My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Shadow


__ADS_3

Keanehan Edwyn masih sama seperti kemarin, dia meminta kepada Alissa untuk segera pergi ke Sandora. Namun Alissa belum mendapatkan pesan dari tupai yang telah pergi duluan ke Sandora untuk menyampaikan pesan kepada teman-teman Alissa bahwa dia dan Edwyn akan segera kembali kesana.


“ Apa kita tidak bisa pergi tanpa kembalinya tupai itu.?” Tanya Edwyn.


“ Tetap bisa, tapi kenapa kau begitu terburu-buru untuk pergi.?” Balas Alissa menatapnya serius.


“ Aku hanya tidak sabar untuk kesana, dan juga aku sangat ingin ingatanku kembali.” Ungkap Edwyn sambil meraih kedua tangan Alissa.


“ Kalau begitu kita ke Berlin hari ini.”


“ Berlin? Kenapa sangat jauh.?”


“ Saat aku kembali ke dunia ini untuk pertama kalinya, aku jatuh di Berlin lebih tepatnya di perkebunan milik Stevan.”


“ Baiklah, kita kesana sekarang ya.” Ucap Edwyn di balas anggukan pelan dari Alissa.


Hari itu juga mereka bersiap-siap untuk ke Berlin, hanyaa Edwyn yang membawa beberapa pakaian miliknya sedangkan Alissa hanya membawa apa yang dia pakai saat ini.


Begitu mereka keluar dari rumah, keduanya di buat terkejut dengan cuaca yang tiba-tiba berubah. Angin mulai berhembus sangat kencang menerbangkan segala sesuatu, langit biru berubah menjadi kelabu di sertai perubahan suhu yang sangat dingin.


“ Kenapa cuacanya tiba-tiba berubah seperti ini.?” Edwyn ikut bingung di buatnya, sementara itu dia haru ke stasiun utama untuk pergi ke Berlin.


Taksi yang mereka pesan sudah datang, Alissa sempat ragu untuk pergi dengan kondisi cuaca yang seperti itu. Namun Edwyn tetap bersih keras ingin segera pergi, tak ada pilihan lain untuk Alissa selain mengikuti apa kata pria itu.


“ Cuacanya benar-benar buruk, selama aku berada di Jerman aku belum pernah melihat cuaca seperti ini.” Ucap Alissa sambil menatap langit melalui kaca jendela mobil.


“ Ini akan berakhir segera, jangan khawatir.” Baru saja Edwyn berkata demikian, tiba-tiba saja sebuah pohon besar tumbang tepat di hadapan mereka yang membuat sang supir terpaksa rem mendadak.


“ Maaf pak, di depan ada pohon tumbang.” Ucap sang supir yang terlihat panik dan memastikan Alissa dan Edwyn baik-baik saja di belakang.


Perasaan Alissa tiba-tiba tidak enak, ada energi lain yang masih bisa dia rasakan. Energi yang jelas sangat kuat dan setara dengan energi Fanwe, Alissa tidak tahu dimana keberadaan energi kuat itu namun dia mulai mencurigai sesuatu yang entah mengapa kembali muncul di pikirannya.


“ Ada apa? Kenapa kau terlihat sangat gelisah.?” Tanya Edwyn menyentuh pundak Alissa.


“ Sebaiknya kita batalkan keberangkatan kita sampai cuacanya menjadi lebih baik.” Lontar Alissa menatap Edwyn.


“ Tapi kenapa.?”


“ Aku merasa tidak enak badan, kumohon besok saja sampai cuacanya benar-benar baik.”


Permintaan Alissa akhirnya di terima oleh Edwyn, dia kembali menyuruh sang supir untuk putar balik. Tidak mungkin juga mereka tetap jalan sementara cuaca saat ini sangat buruk, mereka beruntung bisa selamat dari pohon tumbang barusan.


**


Malam itu hujan badai angina membuat satu kota tidak tenang meski mereka sudah berada di dalam rumah sekali pun, sudah dapat di pastikan besok akan banyak kerusakan yang terjadi di berbagai tempat.


Saat itu Alissa sedang duduk di atas sofa dengan segala pemikiran yang ada, sampai Edwyn datang menghampirinya karena merasa cemas sejak tadi memperhatikan Alissa yang tidak bisa tenang.


