My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Cahaya Keabadian


__ADS_3

Setelah mendengar cerita singkat dari Varda, Alissa pun menarik persepsi buruknya tentang pria itu. Dia pun bisa memahami situasi dan kondisi yang di alami Varda sangat sulit untuk melawan, dan dari cerita itu dia bisa tahu betapa berbahayanya Zake untuk seluruh dunia jika dia benar-benar jadi penguasa segalanya.


“ Aku ingin mengalahkannya.” Ucap Alissa sambil mengepal kedua tangannya dengan kuat.


“ Kita bisa bersatu mengalahkan mereka.” Sambung Erika berdiri di sebelah Alissa.


“ Kita tidak boleh menyerah, berapa persen pun kemenangan yang akan di dapatkan kita harus tetap bergerak maju.” Sambung Nienna yang kembali semangat untuk melawan.


“ Sebelum itu, kita harus mengumpulkan pasukan untuk melawan mereka. Hanya ada kita saja tidak cukup untuk melakukannya.” Lontar Vana.


“ Kami bersedia membantu kalian.” Suara itu berhasil membuat semuanya menoleh.


Joana beserta pasukannya telah tiba di tempat itu bersama Marco, rupanya Marco telah berhasil membuat teman-teman Alissa tidak berkutik lagi. Penyihir putih pun turut hadir dan memberitahu tentang Fanwe kepada mereka semua.


“ Dimana ayahku sekarang.?” Tanya Alissa penasaran.


“ Ayah dan Ibumu sedang berada di tempat yang aman, aku akan membawamu kesana bertemu dengan mereka.” Sahut Sean di balas anggukan pelan dari Alissa.


**


Sesuatu telah terjadi di lapisan luar pelindung, jendral Zion menyadari hal tersebut ketika ada energi lain yang begitu kuat sedang berkumpul di satu titik yang sama. Jendral Zion pun melaporkan hal tersebut kepada Fanwe, sehingga Fanwe pun bergerak untuk mengecek apa yang telah terjadi di luar sana.


“ Tuan, bagaimana dengan kondisi anda? Sebaiknya biar saya dan Morgan yang mengeceknya.” Sahut jendral Zion.


“ Tidak, biar aku saja. “ Balas Fanwe tanpa menunda-nunda.


Sedikit dari lapisan pelindung baru saja di buka oleh Fanwe, dia di kejutkan dengan kemunculan Alissa dan yang lainnya. Alissa pun langsung memeluk sang ayah dengan rasa rindu yang besar.


Karena di luar masih tidak aman, Fanwe pun mengajak mereka semua untuk segera masuk ke dalam agar lapisan pelindung dapat kembali terpasang.


Fanwe sangat terkejut melihat Varda, Nienna, dan Vana saat itu. Dia tidak mengerti kenapa mereka bertiga bisa berkumpul bersama. Namun Alissa menarik tangan Fanwe dan berkata bahwa mereka memiliki alasan atas kejadian ini dan akan menjelaskannya nanti.


Tibalah mereka di kediaman Fanwe, dimana Winola juga telah muncul dan menyambut Alissa dan mereka semua. Alissa juga sudah melihat adik laki-lakinya yang begitu persis dengan sang ayah.


Tak menunggu waktu lama, Alissa pun mengumpulkan semua pihak dari Fanwe dan Winola untuk sekali lagi mendengar rencana Zake sehingga membuat Varda terpaksa berkhianat.


Semua terdiam ketika Varda selesai menceritakannya termasuk Fanwe yang akhirnya bisa mengetahui semua itu dengan jelas, Varda meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada Fanwe karena telah bertindak gegabah sehingga membuat kekacauan yang semakin serius.


“ Kau sudah melakukan tugasmu dengan baik, aku tahu bagaimana rasanya berada di posisimu itu pasti sulit. Kau adalah kunci untuk kemenangan kami melawan Zake, jadi kumohon bantu kami untuk mengetahui kelemhaan Zake dan pasukannya.” Pinta Fanwe menatap Varda lurus.


