
Selepas makan malam bersama, Alissa menghampiri Edwyn yang sedang sibuk membersihkan koleksi-koleksinya. Gadis itu mengajaknya untuk bicara sebentar seputar apa yang terjadi di taman kota tadi sore.
Pelan-pelan Alissa memberitahu Edwyn tentang Sammy dan ramuan yang di berikan, mendengar hal itu Edwyn merasa sedikit tidak percaya pada ramuan tersebut.
“ Kau tidak boleh asal meminum ramuan dari orang lain, meskipun dia juga ras Elf tapi kau harus berhati-hati. Sesuatu seperti ini pasti mengandung efek samping, kau belum menemukan teman-temanmu bagaimana jika sesuatu terjadi kepadamu setelah meminum ramuan ini.?”
“ Aku hanya tidak ingin orang-orang melihatku dengan penampilanku yang sekarang, di dunia manusia aku tidak bisa membedakan mana Elf dan mana manusia sungguhan setelah bertemu dengan Sammy. Sementara mereka dengan mudahnya mengenaliku dari warna rambut dan juga mataku.”
“ Kau tidak harus meminumnya, kita bisa menggunakan pewarna rambut dan lensa mata untuk membuat penampilanmu seperti manusia.”
“ Benarkah bisa seperti itu.?”
“ Tentu saja bisa.”
Tak lama setelah itu, Edwyn pergi ke sebuah toko dan kembali dengan membawa beberapa pewarna rambut serta lensa mata yang sesuai untuk Alissa. Pertama-tama dia akan memulai mewarnai rambut panjang Alissa dari warna kuning emas menjadi hitam pekat seperti dirinya.
“ Kau siap.?” Tanya Edwyn di balas anggukan siap dari Alissa.
Edwyn mulai mengecat rambut Alissa dengan bahan-bahan yang telah ia beli di supermarket, meskipun itu dari produk yang murah akan tetapi bisa membuat rambut Alissa berubah warna sehingga dia tak perlu lagi meminum ramuan itu.
Setelah di diamkan beberapa saat akhirnya hasil dari pewarnaan rambut Alissa berhasil, dia merasa pangling dengan penampilan barunya menggunakan rambut hitam di tambah dengan lensa kontak yang berwarna hazelnut.
“ Kau terlihat seperti manusia sekarang.” Komentar Edwyn di benarkan oleh manusia.
“ Setidaknya aku akan seperti ini sampai aku menyelesaikan tujuanku datang kemari.” Ungkap Alissa.
Malam itu tiba-tiba saja ada cahaya yang terlihat di bukit Hasselbrack, hal itu mengingatkan Edwyn pada malam sebelum dia menemukan Alissa di kaki bukit. Mengetahui hal itu lantas membuat Alissa merasakan ada sesuatu yang aneh disana dan dia harus segera kesana untuk melihatnya.
**
Pada malam hari di bukit Hasselbrack telah muncul kilauan cahaya di puncak tertinggi bukit itu, semua polisi hutan berlari ke arah sana untuk mengecek apa yang telah terjadi. pasalnya bukan sekali dua kali hal ini terjadi, dalam satu bulan biasanya terjadi tiga kali kemunculan cahaya itu yang membuat mereka penasaran sebenarnya bagaimana cahaya itu bisa muncul.
__ADS_1
Semua polisi hutan sudah berada di titik lokasi cahaya itu muncul, tapi mereka tidak menemukan apapun disana. Dan untuk berjaga-jaga beberapa dari mereka akan menjaga tempat itu sampai besok pagi.
“ Apa makhluk itu lagi yang datang.?”
“ Bisa jadi, dia selalu muncul tiga kali dalam sebulan. Di perkirakan dari awal, pertengahan, hingga akhir bulan.”
Saat ini Alissa dan Edwyn ikut memantau dari kejauhan, Alissa bisa mendengar percakapan mereka yang mengatakan bahwa cahaya itu muncul setiap tiga kali dalam satu bulan.
Dari lokasi tempat polisi hutan itu berjaga, sama persis seperti lokasi ketika Alissa pertama kali muncul. Dan sekarang ada dua kemungkinan mengapa cahaya itu muncul, pertama sosok itu mungkin saja baru masuk ke dalam atau kedua bisa jadi dia baru saja keluar.
“ Itu artinya pencuri itu selalu melakukan hal ini tanpa ketahuan, berapa banyak peri yang mereka culik dan sebenarnya apa tujuan mereka melakukan hal ini.?” Benak Alissa yang semakin tidak paham dengan semua ini.
“ Apa kita akan ikut memantaunya.?” Tanya Edwyn.
“ Tentu saja, kita harus mendapatkan jawabannya segera. Aku tidak akan membiarka n pencuri itu lolos, dia pasti sedang berada di Sandora sekarang dan akan keluar dari pintu itu cepat atau lambat.”