“ Kalau kau mengkhawatirkan sesuatu, beritahu saja aku.” Ujar Edwyn.


“ Aku tidak tahu cara mengatakannya kepadamu, tapi aku merasa kejadian di luar saat ini ada kaitannya dengan sesuatu yang ku khawatirkan.” Jawab Alissa.


“ Dulu ada dua Valar yang menghilang ketika Zake menyerang kota ini, mereka adalah Valar bintang dan Valar langit. Entah mengapa kejadian ini mengingatkan aku dengan kekuatan yang dimiliki oleh Valar langit, dia bisa membuat bencana seperti diluar saat ini.”


“ Tapi jika benar itu dia, kenapa dia melakukannya sekarang.?”


“ Mungkin aku salah, aku tidak tahu harus melakukan apa seandainya kekuatanku masih ada aku tidak akan seperti ini.”


“ Sudah malam, sebaiknya kau istirahat.” Edwyn berusaha mengajak Alissa ke kamar dan wanita itu menuruti setiap ucapan Edwyn.


Dengan penuh kasih sayang Edwyn membawa Alisas ke kamar dan memasangkan selimut yang hangat untuk wanita itu, dia duduk di sebelah Alissa sambil menyentuh kepalanya dan berkata.

__ADS_1


“ Tidurlah, aku akan disini sampai kau tertidur.” Ucap Edwyn di balas anggukan pelan dari Alissa.


**


Suara ledakan di luar sana berhasil membuat Alissa dan Edwyn terbangun dari tidur mereka, mereka penasaran dan segera melihat keluar apa yang baru saja terjadi. Alangkah terkejutnya mereka saat melihat kekacauan yang terjadi di depan mereka, sekitar lima rumah warga hancur oleh sesuatu yang besar.


“ Itu meteor.?” Ucap Alissa.


“ Tapi bagaimana bisa.?” Edwyn sampai tak habis pikir hal itu bisa jatuh tepat di depan rumahnya.


“ Edwyn, lihat ke langit.” Ucap Alissa yang jauh lebih terkejut dengan apa yang dia saksikan saat ini.


Kedua mata Edwyn membulat dengan sempurna saat melihat banyak benda asing dari langit yang akan jatuh ke arah kota. Jaraknya semakin dekat dan itu bisa membuat satu kota hancur seketika, mereka berdua tidak bisa bergerak dari tempat mereka berpijak sampai Alissa sadar dan mengajak Edwyn untuk menjauh dari tempat itu sekarang juga.


Mereka terus berlari sejauh mungkin, menjaga jarak dari lokasi meteor yang akan jatuh adalah cara yang tepat. Alissaa terus memikirkan mengapa benda luar angkasa itu bisa terjatuh, sementara yang dapat mengendalikan benda di angkasa adalah Valar Bintang.


“ Kemarin kekuatan dari Valar langit dan sekarang dari Valar Bintang, sebenarnya apa yang terjadi? jika mereka masih hidup tidak mungkin mereka melakukan itu pada umat manusia.” Benak Alissa yang yang terus berlari bersama Edwyn.


Meteor itu sudah semakin dekat sementara semua orang yang berlari untuk menyelamatkan diri sudah pasrah jika benda itu jatuh ke tempat mereka, Alissa tiba-tiba menghentikan langkahnya sementara Edwyn ikut berhenti dan menatap Alissa.


“ Kenapa berhenti.?”


“ Aku berharap sekali ini saja, biarkan aku melindungi umat manusia. Kumohon.” Benak Alissa sambil menggenggam erat kalung pemberian Fanwe.


Tak ada yang terjadi saat itu, Alissa tahu kekuatannya tidak akan kembali semudah itu dengan memintanya dari kalung tersebut. Meteor sudah mendekat dan sebentar lagi akan menghancurkan kota, namun tiba-tiba saja saat meteor sebesar itu menghilang dengan sangat cepat tepat.


“ Kemana meteor itu pergi.?” Tanya Edwyn yang juga penasaran dengan menghilangnya benda besar itu.


Tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh dan gempa yang membuat semua benda bergetar hingga Alissa dan Edwyn sampai kehilangan keseimbangan mereka, getarannya sangat kuat sampai membuat beberapa rumah warga hancur di buatnya.


