My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Pertemuan


__ADS_3

Setibanya di sebuah taman hiburan di kota Humberg, Edwyn dengan bangga menunjukkan bahwa ini merupakan taman hiburan terbesar yang ada di kota itu. Banyak wahana yang bisa dicoba yang pastinya dapat menantang adrenalin setiap pengunjung.


Sejak tiba di pintu masuk hingga mereka sudah membeli tiket dan masuk ke dalam, Alissa terlihat terperangah dengan semua wahana yang dia lihat saat ini. Seperti yang di katakana oleh Edwyn, memang benar jika tempat seperti ini tidak ada di Sandora.


“ Ayo kita coba naik.” Ajak Edwyn sambil menarik tangan Alissa.


Alissa diam saja ketika di tarik oleh Edwyn, dia menatap bagaimana tangan besar Edwyn menggenggam pergelangan tangannya sambil membawanya menuju satu wahana yang memang sejak tadi menarik perhatian Alissa.


Wahana komedi putar menjadi pilihan pertama Alissa dan Edwyn untuk mencobanya, mereka masing-masing duduk di atas patung kuda yang nantinya akan membawa mereka berkeliling di tempat itu.


“ Wah, ini benar-benar menarik.” Seru Alissa yang mulai terlihat menikmati permainannya.


“ Ini belum seberapa, masih banyak wahana lain yang harus kau coba.” Sahut Edwyn senang melihat Alissa bisa menikmatinya dengan santai.


Setelah mencoba wahana komedi putar, mereka lanjut mencoba wahana lainnya yang lebih menantang. Sepanjang permainan wahana Alissa benar-benar senang, dia tak berhenti tertawa sambil bersorak kegirangan. Sejenak dia lupa tentang siapa dirinya dan bagaimana dia sangat membenci manusia, padahal di tempat itu ada ribuan manusia yang datang tapi dia tidak mempermasalahkannya dan berbaur cukup baik.


“ Ibu lihat kakak itu, dia memiliki warna rambut dan mata yang indah.” Seru seorang anak kecil menunjuk ke arah Alissa.


Alissa hanya menatapnya sinis, dia tidak peduli pada manusia yang mengatakan bahwa rambut dan matanya sangat indah. Namun saat itu dia menyadari kalau beberapa orang memang sedang memperhatikannya, mungkin karena penampilannya yang sangat berbeda dengan yang lain.


“ Kau tidak perlu peduli, mereka hanya kagum dengan kecantikanmu.” Bisik Edwyn.


“ Terima kasih.” Balas Alissa merasa jauh lebih baik.


Setelah selesai menikmati wahana roller coaster, Alissa berjalan dengan melangkah mundur sambil menatap Edwyn yang terlihat sedikit mabuk dengan wahana yang terakhir. Gadis itu mengejeknya lemah, dan terus mentertawakannya.


Karena tidak memperhatikan langkahnya, Alissa sampai menabrak seorang anak kecil yang membuat anak kecil itu sampai kehilangan balon yang ia pegang. Sontak anak itu langsung menangis dan membuat Alissa panik, Edwyn menatap kemana arah balon itu terbang namun sayang balonnya sudah terbang begitu jauh.


Alissa pun menggunakan kekuatannya untuk menarik balon itu kembali, dia sengaja membuat semua orang di tempat itu membeku agar tak ada yang melihat aksinya barusan. Dan setelah balon itu mendarat di tangannya semua kembali dengan normal.


“ Ini balonnya, maaf ya.” Kata Alissa memberikannya kepada sang anak yang bingung sekaligus senang karena balonnya telah kembali.


“ Kau menggunakan kekuatanmu lagi.?” Bisik Edwyn yang barusan ikut membeku.


“ Aku tidak ingin membuatnya terus menangis, lebih baik menggunakan kekuatanku dari pada uang kita harus keluar demi manusia itu.” Balas Alissa kemudian dia lanjut mengajak Edwyn untuk mencoba wahana lainnya.


Dari kejauhan ada seseorang yang menyaksikan semuanya, dia hanya bisa melihat ke arah mana Alissa dan Edwyn pergi. Senyumnya tampak misterius, dan secepat kilat dirinya menghilang di balik keramaian tanpa ada yang menyadarinya.


**

__ADS_1


Setelah puas mencoba berbagai macam wahana di taman hiburan, Alissa dan Edwyn pun meninggalkan tempat itu dan berakhir di sebuah taman kota dimana mereka duduk di atas rumput hijau sambil menikmati cemilan dan minuman yang sempat mereka beli sebelum ke tempat itu.


“ Bagaimana, apa kau senang sekarang.?” Tanya Edwyn melirik Alissa.


“ Hmm, aku senang. Hal itu tidak akan pernah aku temukan di Sandora.” Balasnya sibuk menikmati cemilannya.


“ Oh iya, ada sesuatu yang sejak lama ingin ku tanyakan padamu.” Lanjut Edwyn.


“ Apa itu.?”


“ Jika nanti kau sudah menemukan sosok misterius yang menculik teman-temanmu, apa yang akan kau lakukan padanya.?”


“ Tentu saja membunuhnya.”


“ Bagaimana jika dia memiliki kekuatan yang lebih hebat.”


“ Aku cukup kuat untuk menghadapinya.”


“ Kau belum pernah bertarung sebelumnya, katamu kekuatanmu aktif belum lama ini. Apa kau yakin bisa mengalahkannya?”


