My Girlfriend Is An Elf

My Girlfriend Is An Elf
Awan Kelabu


__ADS_3

Wanita itu mulai membuka kedua matanya setelah dia merasakan dingin yang luar biasa pada ruangan kosong yang di tempatinya saat ini, dia merasakan sakit yang luar biasa sesaat setelah itu dan menyadari bahwa sebagian bajunya telah tercemar oleh darah.


Alissa kemudian mengingat semua kejadian yang menimpanya, dari luka busur yang dia dapatkan waktu itu hingga seseorang mengobatinya dengan cukup baik. Tapi saat ini dirinya bingung melihat suasana ruangan yang sepi dan gelap, hanya ada satu penerangan dari sebuah ventilasi udara di bagian atas.


“ Dimana aku sekarang.?” Benaknya berusaha untuk bangun dan mencari pintu keluar.


Dengan susah paya Alissa berjalan mencari pintu keluar dari ruangan yang tidak di ketahui sudutnya, saking gelapnya dia harus meraba dinding untuk dapat berjalan dengan baik.


Sesuatu kemudian mengenai kakinya sehingga membuat Alissa terjatuh, alhasil dia mendapatkan sakit yang luar biasa dari bekas luka di dadanya. Dia berusaha menoleh ke belakang melihat apa yang baru saja membuatnya terjatuh.


“ Kau sudah sadar.” Ucap seorang pria yang wajahnya masih belum di lihat dengan jelas oleh Alissa.


“ Siapa kau.?” Tanya Alissa penasaran.


“ Bisa di katakan ini adalah pertemuan pertama kita, tapi sebelumnya aku sudah mengenalmu.” Lontar pria itu semakin membuat Alissa penasaran.


Tangan pria itu terlihat meraba dinding yang kemudian lampu di ruangan itu baru saja menyala dengan terang, Alissa merasa silau dengan cahayanya namun hal itu berhasil membuatnya melihat dengan jelas wajah dari pria itu.


“ Aku tidak mengenalmu, bagaimana kau bisa mengenalku.?” Tanya Alissa lagi.


“ Alissa Freeda, kau bukan seorang manusia melainkan Elf yang telah membuat banyak kekacauan di dunia manusia satu tahun yang lalu, aku hampir mengetahui semua tentangmu, tapi sayangnya kita belum sempat bertemu sebelumnya.” Jelas pria itu.


“ Bagaimana kau bisa mengenalku? “


“ Itu tidak penting, karena sekarang kau sudah sadarkan diri aku ingin segera mengirimmu pergi.” Pria itu menarik tubuh Alissa dengan penuh paksa, Alissa yang tak berdaya hanya dapat pasrah saat di tarik olehnya.


“ Kemana kau akan membawaku pergi.?’ Tanya Alissa mencoba untuk melawan namun gagal.


“ Membawamu ke tuanku.” Balasnya yang masih terdengar sangat ambigu.


“ Lepaskan aku atau aku akan teriak.” Ancam Alissa.

__ADS_1


“ Tidak akan ada yang mendengarmu, kau boleh berteriak sesukamu.” Balas pria itu tetap menarik Alissa dengan penuh paksa.


**


Hujan deras di sertai angin kencang sudah berlangsung selama dua jam di kota Hamberg, Edwyn menunggu di depan rumahnya sejak tadi tak peduli dengan hujan deras sekalipun.


“ Edwyn, kau harus masuk. Angin diluar sangat kencang, tidak baik untuk kesehatanmu.”


“ Sofia, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu.”


“ Apa yang ingin kau tanyakan.?”


Edwyn menoleh, dan dia perlahan berjalan menghampirinya. Kini mereka berdua sudah masuk ke dalam rumah, suara Edwyn sudah dapat terdengar dengan jelas dari sebelumnya.


“ Aku sudah memikirkan ini sejak kemarin, ini soal seseorang yang pernah menculikmu. Aku tiba-tiba terpikirkan akan sesuatu, apa kau ada kaitannya dengan menghilangnya Alissa sekarang.?” Tanya Edwyn seketika membuat Sofia terkejut.


“ Apa yang kau katakan? Aku tidak mengerti.” Jawab Sofia tidak berani menatap Edwyn.


“ Aku tidak berbohong Edwyn.”


“ Ku tanyakan sekali lagi, apa kau tahu dimana Alissa berada sekarang.?”


“ Aku tidak tahu.”


