
Babak selanjutnya adalah Alissa dan Zake bertarung dalam mode serius mereka, tak ada yang berani ikut campur saat itu dan mereka hanya dapat menyaksikannya dari jarak jauh karena efek dari pertempuran mereka berdua terbilang cukup berbahaya.
Lembah itu sudah berubah menjadi tempat yang sangat kacau, dan pertarungan mereka sangat imbang meski mereka berdua sudah menggunakan sepenuhnya kekuatan mereka.
“ Kau selalu saja menggangguku, setiap aku ingin melanjutkan rencanaku selalu saja kau datang mengacaukannya.” Sahut Zake setelah dia mencoba menjaga jarak akibat serangan yang berhasil dia dapat dari Alissa.
“ Berapa kali pun kau mencoba untuk menguasai dunia ini dan selama aku masih hidup, maka aku yang akan mengacaukan rencanamu itu.” Balas Alissa dengan mode siap untuk menyerang Zake lagi.
Zake mencoba mengelabui Alissa untuk dirinya bisa melarikan diri, saat ini tubuhnya dalam keadaan tidak baik dan dia membutuhkan jiwa-jiwa yang telah dia jadikan sebagai pasukannya.
Alissa tidak ingin membiarkan hal itu terjadi, dia memang berhasil di kelabui oleh Zake. Namun dia dengan cepat mengejar Zake, dan Zake memerintahkan Melkor untuk menghadapi Alissa selagi dia mencoba untuk melarikan diri.
Melkor yang patuh pun langsung menahan Alissa dengan kekuatan penuh, dia berhasil membuat Alissa terjatuh ke tanah bersama dirinya. Dan saat itulah Zake pun bisa lolos, kali ini Melkor benar-benar membuat Alissa tidak bisa bergerak untuk beberapa saat.
“ Kenapa kau membantunya? Apa yang telah dia berikan kepadamu sampai kau mau menuruti semua perintahnya?”
“ Bukan urusanmu.”
“ Apa kau sudah lupa? Kau adalah seorang Valar yang di agungkan oleh banyak makhluk di dunia ini, tapi kau dengan bodohnya mengotori tanganmu untuk menyakiti semua orang.”
“ Aku sudah bilang kalau ini bukan urusanmu,” Kali ini Melkor terdengar sangat marah sampai membuat petir terdengar menggelegar di langit sana.
“ Sadarlah, kau tidak pantas bekerja di bawah makhluk jahat seperti Zake. Aku tahu kau orang baik, sadarlah.”
Suara Alissa terdengar sayup dan membuat Melkor terbengong, dia bangkit dan mundur beberapa langkah dari Alissa. Wajahnya terlihat pucat dan dia mulai menutupi kedua telinganya dan jatuh dengan lutut yang menumpu tubuhnya itu.
Bayang-bayang masa lalu membuat Melkor sedikit memutar balik waktu, dimana dia yang sebelumnya bukan seorang pengkhianat Valinor. Satu persatu bayangan masa lalu kembali, dan semua itu muncul sesaat setelah Alissa mencoba untuk menyadarkannya.
**
Flashback masa lalu Melkor…
Sebelum Melkor menjadi Valar di Valinor, dia adalah makhluk biasa yang hidup di sebuah desa terpencil. Keperibadian Melkor saat muda tidak begitu banyak di ketahui oleh warga desa bahwa selama ini dia mampu memanggil hujan, menghentikan bencana, serta mengatur apapun yang berkaitan dengan langit.
Meski begitu Melkor selalu di pandang remeh oleh warga desa dengan mengatakannya sebagai anak iblis, semua hinaan dan caci maki sudah menjadi makanan sehari-hari Melkor sampai membuatnya selalu menjaga diri dari penduduk desa.
Suatu hari desa di serang oleh serangan monster jahat, mereka adalah monster yang lepas dari Hueco Mundo. Banyak korban jiwa yang berjatuhan saat itu, dan Melkor menjadi salah satu korban di antara mereka sampai dirinya tanpa sengaja menggunakan kekuatannya itu untuk menghentikan para monster tersebut.
Desa berhasil selamat oleh Melkor, namun mereka mengganggap bahwa serangan monster itu adalah ulah dari Melkor sendiri yang dimana dia sengaja untuk menarik simpati warga desa.
Warga desa pun beranggapan bahwa Melkor adalah sebuah musibah untuk desa itu, sampai pada akhirnya dia akan di eksekusi mati oleh warga di desa itu. Dan eksekusi tersebut akan di saksikan secara langsung oleh ribuan warga desa dimana eksekusi yang akan di jalaninya adalah gantung diri.