Alissa terdiam, entah mengapa keyakinannya bisa menghadapi sosok misterius itu menjadi hilang karena ucapan Edwyn. Mungkin kekuatannya akan bertambah kuat jika ada Edwyn di sampingnya, dan bagaimana jika Edwyn pergi darinya apakah dia masih bisa menghadapi sosok misterius itu?.


“ Ada yang bisa saya bantu.?” Tanya Edwyn pada pria tua yang datang menghampiri mereka itu.


“ Kenalkan, namaku Mike.” Pria tua itu menyodorkan tangannya kepada Edwyn dan di balasnya dengan cepat, kemudian kepada Alissa meskipun gadis itu sedikit ragu untuk menyentuh tangannya.


Kemudian pria itu meminta Edwyn untuk mengantarnya ke alamat yang tertera pada secarik kertas yang dia bawa, pria itu mengaku dirinya tidak bisa mengingat alamat rumahnya dan kebingungan untuk pulang.


Alhasil Edwyn meminta Alissa untuk menunggunya di tempat itu, sebelum pergi Alissa meminta Edwyn untuk tidak pergi lama-lama dan dia mengangguk pelan menurutinya. Melihat Edwyn dan pria tua itu pergi sejenak membuat Alissa merasa ada yang aneh, dia melihat tangannya yang sempat bersalaman dengan pria itu dan entah mengapa seperti ada sesuatu yang dirinya juga tidak tahu ada apa sebenarnya.


Dan setelah beberapa saat Edwyn pergi, Alissa mulai was-was dan dia tidak tenang berada di tempat itu sendirian. Sesekali dia menoleh ke arah jalanan berharap Edwyn segera muncul namun sayangnya pria itu belum juga kembali.


Tiba-tiba saja Alissa melihat ada seseorang yang berdiri di ujung jalan, seorang wanita setengah baya yang memperhatikannya dengan tatapan aneh sehingga membuat Alissa merasa tidak nyaman.


Wanita itu kemudia menghampiri Alissa, dia berusaha mengabaikannya dengan tidak memperhatikan ke arah wanita itu berada. Namun sekarang wanita itu sudah berdiri di depan Alissa dan menyapanya dengan ramah.


“ Aku tidak salah mengenalmu kan, kau adalah ras Qalaquendi.” Ucap wanita itu sontak membuat Alissa terkejut mendengarnya.


Wanita itu menggunakan bahasa mereka sehingga dia yakin jika wanita itu juga dari dunia yang sama dengannya. Namun penampilannya sangat persis dengan manusia, berbeda dengan Greeta yang masih memiliki aura Elf.

__ADS_1


“ Apa kau juga adalah Elf.?”


“ Benar, aku dari ras Moriquendi.”


“ Sama seeprti Greeta.”


“ Kau mengenalnya juga.?”


“ Ya, dia adalah Elf manusia pertama yang ku temui disini.”


“ Aku dan Greeta memang dari ras yang sama, tapi saat ini aku tetaplah Elf Moriquendi dan bukan manusia seperti Greeta.” Jelasnya.


“ Aku Alissa Freeda.” Ungkapnya kemudian.


“ Aku Sammy.” Balasnya sambil menjatuhkan tubuhnya di sebelah Alissa.


“ Bagaimana kau bisa mengenaliku dengan mudah.?” Tanya Alissa.


“ Rambut dan warna matamu, mungkin kau bisa menyembunyikan telingamu dengan topi ini.” Sammy membuka topi yang di gunakan Alissa namun dengan cepat di sembunyikan oleh Alissa lagi.


“ Katamu kau masih ras asli Elf Moriquendi, tapi kenapa kau berpenampilan seperti manusia.?”


Sammy menunjukkan kekuatannya kepada Alissa dengan cara menggerakkan benda di sekitarnya sebagai bukti bahwa dia masih ras asli Moriquendi, kemudian Sammy menjelaskan kepada Alissa bahwa dia menggunakan ramuan yang dapat mengubahkan menjadi manusia sehingga dia bisa hidup lebih lama di bumi manusia.


“ Ramuan apa? Dimana kau mendapatkannya.?” Tanya Alissa penasaran.


“ Aku memiliki satu ramuan, melihatmu berada di sini mungkin kau memiliki sebuah misi. Aku tidak berhak menanyakannya, tapi jika kau merasa butuh dengan ramuan ini kau bisa meminumnya. Itu memudahkanmu dalam berbaur dengan para manusia.” Ungkapnya sambil memberikan sebuaah botol kecil dengan cairan berwarna ungu di dalamnya.


“ Apa ramuan ini yang membuatmu bisa bertahan.?”


“ Ya, kau boleh tidak percaya jika kau merasa ragu.”


“ Alissa.” Panggil seseorang yang membuatnya menoleh, dan ternyata itu adalah Edwyn.


Ketika Alissa kembali menoleh ke arah Sammy, dia terkejut karena wanita itu sudah tidak disana. Alissa bahkan tidak menyadarinya kapan dia pergi, melihat kekuatan Sammy yang bisa menghilang secara mendadak membuat Alissa takjub.


“ Maaf aku lama, kakek itu mengarahkanku ke alamat yang salah.” Sahut Edwyn yang sudah kembali di sampingnya.


“ Kau kenapa.?” Tanya Edwyn bingung dengan ekspresi yang di tampilkan Alissa saat ini.

__ADS_1


“ Tidak apa-apa.” Balasnya berusaha terlihat lebih santai.


__ADS_2