My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Festival Labu


__ADS_3

Alissa merasa beryukur telah di bantu oleh Maria, wanita setengah baya itu sangat baik memberikan tempat tinggal untuknya. Padahal dia sudah berniat untuk kembali ke Sandora, tapi pertolongan Maria membuatnya berubah pikiran.


Tak hanya itu saja, alasan lain Alissa ingin tetap berada di dunia manusia adalah untuk menemani Maria yang sudah tua. Semalam wanita itu menceritakan tentang kehidupannya yang sangat menyedihkan, Maria sudah lama hidup sebatang kara setelah suami dan anaknya meninggal dunia. Dia tidak punya keluarga lain, sejak saa itu dia hanya hidup sendiri dan mengandalkan perkebunan yang dia miliki untuk tetap dapat melanjutkan kehidupannya.


Alissa ingin menjadi bagian dari keluarga Maria meski hanya sebentar, jika waktunya sudah tepat baru dia akan kembali ke Sandora. Lagi pula saat ini Edwyn masih belum mengingatnya, siapa yang tahu besok besok akan membuat pria itu dapat mengingatnya kembali.


“ Maria, kau mau kemana.?” Tegur Alissa ketika melihat wanita setengah baya itu hendak meninggalkan rumah.


“ Aku ingin ke pasar untuk belanja makan malam nanti.” Balasnya lirih.


“ Biar aku saja.”


“ Tapi kau tidak tahu tempat disini kan? Aku tidak ingin kau sampai tidak bisa pulang.”


“ Aku tahu kok, jarak pasar hanya beberapa KM saja dari sini. Aku bisa pergi belanja kebutuhan makan malam, lagi pula aku tidak enak jika harus menumpang tanpa melakukan apa-apa.”


“ Baiklah, ini uang dan daftar belanjaanya.”


“ Kalau begitu aku pergi dulu.”


“ Berhati-hatilah nak.”


Alissa pun bergegas meninggalkan rumah Maria setelah mendapat uang dan daftar belanja, untungnya dia sudah hafal dengan kota Hamberg sehingga tidak akan tersesat kemana-mana.


**


Satu kota sedang sibuk membicarakan tentang Ludwigsburg pumpkin festival, hal itu di dengar langsung oleh Alissa ketika dia selesai dari pasar. Dia tidak tahu apa yang di bahas oleh mereka, dia hanya tahu kata pumpkin yang artinya labu dan festival saja, selebihnya dia tidak tahu.


Ketika Alissa berjalan sendirian, dia tiba-tiba saja menghentikan langkahnya karena saat ini dia sedang menangkap sosok yang juga sedang ada di pikirannya saat ini.


“ Hay, apa yang kau lakukan sendirian di tempat seperti ini.?” Tanya Edwyn ketika dia sudah berdiri tepat di depan Alissa.


“ Aku habis belanja di pasar, kau sendiri.?” Tanya Alissa balik.


“ Aku baru saja pulang dari tempat kerjaku, kau tahu kalau aku sekarang bekerja part time sebagai penjual roti.” Jawab Edwyn.


“ Hmm, pantas saja di rumahmu waktu itu banyak roti yang beraneka macam.”


“ Oh iya, bagaimana keadaanmu.?” Tanya Edwyn kemudian.


“ Aku sudah membaik, kau bisa melihatnya sendiri.” Balas Alissa sambil tersenyum tipis.


“ Hmm, aku dengar dari Maria kalau kau tinggal di rumahnya. Maaf ya kalau karena Sofia, kamu tidak bisa tinggal di rumahku.”


“ Santai saja, lagi pula aku hanya orang asing yang datang di antara kalian.”


“ Sejujurnya aku tidak merasa kau seperti orang asing.”


Kedua mata Alissa membulat dengan sempurna, ketika Edwyn mengatakan hal tersebut dia merasakan debaran jantungnya kembali. Saat itu Edwyn pun sadar dan merasa kalau ucapannya barusan terdengar sangat ambigu.


“ Maksudku, aku merasa kalau kita berdua sebelumnya sudah saling mengenal lebih dari ini. Kau tidak terliihat seperti orang asing, itu maksudku.” Jelasnya lagi.


“ Mungkin saja di kehidupan sebelumya kita memang sudah saling mengenal.” Lontar Alissa.


“ Kau percaya dengan reinkarnasi.?” Tanya Edwyn sambil melanjutkan langkahnya bersama Alissa.

