
Portal baru saja terbuka yang membuat Thanos dan Gamora dengan sigap mengambil posisi menyerang, namun ketika melihat yang muncul adalah Valar langit dan Bintang membuat keduanya langsung tunduk dan menyambut mereka sebagaimana mereka berhadapan dengan Valar lain.
“ Kemana para Troll yang menjaga portal.?” Tanya Melkor menatap mereka berdua dengan tatapan tajam.
“ Ratu Winola telah mengganti mereka dengan kami para raksasa, tuan.” Jawab Thanos sedikit ragu.
“ Tidak ada yang berubah dari tempat ini, bahkan penjagaan mereka tidak sekuat yang ku bayangkan.” Ucap Varda lirih.
“ Ini cukup mudah untuk kita pergi ke Sabaody bukan.” Gumam Melkor di balas anggukan pelan dari Varda.
“ Kalian berdua mendekatlah.” Titah Varda yang langsung di turuti oleh Gamora dan Thanos.
Thanos dan Gamora sudah mendekatkan kepala mereka menghadap Varda, kemudian pria itu melakukan sesuatu yang membuat keduanya membeku sesaat. Varda menghilangkan ingatan mereka berdua atas kemunculannya bersama Melkor, agar tak ada yang mengetahui bahwa mereka sudah kembali ke dunia tersebut.
“ Sudah selesai.?” Tanya Melkor yang kemudian Varda melanjutkan langkahnya mengikuti Melkor meninggalkan hutan terlarang.
Setelah Melkor dan Varda pergi, mereka tidak menyadari bahwa sejak tadi ada yang memperhatikan mereka dari balik pohon. Mereka adalah Sparkel dan Leonard, keduanya langsung terbang mendekati Thanos dan Gamora.
“ Hey, kalian berdua sadarlah.” Tegur Sparkel seketika membuat mereka berdua kembali tersadar.
“ Kenapa kalian lama sekali? Aku sudah menunggu kalian sejak tadi.” Protes Thanos.
“ Siapa yang kalian hadapi tadi? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya.” Tanya Leonard di sambung anggukan setuju dari Sparkel.
“ Siapa? Kami belum bertemu siapa-siapa sejak tadi.” Balas Gamora.
“ Kami melihatnya sendiri, ada dua pria berjubah berhadapan dengan kalian. Entah apa yang mereka lakukan kepada kalian berdua, tapi dari caranya seperti cara ratu menghilangkan ingatan seseorang.” Uja Leonard.
“ Benarkah? Kami sungguh tidak mengingat apapun, benarkan Gamora.?”
“ Benar, aku juga tidak merasakan sesuatu. Seperti tidak pernah terjadi apa-apa, lalu siapa yang kalian maksud dua pria itu.?”
“ Energinya sangat kuat, seperti tuan Fanwe tapi aku baru pertama kali melihatnya.” Gumam Sparkel kemudian.
“ Apa sebaiknya kita melaporkan hal ini kepada yang mulia ratu Winola.?” Tanya Gamora.
“ Tapi kita tidak punya bukti apapun, pengakuan Sparkel dan Leonard tidak cukup kuat untuk membuktikannya.”
“ Kau benar, sebaiknya kita tidak usah melaporkannya.”
**
Di pinggir hutan Sabaody Melkor kembali mengeluarkan kekuatannya dengan membuat langit di sekitar kota itu menjadi gelap dengan gemuruh petir yang menakutkan, Varda yang juga dapat menggerakkan benda di sekitarnya membuat sekumpulan batu melayang ke udara tepat di atas kota Sabaody yang merupakan kota tempat tinggal para ras Elf Eldar.
Fenomena tersebut berhasil membuat masyarakat Sabaody ketakutan dan membuat sang raja keluar dari istana untuk menyaksikan secara langsung fenomena yang terjadi saat ini.
“ Kekuatan yang tidak asing, apa benar ini dari orang yang sama.?” Ucap Eros yang merupakan raja Elf Eldar.