Sudah banyak warga sekitar yang ketakutan dan bingung harus lari kemana lagi, semua ini terjadi begitu saja dan banyak menyebabkan kerugian untuk mereka semua. Alissa sampai teringat dengan kejadian waktu itu, dia sudah tidak ingin melihat banyak korban yang berjatuhan seperti waktu itu.


“ Siapa yang melalukannya, aku bahkan tidak punya petunjuk tentang ini.” Ucap Alissa sambil mengepal kedua tangannya dengan kuat.


“ Apa kabar Alissa, sudah cukup lama sejak terakhir aku melihatmu.”


“ Siapa itu?” Alissa menoleh kesana kemari mencari sumber suara yang baru saja ia dengar.


“ Hari ini kau benar-benar akan berakhir di tanganku, senang rasanya di beri kesempatan untuk membunuhmu.” Suara itu kembali terdengar namun sayangnya hanya Alissa yang dapat mendengar suara itu.


“ Siapa kau? Keluar, jangan menjadi pengecut.”


“ Alissa, apa yang kau lakukan.?” Tanya Edwyn yang kebingungan melihat tingkah Alissa saat ini.


“ Dan pria itu, ternyata dia masih hidup. Ku pikir dia sudah mati, benar-benar pria yang beruntung.”


“ Keluar kataku, jangan bersembunyi.”


Mendadak di langit muncul suatu bayangan hitam yang membentuk seperti pria dengan jubah, dari bentuknya seketika mengingatkan Alissa terhadap Zake. Namun Alissa tahu jika pria tua itu sudah mati di tangannya, tidak mungkin jika yang berdiri di hadapannya saat ini adalah Zake.


“ Siapa kau? Katakan dengan jelas.” Sahut Alissa.


“ Aku? Jelas kau sudah mengenalku, aku adalah Zake.”


“ Tidak mungkin, kau sudah mati waktu itu.”


“ Sayangnya kau tidak memastikannya dengan benar tentang kematianku, semua yang kau lihat adalah ilusi yang ku ciptkan. Aku melarikan diri di situasi yang tidak bisa ku atasi saat itu, dan sekarang aku telah kembali untuk melanjutkan rencanaku.”


“ Kau tidak akan bisa mencapai tujuanmu itu, kau hanya seorang diri dan Valar yang ada di Valinor bisa mengalahkanmu dengan mudah.”


“ Benarkah? Sayangnya aku memiliki dua valar kuat yang berada di sisiku.” Tepat setelah Zake mengatakan hal tersebut munculah sosok Varda dan Melkor yang merupakan Valar langit dan bintang.

__ADS_1


“ Jadi kalian berdua adalah pengkhianat.”


“ Tepat sekali, mereka berdua adalah bawahanku yang telah lama bekerja sama denganku. Dan sekarang mereka berdua yang akan membantuku untuk menguasai seluruh dunia ini.” Ujar Zake dengan tawa yang membuat Alissa semakin ingin membunuhnya.


“ Dimana kekuatanmu itu? Kau tidak ingin melawanku lagi.?” Tanya Zake pada Alissa.


“ Sial, dia tahu aku sudah tidak memiliki kekuatan itu.” Benak Alissa.


“ Mau mengucapkan selamat tinggal.?” Ucap Zake dan saat itu Alissa tahu dia akan mendapat serangan sehingga dengan cepat mendorong Edwyn menjauh dari sisinya.


Serangan itu akhirnya berhasil mengenai Alissa hingga tubuhnya terpental sangat jauh, Edwyn yang melihatnya jelas terkejut sampai tak bisa bergerak dari sana lagi.


“ Ku rasa sudah cukup dengan serangan itu, sisanya ku serahkan kepada kalian berdua.” Ujar Zake yang seketika itu menghilang dalam hitungan detik.


Kekacauan kembali terjadi oleh Varda dan Melkor, mereka menyerang seluruh tempat yang ada di kota itu dengan membabi buta. Edwyn yang sudah kembali tersadar segera mengampiri Alissa, dia mendapati wanita itu sudah tak bergerak namun detak jantungnya masih berdenyut sehingga dia merasa sangat bersyukur dengan keadaan Alissa.


Sebelum dua valar itu kembali menyerang mereka, Edwyn dengan cepat menggendong Alissa dan membawanya menuju bukit Hasselbrack. Entah mengapa dia tiba-tiba ingin membawa Alissa kesana, bagi Edwyn tempat itu mungkin aman untuk mereka bersembunyi.


