
Kemunculan Alissa di hadapan Zake saat itu cukup membuatnya terkejut, dia tidak menyangka jika gadis itu masih selamat dari serangan yang telah dia berikan. Zake yang berusaha untuk bangkit kembali mendapat serangan dari Alissa yang dia sendiri tidak sempat untuk menangkisnya.
“ Semua ini atas apa yang telah kau perbuat kepada mereka yang tidak bersalah, kau pantas untuk mati dasar iblis.” Sahut Alissa sambil terus meneurs menyerangnya.
Zake benar-benar tersudut melawan Alissa, kekuatan gadis itu bahkan terlihat berbeda dengan Alissa yang sebelumnya. Setelah membuat Zake tak bisa bergerak lagi akhirnya Alissa ingin mengakhiri semuanya dengan membunuh Zake menggunakan kekuatan yang di ajarkan oleh Fanwe.
Tapi ketika Alissa ingin melakukannya, tiba-tiba saja seekor naga bergerak hendak menyerang Alissa. Dan secepat itu juga Aerox menarik tubuh naga itu menjauh dari Alissa.
“ Serahkan naga brengsek ini kepadaku, aku akan mengalahkannya kali ini.” Sahut Aerox di balas anggukan pelan dari Alissa.
Sekarang sudah tidak ada lagi yang mengganggu Alissa, setidaknya itu yang dia pikirkan sampai Zake mengarahkan tangannya kepada Alissa. Cahaya hitam muncul dari telapak tangannya dan beberapa monster muncul dari sana, jumlahnya yang semakin banyak membuat Alissa mundur dengan jarak yang sangat jauh menghindari para monster tersebut.
Rupanya Zake masih memiliki cadangan pasukan yang telah dia sembunyikan selama ini, dan jumlah mereka berkisar dua ratus yang akan melawan Alissa sembari Zake mengembalikan kondisi tubuhnya.
Sayangnya mereka tidak tahu kalau Alissa pun punya pasukan yang akan melawan mereka semua, portal pun terbuka dan mereka muncul satu persatu. Zake yang melihat para Oars ciptaannya muncul dan berada di pihak musuh pun terkejut, bahkan dia sendiri tidak bisa membuat makhluk gagal itu tunduk kepadanya.
Setelah para Oars itu muncul, tak lama setelah itu Erika sebagai pemimpin para Oars muncul. Di sambut oleh kelompok Allure dan Centaurus yang juga muncul secara bersamaan.
Jumlah mereka dapat sebanding dengan pasukan Zake, sehingga Alissa tetap bisa berhadapan dengan Zake tanpa harus menangani para monster itu.
“ Aku akan membuka jalan untukmu.” Ujar Sean yang kemudian maju dan mengeluarkan sihir yang membuat para monster yang menutupi tubuh Zake itu segera membuka jalan.
Alissa mengangguk paham, ada tanggung jawab yang besar harus dia selesaikan sekarang. Dengan kecepatannya dia bisa melewati para monster tanpa mendapatkan serangan, Zake terlihat bangkit dan berusaha untuk melarikan diri namun Alissa memunculkan sebuah busur dengan anak panah bermata tiga yang akan di hunuskan ke arah Zake.
Bersamaan dengan itu pasukan Zake dan pasukan Alissa kini sudah memulai pertarungan mereka, sedangkan Alissa dan Zake masih saling kejar-kejaran menuju tempat yang berbeda dengan seluruh pasukan.
Busur itu memang tidak berhasil mengenai Zake, namun Alissa berhasil memberikan ledakan yang membuat pria itu akhirnya berhenti berlari. Alissa ikut berhenti mengamatinya yang diam berdiri membelakangi tubuhnya.
“ Ayah dan kekasihmu itu sudah mati di tanganku, asal kau mau tahu.” Lontar Zake kemudian menoleh ke arah Alissa.
Kedua mata Alissa membulat dengan sempurna mendengarnya, tangannya gemetar namun ia berusaha untuk terlihat tetap kuat.
“ Fanwe yang merupakan Valar terkuat pun bisa ku kalahkan dengan sangat mudah, apalagi denganmu yang bahkan tidak bisa menolong mereka.”