“ Aku tahu beberapa kelemahan Zake selama bersamanya, tapi aku tidak yakin apakah ini mampu membuatnya kalah atau sebaliknya.” Ucap Varda lirih.


“ Kita bisa merencanakan pertempuran bersama-sama, aku percaya kita bisa menang meski kemenangan itu hanya ada 50 % saja.” Kata Fanwe sambil melirik Sean dengan tatapan penuh arti.


“ Baiklah, tapi sebelum itu kita harus mengembalikan kekuatan sang cahaya.” Lontar Sean dan semua mata tertuju kepada Alissa.


“ Kekuatan Alissa telah di kembalikan kepada pohon dewa, dan sekarang pohon itu berada di suatu tempat yang tidak di ketahui banyak orang selain Alissa, Erika, dan Andrew. Untuk itu mereka harus kesana untuk mengambil kembali kekuatan tersebut.” Lanjut Sean.


“ Tapi pohon itu berada di dekat Valinor, mungkin mereka sudah menjaga tempat itu sekarang.” Kata Alissa.

__ADS_1


“ Kita tidak akan pernah tahu sebelum datang melihatnya langsung,” Sahut Sean dengan tatapan serius.


**


Fanwe, Sean, Alissa, dan Erika pergi ke tempat pohon dewa berada, hanya mereka berempat yang pergi untuk mengembalikan kekuatan Alissa dan Erika yang di percaya mampu meningkatkan kekuatan pasukan mereka. Selain itu dari ramalan yang Fanwe lihat, Alissa adalah satu-satunya cahaya yang dapat membuat dunia ini kembali damai.


Butuh waktu beberapa hari untuk mereka dapat sampai di tempat itu, banyak pasukan Zake yang menjaga di berbagai tempat dan mereka harus diam-diam menelusuri hutan demi hutan untuk sampai di tempat tersebut.


“ Itu tempatnya.” Alissa menunjuk sebuah air terjun yang begitu besar, kemudian dia menjelaskan bahwa di balik air terjun itu ada satu tempat dimana pohon dewa itu berada.


Mereka berempat pun mencoba melewati air terjun itu dan menemukan sebuah gua yang panjang dimana ujung dari gua terdapat seberkas cahaya yang menghubungkan tempat dimana pohon itu berada.


Kini mereka berempat sudah berdiri di ujung gua dan melihat lembah besar yang di penuhi oleh pepohonan, dari tempat mereka berdiri ada satu pohon yang begitu besar di ujung sana tepat di tengah-tengah lembah dengan bentuk yang menyerupai seekor paus raksasa.


“ Beruntung tempat ini adalah area kekuasaanmu.” Lirik Sean pada Fanwe.


Dengan kekuatan Fanwe dia sangat mudah untuk menyisir setiap tempat untuk mereka dapat sampai di pohon itu, dan rupanya tempat itu belum di kunjungi oleh Zake atau pasukannya sehingga mereka dapat dengan bebas untuk tetap maju ke depan.


Baru saja setengah perjalanan menuju pohon itu, tiba-tiba saja mereka mendapat serangan mendadak dari berbagai arah. Fanwe dengan cepat menggerakkan pepohonan untuk melindungi mereka, sampai serangan anak panah itu hampir merusak batang pohon akibat kuatnya bidikan yang di arahkan kepada mereka.


“ Sial.” Fanwe pun mengerahkan kekuatnnya lagi untuk melapisi mereka dengan sihir pelindung.


“ Bagaimana ini ayah? “ Tanya Alissa.


“ Sepertinya mereka memang sengaja menjebak kita sehingga mereka bisa menyerang seperti ini.” Balas Fanwe.


“ Itu artinya Zake sudah tahu kalau kita akan datang kemari sehingga dia sengaja membuat tempat ini terlihat aman.” Lanjut Sean.


Tepat pada saat pelindung terbuka saat itulah Fanwe balas menyerang dan tak lupa memberikan perlindungan kepada Alissa dan Erika, namun melakukannya secara bersamaan benar-benar mengganggu konstentrasinya dalam menyerang.