“ Kau harus tahu, aku menyelamatkanmu bukan untuk mengajakmu kembali padaku. Aku melakukan semua ini atas permintaan Alissa, jika kau sudah membaik kau boleh kembali ke tempat tinggalmu.” Balas Edwyn segera beranjak memasuki kamarnya.


Sofia mengepal kedua tangannya dengan kuat, dia berusaha mengatur nafasnya yang tidak teratur begitu pun dengan tangannya yang semakin bergetar hebat.


**


Alissa membuka kedua matanya saat mendengar suara mesin mobil di sekitarnya, dia sadar sepenuhnya dan melihat bahwa dirinya sudah berada di dalam sebuah mobil box. Semalam dia ingat telah di ikat oleh pria jahat itu sampai kesadarannya menghilang.

__ADS_1


Untuk menoleh saja saat itu Alissa tidak berdaya, tubuhnya sudah semakin lemah dan dia sangat membutuhkan kekuatannya untuk sekarang. Pria jahat itu masih belum menjelaskan siapa dirinya, dan mau di bawa kemana dia sekarang.


Jika ingin di pikir lebih lanjut, untuk sekarang Alissa sudah tidak memiliki musuh lagi. Yang saat ini Alissa pikirkan adalah cara untuk melarikan diri dari pria jahat itu, mobil yang di tumpanginya sedang berjalan menuju suatu tempat dan dia akan memanfaatkan kesempatan untuk melarikan diri jika mobil sudah berhenti.


Tubuh Alissa terjatuh ke samping ketika mobil tiba-tiba saja rem mendadak. Alissa meringis kesakitan namun berusaha untuk mendekat ke arah pintu. Dia berpikir akan menendang pria itu jika pintunya terbuka, dan benar saja suara langkah kaki seseorang dan suara kunci pintu sedang di buka terdengar sangat jelas olehnya.


Pintu baru saja terbuka, Alissa dengan cepat menendang titik lemah pria itu hingga dia terjatuh. Dengan cepat Alissa turun dari mobil, dia berlari saat pria itu meringis kesakitan di lantai.


Alissa melihat sekitar tempat yang asing, letaknya di hutan tak di kenal namun dia tetap berlari menjauh dari pria itu. Alissa tidak peduli dengan rasa sakit yang dia rasakan saat itu.


“ Berhenti atau ku tembak.” Teriak pria itu namun tak di gubris oleh Alissa.


Suara tembakan sudah mulai terdengar, Alissa yang bersembunyi di balik pepohon berusaha untuk mengatur nafasnya dan berpikir ke arah mana dia akan melarikan diri.


“ Kau harus tenang, jangan panik.” Ucapnya sambil mengatur nafas dengan tenang.


“ Ayah, pinjamkan aku kekuatanmu kumohon.” Pinta Alissa sambil menggenggam erat kalung pemberian ayahnya.


Kalung itu mengeluarkan cahaya yang sebelumnya pernah di lihat oleh Alissa, seketika dia merasakan tubuhnya dalam kondisi yang lebih baik. Luka di tubuhnya pun ikut pulih dengan sendirinya, Alissa tidak menyangka jika kalung pemberian Fanwe yang akan menyelamatkannya kali ini.


“ Dengan begini aku bisa melarikan diri tanpa bersusah payah.” Lanjutnya dengan penuh percaya diri sekarang.


Suara tembakan itu kembali terdengar, Alissa sedikit terkejut namun dia mencoba untuk melarikan diri dengan cara memanjat ke atas pohon. Pria itu tidak akan menyadarinya, dia juga merasa tertolong karena pepohohan di hutan itu terbilang cukup banyak dan mampu menutupi tubuhnya dari pria jahat tersebut.


“ Dimana kau gadis Elf.?” Sahut pria itu ketika Alissa sudah berhasil naik ke atas pohon.


Diam-diam dia melirik ke bawah, untungnya pria itu tidak sadar jika di atasnya ada Alissa. Dia mencoba untuk tetap tenang sampai pria itu pergi. Dan setelah pria itu berhasil pergi dari tempatnya, Alissa kini dapat bernafas dengan legah.


“ Aku terselamatkan.” Ucapnya sambil tersenyum tipis.


Alissa kemudian berdiri di batang pohon pinus itu, dia melihat lokasinya saat ini dari ketinggian. Tidak ada perumahan yang dia lihat kecuali pegunungan yang di penuhi oleh pepohonan hijau.

__ADS_1


“ Dimana aku sekarang.?”


__ADS_2