
Malam ini Alissa dan Edwyn benar-benar menyewa kamar hotel untuk mereka berdua menginap, keduanya merasa sedikit canggung menggunakan satu kamar. Keduanya terpaksa melakukan hal itu karena semua kamar telah terisi dan hanya menyisakan satu kamar saja.
“ Beritahu aku semuanya, tentang aku dan hubungan kita yang telah ku lupakan.” Lontar Edwyn mengambil tempat di sofa dan membiarkan Alissa yang tidur di atas tempat tidur.
“ Kau boleh tidur di sebelahku, akan lebih nyaman jika kita membahasnya saling bersebelahan.” Balas Alissa seketika membuat Edwyn salah tingkah.
Perlahan namun pasti Edwyn mulai turun dari sofa dan berjalan menuju tempat tidur, Alissa sudah naik dan memasang selimut bersiap untuk mengobrol dengannya. Padahal hanya obrolan yang akan mereka lakukan, namun entah mengapa jantung Edwyn berdebar sangat kencang.
“ Apa aku sudah boleh menceritakannya.?” Tanya Alissa melirik Edwyn sebenatar.
“ Hmm, tentu saja.” Jawab Edwyn cepat.
“ Tapi sebelum itu, apa kau percaya padaku? Kau tidak menganggapku aneh karena akan menceritakan kisah yang menurut manusia akan sangat mustahil terjadi.”
“ Aku percaya padamu.”
Alissa merasa senang ketika Edwyn berkata percaya kepadanya, dia pun mulai menceritakannya dari awal sejak pertama mereka bertemu dan bagaimana hubungan pertemanan mereka dimulai.
**
Sekitar pukul 05:00 pagi Edwyn terbangun setelah tidur selama satu jam, dia mendengar kisahnya dan Alissa selama hampir Sembilan jam tanpa henti sampai akhirnya mereka selesai mengobrol dan memutuskan untuk tidur.
Saat itu Edwyn terbangun dan merasa tidak mengantuk lagi, dia sibuk menatap wajah Alissa yang tertidur dengan sangat pulas. Setelah puas mendengar kisahnya, Edwyn masih tidak bisa mengingat apapun tapi bukan berarti dia tidak percaya pada Alissa hanya saja dia tidak tahu mengartikan semua itu untuk saat ini.
Kisah mereka sangat menarik meskipun sulit untuk di terima oleh akal sehat manusia, namun kepercayaan Edwyn kepada Alissa begitu besar. Dia bahkan percaya kalau Alissa sangat mencintainya dulu, dia tidak mungkin kembali ke dunia manusia untuk mencarinya jika bukan karena cintanya yang begitu besar.
“ Aku sangat ingin ingatanku kembali, sepertinya menyenangkan jika mengingatnya dengan ingatanku sendiri.” Gumam Edwyn sambil menyentuh wajah Alissa dan membelainya dengan lembut.
“ Terima kasih ya karena sudah datang mencariku.” Lanjutnya kemudian bergerak mengecup kening Alissa.
Edwyn melakukannya secara sadar dan dia memang sangat ingin mengecup kening Alissa, setelah melakukan hal itu diam-diam dia pun kembali menarik selimutnya dan mulai melanjutkan tidurnya lagi.
Beberapa saat kemudian Alissa membuka kedua matanya, ternyata dia sudah bangun ketika Edwyn sibuk memandangnya hanya saja dia berpura-pura tidur untuk membuat dirinya bisa merasakan apa yang dilakukan Edwyn kepadanya.
Sambil menyentuh keningnya yang masih terasa kecupan dari Edwyn, wajah Alissa saat ini terlihat sangat merah bak udang rebus. Jantungnya bahkan berdetak sangat keras yang membuatnya takut jika Edwyn sampai mendengarnya.
“ Ini benar-benar membuatku ingin berteriak.” Benak Alissa berusaha keras menahan suaranya untuk tidak keluar.