Fanwe mencoba untuk fokus dan ketika keseriusannya bertambah dia pun mengeluarkan kekuatannya yang lebih besar untuk mengalahkan semua pasukan yang ada di tempat itu, dan hanya dengan sekali serangan dapat membuat lembah itu kehilangan warna hijau akibat pepohonan yang bergeser menyerang mereka.


Awan gelap tiba-tiba membuat lembah itu menjadi gelap seketika, petir yang menggelegar terdengar dimana-mana dan Fanwe sendiri sudah tahu siapa yang datang.


“ Anak dan ayah kembali berkumpul di tempat yang sama, tidak ku sangka anak itu masih hidup. Rupanya Varda sialan itu tidak mengerjakan tugasnya dengan baik.” Ucap pria yang tak lain adalah Zake.


Alissa yang sebelumnya sempat berhenti berlari kembali melanjutkan langkahnya untuk segera sampai di pohon itu, namun sayangnya pergerakan Alissa membuat Zake menyerangnya dari jarak jauh.


Alissa dan Erika mendapat serangan itu yang membuat tubuh mereka terpental dan semakin jauh dari pohon dewa itu berada, tak terima dengan serangan yang di berikan kepada Alissa sontak membuat Fanwe kesal. Fanwe menggunakan kekuatannya untuk menyerang Zake, dia tetap menyerang meksipun tak ada satupun serangannya yang berhasil mengenai Zake,


“ Kau akan mati jika melakukannya sebelum Alissa mendapatkan kekuatannya.” Cegah Sean ketika Fanwe hendak mendekati Zake.


“ Jika aku diam, maka Alissa akan mati sebelum itu.” Balas Fanwe yang akhirnya maju menghadapi Zake.


“ Terpaksa aku harus membantu Alissa mendapatkan kekuatan itu segera.” Sean pun bergerak menuju tempat Alissa berada.


Di saat Sean berhasil membawa Alissa dan Erika menuju pohon itu, Fanwe dengan serius berhadapan secara langsung dengan Zake. Namun yang terjadi saat itu adalah Alissa dan Erika tidak bisa mendapatkan kekuatan dari pohon dewa meskipun mereka sudah mencoba membaca mantra tapi tetap saja tidak bisa di lakukan.


“ Kenapa ini tidak berhasil.?” Tanya Alissa mulai panik.

__ADS_1


“ Apa jangan-jangan kita kekurangan Andrew.?” Sambung Erika.


“ Benar, kalian bertiga adalah pemilik kekuatan itu sebelumnya dan semesetinya dia harus disini untuk kalian bisa mendapatkan kekuatan itu lagi.” Sahut Sean.


Sebuah ledakan terdengar sangat keras, Alissa menoleh dengan khawatir dan ternyata ledakan itu baru saja mengenai Fanwe sehingga membuat tubuhnya harus jatuh ke tanah dengan kedalaman yang membuat tanah itu hancur parah.


“ Ayah.” Teriak Alissa dengan tangisan yang pecah.


“ Tidak ada waktu untuk bermain-main, akan ku akhiri saja semua ini.” Zake terlihat menggunakan kekuatan yang akan menyerang Fanwe sekali lagi, dan efek dari kekuatan itu akan jauh lebih besar dari sebelumnya.


“ Kumohon kembalikan kekuatan itu, aku ingin menyelamatkan dunia ini.” Benak Alissa dengan sepenuh hati.


Pohon dewa memancarkan sinar yang membuat semuanya mendadak menutup kedua mata mereka, tubuh Alissa pun ikut bersinar dan warna dari rambut emasnya menjadi putih serta matanya berubah menjadi semakin biru menyala. Zake sempat tertegun menyaksikan perubahan Alissa dari penampilan hingga energi yang terasa semakin besar, Zake mencoba untuk tidak takut namun entah mengapa tubuhnya bergetar hebat saat itu.