__ADS_1


“ Tentu saja aku percaya, seseorang yang sudah meninggal pasti akan bereinkarnasi di suatu tempat dan jika takdirnya masih belum selesai maka dia akan kembali bertemu dengan seseorang yang memiliki takdir yang sama dengannya.” Ujar Alissa.


“ Aku juga percaya dengan hal seperti itu, bahkan yang lebih gilanya lagi aku sampai percaya kalau di dunia ini ada makhluk mitologi seperti Elf, peri, kurcaci, dan raksasa.”


“ Aku juga percaya.”


“ Benarkah? Wah, aku sangat senang mendengar ada yang percaya juga. Selama ini Sofia tidak percaya pada hal seperti itu sehingga aku hanya bisa menikmatinya sendirian.”


“ Mulai hari ini jika kau ingin membahasnya, kau bisa menemuiku.”


“ Baiklah, akan ku lakukan.”


Setelah berjalan bersama melewati jalanan yang di penuhi oleh orang-orang yang sedang membawa banyak labu tiba-tiba membuat Alissa bertanya pada Edwyn.


“ Aku penasaran sejak tadi, kenapa banyak yang membahas tentang labu dan festival, sebenarnya apa yang akan di lakukan oleh orang-orang itu.?” Tanya Alissa.


“ Kau tidak tahu tentang Ludwigsburg pumpkin festival.?”


“ Aku tidak tahu, dan aku baru pertama kali mendengarnya.”


“Ludwigsburg pumpkin festival merupakan salah satu festival terbesar di Jerman dimana masyrakat akan memerkan karya terbaik mereka dari labu, seperti yang kau lihat sekarang beberapa dari mereka akan membentuk labu itu menjadi karakter, tak hanya itu saja terkadang ada perlombaan yang bisa memenangkan jutaan rupiah dengan labu itu.”


“ Hebat sekali, kapan festival ini di adakan.?”


“ Sekitar sepuluh hari lagi, lebih tepatnya pada tanggal 28 Agustus dan biasanya akan berlangsung sampai bulan November.”


“ Pantas saja banyak dari mereka yang membawa labu kemana-mana.”


Sekarang Alissa paham tentang Ludwigsburg pumpkin festival, dan rasanya dia juga ingin ikut serta meramaikan festival tersebut. Karena satu kota akan merayakan, maka dia yang akan mewakili Maria nantinya.


**


“ Wah, bukannya ini sangat hebat? Aku baru melihat labu yang sebesar ini? apa kau juga ingin mengikutsertakan untuk Ludwigsburg pumpkin festival.?” Tanya Alissa.


“ Aku tidak mungkin bisa menang dengan labu seperti ini, lagi pula untuk apa juga aku mengikutsertakannya.”


“ Bagaimana kalau kita mengukirnya? Setidaknya dengan ukuran besar dan bentuk yang unik bisa menarik perhatian.”


“ Apa kau bersedia melakukannya.?” Tanya Maria menatap Alissa.


“ Hmm, aku bersedia.” Jawabnya penuh semangat.


“ Baiklah kalau begitu, kau boleh menggunakan labu ini.”


Dan setelah Maria menyetujuinya, Alissa meminta bantuan Edwyn untuk membantunya mengangkat labu itu ke halaman rumah Maria. Alissa tahu hal ini pasti akan membuat Sofia kesal, namun Edwyn menolongnya bukan karena Alissa melainkan karena Maria.


Meksipun begitu Sofia juga ikut melihat apakah Edwyn hanya membantu mengangkatnya saja tanpa berdiam disana lama-lama, dan hal itu sampai di pastikan oleh Sofia hingga Edwyn harus kembali ke rumahnya lagi.


“ Selama wanita itu tinggal di rumah Edwyn, aku tidak pernah melihat hidup pria itu bebas seperti dulu.” Gumam Maria setelah mereka pergi.


“ Biarkan saja, sekarang kita buat halaman rumahmu terlihat lebih menarik dari pada yang lain.” Seru Alissa di balas anggukan pelan dari Maria.


Sementara itu ketika Edwyn sudah kembali ke rumahnya, dia kembali mendapat teguran dari Sofia yang selalu menuduhnya selingkuh dengan Alissa. Bukan sekali dua kali hal ini di dengar oleh Edwyn, dan rasanya dia sudah muak dengan sikap Sofia yang seperti itu.


“ Sudah cukup. Aku capek dengan sikapmu yang seperti ini, padahal kau tidak pernah semenjengkelkan ini sebelumnya.” Lontar Edwyn dan berjalan menuju kamarnya.