“ Yang mulia, anda harus ke tempat persembunyian. Bisa jadi ini adalah serangan musuh yang ingin menjatuhkan kekuasaan anda.” Sahut jenderal Aron yang masih setia melindungi Eros.
“ Bawa semua warga menuju selter, aku memiliki firasat buruk dengan fenomena ini.” Titah Eros.
“ Baik tuanku, tapi sebelum itu anda juga harus berlindung.”
“ Aku adalah Raja disini, tidak mungkin aku bersembunyi terlebih dulu sementara rakyatku masih banyak yang belum mengungsi.”
“ Di laksanakan tuan.” Akhirnya jendral Aron mematuhi perintah Eros dengan mengumumkan pengungsian di selter.
“ Kakek, apa yang sebenarnya telah terjadi.?” tanya Erika yang baru saja muncul setelah kepergian jendral Aron.
“ Pergi untuk berlindung, kau tidak seharusnya masih disini.”
“ Tapi kakek.”
“ Erika. Kau adalah salah satu penerus keturunan bangsawan Eldar, kau harus tetap selamat.” Lontar Eros dengan penuh penekanan.
__ADS_1
Tak lama kemudian dua prajurit datang untuk membawa Erika berlindung di selter, dan setelah semua masyarakat Sabaody berhasil di bawa ke selter tiba saatnya untuk seluruh prajurit berada di garda terdepan untuk menjada pintu masuk sampai ke istana tempat Eros berada saat ini.
“ Tunduk dan patuhlah Eros, kau tahu siapa yang kau hadapi saat ini.” Sahut Melkor yang sudah berada di atas sehingga membuat semua prajurit bahkan Eros bisa melihatnya dengan jelas.
“ Sudah ku duga bahwa ini adalah perbuatannya.” Benak Eros tak terkejut dengan hal tersebut.
“ Apa yang kau inginkan.?” Sahut Eros dengan lantang.
“ Bergabunglah dengan kami untuk mengalahkan semua ras yang ada di dunia ini.” Balas Melkor kemudian.
“ Mustahil, hal itu tidak akan pernah terjadi.”
“ Kalau kau tidak ingin bekerja sama dengan kami, maka pilihan kedua adalah kalian harus mati di tangan kami berdua.”
Varda yang mulai menggerakkan tangannya untuk menjatuhkan bebatuan yang telah ia kumpulkan menjadi awal dari penyerangan, bebatuan itu akhirnya jatuh mengenai para prajurit Eldar. Sekeras apapaun zirah yang di gunakan oleh prajurit Eldar semuanya tidak akan berpengaruh sehingga membuat mereka mendapat luka yang cukup serius dari serangan Varda barusan.
Varda berhasil menoreh luka yang fatal kepada beberapa prajurit Eldar, namun setelah serangan berakhir tiba saatnya untuk prajurit Eldar yang di pimpin oleh jendral Aron melawan balik dengan menyerang mereka berdua dengan senjata mereka.
Serangan balasan yang di kerahkan oleh prajurit Eldar tak ada satupun yang berhasil mengenai Varda dan Melkor, justru mereka membuat serangan itu kembali menyerang mereka yang ada di bawah sana.
“ Bodoh, apa kau meremehkan kami berdua.?” Sahut Melkor yang tertawa atas perbuatan prajurit Eldar.
Varda kembali menyerang, satu serangan berikutnya akan memberikan kehancuran sebanyak 20 %. Dia mengerahkan kekuatannya dan membuat semua prajurit di bawah sana jatuh dalam sekejap.
“ Menyerahlah dan bergabung bersama kami.” Sahut Melkor sekali lagi.
“ Sudah ku katakan, hal itu tidak akan pernah terjadi.” Balas Eros.
Melkor dan Varda mulai memperlebar jarak, Melkor memanfaatkan serangan jarak jauh yang akan dia kerahkan untuk terakhir kalinya. Jika mereka masih menolak untuk bekerja sama maka tak ada pilihan lain selain menghancurkan kota itu.
