
Langit Valinor baru saja terlihat sebua portal yang jauh lebih besar dari sebelumnya dan baru saja terbuka lebar, satu persatu makhluk aneh bermunculan dan memenuhi Valinor dengan suara teriakan mereka yang membuat siapapun merasakan keganasan yang di miliki oleh makhluk tersebut.
Secara serentak mereka semua bersujud menunggu sosok yang sebentar lagi akan memunculkan dirinya, dengan sambutan dari Melkor yang cukup keras membuat sosok itu perlahan muncul dengan wujud barunya yang dimana dia sudah berubah menjadi wujud 100 % dewa.
Zake Yeager telah berhasil merubah dirinya dari ras keturunan Elf menjadi makhluk abadi yang lebih hebat dari pada Valar, hal ini telah dia coba lakukan selama hampir dua tahun untuk membuat dirinya bisa menjadi tak terkalahkan.
Setelah sekian lama akhirnya dia kembali ke Valinor, banyak kenangan yang membuatnya bernostalgia sampai kejadian dimana dirinya di usir dengan cara hina yang membuat dirinya masih merasakan sakit hati kepada mereka yang telah berani mengusirnya dari tempat itu.
Tatapan tajam Zake saat ini tertuju pada sosok Manwe yang telah mengusirnya, dia ingat bagaimana pria itu membuatnya malu dan di pertontonkan oleh semua makhluk sehingga dia di benci dan tidak di terima oleh semua makhluk dimana pun juga kecuali dunia manusia.
Zake yang sekarang telah berdiri di hadapan Manwe pun menghajarnya dengan tangan kosong, tak ada yang berani menghentikannya dan semua semua itu berlangsung cukup lama hingga Manwe mendapat luka lebam di sekujur tubuhnya akibat pukulan Zake.
“ Bawa dia kembali ke sel, jangan biarkan dia melarikan diri.” Titah Zake langsung di patuhi oleh para pasukannya.
Saat itu Zake melihat tahanan lainnya yang tak lain adalah Yavanna, Azura, dan Essle. Tidak ada Fanwe dan Vaire serta Winola yang juga ingin membuat Zake balas dendam kepada mereka semua.
Melkor kemudian menghadap kepada Zake dan memberitahunya bahwa saat ini Amoera dan Elenor sedang menahan Fanwe dan Vaire, mereka akan segera kembali dengan membawa keduanya untuk di masukkan ke dalam sel tahanan.
“ Bagaimana dengan Winola? Dimana dia sekarang, aku juga ingin balas dendam pada wanita sialan itu.”
“ Kami sudah mengirim pasukan dengan Ulqiora yang memimpin pencarian Winola, namun sampai saat ini belum ada informasi dari sana tuanku.”
“ Aku tidak mau tahu, cepat tangkap mereka dan bawa ke sel tahanan.”
“ Baik, dilaksanakan tuan.”
Setelah itu Zake pun di bawa ke istana tempat Manwe berkuasa, di istana itu kini sudah di ubah desainnya oleh Melkor untuk di tempati oleh Zake. Adapun pasukan yang akan menjaga istananya merupakan pasukan Eurado yang di percaya mampu melindungi Zake dari apapun juga.
Valinor saat ini sudah 100 % menjadi kekuasaan Zake dan pasukannya, tak hanya itu saja. bumi bagian tengah pun sudah menjadi kekuasaan mereka, banyak warga local yang tidak bersalah menjadi korban pembantaian mereka, warga yang di anggap mampu menjadi pasukan di culik dan di bawa ke camp pelatihan sedangkan yang tidak memiliki kekuatan dengan tega di bunuh oleh pasukan Melkor.
Dalam satu malam dunia itu sudah berubah, tidak ada pahlawan yang dapat menyelamatkannya lagi. Bahkan negeri lain pun sudah tidak ada yang membantu, semua telah berada di kekuasaan Zake kecuali Sandora yang saat ini masih sulit untuk di tembus.
**
Sandora sedang dalam pengawasan pasukan Zake saat ini, sudah cukup lama mereka berkeliling di kota itu untuk mencari keberadaan masyarakatnya namun sayang mereka semua menghilang sebelum para pasukan itu datang kesana.
Istana kerajaan ratu Winola pun kosong, terlihat sudah lama di tinggalkan terbukti dari sisa makanan yang ada di dapur dimana makanan itu semua sudah terhirup aroma yang sangat busuk.
“ Cepat cari mereka di seluruh kota ini, baik itu di ruang bawah tanah sekalipun.” Titah Ulqiora yang memimpin penangkapan Winola.
Sekitar seratus pasukan di kerahkan oleh Ulqiora termasuk monster pelacak yang dimana ia bertugas untuk mencari satu objek yang tak lain adalah Winola. Monster itu terus mencari sampai ke bawah tanah bahkan tak ragu untuk merusak beberapa rumah dan tempat yang mengganggunya, tapi sayangnya dia belum berhasil menemukan keberadaan Winola.