“ Aku tidak akan termakan ucapanmu.” Alissa kembali mengarahkan busur kepada Zake, namun sayangnya anak panah itu berhasil di patahkan oleh Zake sebelum mengenai tubuhnya.
“ Jika kau tidak ingin bernasib seperti mereka, menyerah saja.” Balas Zake.
“ Aku masih belum kalah darimu, kata menyerah seperti yang kau harapkan tidak akan pernah terjadi.” Sahut Alissa ketus.
Awalnya Zake hanya ingin bermain-main dengan Alissa, akhirnya dia mencoba untuk menggunakan kekuatannya dalam mode sempurna lagi. Sebaliknya Alissa akan berhati-hati dalam menghadapi Zake, setidaknya dia sudah mengetahui beberapa kekuatan yang di miliki Zake dengan mode sempurnanya.
**
Wanita itu membuka kedua matanya dengan susah payah, dia merasakan tubuhnya dalam keadaan tidak baik. Sekujur tubuhnya mendapatkan luka yang serius, dia bahkan tidak menyadari ada batang pohon yang membuat kedua kakinya terjebak disana.
“ Eslle. Kau dimana.?” Sahutnya dengan suara yang parau.
Yavanna berusaha menggunakan kekuatannya untuk menyingkirkan pohon itu namun sayangnya dia tidak bisa melakukannya, melihat di sekitar lokasi yang terasa sunyi membuatnya berpikir jika perang telah berakhir.
“ Apa hanya tersisa aku saja yang selamat dari perang ini.?” Benak Yavanna mulai khawatir.
“ Aku harus pergi dari sini, Sandora menjadi tempat yang paling dekat dari sini. Aku harus memberitahu Winola.” Yavanna kembali mencoba untuk menyingkirkan batang pohon tersebut hingga akhirnya batang pohon itu terangakat dari sana.
Namun Yavanna terkejut sebab yang melakukannya bukan dia melainkan sosok lain, dia berdiri tepat di belakang Yavanna saat ini.
“ Kau siapa.?” Tanya Yavanna bahkan tidak mengenali pria itu sama sekali.
“ Jangan khawatir aku dari pihak kalian.” Jawab Andrew kemudian.
“ Apa perang sudah selesai.?”
__ADS_1
“ Belum, Alissa sudah datang dan dia yang menanagani Zake saat ini.”
“ Alissa? Dia melawan Zake sendirian.?”
“ Dia bisa melakukannya, Alissa sudah di ramal sejak dulu bahwa yang akan mengalahkan Zake adalah gadis dari keturunan Elf dan Valar dan itu adalah Alissa.
Yavanna tidak mengerti dengan ramalan tersebut, tapi jika benar ramalan itu nyata dan yang bisa mengalahkannya adalah Alissa itu sudah cukup. Sekarang adalah waktunya untuk kembali ke dunia para Elf, memberitahu Valar agung dan meminta bantuan Winola tentang kejadian di dunia manusia.
“ Apa kau bisa membantuku menuju portal dua dunia.?” Pinta Yavanna pada Andrew.
“ Tentu saja.”
**
Sore hari di kerajaan Sandora, Winola baru saja selesai dengan tugasnya sebagai ratu yang mengayomi masyarakat Sandora. Seperti biasa, setelah terlepas dari pekerjaannya dia akan pergi menemui putrinya di kamar.
Selama ini Alissa sudah menurut kepadanya, dia tidak pernah keluar dari kamar selain belajar dan selebihnya dia hanya akan menghabiskan waktunya di kamar baik itu melukis atau merangkai bunga.
Pintu terbuka dan Winola pun masuk ke dalam kamar Alissa, dia melihat putrinya yang sedang tertidur pulas di tempat tidur. Di lantai masih terlihat beberapa bunga karangan yang dia rangkai, Winola pun mengabaikannya dan segera membangunkan Alissa.
“ Sudah sore, saatnya bangun.” Sahut Winola dengan suaranya yang sangat lembut.