Petir dan kilat kembali terlihat di atas langit, sambaran petir yang bisa membunuh semuanya dalam sekejap berhasil membuat beberapa prajurit ketakutan. Kali ini Melkor tidak main-main untuk melakukan penyerangan besar-besaran, sementara itu Eros yang berushaa mengambil keputusan tepat mengangkat kedua tangannya saat itu.
“ Baiklah, kami akan bersekutu dengan kalian.” Lontar Eros sontak mendapat reaksi yang mengejutkan dari semua prajurit.
“ Tuanku, apa yang kau lakukan? Kita tidak harus bersekutu dengan mereka.?” Sahut jendral Aron yang tidak terima dengan keputusan tersebut.
**
Singkat cerita dalam waktu satu hati saja, Melkor dan Varda berhasil mengambil alih kekuasaan Sabaody untuk di jadikan markas sementara mereka sampai Zake datang. Hanya dengan mereka berdua saja semua rencana itu berhasil di lakukan, satu kota tunduk atas perintah Melkor dan Varda sekarang.
Seluruh tempat di jaga ketat tak ada yang boleh meninggalkan Sabaody ataupun melaporkan berita ini kepada siapapun, jika kabar ini sampai terdengar di Valinor maka tamat sudah rencana mereka untuk membentuk sekutu dari berbagai tempat di dunia Elf.
Saat ini Melkor dan Varda berada di ruangan sang raja, mereka baru saja membahas tentang kerja sama mereka. Eros sudah membuat semua prajurit mematuhi perintahnya dan akan membuat masyarakat mereka berada di bawah kendali Melkor dan Varda.
Pintu baru saja terbuka dan yang muncul adalah Erika, wanita itu berdiri di hadapan Melkor dan Varda dengan penuh percaya diri. Erika menatap mereka berdua tanpa rasa takut sama sekali, setelah mendengar semuanya dia nekat untuk menemui Varda dan Melkor secara langsung.
“ Kalian adalah Valar yang di hormati di dunia ini, tapi kenapa kalian bertindak sangat jahat? Seharusnya kalian melindungi kami bukan membuat kami menderita seperti ini.” Lontar Erika dengan ketus.
“ Siapa dia.?” Tanya Melkor pada Eros.
“ Dia cucuku, namanya Erika.” Balas Eros pelan.
Melkor kemudian berdiri dari tempatnya dan menghampiri Erika, pria itu menatap Erika dengan teliti sebelum akhirnya ingin menyerang wanita itu namun sayangnya Varda menahan serangan Melkor barusan.
“ Tidak perlu membuat tenagamu keluar untuk membuatnya diam, cukup membuatnya tertidur.” Varda menggantikan Melkor menangani Erika, dan dia berhasil membuat wanita itu tertidur dengan sihirnya.
“ Apa yang kau lakukan kepadanya.?” Tanya Eros yang terlihat khawatir.
“ Aku hanya membuatnya tertidur.” Balas Varda yang kemudian mengangkat tubuh Erika.
“ Kau mau membawanya kemana.?” Tanya Melkor lagi.
“ Sel tahanan.”
**
__ADS_1
Perlahan namun pasti wanita itu mulai membuka kedua matanya, dia melihat langit-langit ruangan yang gelap dan hanya ada satu penerangan cahaya di sudut ruangan.
Melihat sosok pria yang duduk di sampingnya sontak membuat Erika terkejut dan mengambil posisi untuk melindungi dirinya, Varda meliriknya dengan tatapan sayu dan sepertinya pria itu tidak pernah memasang ekspresi lain selain ekspresi yang di tunjukkannya saat ini.
“ Aku tidak akan menyakitimu.” Ucap Varda lirih.
“ Kenapa aku ada disini? Aku bukan seorang tahanan.” Ketus Erika.
“ Tenang saja, ini adalah tempat aman untukmu.”
Erika bingung dengan sikap Varda yang terlihat seperti bukan musuh, namun dia harus tetap waspada bagaimana pun juga dia telah membuat satu kota ketakutanan dengan kekuatannya.