Ketika Melkor berdiri di atas tempat eksekusi dia bisa melihat semua warga desa yang menyorakinya sebagai iblis pembawa sial, padahal bagi Melkor sendiri dia melihat semua makhluk itu adalah iblis yang sesungguhnya.
Dan pada saat Melkor hendak di eksekusi, hembusan angin yang sangat kencang membuat semua warga kembali panik dan mengira itu adalah ulah Melkor sendiri. Padahal mereka salah, yang datang ke tempat itu bukanlah Melkor melainkan Zake yang datang menyelamatkan Melkor.
Zake berhasil membuat warga desa mendengarkan ucapannya dengan meminta Melkor untuk di bawa olehnya ke bumi bagian tengah, namun hal itu tidak di setujui oleh mereka sebab mereka mengira bahwa Melkor harus tetap di bunuh.
Warga desa yang tak terima pun menyerang Melkor dengan batu padahal waktu itu Zake masih bersamanya, bukannya menghindar justru Zake melindungi Melkor sampai membuat tubuhnya terluka.
Warga desa pun perlahan menghentikan aksinya setelah menyaksikan Zake yang bersih keras ingin melindungi Melkor, dan pada akhirnya mereka pun setuju jika Melkor di bawa olehnya namun dengan satu syarat bahwa Melkor tidak boleh kembali ke desa itu lagi.
Sejak saat itulah Melkor selalu mengikuti kemana Zake pergi, dia bahkan di beri tempat tinggal yang nyaman ketika mereka tiba di bumi bagian tengah. Namun pada suatu hari ras Elf harus pergi meninggalkan dunia bagian tengah untuk hidup di Valinor, Zake berkata pada Melkor sebelum dia pergi bahwa suatu hari nanti dia pun bisa hidup di atas sana dan mendapat pengakuan oleh semua makhluk hidup.
Hal itu karena Zake percaya bahwa Melkor memiliki potensi yang sangat besar untuk dirinya bisa menjadi seorang Valar, dan hal itu dapat terwujud setelah Melkor berusia cukup matang dan kekuatannya pun stabil.
__ADS_1
Valar langit yang sudah tewas terpaksa harus segera mencari pengganti, dan kandidat yang sangat cocok untuk posisi itu tak lain adalah Melkor sendiri. Berkat bantuan dari Zake lah sehingga Melkor bisa menjadi Valar dan mendapat kehidupan yang baik mulai hari itu.
Melkor yang telah menjadi Valar pun akan selalu patuh pada perintah Zake, dia tidak akan pernah melupakan kebaikan Zake atas hidupnya selama ini. Dan kejadian yang tak di enakkan pun terjadi, dimana Zake terbukti telah membuat kekacauan sehingga dirinya harus di usir dari Valinor ke tempat yang asing. Dan tempat itu adalah dunia para manusia.
Ketika semua makhluk di Valinor percaya bahwa Zake adalah pengkhianat dan telah membuat banyak kekacauan, namun tidak dengan Melkor yang masih percaya kepadanya dan berjanji akan membawa Zake kembali ke Valinor suatu hari nanti.
“ Tuan, aku akan mematuhi segala perintahmu selama kau di dunia manusia. Aku akan membantumu menciptakan pasukan yang dapat menyingkirkan semua makhluk di dunia ini dan menjadikanmu sebagai penguasa dunia.” Ucap Melkor sebelum Zake di bawa ke dunia manusia.
Mendengar pengakuan dari Melkor sontak memberikan ide baru yang lebih jahat waktu itu, dan benar saja bahwa Zake menyuruh Melkor untuk menunggu sampai waktu itu tiba. Dan selama dia di asingkan, Melkor juga harus bisa mencari cara agar mereka tetap bisa saling terhubung meski beda dua dunia.
**
Sayup-sayup Melkor kembali mendengar seseorang memanggilnya hingga dia kembali sadar sepenuhnya, Melkor menatap wajah Alissa yang masih berusaha menyadarkannya namun balasan Melkor saat itu dia langsung menyerang Alissa sehingga membuat lenggannya terluka.
“ Aku akan tetap menjadi pengikut setia tuan Zake.” Ucap Melkor dengan penuh percaya diri.
“ Baiklah, jika kau masih tidak ingin sadar atas apa yang kau lakukan, maka aku terpaksa harus mengalahkanmu.” Alissa pun kembali serius dalam menghadapi Melkor setelah sebelumnya dia masih berharap bahwa Melkor akan mendengarnya.