Tak ada balasan dari Alissa, biasanya dia akan menyahut tanpa membuka matanya atau menggeliat seperti ulat bulu ketika merasa di ganggu. Karena Alissa tak kunjung bangun, akhirnya Winola sengaja mengajaknya berjalan-jalan keluar karena dengan hal itu dia biasanya membuat Alissa sangat bersemangat.
Masih tidak ada respon apapun dari Alissa, sampai ketika dia hendak menyentuh wajah sang putri suara dari jendral Zion membuat Winola terpaksa menyuruhnya untuk masuk.
“ Ada apa.?”
“ Yang mulia, Valar Yavanna datang untuk menemui anda.”
“ Yavanna?”
“ Kondisinya sedang tidak baik.”
Karena penasaran Winola segera meninggalkan kamar Alissa dan bergegas menemui Yavanna. Wanita itu menunggunya di ruang pertemuan dengan sosok yang membawanya ke istana itu sendiri.
Ketika Winola muncul, hal pertama yang membuatnya terkejut adalah sosok Andrew yang selama ini sudah menghilang dari kerjaan. Kemudian keadaan Yavanna dimana dia membutuhkan pengobatan secepatnya.
“ Panggil Asklepios kemari.” Titah sag ratu.
“ Baik yang mulia.”
Winola kembali menghampiri Yavanna, dia duduk di depan wanita itu dan meminta Yavanna menjelaskan semuanya dengan pelan-pelan.
Yavanna pun menjelaskan yang paling pertama tentang penyerangan Zake di dunia manusia, yang kemudian para Valar datang untuk menghentikannya. Namun sayangnya beberapa dari mereka harus kalah dari Zake termasuk Fanwe yang membuat Winola sangat terkejut.
Setelah Yavanna menceritakan semuanya dia terlihat terdiam di tempatnya, apa yang di katakan oleh Yavanna barusan terdengar sangat mustahil tapi Yavanna sendiri tidak mungkin berbohong dengan semua itu.
“ Aku tidak menyangka Zake masih hidup dan melakukan balas dendam seperti itu.” Ucap Winola masih syok.
“ Dan yang berhadapan dengan Zake sekarang adalah putri kalian, Alissa.” Lanjut Yavanna.
“ Tapi Alissa sedang bersamaku sekarang.” Jawab Winola membuat Yavanna dan Andrew bingung.
“ Alissa sudah berada di dunia manusia sejak lama yang mulia.” Lontar Andrew.
“ Tidak mungkin, dia ada di kamarnya sekarang.”
Jendral Zion kembali menemui Winola bahwa tubuh Alissa sedang mengalami hal aneh, dan Winola pun harus kembali ke kamar untuk melihat apa yang terjadi.
Ketika berada di kamar, Winola dapat melihat keadaan tubuh Alissa yang mendadak seperti hologram. Tubuhnya perlahan menghilang dari pandangan mereka semua sampai membuat Winola tidak menyangka jika selama ini yang bersamanya hanyalah cloning dari putrinya sendiri.
__ADS_1
“ Tapi jika dia hanya cloning, kenapa dia bisa bersikap seperti dirinya sendiri dengan pikiran yang jelas.?”
Winola kembali di beritahu bahwa selama ini Alissa dan Fanwe telah menghabiskan cukup banyak waktu bersama di tempat Fanwe menghabiskan masa hukumannya. Dan setelah itu Fanwe mengirim Alissa kembali ke dunia manusia dengan memberikan kekuatannya kepada Alissa.
Sekarang Winola mengerti, semua bisa terjadi karena kekuatan Fanwe yang di tanamkan pada cloning Alissa sehingga dia tidak bisa merasakan bahwa itu adalah tubuh palsunya.
“ Beri aku waktu untuk menyendiri.” Ucap Winola yang kemudian di laksanakan oleh semuanya.
**
Winola membutuhkan waktu untuk menerima semua kenyataan itu, setelah cukup berdiam diri dan merenungi semuanya dia pun memutuskan untuk mengambil satu tindakan yang mungkin akan berakibat buruk ke depannya.
Yavanna juga sudah mendapatkan pengobatan terbaik dalam penyebuhan kedua kakinya, dan Winola keluar dari kamar putrinya menuju tempat Yavanna dan Andrew saat ini berada.