Pelan-pelan Alissa menoleh membelakangi tubuh Edwyn, dia tidak ingin sewaktu-waktu Edwyn bangun dan melihatnya. Namun apa yang terjadi adalah dia merasakan tangan Edwyn yang sudah memeluknya dari belakang, pelukan Edwyn bahkan semakin erat dan dia mendengar pria itu berkata sesuatu di telinganya.
“ Jangan pergi dariku lagi.”
**
Pria itu terbangun dari tidurnya dan langsung terkejut mencari seseorang di sampingnya yang telah menghilang, dia pun panik dan mencari kesekeliling kamar namun tidak berhasil menemukannya.
“ Alissa? Kau dimana.?” Sahut Edwyn dengan wajah yang penuh khawatir.
Pintu kamar mandi pun terbuka dan memunculkan sosok Alissa yang terlihat bingung menatap Edwyn, kemudian pria itu melangkahkan kakinya menghampiri Alissa dan memeluknya dengan sangat erat.
__ADS_1
“ Ku pikir kau akan meninggalkanku lagi.” Gumam Edwyn.
“ Apa kau mengingat sesuatu sekarang.?” Tanya Alissa seketika membuat Edwyn sadar dan segera melepaskan pelukan Alissa.
“ Maafkan aku, aku tidak tahu kenapa aku tiba-tiba bersikap seperti itu.” Balas Edwyn tak berani menatap Alissa.
“ Tidak apa-apa, mungkin itu adalah sifat alam bawah sadarmu yang menganggapku sangat berarti dalam hidupmu.” Ujar Alissa kemudian membuat Edwyn mulai berani untuk menatapnya.
“ Apa kau punya cara untukku dapat mengingat semua kenangan itu.?” Tanya Edwyn.
“ Aku sudah tidak bisa menggunakan kekuatanku lagi, tapi ibuku mungkin bisa mengembalikannya.” Jawab Alissa.
“ Kalau begitu bawa aku ke Sandora sekarang juga.”
“ Apa kau yakin.?”
“ Aku sangat yakin.”
“ Lalu bagaimana dengan Sofia.?”
Edwyn pun terdiam, dia hampir melupakan wanita itu sesaat ketika dia fokus bersama Alissa.
“ Aku akan mengakhiri hubunganku dengan Sofia, dengan begitu kita bisa pergi mengembalikan ingatanku lagi.”
**
“ Sofia.”
“ Aku menunggumu semalaman di rumah berharap kita berdua bisa makan malam bersama, tapi setelah ku hubungi nomormu tidak aktif dan toko tempatmu bekerja pun sudah tutup sejak kemarin. Kau berbohong padaku jika kau lembur, dan ternyata kau bersama wanita ini semalaman di kamar hotel.” Protes Sofia dengan tangis yang pecah.
Beberapa orang yang berada di lobby pun memperhatikan mereka, sebagain menatap mereka dengan tatapan sinis dan kasihan terhadap Sofia yang menangis tersedu-sedu.
“ Kami tidak melakukan apapun, aku dan Edwyn hanya mengobrol.” Sahut Alissa dengan santai.
“ Hanya mengobrol katamu? Siapa yang akan mengobrol di kamar hotel? Memangnya di tempat lain tidak bisa.?” Protes Sofia.
“ Itu karena kau terlalu posesif kepada Edwyn, dia tidak bebas bertemu denganku sehingga kami sulit untuk mengobrol.” Balas Alissa tak mau kalah.
“ Kalian berdua cukup, ini tempat umum sebaiknya kita berdua pindah tempat.” Sahut Edwyn yang tak ingin dirinya semakin terlihat sampah di mata orang-orang akibat perseteruan Alissa dan Sofia.
**
Sekarang Alissa dan Edwyn sudah berada di rumah Edwyn, semua permasalahan di bahas disana dengan kepala dingin. Meskipun awalnya Sofia tetap tidak terima namun perlahan dia mulai memahami posisi Edwyn, dan akhirnya meminta maaf kepada Edwyn tapi tidak dengan Alissa.
“ Sofia, aku akan mengatakannya sekarang padamu.” Lontar Edwyn tiba-tiba.
“ Apa yang ingin kau katakan.?” Lirik Sofia yang mulai penasaran.