Ulqiora pergi ke udara untuk melihat seluruh kota Sandora dari atas dengan jelas, dia bisa melihat kota itu yang sepi dan hanya ada pasukan pencari dimana-mana. Kemudian dia berpikir kemana seluruh masyarakat dan penghuni kerajaan pergi? Tidak mungkin mereka bisa melarikan diri hanya dalam satu atau dua hari, pasti jejak mereka akan terdeteksi oleh pasukan pencari.
__ADS_1
Tiba-tiba Ulqiora teringat akan sesuatu yang membuatnya bergegas menuju istana kerajaan, dia pun masuk ke dalam dengan tergesa-gesa dan menanyakan kepada pasukan pencari tentang keberadaan pintu kemana saja.
Mendengar perintah Ulqiora, mereka pun bergegas mencari keberadaan pintu itu yang mungkin saja telah di gunakan Winola untuk membawa semua masyarakatnya pergi dari Sandora.
Setelah mencari keberadaan pintu itu setelah beberapa saat akhirnya para pasukan menemukannya, namun pintu tersebut sudah dalam keadaan rusak parah sehingga tidak dapat di gunakan lagi.
“ Sudah ku duga, mereka pergi menggunakan pintu ini.” Ucap Ulqiora sambil memegang serpihan pintu yang telah rusak.
“ Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan.?” Tanya salah satu pasukan kepada Ulqiora.
“ Kita cari mereka di seluruh wilayah selatan ini, jika tidak ketemu maka kita akan mencarinya di bagian wilayah barat.” Titah Ulqiora dan langsung di patuhi oleh mereka semua.
**
Di suatu tempat di bagian utara yang tak jauh dari kota Sandora, seluruh masyrakatnya telah berhasil di pindahkan oleh Winola dengan bantuan jendral Zion dan Morgan.
Semua ini di lakukan atas perintah Fanwe untuk melindungi Winola dan yang lainnya dari serangan musuh, meskipun Fanwe tidak memberitahu alasan pastinya tentang siapa musuh yang akan datang menyerang mereka tetap melaksanakan perintah dari Fanwe tersebut.
Sejak kepulangan Fanwe dan Morgan dari Alinor, semua itu di sampaikan oleh Fanwe sebelum dia kembali ke Valinor waktu itu. Winola tidak banyak bertanya dan hanya mematuhi apa kata suaminya, kondisinya saat ini juga masih belum pulih pasca melahirkan anak kedua mereka.
Dan di sebuah tempat kekuasaan Fanwe dimana hanya Yavanna dan Nienna yang tahu tempat itu semua masyarakat Sandora berada disana dan hidup dengan aman. Dan sekarang beberapa prajurit sandora yang di pimpin langsung oleh jendral Zion sedang berada di sebuah hutan dengan danau hijau yang terkenal sebagai danau suci Siberi.
“ Bagaimana? Apa kau berhasil melakukannya.?” Jendral Zion baru saja menghampiri Morgan dan beberapa prajurit lainnya yang sedang bermeditasi di atas sebuah batu.
Mendengar suara jendral Zion, Morgan membuka kedua matanya dan melirik pria itu dengan helaan nafas yang panjang.
“ Meskipun tempat ini adalah wilayah kekuasaan tuan Fanwe, kita harus tetap waspada dari musuh yang akan mengincar sang ratu. Sihir pelindung ini akan membuat kita aman, jadi kita harus meningkatkan kekuatan kita.” Ucap jendral Zion.
“ Kami mengerti tuan.” Balas Morgan.
Setelah memantau perkembangan anak buahnya, sekarang tiba saatnya Zion untuk kembali ke rumah ratu untuk mengecek keadaannya. Selain dirinya yang menjaga sang ratu, ada penasehat Aslan dan juga sang Asklepios yang selalu berada di tempat itu untuk memastikan ratu dan putranya tetap dalam keadaan sehat.
“ Saya telah kembali yang mulia, semua aman terkendali.” Sahut jendral Zion begitu dia memasuki ruangan pertemuan sang ratu.
“ Terima kasih atas kerja kerasmu dan yang lain Zion.” Lontar Winola.
“ Sudah kewajiban saya untuk melakukannya, selama anda selamat dan aman itu akan menjadi kebahagiaan tersendiri untuk kami yang mulia.” Balas Zion lagi.
“ Ada apa yang mulia? Wajah anda terlihat sangat pucat sekarang.?” Tanya Aslan yang menyadari perubahan wajah Winola beberapa saat kemudian.
“ Aku hanya mengkhawatirkan suamiku, seharusnya dia berada di dekat putranya tapi karena masalah ini dia harus melaksanakan kewajibannya sebagai seorang Valar.”
“ Tuan Fanwe memang sangat hebat, jangan khawatir padanya yang mulia. Percaya saja beliau akan kembali dalam keadaan sehat.”
__ADS_1
“ Ya, aku pun berharap seperti itu.”