“ Kenapa kau melakukan semua ini.?” Tanya Erika menatapnya lurus.
“ Aku tidak bisa memberitahumu.”
“ Kenapa.?”
“ Aku tidak sepenuhnya diriku lagi sekarang.”
“ Apa maksudmu.?”
“ Aku tidak bisa memberitahumu, cukup dengarkan saja apa yang bisa ku katakan.”
Erika mengangguk pelan, dia tidak paham namun berusaha mengerti dengan situasi saat ini dan mendengarkan apa yang di katakana oleh Varda tanpa balik bertanya.
“ Dia masih hidup, dan akan kembali menguasai dunia.”
“ Dia siapa?”
“ Zake.”
**
Hari ini merupakan hari dimana Eros akan mengendalikan semua pikiran masyarakat dan prajurit Eldar untuk patuh kepada perintah Melkor. Setelah rencana ini selesai maka Varda akan di kembalikan ke Valinor sebagai sekutu yang berpura-pura menjadi korban atas kejadian beberapa tahun yang lalu.
Varda berdiri di sebelah Melkor yang menjadi pemimpin untuk menuntaskan misi tersebut, di hadapan Varda sudah ada Erika yang juga akan di kendalikan pikirannya dan saat ini mereka berdua saling menatap satu sama lain.
Proses pengendalian pikiran telah berhasil, mereka semua akhirnya patuh terhadap setiap ucapan Melkor. Dan sekarang sudah waktunya untuk Varda pergi menuju Valinor.
“ Kau harus ingat untuk tetap bertindak seperti Varda yang di kenal oleh mereka, buat masyarakat di Valinor dan juga Valar tertipu dengan dirimu yang sekarang.” Ucap Melkor sebelum Varda benar-benar pergi.
“ Aku akan mengabarimu ketika aku sudah tiba disana.” Balas Varda kemudian.
Sebelum pergi, Varda sempat melirik Erika yang sedang termenung di tempatnya. Kemudian dia segera naik ke atas kuda yang telah di siapkan khusus untuknya, perjalanan menuju ke Valinor akan segera dimulai dan ekspresi Varda saat pergi dari kota itu sekilas berubah menjadi serius.
**
Wanita cantik yang memberikan kehidupan pada tumbuhan dan hewan bernama Vana yang merupakan Valar kesuburan flora dan fauna, dia adalah salah satu Valar tercantik setelah Nienna dan Yavanna.
Biasanya Vana akan menghabiskan waktu sorenya di desa bernama Palagos, disana merupakan tempat dimana semua tumbuhan dan hewan dengan jenis apapun berada.
Bisa di katakana Palagos merupakan tempat vana lahir ke dunia, dan dia di angkat menjadi Valar setelah kelahirannya membuat desa tandus itu berubah menjadi subur dan menjadi satu-satunya desa yang di anggap sebagai surga dunia.
“ Sudah lama tidak bertemu, Vana.”
Wanita itu berhenti memetik bunga setelah mendengar suara yang tak asing, perlahan dia menoleh ke belakang dan amat sangat terkejut dengan kemunculan sosok yang selama ini di rindukannya.
“ Varda? Apa benar itu dirimu.?”
“ Benar, ini aku.”
Vana langsung berlari memeluk Varda dengan tangis yang pecah, sudah dua tahun dia tidak melihat Varda dan mengira bahwa suaminya telah meninggal melawan Zake.
Varda memeluk istrinya dengan sangat erat, dia juga membuat sang istri untuk berhenti menangis. Keberadaannya sekarang benar-benar membuat suasana hati Vana kembali membaik, Vana bahkan merasa ini semua hanya mimpi namun Varda kembali menyakinkannya dengan pelukan hangat yang sudah lama ia rindukan.
__ADS_1
“ Mereka harus tahu kalau kau masih hidup, kita harus ke Valinor sekarang.” Ucap Vana setelah melepaskan pelukan Varda.