Bala bantuan pun datang, dan kali ini yang datang ke tempat itu adalah Varda yang membawa pasukan mereka setelah merasa bahwa Alissa dan yang lain cukup lama meninggalkan markas.
Alissa memberitahu mereka bahwa Fanwe telah tewas dan Zake telah melarikan diri, mendengar kematian Fanwe jelas membuat mereka marah dan menatap Melkor penuh benci.
“ Serahkan dia pada kami, kau pergi cari bajingan itu saja.” Sahut Vaire kemudian.
“ Benar, biarkan kami yang menghadapi Melkor.” Sambung Varda.
Keempat Valar itu kemudian membentuk benteng perlawanan, mereka juga memberikan akses untuk Alissa pergi dan Melkor pun tidak bisa menahan Alissa saat itu.
“ Lawan mu adalah kami, pengkhianat sialan.” Sahut Vaire yang sudah terbawa api emosi.
“ Takdir masih memberiku kesempatan untuk melanjutkan hidup agar aku bisa membalaskan semua yang kau lakukan terhadapku.” Balas Varda yang langsung menyerang Melkor tanpa aba-aba.
**
Sementara itu Alissa dalam pengejarannya di bantu oleh para hewan yang berada di sekitar tempat itu, mereka memberitahu ke arah mana Zake melarikan diri. Bantuan mereka sangat membantu sebab saat ini Alissa telah menemukan Zake yang sedang bersama pasukannya yang lain.
“ Kau pikir kau bisa melarikan diri dariku.?” Sahut Alissa membuat Zake menoleh kepadanya.
“ Kalau begitu kita lanjut di tempat ini.” Balas Zake yang kini terlihat mengumpulkan semua pasukannya dan membuat jiwa mereka di rebut oleh Zake dan sekarang kekuatan Zake bertambah lebih kuat dari sebelumnya.
Alissa dan Zake pun kembali memulai pertarungannya, semua berjalan dengan sangat epik tanpa ada bantuan dan hanya ada mereka berdua saja. dari kejauhan seseorang muncul dan melihat pertarungan besar itu dengan mata kepalanya sendiri.
Edwyn memang sengaja pergi dari markas karena khawatir dengan Alissa, dia sudah mengikuti para Valar ketika hendak pergi namun sayang mereka terpisah karena kecepatan mereka yang tidak bisa di kejar.
“ Alissa,” Ucap Edwyn tertegun sejenak dimana dia merasakan aneh yang terjadi pada dirinya.
“ Ada apa denganku.?” Edwyn berjalan mundur hingga membuat tubuhnya terjatuh, tiba-tiba saja ingatan-ingatan tentang dunia ini kembali dan semua kenangan tentang Alissa membuat Edwyn mengingatnya dengan jelas.
“ Aku mengingatnya sekarang, aku ingat tentang Alissa dan dunia ini.” Ucap Edwyn dan segera melihat Alissa kembali.
Kedua mata Edwyn terbelalak kaget ketika melihat Alissa sudah di jatuhkan oleh Zake, dan sekarang Zake tampak melayangkan serangan selanjutnya untuk mengalahkan Alissa.
Edwyn berlari ke arah mereka tanpa rasa takut dan meneriaki Zake sehingga membuat fokusnya tertuju kepada Edwyn. Alissa ikut menoleh dan melarang Edwyn untuk mendekat.
“ Rupanya bocah itu pun masih hidup sampai sekarang.” Ucap Zake memandang remeh Edwyn yang masih berlari kearah mereka.
__ADS_1
Belum sempat Edwyn sampai di hadapan mereka, Zake dengan cepat melayangkan serangan kepada Edwyn. Edwyn melihat serangan itu mengarah kepadanya dan membuat langkahnya tiba-tiba berhenti, dia spontan berbalik tak sanggup menyaksikan serangan itu semakin mendekatinya.
“ Edwyn.” Teriak Alissa yang tidak sempat menyelamatkannya.
Anehnya serangan Zake barusan tidak berhasil mengenai Edwyn sama sekali, serangan itu berbalik seakan tidak menyentuhnya. Zake mencoba untuk menyerangnya lagi namun tetap gagal.
“ Apa yang terjadi? kenapa aku tidak mati.?” Benak Edwyn mencoba membuka kedua matanya dan melihat apa yang terjadi.
Edwyn baru sadar bahwa serangan itu memang tidak berhasil mengenainya, dia pun bisa kembali menghampiri Alissa meski Zake terus menerus melayangkan serangannya.