__ADS_1


Suara pintu yang tertutup hingga membuat getaran yang kuat pada dindingnya berhasil membuat Sofia terkejut, ini adalah pertama kalinya dia melihat Edwyn sampai semarah itu.


**


Hari yang di tunggu-tunggu pun tiba, Ludwigsburg pumpkin festival telah dimulai serentak di seluruh kota yang ada di Jerman. Dimana-mana sudah terlihat berbagai macam hiasan labu yang di bentuk semenarik mungkin, dan di distrik tempat Alissa berada pun ikut memeriahkannya dengan masing-masing rumah membuat satu hiasan labu di depan rumah mereka.


Dan pada hari itu yang paling menarik perhatian adalah labu yang berada di rumah Maria, labu yang berbentuk peri bersayap benar-benar berhasil menarik perhatian para tetangga termasuk Edwyn yang sangat antusias melihatnya.


“ Ini benar-benar mahakarya yang bisa bersaing dengan pameran di kota.”


“ Benar, bentuknya sangat sempurna.”


“ Siapa yang membuatnya? Ini sangat keren.”


Alissa yang mengintip di balik jendela hanya dapat tersenyum, meskipun dia yang membuatnya tetap saja dia tidak ingin semua orang tahu. Alissa hanya ingin orang lain tahu kalau labu itu di buat oleh Maria.


Meskipun semua orang tertipu, tapi tetap saja Edwyn tahu kalau yang membuatnya adalah Alissa. Tanpa di jelaskan pun dia sudah tahu sejak awal, dan Edwyn sangat mengapresiasi karya Alissa tersebut.


Setelah beberapa dari mereka memotret hingga mempostingnya ke media social, sejak saat itu banyak yang datang berkunjung ke rumah Maria hanya untuk melihat labu tersebut.


Siapa sangka Alissa berhasil membuat Narnia sampai di liput oleh stasiun televise untuk menjelaskan karyanya tersebut, namun siapa sangka Maria berkata bahwa yang membuatnya adalah Alissa yang dia akui sebagai putrinya sendiri.


Mau tidak mau Alissa harus keluar untuk menggantikan Maria menjelaskannya, dan pada akhirnya Alissa pun angkat bicara meski sedikit canggung di hadapan banyak orang.


Setelah cukup lama meladeni mereka, akhirnya halaman rumah Maria sepi. Hanya ada Alissa dan Maria yang saat ini sedang duduk di teras rumah sambil menatap karya Alissa dengan perasaan senang.


“ Terima kasih karena telah membuat keseruan festival ini semakin bertambah.” Ujar Maria sambil meraih kedua tangan Alissa.


“ Sama-sama, mulai hari ini sepertinya kau akan menjadi terkenal.” Balas Alissa sambil terkekeh.


“ Kamu yang akan terkenal, bukan aku sayang.” Lontar Maria lagi.


Dan setelah mereka mengobrol bersama tiba-tiba Edwyn datang, namun saat itu Alissa menoleh ke arah rumahnya memastikan apakah Sofia ada memantaunya atau tidak.


“ Sofia sudah mengizinkan aku untuk kemari, jangan khawatir.” Lontar Edwyn yang langsung paham dengan gerak gerik Alissa.


“ Maaf jika kau tersinggung.” Balas Alissa.


“ Tidak juga.”


“ Aku akan meninggalkan kalian berdua untuk mengobrol.” Sahut Maria yang langsung bangkit dari tempatnya dan segera masuk ke dalam rumah.


Sejenak suasana di antara Edwyn dan Alissa terasa sedikit canggung, Alissa sampai bingung mengapa harus merasakan hal seperti ini. sampai pada akhirnya Edwyn duduk di sebelah Alissa dan memuji kehebatan Alissa dalam membuat labu itu terlihat seperti karya mahal.


“ Bukan hal baru bagiku untuk mengukir hal seperti itu, aku bahkan bisa mengukir batu yang jauh lebih keras.”


“ Kau benar-benar keren.”


“ Jangan mengatakan hal seperti itu, aku jadi malu.”


“ Mau pergi menyaksikan festival di kota bersamaku.?” Ajak Edwyn tiba-tiba.


“ Lalu bagaimana dengan Sofia? Dia mungkin akan marah padamu.” Balas Alissa merasa tidak enak.


“ Dia tidak akan marah, bagaimana? Apa kau mau.?”

__ADS_1


Tanpa menunggu waktu lama Alissa langsung mengangguk dengan sangat senang, dia tidak bisa menyembunyikan perasaan itu lagi dan berniat untuk mengganti pakaian selama beberapa menit.


__ADS_2