“ Aku ingin hubungan kita berakhir, dan tentang pernikahan itu maaf jika aku tidak bisa mewujudkannya.” Lanjut Edwyn.
__ADS_1
“ Kenapa kau tiba-tiba melakukan hal ini padaku? Pasti karena wanita ****** itu kan.” Tunjuk Sofia pada Alissa yang sejak tadi hanya diam.
“ Aku memiliki ingatan yang hilang tentang Alissa, dan aku menyadari sesuatu sejak bertemu dengannya. Mungkin dalam satu tahun ini aku sudah menyayangimu, tapi aku merasa jika perasaan itu sebenarnya bukan cinta seperti yang ku pikirkan.”
“ Jadi kau telah mempermainkanku, Edwyn.?”
“ Ini bukan mempermainkanmu, kau harus tahu kalau cinta tidak bisa di paksa.”
“ Kau berubah semenjak keberadaan wanita itu, seandainya dia tidak datang dia tidak mungkin membuatmu mengatakan hal itu.!!!”
“ Apa aku sudah kelewatan? Sepertinya dia sangat mencintai Edwyn.” Benak Alissa mulai merasa tidak enak dengan situasi tersebut.
“ Baiklah, jika kau memutuskan untuk memilih wanita itu. Aku akan pergi.” Bukan hal baru bagi Edwyn mendengar ancaman Sofia yang seperti itu dan seperti biasa dia tidak akan mengatakan apa-apa kepadanya, karena kali ini Edwyn tidak akan menahannya lagi.
Sebelum Sofia pergi, dia menatap Alissa penuh kebencian seakan memberitahunya bahwa dia sangat membenci Alissa. Dan respon Alissa saat itu hanya diam, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa.
“ Aku sudah melakukannya, kau lihat kan.” Ucap Edwyn yang menghampiri Alissa setelah Sofia pergi.
“ Tapi kau telah membuatnya terluka, aku tidak berharap kau melakukan itu kepadanya.” Balas Alissa.
“ Lalu apa yang harus ku lakukan? Aku tidak tahu lagi, semua terlihat serba salah.”
“ Aku ingin kalian berdua mengakhirinya dengan baik, Sofia dan kamu bisa berpisah tanpa harus ada yang terluka satu sama lain.”
**
Wanita itu berjalan dengan kesal menelusuri jalan tanpa tujuan, dia masih berharap seseorang mengejarnya dan kembali membujuknya untuk tidak pergi. Tapi sampai sekarang dia masih tidak di perdulikan, Edwyn sudah tidak peduli padanya dan ini benar-benar menyakiti perasaan Sofia.
Karena tidak memperhatikan jalan, Sofia sampai menabrak seseorang hingga membuatnya terjatuh. Karena sudah terbawa emosi sejak tadi, Sofia pun memarahi oknum yang menabraknya sampai terjatuh.
“ Apa kau tidak punya mata.?” Protes Sofia menatap seorang pria dengan tubuh besar di hadapannya.
“ Maaf, aku tidak sengaja.” Balas pria itu menawarkan bantuan untuk Sofia bisa berdiri kembali, namun Sofia menolaknya.
“ Lain kali kau harus melihat orang-orang di sekitarmu.” Sahut Sofia ketus.
Ketika Sofia hendak berlalu pergi, dia tak sengaja melihat selembar kertas yang di pegang oleh pria itu. Terdapat gambar seseorang disana yang menarik perhatiannya, kemudian Sofia merebutnya dan memperhatikannya dengan teliti.
“ Kenapa kau memiliki foto wanita ini.?” Tanya Sofia penasaran.
“ Apa kau mengenalnya.?” Tanya pria itu kepada Sofia.
“ Aku tidak mengenalnya, tapi aku tahu keberadaannya sekarang.” Jawab Sofia kemudian.
“ Beritahu aku dimana dia sekarang.”
“ Tidak, sebelum aku memberitahuku siapa kau dan alasanmu mencarinya.”
“ Namaku Roderic, dan aku mencari wanita ini atas suruhan orang tuanya.”
__ADS_1