**
Edwyn sudah mengantuk menunggu sosok itu kembali muncul, sementara Alissa masih dapat terjaga bahkan dia sama sekali tidak mengantuk malam itu. Alissa kasihan melihat Edwyn yang mungkin sudah sangat kelelahan dan harus tetap berada di sampingnya untuk menjaga kekuatannya tetap stabil, oleh karena itu dia memutuskan untuk membuat tempat di sekitar Edwyn terasa lebih nyaman agar dia bisa tidur dengan nyenyak.
Alissa saat ini sedang berusaha menghampiri sekumpulan polisi yang bertugas menjaga tepat di lokasi pintu itu berada, mereka terlihat diam saja dan tidak membahas apapun sedangkan yang dia butuhkan adalah informasi lebih akurat.
“ Lapor pak, kami menemukan sesuatu di kaki bukit.” Salah seorang bawahan menghadap pada atasannya dan memberikan sesuatu kepadanya.
Alissa penasaran dan segera mendekat untuk melihat apa yang di serahkan, sebuah bunga yang tak asing di mata Alissa membuatnya yakin kalau bunga itu berasal dari Sandora. Dia pernah membawa bunga itu ke istana, itu artinya sosok itu telah kembali dari Sandora dan mungkin saja telah memakan korban lain di dalam sana.
“ Aku tidak bisa membiarkan hal ini terus menerus terjadi.” Benak Alissa sambil mengepal kedua tangannya dengan kuat.
Keributan kembali terjadi dan ketika Alissa menoleh dia mendapati sekumpulan polisi itu telah menemukan Edwyn, mereka menganggap Edwyn sebagai mata-mata dan ada kaitannya dengan kejadian barusan.
Alissa lupa memberikan sihir kepada Edwyn, dan dia juga tak habis pikir bagaimana Edwyn bisa ketahuan sementara dia berada di tempat yang tinggi. Dan karena semua sudah jelas untuk mala mini, Alissa menggunakan kekuatannya untuk membawa Edwyn pergi dari sana.
__ADS_1
“ Terima kasih Alissa, aku tidak tahu harus bagaimana jika mereka membawaku ke kantor polisi.” Ungkap Edwyn merasa tertolong.
“ Bagaimana mereka bisa menemukanmu.?”
“ Aku terjatuh dari atas sana, dan saat aku tersadar mereka sudah mengelilingiku.”
Alissa hanya dapat geleng-geleng kepala mendengarnya, beruntung dia sudah menemukan jawaban sehingga tak ada alasan lagi untuk mereka tetap disana.
**
Keesokan harinya, Alissa menemui Greeta dan memberitahunya soal pintu dua dunia yang semalam sempat terbuka. Greeta sendiri juga tidak tahu bagaimana pintu di dunia manusia bisa terbuka, jika seandainya itu mudah maka semua Elf yang di asingkan di dunia ini pasti akan memaksa untuk kembali ke sana.
“ Aku tidak tahu harus berbuat apa, maafkan aku Alissa.” Kata Greeta dengan menyesal.
“ Tidak apa-apa, aku justru merasa lebih baik karena ada kamu.” Balas Alissa tersenyum simpul.
“ Oh iya, kemarin aku bertemu dengan kenalanmu. Namanya Sammy, dia terlihat sangat persis seperti manusia, tapi dia masih memiliki kekuatan elf yang hebat.”
“ Sammy? Aku tidak punya kenalan bernama Sammy.”
“ Benarkah? Tapi dia mengenalmu.”
“ Aku adalah salah satu generasi yang sudah ada sejak lama, dan aku berada di dunia ini sudah ribuan tahun. Kenalanku hanya Irina dan suaminya Jacob yang waktu itu ku berikan alamat rumahnya kepadamu.”
Alissa di buat bingung mendengarnya, apa jangan-jangan wanita waktu itu hanya berbohong jika dia mengenal Greeta? Tapi apa tujuannya dan kenapa dia memberikan ramuan perubahan kepadanya?
“ Wanita bernama Sammy itu memberiku ramuan perubahan, dia berkata jika penampilanku terlaly mencolok dan aku harus meminumnya supaya aku bisa berbaur dengan manusia.”
“ Itu sebabnya penampilanmu sekarang seperti ini.?” Tanya Greeta terkejut.
“ Tidak, aku tidak meminumnya karena Edwyn melarangku. Dia hanya membantuku dengan menggunakan pewarna rambut dan lensa kontak agar aku terlihat seperti manusia.”
__ADS_1
“ Jadi wanita yang bernama Sammy itu menyuruhmu meminum ramuan agar kau bisa terlihat seperti manusia sepertinya? “ Alissa mengangguk mengiyakannya.
“ Jika dia langsung mengetahui bahwa kau adalah seorang elf, itu artinya dia bukan elf sembarangan dan mungkin saja dia memiliki tujuan lain. Elf Qalaquendi berada di dunia manusia dan di lihat oleh elf Moriquendi tentu terlihat sangat aneh, untuk itu kau harus mencaritahu kandungan yang terdapat dari ramuan itu. Bisa saja dia memiliki niat jahat terhadapmu.” Jelas Greeta seketika membuat Alissa merinding mendengarnya.