganggu kebahagiaan mereka nantinya.”
“ Jadi kau menyetujui mereka untuk bersama.”
“ Aku tidak bilang setuju pada hubungan mereka, tidak ada aturan yang melarang mereka untuk bersama. Tapi hanya ada dua kemungkinan yang harus mereka pilih jika mereka tetap ingin bersama.”
“ Kau tahu apa yang terbaik untuk putri kita, aku tidak akan melarang apapun keputusanmu tentang mereka.” Lanjut Fanwe kemuidan mendekati Winola dan meraihnya ke dalam pelukan.
“ Terima kasih sudah datang, aku tahu apa yang harus aku lakukan sekarang.” Balas Winola membalas pelukan Fanwe dengan erat.
__ADS_1