“ Aku sudah memutuskan tindakan apa yang harus ku lakukan.” Jawab Winola kemudian.
“ Apa yang akan kau pilih.”
“ Aku akan datang ke dunia manusia seorang diri, ini adalah dendam masa lalu dan musuh Zake yang sebenarnya bukanlah mereka melainkan aku.”
“ Tapi mereka berjumlah sangat banyak, bahkan Fanwe sendiri tidak bisa mengalahkannya. Kau harus membawa setidaknya beberapa prajuritmu.”
“ Tidak Yavanna, aku harus menghadapinya sendirian.”
Yavanna tidak bisa memberitahu Winola lagi, sifat keras kepala Winola jika sudah dalam mengambil keputusan sulit untuk di bantah. Jika sudah seperti ini mau tidak mau mereka semua harus membiarkan Winola pergi seorang diri.
Dan pada hari itu juga Winola akan pergi ke dunia manusia seorang diri, dia akan pergi dari portal hutan terlarang. Namun sebelum dirinya pergi sang penasehat dan jendral Zion menyampaikan sesuatu kepadanya.
“ Jika sesuatu terjadi padamu, kami tidak akan tinggal diam. Kami akan datang membawa seluruh pasukan untuk menolong anda yang mulia.” Lontar Aslan sang penasehat.
“ Aku akan kembali dengan membawa kemenangan.” Jawabnya dengan penuh percaya diri.
“ Berhati-hatilah yang mulia.”
Dan Winola pun memasuki hutan terlarang itu setelah di temani oleh mereka sampai di perbatasan, selanjutnya ketika Winola memasuki hutan terlarang maka seluruh makhluk rasasa yang hidup disana pun langsung tunduk kepdanya bahkan membawanya sampai ke portal lebih cepat.
“ Apa kau yakin yang mulia tidak membutuhkan kami untuk mengawalmu kesana.?” Tanya salah satu raksasa.
“ Tidak perlu. Tetap disini dan jaga pintu ini dari siapapun yang mencurikan ingin masuk.” Titah Winola.
“ Baik di laksanakan, yang mulia.”
**
Sementara itu di dunia manusia, Alissa sedang kesulitan melawan Zake setelah dirinya tak sengaja mengenai sihir Zake yang membuat tubuhnya kesulitan untuk bergerak.
Kejadian ini mengingatkan Alissa saat di Rohan, Zake yang membuatnya membeku kemudian akan menyerangnya dengan kekuatan yang aneh. Sebisa mungkin Alissa berusaha membuat tubuhnya bergerak meski sedikit agar dia bisa memutuskan sihir tersebut.
“ Aku sudah bosan bermain denganmu.” Sahut Zake yang bersiap untuk melemparkan serangan itu kepada Alissa.
Alissa pasrah dan dia hanya bisa menatap serangan yang mengarah kepadanya, namun saat itu terlihat sosok yang berdiri di hadapan Alissa dan menangkis serangan tersebut dengan cepat.
“ Jangan pernah berharap kau bisa menyakiti keluargaku lagi.” Lontar Winola yang datang tepat pada waktunya.
“ Ibu?” Alissa melihat kedatangan Winola dengan mata yang berkaca-kaca, dia tidak menyangka Winola akan datang menyelamatkannya seperti ini.
“ Kau baik-baik saja nak.?” Tanya Winola meliriknya sebentar kemudian mematahkan sihir tersebut sehingga Alissa bisa bergerak kembali.
“ Aku baik-baik saja bu.” Balasnya segera bangkit dan berdiri di sebelah sang ibu.
Sekarang Zake akan menghadapi dua Elf Calaquendi sekaligus, bukannya ketakutan justru dia terlihat senang. Hal ini yang sudah di tunggunya sejak kemarin, bertemu langsung dengan Winola.
__ADS_1
“ Sudah lama tidak bertemu yang mulia ratu.” Sahut Zake dengan senyum merekah.
“ Sudah lama juga tidak bertemu pengkhianat ras.” Balas Winola tak mau kalah.