Sebelum Alissa datang menyerangnya dengan cepat Zake melenyapkan Fanwe dengan serangan terakhirnya, dan secara tak terduga sosok Alissa sudah berada di sampingnya dan menyerang Zake hingga membuatnya terlempar ke bawah.


“ Ayah, kau baik-baik saja? “ Allisa yang langsung mengecek keadaan Fanwe di buat terkejut ketika dia tidak lagi merasakan energi yang mengalir dalam tubuh Fanwe.


“ Ayah, jawab aku.” Sahut Alissa lagi dan saat itu juga dia tahu bahwa sanga ayah sudah tidak bernyawa lagi.


Cahaya besar kembali muncul sampai ke langit dari tempat Alissa berdiri saat ini, energi di tubuhnya pun bertambah pesat dan membuatnya berubah dari wujud elf menjadi makhluk yang berbahaya.


Kecepatan Alissa menuju tempat Zake tidak bisa di baca oleh Zake saat itu, dia sampai memanggil pasukan bantuan untuk menyerang Alissa namun gagal. Kekuatan Alissa tidak main-main kali ini, tidak ada yang bisa menyentuhnya dan sebaliknya dia menyerang tanpa menyentuh musuhnya.


Melkor dan para Eurado pun datang untuk menangani Alissa, namun sayangnya mereka pun tidak bisa melakukan semua itu. Energi mereka seakan terserap oleh kekuatan Alissa yang membuatnya semakin kuat dan hampir membunuh Zake saat itu juga.


“ Hentikan atau pria ini akan mati di hadapanmu.” Sahut Melkor sambil memperlihatkan dirinya yang sedang menyandera Edwyn,


Alissa menoleh dan terkejut melihat Edwyn, dia tidak tahu mengapa Edwyn ada disana dan bagaimana dia bisa berada di tangan Melkor saat ini.


“ Alissa tolong selamatkan aku.” Lontar Edwyn yang membuat Alissa perlahan melepaskan Zake dari tangannya.


“ Tidak Alissa, jangan kesana.” Sean yang berada jauh dari Alissa mencoba untuk mendekatinya dan berkata bahwa dia bukanlah Edwyn.


Ketika Alissa hendak menghampiri Edwyn, dengan cepat Zake ingin menyerang Alissa dari belakang. Namun rupanya rencana mereka untuk mengelabui Alissa tetap gagal, Alissa memang hanya sengaja lengah sedikit agar bisa menyerang Zake dengan sekali tusukan di bagian perutnya.


“ Kau bahkan tidak layak untuk hidup.” Ucap Alissa semakin menekan pedang yang ia buat dengan kekuatan sihirnya itu.


“ Akhhh, kau…,” Zake tidak bisa berkata-kata lagi menahan sakitnya tusukan pedang Alissa.


Melihat tuan mereka di serang tak membuat mereka tinggal diam, secara bersamaan mereka datang menyerang Alissa. Allissa mencari titik lemah mereka sesuai penjelasan Varda tentang kelemahan mereka masing-masing, dan semua terletak pada bagian dada mereka sehingga Alissa menyerang bagian itu dengan tepat sasaran.


Satu persatu dari para Eurado pun berhasil di kalahkan oleh Alissa, dan kini tersisa Melkor yang masih berdiri di atas sana dengan tubuh palsu Edwyn. Rupanya tubuh itu adalah Oars yang dapat berubah wujud, beruntung Alissa tidak terjebak olehnya.


Tiba-tiba saja Alissa menoleh setelah merasakan sesuatu, dan benar saja tubuh Zake saat ini mengeluarkan aura yang sangat berbahaya. Kegelapan menyelimutinya dan membuat tubuh Zake melayang ke udara, Alissa kembali siap jika harus melawannya dan sengaja memasang kuda-kuda sebelum mereka kembali beradu kekuatan.


“ Jika kau kalah, kau akan mati mengenaskan.”


“ Aku tidak akan kalah dari wanita lemah seperti dia.”

__ADS_1


“ Jangan terlalu sombong, kegelapan harus menang untuk yang kedua kalinya.”


__ADS_2