Winola beranjak dari tempatnya duduk menuju jendela besar yang ada di ruangan itu, dia melirik keluar lebih tepatnya ke atas langit yang dimana langitnya terlihat sangat cerah meskipun itu bukanlah langit asli seperti yang ada di dunia atas sana.
**
Wanita itu mendapat cekikan yang kuat dari Zake setelah memberikan kabar bahwa dia tidak berhasil menemukan Winola dalam waktu 24 jam. Ulqiora tampak menahan sakitnya berusaha agar kakinya dapat kembali berpijak ke tanah namun Zake mengangkat tubuhnya hanya dengan satu tangan.
“ Kau tidak berguna, dan aku tidak membutuhkan makhluk tak berguna sepertimu disini.” Ucap Zake yang tak tanggung-tanggung mengeluarkan jiwa Ulqiora dalam tubuhnya.
Zake melepaskan cengkramannya dan membuat tubuh Ulqiora terjatuh ke tanah, saat ini Ulqiora sudah tidak memiliki jiwa yang itu artinya dia sudah mati. Dan jiwa yang telah Zake ambil kembali dia serahkan kepada tubuh lain dimana tubuh itu akan hidup dan memiliki kekuatan serta pikiran yang baru.
“ Cepat perintahkan semua pasukan untuk mencari Winola. Dan untuk Fanwe, segera bawa dia kemari dalam keadaan hidup-hidup.” Titah Zake kepada Melkor.
“ Baik tuan.” Balasnya dan segera beranjak dari tempat itu.
**
Vaire sama tidak berdaya di hadapan kroco yang tadi menjadi lawan bertarungnya. Dia kini tertunduk lemah tanpa bisa melakukan apa-apa. Tubuhnya mendapat luka yang cukup serius begitu pun dengan Elenor yang juga sudah kewalahan dengan pertarungan satu hari satu malam mereka berdua.
Untuk sekedar bangkit dari tempatnya saja Vaire sudah tidak berdaya, dia hanya bisa menunggu kematiannya datang. Sementara itu Elenor terlihat masih bisa berdiri dengan baik, dia bahkan berjalan menghampiri Vaire dengan sebilah pedang yang dia buat menggunakan kekuatannya sendiri.
“ Bunuh aku saja.” Lirih Vaire yang tampak sudah pasrah.
“ Tanpa kau minta pun aku akan mengakhiri semuanya disini.” Balas Elenor.
Vaire terkekeh, “ Kroco sepertimu ternyata tidak bisa di pandang sebelah mata.”
Saat Elenor hendak menghunuskan pedangnya kepada Elenor, tiba-tiba saja dia di jerat oleh akar kuat yang muncul dari bawah tanah. Vaire sudah tahu kalau itu adalah kekuatan Fanwe, dan benar saja pria itu muncul dari bawah tanah dengan menimbulkan ledakan yang membuat tubuh Vaire sempat terguncang.
“ Kau masih bisa bergerak.?” Tanya Fanwe yang sekarang telah membentengi Vaire.
“ Kau bisa melihatnya sendiri, aku bahkan tidak sanggup menggerakkan tubuhku lagi.” Balas Vaire pelan.
Saat ini Elenor menatap Fanwe yang telah berhasil keluar dari perisainya, tak hanya itu tubuh Fanwe tampak tidak terlihat bekas luka akibat pertarungan sebelumnya yang itu artinya dia memanfaatkan waktu di dalam perisai untuk memulihkan tubuhnya terlebih dulu.
“ Sepertinya kita harus mundur, aku akan menahannya sehingga kita bisa pergi dari tempat ini. Aku memiliki firasat buruk, sepertinya sebentar lagi bala bantuan dari pihak musuh akan segera datang.” Begitulah Fanwe menyampaikan semua itu melalui telepati kepada Vaire.
Akar yang menjerat Elenor kembali mengikatnya dengan sangat kuat, tak sampai disitu saja Fanwe memberikan sihir pengikat dengan tingkat sihir tinggi untuk membuat Elenor kesulitan melepaskan dirinya.
Aerox kemudian muncul dan membawa tubuh Vaire ke atas tubuhnya, sebelum benar-benar pergi meninggalkan tempat itu Fanwe memberikan satu serangan terakhir kepada Elenor dimana dia membuat tempat di sekitar Elenor menjadi tebing yang di kelilingi oleh jurang yang akan membuatnya tetap berada di tempat itu tanpa bisa kemana-mana.
Sekarang Fanwe sudah dapat duduk dengan tenang di atas tubuh Aerox yang akan membawanya ke tempat yang lebih aman, sementara itu Vaire dengan sombongnya mengatakan bahwa dia telah mengalahkan penyihir hitam dan bisa saja mengalahkan pria berambut biru itu tadi jika saja energinya tidak terkurang habis oleh pertarungan pertama.
__ADS_1
“ Ngomong-ngomong kemana kita akan pergi.?” Tanya Vaire melirik Fanwe dengan tubuhnya yang masih merasakan sakit yang luar biasa.
“ Ke tempat Winola berada.” Balas Fanwe lirih.