**


Pria itu terbatuk-batuk setelah memaksakan dirinya mengeluarkan kekuatan yang setelah sekian lama tidak ia gunakan, seorang wanita kemudian membantunya duduk secara perlahan dan memberikan penyembuhan kepada dirinya.


“ Kau tidak perlu memaksakan dirimu, lagi pula kita masih memiliki waktu sebelum pergi ke dunia itu.” Ucap wanita yang tak lain adalah Amora.


“ Melihat manusia dan putri Winola membuatku kesal, karena mereka rencanaku gagal total.” Lontar Zake dengan kesal.


“ Tapi sekarang mereka tidak bisa melawanmu, Alissa telah kehilangan kekuatannya dan sekarang persiapan kita menyerang dunia para Elf sudah hampir 96%.”


“ Aku membutuhkan waktu selama dua tahun di tempat ini untuk menyusun rencana baru, tidak akan ku biarkan mereka berdua kembali menggagalkan rencanaku itu.”


Sejak kejadian itu, Amora selamat dari serangan Yavnna dengan mengubah dirinya menjadi seekor burung. Yavanna tidak tahu jika saat itu Amora berhasil melarikan diri, dan dia juga yang telah menukar jasad Melkor dan membuat Varda ikut di bawah perintah Zake saat ini.


Zake membutuhkan waktu satu tahun setengah untuk mengembalikan tubuhnya yang hancur dari serangan Alissa, dan selama itu mereka juga kembali menyiapkan pasukan untuk menyerang dunia para Elf jika semuanya telah sampai 100%.


Mendengar bahwa Alissa telah kembali ke dunia manusia membuat Zake ingin membunuhnya, itu sebabnya dia mengutus Roderic. Namun sayang rencana Roderic gagal, meski begitu dia berhasil mendapatkan informasi tentang Alissa dari Edwyn.


“ Bagaimana dengan tahanan kita.?” Tanya Zake pada Amora.


“ Mereka sudah berada di dalam tahanan, sebentar lagi mereka akan berubah menjadi Oars.” Jawab Amora.


**


Wanita itu duduk di atas sebuah lantai yang dingin, bahkan dinginnya mengalahkan es di musim dingin. Dia memeluk kedua lututnya dengan tatapan tunduk ke bawah, perasaan sedih dan hampa menghampirinya dan sekitar tempat itu terlihat gelap seakan mempengaruhi perasaannya saat ini.


“ Kau gagal.”


“ Kau akan membuat sejarah kembali terulang.”


“ Banyak korban yang akan berjatuhan, dan semua itu karena ulahmu.”


Suara-suara itu seakan mengganggu pendengaran Alissa, dia sampai menutup kedua telinganya untuk tidak mendengarnya lagi. Namun yang dia dapatkan suara-suara itu terdengar semakin jelas, dia berusaha untuk tidak peduli tapi tidak berhasil.


“ Alissa, sadarlah.”


Lalu terdengar suara yang sangat menenangkan hatinya, Alissa mencoba untuk membuka kedua matanya. Suara panggilan itu kembali dia dengar, hingga akhirnya dia tersadar dari pingsannya.


Alissa yang tersadar langsung merasakan energi yang begitu kuat ada dimana-mana, dia menoleh kemudian beranjak dari tempatnya sampai Edwyn mengikutinya dengan perasaan yang cemas.


Dari atas bukit Hasselbrack, Alissa bisa melihat dengan jelas kekacauan yang terjadi di Humberg untuk kedua kalinya. Air matanya jatuh di kedua pipinya, dia sangat marah dan juga sedih menyaksikan hal ini lagi namun sayangnya dia tidak bisa berbuat apa-apa.


“ Aku tidak berguna.” Ucap Alissa yang tak bisa berdiri dengan benar sampai Edwyn langsung membantunya untuk berdiri.

__ADS_1


“ Kau sungguh tidak berguna Alissa.” Benaknya terus menerus menyalahkan dirinya atas kejadian tersebut.


Edwyn yang bisa mengerti betapa frustasinya Alissa saat ini hanya dapat memeluknya dengan penuh kelembutan, dia sudah cukup sedih menyaksiakan Alissa di serang oleh makhluk itu dan sekarang dia harus menyaksikan Alissa yang memangis sesegukan menyalahkan dirinya sendiri.


__ADS_2