“ Sial, kenapa seranganku tidak ada yang berhasil mengenainya.?” Ucap Zake dengan kesal.
“ Alissa, kau baik-baik saja.?” Tanya Edwyn begitu dia sudah berada di sebelah Alissa.
“ Aku yang seharusnya bertanya, aku sama sekali tidak apa-apa.” Balas Alissa yang balik mengkhawatirkan Edwyn.
“ Serangannya tidak mengenaiku, kau bisa melihatku baik-baik saja.” Jawab Edwyn.
“ Selain itu aku sudah mengingat semuanya, saat melihatmu di serang oleh Zake barusan entah mengapa semua ingatan itu sudah kembali.” Sambung Edwyn namun Alissa langsung memeluknya sambil menangis.
“ Kumohon jangan mati.” Pinta Alissa.
“ Hey, apa yang kau katakan? Jangan seperti ini.”
“ Maaf, aku hanya takut kehilanganmu saja.”
“ Aku akan tetap hidup sehingga kita bisa bersama selama-lamanya.”
Muak melihat keromantisan mereka berdua membuat Zake menyadarkan mereka bahwa saat ini bukan waktunya untuk saling khawatir, karena tidak di hiraukan oleh keduanya Zake pun mencoba melakukan serangan kepada mereka berdua dengan efek yang akan sangat dahsyat.
Alissa pun bangkit kembali dan membuat Edwyn berpindah dari tempatnya untuk melawan Zake, meskipun Edwyn tidak mempan dengan serangan Zake tetap saja membuat Alissa merasa khawatir dan tidak ingin Edwyn berada di dalam bahaya lebih lama.
Sebuah perisai baru saja muncul dan menangkis serangan Zake, kemudian Alissa membuat tombak besi dengan kedua sisi yang sangat tajam dimana menyentuhnya sedikit saja akan membuat orang terluka.
Saat Alissa melemparkan tombak besi itu ke arah Zake sayangnya lemparan itu tidak berhasil mengenai Zake, justru Alissa yang mendapat serangan brutal dari Zake dan membuatnya semakin terluka.
Zake kembali kepada Edwyn, jika serangan jarak jauh tidak bisa melukainya maka dia akan menggunakan sebilah pedang untuk membunuh Edwyn.
Dengan pergerakan yang sangat cepat Zake sudah berada di hadapan Edwyn dengan pedang yang siap untuk menghunusnya, tubuh Edwyn gemetar melihat pedang di depan matanya dia bahkan tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali.
Bercak darah mengenai wajah Edwyn dan kedua matanya semakin membulat sempurna ketika melihat yang terkena tusukan pedang itu bukanlah dirinya melainkan Alissa.
“ Kau tidak..boleh, mati..” Ucap Alissa sempat menoleh sebentar ke belakang memastikan Edwyn tidak terluka sama sekali.
Alissa muncul di depan Edwyn tepat saat Zake menghunuskan pedang sehingga dirinya lah yang terkena tusukan itu, namun secara bersamaan Alissa juga menyerang Zake dengan tombak yang berhasil menghunus tepat di jantungnya.
“ Sekarang kita sama-sama akan meninggalkan dunia ini untuk selamanya.” Ucap Alissa menatap Zake dengan tatapan puas.
“ Kau dan ibumu memang selalu menjadi penghalangku, sialan kalian berdua.” Balas Zake dengan darah yang keluar dari mulutnya.
Air mata Edwyn jatuh di pipinya saat tubuh Alissa dan Zake terjatuh ke tanah, sejenak dia tidak bisa bergerak dan merasa sangat syok atas apa yang dia lihat barusan. Apakah ini akhir dari segalanya? Alissa tidak akan mati kan? Bagaimana dengan dirinya sekarang? Semua pertanyaan itu memenuhi kepala Edwyn saat ini.
Perlahan namun pasti Edwyn melirik Alissa, dia mencoba mendekatinya dan memastikan apakah wanita itu masih hidup atau tidak. Namun setelah di periksa baik-baik Alissa sudah tidak merespon, bahkan detak jantungnya pun sudah tidak terdengar lagi.
“ TIDAKKKK, JANGAN TINGGALKAN AKU. KAU BILANG SEBELUMNYA KALAU AKU TIDAK BOLEH MENINGGALKANMU, TAPI KENAPA KAU YANG MENINGGALKANKU.????” Teriak Edwyn dengan tangis yang semakin pecah.
__ADS_1